Posts Tagged ‘Super Junior’

annyeong~~~

author comeback (?) dengan ff series yang baru… dan kali ini, author pengen coba mengasah (?) kemampuan nulis author dalam genre mystery 😀

Oh iya… mungkin ada yang udah pernah baca cerita ini di AFF, dan jangan anggap author itu copycater yah! sorry seamit-amit deh… kekeke. soalnya, yang nge-post di AFF itu… author juga! noh yang IDnya J_Ster… kekeke. Jadi, ini ceritanya sama persis sama yang author post di Asian Fanfics, tapi cuma beda bahasa aja.

Characters:

Choi Sooyoung

Im Yoon Ah

Kwon Yuri

Jung Jessica

Kim Taeyeon

Park Jungsu (Leeteuk)

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Kim Kibum

sinopsis:

Mereka berbelanja di sebuah mall di Seoul. Ada yang mengatakan, semua mall tidak mempunyai lantai ke-4. Karena sebuah mitos yang mengatakan angka 4 berarti kematian, dan mereka mempercayai ini dan tidak pernah membangun lantai 4 di setiap mall. Jadi, setalh lantai 3 langsung ke lantai 5.

Mereka berbelanja sampai malam. Lalu, mereka menggunakan lift untuk turu dari lantai 6, tapi tiba-tiba lift itu mandet di antara lantai 5 dan lantai 3. Dan saat pintu lift itu terbuka, mereka berada di lantai 4, yang ternyata merupakan sekolah yang sudah lama ditinggalkan, bagian yang hilang dari sebuah mall yang terhubung melalui suatu hal gaib.

Lift itu tiba-tiba menghilang, seakan-akan lift itu tidak pernah berada di sana, dan mereka ber-10, mencari, menghadapi petualangan yang hebat di hadapan mereka untuk mencari cara keluar dari sana dan kembali ke dunia mereka sendiri.

eotokkae? oeotokkae? 😀

 

(drabble) Surprise!

Posted: February 10, 2011 in Friendship, Oneshoot
Tags: , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

Sooyoung POV

Hoammm.. dengan masih sedikit mengantuk aku membuka mataku. Aku lelah sekali, setelah kemarin ke Cina, hanya untuk menemui Hankyung oppa, untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya, dan sampai di dorm malam sekali bersama Taeyeon dan Jessica.

Kutengok ranjang Jessica, yang 1 kamar denganku. Kosong. Tumben sekali anak itu sudah bangun? Kruyuuukk… Nde. inilah alasanku bangung. Aku lapaaaar sekali!

Aku keluar menuju dapur, berharap Hyoyeon sudah memasak untuk kami. Dan, kulihat semuanya sudah duduk rapi di meja makan, sedang memakan sarapan berupa roti bakar mereka TANPA MEMBERITAHUKU!

“ya! Kalian jahat sekali! Kenapa tidak membangunkanku?!” seruku, tapi tidak ada yang menjawab. Mereka terus saja melahap makanan mereka, seakan-akan aku ini tidak ada.

Aku duduk di kursi yang kosong, di sebelah Yoona. “Hyoyeon! Mana makananku?!” seruku, melihat piring kosong di depanku. “Masak saja sendiri” katanya dingin.

Aku melongo menatapnya. Ada apa dengannya? Aku menatap yang lain, mereka semua juga diam saja. “Tapi… kau tau kan aku tak bisa masak?” ucapku.

“Seohyun-ah…” panggilku, berharap magnae angel ini mau membantuku. “Aku sudah selesai. Mau pergi dengan Yonghwa oppa dulu” ucap magnae itu, mengabaikanku, lalu berjalan pergi.

“YA! ADA APA DENGAN KALIAN SEMUA??! APA SIH SALAHKU?” seruku marah, apalagi saat keadaan capek dan lapar begini, semakin menambah emosiku.

“Pikir saja sendiri” sahut Yuri. Yoona mengangguk setuju. Dengan marah dan bingung, aku masuk ke kamarku. Ada apa sih dengan mereka semua?

Aku duduk di ranjangku. Berusaha mengingat-ingat apa kesalahanku sampai mereka mendiamkanku seperti itu. Tidak ada kok!

Paling, aku hanya memakan jatah makan malam yoona, membuat kesalahan saat tampil di Mubank, mengambil tanpa ijin peralatan spa Sunny, menyembunyikan high heelsnya tiffany, dan membangunkan Jessica tengah malam untuk menemaniku ke toilet. Itu saja kok!

Aku memutuskan untuk keluar, bertanya pada mereka. Saat keluar, kulihat dorm sudah sepi. Sangat sangat sepi! Tidak ada 1 manusia pun, padahal 15 menit sebelumnya mereka masih di meja makan.

Aku akhirnya keluar dari dorm, berjalan menuju kantor SM. Mungkin saja ada latihan tapi mereka tidak memberitahuku?

BRUKK! “Ah, mianhaeyo sooyoung-ah” kata Siwon, yang menabrakku. “Gwenchana, oppa” kataku. “Mau kemana oppa?” tanyaku, karena dia tampak sendirian berjalan-jalan di kantor SM.

“Mencari member yang lain.” katanya. “eeh? Aku juga” kataku.

FLASHBACK

Siwon POV

“Pagi semuanya!” sapaku pada teman-temanku yang mempunyai aktivitas sendiri-sendiri. Kyuhyun yang sedang main game, Heechul, Shindong, dan Eunhyuk yang sedang browsing, Leeteuk, Yesung, dan Sungmin yang sedang makan, Ryeowook sedang memasak dan lain-lain.

Tapi, mereka semua tidak ada yang menjawabku. “Pagi!” teriakku lebih kencang. Mungkin mereka tidak mendengarku, pikirku polos. “Berisik kau!” seru Heechul dengan kejam.

“Eeh…” aku hendak memprotes, tapi mereka semua tidak ada yang menghiraukanku, seakan-akan aku itu tidak ada.

“Kalian kenapa sih?” tanyaku bingung. “Pikir saja sendiri!” seru Sungmin dengan kejam. Aku hanya melongo. Ada apa sih dengan mereka ini?

“Aku lapar. Ryeowook! Kau masak apa?” ujarku, melangkah ke arah ryeowook. “Haah…” desahnya kesal lalu berjalan meninggalkanku. “Kau ini, bikin bete saja” ucap si magnae tanpa melihat ke arahku, masih terfokus pada game-nya. “Mwo?? Yang bikin bete itu kalian tau!” seruku. Yang lain hanya memandangku sinis.

Akhirnya, aku memutuskan untuk mandi daripada mengurusi mereka. Ahhh.. segarnya. Suasana sangat hening. Setelah berpakaian, aku keluar dari kamar dan, treng! Kosong. Mereka semua kemana sih?

Aku berjalan menuju kantor SM. Habis, mau kemana lagi? Aku mencoba mencari-cari ke-9 member lain, tapi nihil. BRUKK! Aku malah menabrak Sooyoung.

“Nde. Member SNSD yang lain juga sangat aneh hari ini” cerita sooyoung. Dia dan Siwon kini sedang berjalan-jalan di tempat yang sepi, menghindar dari banyak orang. Gawat kalau ada media yang menyorot mereka.

“Apa kita melakukan kesalahan ya?” gumam Siwon. “Molla, oppa. Kemarin masih baik-baik saja kok” ucap sooyoung. “Oh. Bagaimana dengan Hangeng? Apa kabarnya?” tanya Siwon antusias.

“Dia baik. Kemarin kami senang sekali bertemu dengannya. Sepertinya dia juga. Sampai larut malam kami baru tiba di Korea” cerita Sooyoung panjang lebar. Siwon manggut-manggut. “Aku merindukannya” ucap Siwon. “Nde. Aku sangat sangat merindukannya” sahut sooyoung.

KRUYUUUKKK… Siwon dan Sooyoung saling berpandangan. Perut mereka berdua sama-sama belum terisi sejak pagi. “Ini alasan yang paling tepat untuk membeli makan kan?” ucap Siwon. “Nde. Tapi, bagaimana kalau ada fans yang melihat?” tanya sooyoung khawatir.

“Aku akan menyamar dan membelinya. Kita makan disini saja” ucap Siwon. Dia mengenakan topi dan kacamata hitam, menempelkan kumis palsu, dan berjalan mencari kedai makanan.

“Ah, ini gara-gara Hyoyeon tidak mau memasak untukku!” keluh sooyoung. Beberapa saat kemudian, Siwon kembali, yang disambut senyum berbinar dari sooyoung melihat 2 burger yang ada di tangannya.

“Untung saja mereka tidak tau. Tadi, aku nyaris saja ketahuan” keluh Siwon. Sooyoung mengabaikannya. Seluruh perhatiannya tertuju pada burger berukuran besar yang dipegang Siwon.

“gomawoyo, oppa!” seru Sooyoung gembira, menyambar kedua burger itu. “Ya! Satunya untukku tau!” omel Siwon, menyambar salah satu burger itu.

Sooyoung melahap burger itu dengan bahagia, seakan-akan dia telah mendapat harta karun yang paling dinantikannya.

“Ah, aku belum kenyang” ujar Sooyoung, setelah melahap potongan terakhir burgernya. “memang kau pernah kenyang?” sindir Siwon. “Ya! Apa maksudmu?!” seru Sooyoung sambil memukul lengan Siwon.

“Haah… kita mau kemana lagi?” ujar Siwon. “Molla. Aku masih heran dengan mereka semua” ucap Sooyoung sedih. “Nde. Na do” ucap Siwon. Mereka takut, saudara-saudari mereka itu sangat-sangat marah pada mereka, entah apa kesalahan mereka.

Gee gee gee gee baby baby. Ponsel Sooyoung berbunyi. Sorry sorry sorry sorry. Ponsel Siwon juga berbunyi.

“Sms dari Taeyeon. katanya aku disuruh ke atap SM” ucap Sooyoung, membaca sms dari leader SNSD itu. “Kyuhyun juga menyuruhku ke atap SM” ujar Siwon.

Mereka saling berpandangan. Apa sih yang mereka rencanakan? Pikir Sooyoung. Dia dan Siwon langsung berjalan menuju gedung SM.

Sooyoung POV

Aku dan Siwon menaiki lift langsung menuju atap SM, dikerubungi rasa penasaran, kesal, dan bingung. Beberapa pegawai SM yang menyapaku bahkan tidak kuhiraukan saking terburu-burunya.

Klek! Pintu lift terbuka saat kami sudah sampai ke atap gedung SM. Tempat yang indah. Kami bisa melihat keseluruhan dan keindahan Seoul dari sini. Pemandangan yang menurutku paling indah.

Sedetik setelah aku melangkahkan kaki keluar dari lift….

“SANGIL CHUKKAHAMNIDA!!!” seru mereka semua membuat kupingku pengang. Bagaimana tidak? Member-member SNSD, SuJu, Shinee, bahkan f(x) dan BoA ada. Aku terkejut dan melongo. Begitu pula dengan Siwon yang di sebelahku.

“Eeh?” kata Siwon. Aku juga bingung. Sangil chukkahamnida? Selamat ulang tahun?

Selama 3 menit, aku dan Siwon yang jalan pikirannya memang ehm, sedikit lambat hanya berdiri di sana sambil bengong, lalu tiba-tiba aku ingat.

10 Februari 2011!! Hari ini ulang tahunku yang ke-21 dan Siwon oppa yang ke-24! Aigoo… bagaimana bisa aku melupakan ulang tahunku sendiri? Yang bertepatan 1 hari setelah hangeng oppa.

“Eeh… hari ini kita berulang tahun?” tanya Siwon polos. “Nde. Aku juga baru ingat” ucapku. “Omo! Masa kalian lupa hari ulang tahun kalian sendiri?” ucap Yesung sambil menepuk jidatnya.

Aku tersenyum. Mereka semua begitu baik. “Gomapsumnida semuanya!” seruku ceria. Saking bahagianya, sampai aku terharu dan menangis.

“Eeh… onnie, kok malah menangis?” ujar Yoona bingung. “Annio. hanya terharu” jawabku. “Seorang choi sooyoung terharu! Dan itu gara-gara kita!” seru Ryeowook bangga.

Siwon POV

Jujur, aku juga sangat terharu. Seperti sooyoung, aku pun ingin menangis saking terharunya. Tapi, kutahan air mata itu. Entah apa yang akan terjadi, mungkin aku akan diolok-olok selama setahun penuh oleh member SJ yang lain kalau aku menangis.

Kemudian, tampak seseorang membawa kue coklat besar. Yang membuatku terkejut, adalah orang yang membawa kue coklat itu. Bukan, bukan Justin Bieber, atau Rihanna, atau Barack Obama. Yang membawakan kue kami adalah… Lee Soo Man!

Pimpinan SM entertainment yang kami segani itu, dengan wajah tersenyum membawakan kue coklat besar bertuliskan Sangil Chukkae Choi ‘Sooyoung-Siwon’ . Aku dan Sooyoung benar-benar terharu, melihat seorang pimpinan SM begitu antusias merayakan ulang tahun kami.

“Sangil Chukkahamnida, Sooyoung-ssi, Siwon-ssi. Tetap berkarya and do your best! Hwaitting!” seru Soo Man. “Kamsahamnida, Soo Man-ssi” jawabku dan sooyoung bersamaan.

“Sooyoung, ini untukmu” kata Yoona, sambil memberikan kadonya. “Ini” Taeyeon dan Jessica juga memberikannya. Sementara, Leeteuk dan Sungmin juga memberiku hadiah.

“Ini.. untukmu sooyoung-ah” kata Kyuhyun, memberikan kado yang cukup besar dihias dengan pita pink. “Gomawoyo, semuanya” ucapku dan Sooyoung.

“Dan ini hadiah dari fans” ucap Eunhyuk, menunjukan segunung hadiah dari SONE dan ELF. Aku melongo melihat sebegitu banyak hadiah itu. Tapi, Sooyoung langsung menghampirinya dengan senyum bahagia.

Kami merayakan ulang tahun kami dengan ceria. Memotong kue, bernyanyi, dan bercanda. Padahal, sebelumnya aku dan Sooyoung sudah sangat takut mereka akan marah sekali pada kami ternyata, mereka mengerjai kami.

Acara ditutup dengan Leeteuk dan Taeyeon yang berduet bersama. Aku tersenyum. Gomawo semuanya. Aku sangat senang.

Sooyoung POV

Aku menatap Leeteuk dan Taeyeon yang sedang berduet, baru saja mendapat telfon dari orangtua dan onnie-ku, Soojin. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun padaku.

Aku sangat terharu. Beruntung sekali memiliki keluarga seperti kalian. Gomawoyo, semuanya.

-The end-

Sangil Chukkae! Sooyoung onnie! Siwon oppa!! I’m trending it on twitter loh :DD kekeke~

mohon comment yah.. kalo perlu, tell me your wish (genie dong? ) for Sooyoung and Siwon 😀

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

Hankyung POV

Ah, hari ini ya? hari ini hari ulang tahunku. Tapi, tampaknya tidak ada yang spesial. Tidak ada sama sekali. Ulangtahunku yang ke-27. Yang kuinginkan hanya satu. Bersama member super junior. Bersama keluarga SM. yang sudah tidak akan mungkin lagi.

Aku menyusuri jalan sepi ini. Aku memutuskan untuk kembali ke Cina, setelah keluar dari SM. Memang, aku masih menyayangi mereka semua. Jeongmal. Tapi, ini sudah menjadi keputusanku yang sedikit kusesali.

Aku jadi ingat, kenangan-kenangan dengan mereka semua, ke-12 sahabatku, dan seorang yeoja… yang pernah menjadi orang spesial di hatiku. Seorang yeoja, yang menjadi salah 1 member girlband terkenal di Korea, So Nyeo Shi Dae. Seorang yeoja, bernama Choi Sooyoung.

FLASHBACK (yg hurufnya miring itu flashback-nya)

“Hankyung oppa!” panggil sooyoung. “Sooyoung-ah! Kami ini sedang latihan tau” omel Leeteuk. “Tapi, aku kangen pada hankyung oppa” katanya sambil cemberut. “Nanti, setelah latihan aku akan menemuimu deh” kataku sambil mencubit pipinya gemas.

“Yasudah deh” katanya sambil keluar dari ruang latihan kami. “Nah, ayo kita lanjutkan” perintah Leeteuk.

Aku menatap mereka semua dengan sendu. Apa iya, aku harus meninggalkan mereka? Meninggalkan Sooyoung? Tapi, aku sudah memutuskan ini semua jauh-jauh hari.

“Wae, hankyung?” tanya Eunhyuk. “Gwenchana. Ayo, latihan” kataku, menebarkan senyum palsuku. Aigo… aku tidak sanggup harus mengatakan ini semua pada mereka.

Aku latihan dengan tidak konsen, sehingga sering kali dimarahi Leeteuk dan Eunhyuk. “Jangan mikirin Sooyoung mulu!” ucap Kyuhyun. “Bilang saja kau cemburu, kyu” ujar Yesung. Cemburu? Apa Kyuhyun menyukai Sooyoung? Banyak rumor tentang mereka sih. Hm, mungkin Kyuhyun bisa menjaga sooyoung saat aku pergi nanti.

Selesai latihan, aku langsung menuju ke ruangan Lee Soo Man untuk menemuinya. Tapi sebelumnya, aku pergi ke ruang latihan SNSD dulu.

“Annyeong haseo” sapaku. Untunglah mereka belum mulai latihan. “Oppa!” panggil Sooyoung sambil berlari ke arahku. “Annyeong haseo, hankyung-ssi” sapa Taeyeon. Aku mengacak-acak rambut sooyoung. Ah, aku benar-benar tidak rela meninggalkannya.

“Sudah selesai latihan, oppa?” tanya sooyoung. “Nde. Ah, aku lelah sekali” kataku. Sooyoung mengusap keringatku dengan sapu tangan pinknya. Aku tersenyum. “Ya! Choi Sooyoung! Ayo mulai latihan! Mianhae, hankyung-ssi. Kami harus latihan.” ujar Sunny.

“Gwenchana. Aku pergi dulu ya” kataku. Sebelum pergi, aku mengecup kening sooyoung. Hubungan kami ini sangat dirahasiakan. Hanya member super junior dan member SNSD yang tau. Karena, kalau media dan fans sampai tau?? Pasti hanya akan menambah anti-fans.

Aku berjalan menuju ruangan Lee Soo Man. Hatiku berdebar. Aku rasanya ingin menangis.

Aku berjalan dengan pelan, merasakan hembusan angin menerpa wajahku. Kuhirup udara segar sebanyak-banyaknya. Andai saja, mereka ada disini, walau hanya 1 menit, aku ingin sekali melihat mereka lagi.

“APA? KAU SUDAH GILA YA??!!” seru Soo Man marah. Yeah, aku yakin dia pasti marah setelah aku memutuskan untuk memutuskan kontrak dengan SM.

Apa sih yang kupikirkan waktu itu? Ah, andai waktu bisa terulang kembali.

“Bagaimana mungkin kau bisa keluar dari SM??” tanya Leeteuk sangat syok saat berita itu disampaikan oleh Soo Man pada seluruh keluarga SM. Aku bisa merasakan pandangan mereka padaku. Merasakan pandangan sedih sooyoung. Mianhae, semuanya. Asal kalian tau, aku sangat menyayangi kalian.

“Oppa…?” tanya sooyoung dengan mata berkaca-kaca. Annio. Aku mohon, jangan menangis! Itu akan membuatku semakin sedih. Kumohon, jangan keluarkan sedikit pun air matamu.

“Mianhae.” hanya itu yang bisa kukatakan. Dia menangis, dan keluar dari ruangan. Argh… aku tidak sanggup melihatnya menangis, apalagi gara-gara aku.

Aku masih mengingat dengan jelas. Bagaimana dia menangis saat berbicara berdua denganku. Dan yang bisa kulakukan hanya minta maaf, tak bisa mengehntikan air mata itu mengalir.

“Dengan ini, Sudah diputuskan. Hankyung-ssi resmi keluar dari SMentertainment dan tidak ada kontrak lagi.” umum hakim saat persidangan, memutuskan aku memenangkan sidang dan keluar dari SM. Tidak ada yang senang, begitu juga aku.

Aku merasa sangat kehilangan. Tapi, ada sesuatu yang walaupun kau tidak suka, harus kau jalani. Aku sangat menyayangi mereka semua.

Kulihat, semua member super junior bersedih, begitu juga dengan member-member SNSD, bahkan shinee, f(x), dan lain-lain. Apalagi Sooyoung. Aku tidak sanggup melihatnya menangis seperti itu yang sedang ditenangkan oleh Kyuhyun.

Aku berhenti dari jalan-jalan tanpa arahku, memandang sekitarku. Rerumputan hijau, angin yang sejuk, pohon-pohon yang menaungi jalan setapak yang kuinjak.

Aku ingat, bagaimana tersebar rumor bahwa aku keluar karena SNSD yang tidak menghormatiku. Apa netizen itu sudah gila? Mana mungkin, gara-gara mereka? Aku dan member-member SNSD itu kan berteman dengan sangat baik. Mereka semua sudah kuanggap seperti adik-adikku sendiri.

Aku memutuskan untuk berjalan kembali ke rumah, dengan kenangan-kenangan indah saat menggung bersama super junior, bermain bersama di dorm, dan berkencan bersama sooyoung.

Tak terasa, air mataku sudah menetes. Dasar cengeng, gumamku. Tapi, kenangan-kenangan indah itu memang membekas di hatiku, selalu tak siap aku buang, Terlalu indah.

Aku masuk ke kamarku, memutuskan untuk browsing sebentar mengenai kabar mereka. Rumor tentang SNSD yang menjadi penyebab aku memutuskan kontrak itu sepertinya sudah diluruskan. Aku tidak ingin semakin banyak anti-fans mereka, karena mereka adalah gadis-gadis yang hebat.

Aku menemukan berita tentang sooyoung dan chansung, atau sooyoung dan kyuhyun. Syukurlah tampaknya sooyoung tidak apa-apa. Aku melihat-lihat fotonya, rindu untuk mengelus pipi yang chubby itu, membelai rambut yang halus itu.

Aku menemukan berita tentang para ELF.

‘Aku rindu hangeng oppa!’

‘Kapan ya, hangeng bisa bersama suju lainnya?’

‘hankyung oppa, kibum oppa, kangin oppa, saranghae’

Aku tersenyum membacanya. Gomapsumnida, ELF-ku yang setia. Yang masih terus mendukungku. Maafkan aku, yang telah mengecewakanmu. Tapi sungguh, akupun tak ingin berpisah dengan keluarga SM.

Kringggg! Bel rumahku berbunyi. Aku heran. Siapa yang datang? Aku tidak sedang ada tamu seharusnya.

Aku keluar menuju ruang tamu, membukakan pintu dan…

“SURPRISEEE!!!” seru 10 orang di depanku itu. Aku hanya melongo dan terkejut, memastikan ini semua bukan mimpi. Bahkan mengucek mataku dan mencubit lenganku sendiri.

“Oppa, boghosippo!!” seru Sooyoung, menghambur ke dalam pelukanku. Leeteuk, Eunhyuk, Taeyeon, Jessica, Yesung, Sooyoung, Shindong, Sungmin, Kyuhyun, dan Donghae kini berdiri di depanku.

“Yang lain tidak bisa datang. Ada pekerjaan. jadi hanya kami yang datang” kata Yesung. “Nde. Sangil chukkae, oppa!” seru Jessica.

“Kami rindu padamu!” seru Donghae. Ya Tuhan, apa ini mimpi? Mimpi yang paling indah. Aku terharu. Sangat terharu, tak terasa air mataku pun keluar.

“Eeh… kok malah menangis?” ucap Taeyeon bingung. “Apa ini… benar-benar kalian?” ucapku seperti orang bodoh.

“Tentu saja, hankyung!” seru Leeteuk. “Kami jauh-jauh datang ke Cina, berharap disambut dengan makanan yang banyak, tapi malah berdiri di depan rumahmu dengan kau yang berdiri seperti orang bodoh?” ucap Shindong.

Aku tersenyum “Gomapsumnida, Chingu. Aku… aku sangat bahagia.” kataku. Aku menoleh pada sooyoung, yeoja yang selama ini sangat kurindukan.

Aku memeluknya. Ah, rasanya sudah lama sekali merasakan tubuhnya di dalam dekapanku. Lalu, aku menciumnya, menempelkan bibirku di bibirnya. Yang lain berteriak-teriak menggoda, tapi aku tak peduli. Aku sangat sangat bahagia.

“Ini, untukmu!” ucap Eunhyuk, mengeluarkan sebuah kotak besar yang dibungkus kertas kado dengan rapi. “Gomapsumnida” kataku sambil tersenyum, dengan senyumku yang paling lebar.

“Kau mau kami masuk atau tidak nih?” sindir Shindong. “Oh, mianhae. Silakan masuk” kataku canggung. Mereka masuk sambil berebutan. Aku merangkul sooyoung.

“Ini… kado terindah” kataku. Dia tersenyum dengan manis. “Apa, kalian tidak marah padaku?” tanyaku padanya.

“Mana mungkin. kau .. selamanya, tetaplah bagian dari keluarga SM.” kata Sooyoung yakin. Yeah, mereka inilah, yang sedang mnggerataki rumahku, keluargaku. Selama-lamanya.

-the end-

Author bikinnya cuma drabble ^^ hehe

and.. happy b-day Hangeng oppa! This is my gift for you LOL

and… comment yah :))

NO COPYCATER! BE CREATIVE!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

Sesampainya di rumah sakit, Seohyun langsung dibawa ke UGD. Taeyeon dan Changmin langsung ke rumah sakit begitu mendengar berita tentang Seohyun. Mereka ber-9 menunggu dengan cemas.

“Ini salahku.” gumam minho. “Annio. Ini salahku yang terlalu ceroboh. sahut ssica yang kelihatannya masih syok. “ya! Berhentilah menyalahkan diri kalian sendiri! lebih baik kita doakan seohyun sekarang.” ucap Taeyeon.

Author POV

Mereka menunggu kurang lebih selama 3 jam. Akhirnya, seorang dokter yang merawat Seohyun keluar dari ruang UGD. “Dokter, oohtoke?” tanya minho cemas. Mereka semua langsung mengerubungi dokter itu.

Dokter itu mendesah. “Kondisi Seo Joohyun-ssi sangat kritis. Dia kehilangan banyak darah…” jelas dokter itu. “Kalau begitu, donorkan saja darah!” ujar Kyuhyun.

“Kami akan melakukan yang terbaik. Siapa yang bergolongan darah A disini?” ucap dokternya. Mereka semua saling berpandangan, karena tidak ada satupun dari mereka yang bergolongan darah A.

“ngg, golongan darahku O. Apa bisa?” tanya Sooyoung. (buka buku biologi, O itu donor universal) Dokter itu mengangguk. “Bisa. Ayo, ikut saya.” katanya. Sooyoung lalu mengikuti dokter itu.

2 jam kemudian…

“Aigoo… aku ngantuk sekaliii” ujar ssica sambil menguap. “Tidak puas kau tidur tadi?” sindir Sooyoung. Biasanya, ssica akan membalas, tapi, karena mengingat kejadian tadi, dia hanya tertunduk.

“Ya! onnie-ah, mianhae… aku hanya bercanda kok.” ujar sooyoung melihat ssica yang tertunduk. ssica hanya membalas dengan senyum kecut.

Dokter keluar sekali lagi dari ruangan itu. Wajahnya terlihat lelah dan sedih. Semuanya langsung mengerubutinya. “Seo joohyun-ssi mengalami luka yang cukup dalam. Kami harus mengoperasinya. Tapi, resikonya cukup tinggi. Tapi kalau tidak dioperasi akan membahayakan nyawanya.” terang dokter itu.

“Chakkaman. akan kutelepon orangtua seohyun.” kata leeteuk sigap sambil langsung menelepon orangtua seohyun.

“Yeoboseyo? Mianhamnida, ahjussi mengganggu malam-malam begini. Ini mengenai seohyun. Dia harus dioperasi karena lukanya cukup dalam. Oohtoke, ahjussi?” terang leeteuk dengan cepat. Akhirnya, leeteuk mengangguk lalu menutup teleponnya.

“Orangtua Seohyun menyetujuinya. Masalah biaya mereka akan mengurusnya.”

Dokter itu mengangguk, memanggil beberapa suster lalu masuk lagi ke ruangan untuk mengoperasi Seohyun.

“Kalian tidak pulang saja?” tanya Taeyeon, melihat wajah teman-temannya yang sudah kelelahan. “Nde. Biar aku dan Minho yang menjaga Seohyun.” kata Leeteuk.

“Mana bisa. Kami semua akan menunggu Seohyun.” ujar Yoona dengan mantap.

7 jam kemudian….

“Ngg.. permisi.” kata-kata itu berhasil membangunkan leeteuk yang memang mudah untuk bangun tidur, tidak seperti jessica.

“Wae, suster?” tanya Leeteuk pada suster yang membangunkannya. “Ada yang dokter ingin bicarakan. Silakan ke ruangannya.” terang suster itu.

Leeteuk menoleh melihat teman-temannya masih tertidur sangat pulas lalu mengangguk dan mengikuti suster itu.

“Annyeonghaseo. Ada apa dok?” tanya Leeteuk, penasaran dan cemas.

“Ehm, Operasi berjalan dengan cukup baik. Tapi, sayangnya, Seo Joohyun-ssi sedang ehm, koma.” kata dokter itu tanpa basa-basi.

“Mwoerago? Koma? Berapa lama?” tanya Leeteuk terkejut. Dokter itu menggeleng. “Saya tidak tau. Mungkin hanya beberapa minggu, tapi bisa juga untuk beberapa tahun.” kata dokter itu.

“Tapi.. seohyun pasti selamat kan?” tanya leeteuk lagi harap-harap cemas sambil menekankan bagian ‘pasti’. Dokter itu menggeleng lagi. “Entah. Saat pasien koma, saya tidak bisa memastikan keadaannya.” jawab dokter itu yang membuat leeteuk lemas.

Leeteuk berjalan dengan gontai kembali ke tempat teman-temannya. “Ah, itu dia! Leeteuk oppa! Kau dari mana?” tanya taeyeon yang langsung menghampiri leeteuk.

“Tadi aku habis ke tempat dokter.” kata leeteuk. “Ada apa?” tanya minho melihat wajah leeteuk yang sedih.

“Seohyun. Dia… koma.” kata Leeteuk. “Mwoo???” koor semuanya kompak. “Ada apa sih? Berisik sekali?” ucap Jessica sambil menguap, tampaknya dia baru bangun tidur.

“Berapa lama?” tanya Changmin, mengabaikan Jessica. Leeteuk hanya mengangkat pundaknya. Dengan kompak, semuanya duduk kembali dengan lemas.

“Ya! Ada apa sih? Donghae oppa, ada apa?” tanya Jessica, cemberut karena dicuekin.

“Seohyun koma.” jawab Donghae. Jessica menunduk sedih. Mungkin dia merasa bersalah. “Ini bukan salahmu kok.” ujar Donghae sambil mengusap kepala Jessica.

Minho beranjak dari kursinya. “Mau kemana minho-ah?” tanya Yoona. “Menjenguk Seohyun.” jawab minho singkat. “Chakkaman! Aku ikuuuuut!” seru Sooyoung dan Yoona yang mendapat peringatan “mohon tenang, ini rumah sakit” dari suster.

Minho POV

Aku berjalan menuju ruangan Seohyun. Haah… Seohyun.. kenapa jadi begini? Kenapa kau jadi seperti ini? Seharusnya kau tidak perlu melindungiku. Seharusnya, aku yang sedang berbaring disana, bukan kau.

“Yoona-ah, apa kita biarkan dulu saja minho berdua dengan seohyun?” bisik Sooyoung noona, yang kedengaran jelas olehku. “Nde. Kita keluar saja yuk.” bisik Yoona noona yang juga, kedengaran olehku.

Aku duduk di samping ranjang seohyun, menatap wajahnya yang pucat dan tidak bergerak. “Seohyun-ah…” panggilku, seperti orang bodoh karena tentu saja, dia tidak akan menjawab.

“Kau tau? Saat kau tertusuk di depan mataku, jantungku seakan berhenti berdetak.” Aku lanjut berbicara, entah kenapa. Padahal aku tau seohyun takkan mungkin mendengarkanku.

“Aku sangat khawatir. Takut, cemas, semua menjadi satu. Apalagi melihatmu seperti ini. Aku sangat sedih. Seakan aku yang terluka lebih parah darimu. Aku sejenak melupakan semuanya bahkan yoona noona saat aku berada bersamamu dan mengkhawatirkanmu.”

“Hanya kau yang ada di pikiranku. Kepalaku dipenuhi dengan ‘bagaimana keadaanmu’. Apa mungkin… aku menyukaimu? Dan telah melupakan yoona noona?”

“Kenapa? Kenapa perasaan ini terlambat kusadari… Saat kondisimu sudah begini. Aku baru menyadarinya. Minho babo!”

“Tapi… seohyun-ie… aku berjanji. Aku akan menunggumu. Menunggumu sadar dan saat itu akulah yang akan kau lihat pertama kali. Mau ini penantian terakhirku, aku akan terus menunggumu.” ucapku lalu mencium keningnya dengan lembut.

Seohyun-ah, saranghae….

End of POV-

1 bulan kemudian…

“Seohyun-ah. Oppa akan wamil hari ini. Kau baik-baik ya. Dan cepat sembuh.” kata Leeteuk pada seohyun yang masih koma.

Hari ini Leeteuk akan mulai wamil, yang tidak direlakan begitu saja oleh sahabat-sahabatnya karena Leeteuk sudah seperti kakak bagi mereka semua dan leader mereka, yang selalu siap kapanpun mereka membutuhkannya. Bahkan Taeyeon sampai menangis, membayangkan hari-harinya tanpa Leeteuk.

“OPPAAAA…” rengek taeyeon sambil memeluk kekasihnya itu. “Sudahlah, Taeyeon-ah. Aku kan pasti kembali.” kata Leeteuk sambil mengecup kening taeyeon.

“Nah, aku pergi ya.” kata Leeteuk, yang lagi-lagi dicegah. Sudah 3 kali Leeteuk beranjak pergi dari rumah sakit untuk memulai wamilnya yang memang diwajibkan untuk semua namja si Korea yang umurnya beranjak 30 dan untuk 3 kali juga dia dicegah.

Kali ini, dia dicegah oleh pelukan hangat Sooyoung, Taeyeon, Yoona, dan Jessica. Mau tak mau, Leeteuk membalas pelukan yeoja-yeoja manja ini.

“Lee Donghae!” panggil Leeteuk. “Wae hyung?” tanya donghae penasaran.

“jaga mereka semua selagi aku tidak ada.” jawab Leeteuk yang disambut anggukan mantap dari donghae. “Kenapa tidak menyuruhku?” tanya Kyuhyun sewot. “atau aku?” timpal Changmin.

“Mwo?? Kalian? Tidak, terimakasih! Apalagi kau, cho kyuhyun! Bisa-bisa kau mengorbankan mereka semua untuk bermain game winning eleven sepuasmu.” jawab Leeteuk.

“Enak saja! Tidak akan pernah kok. Kecuali mungkin kalau game warcraft.” jawab Kyuhyun polos yang disambut tempelengan dari Sooyoung.

“Oh, jadi kau lebih memilih game daripada aku? Daripada kami?” tanya Sooyoung sambil mendelik pada Kyuhyun. “Eeh? Annio. Tidak mungkin lah. Aku pasti memilihmu~” gombal Kyuhyun sambil mencubit pipi Sooyoung.

“Nah, bolehkah aku pergi sekarang?” tanya Leeteuk setengah memohon, berharap teman-temannya tidak menahannya lagi. Bukannya dia ingin cepat-cepat pergi. Tapi, cepat atau lambat, toh dia harus pergi kan?

“teukkie oppa!” panggil Taeyeon saat Leeteuk sudah hendak keluar dari rumah sakit. “Wae-yo?” tanya Leeteuk sambil menghampiri pacarnya yang amat disayanginya itu.

“Saranghae.” kata Taeyeon sambil tersenyum. “Na do saranghae. Jeongmal jeongmal saranghae.” jawab Leeteuk lalu mencium bibir Taeyeon dengan lembut, yang dibalas dengan lembut juga oleh Taeyeon.

“berjanjilah. Saat aku kembali nanti, kaulah yang kulihat pertama kali, taeng.” kata Leeteuk. “Nde oppa. Aku janji.” jawab Taeyeon dan menghambur kedalam pelukan Leeteuk. Setelah melepas pelukannya, akhirnya leeteuk pergi.

“Huaaa… Leeteuk oppa, boghosippooooo~” seru Taeyeon sambil mengaduk-aduk adonan kuenya dengan sekuat tenaga menyebabkan bentuknya menjadi tak karuan.

Sooyoung dan Yoona saling pandang, sepakat shikshins itu tidak akan memakan kue buatan Taeyeon. “Dia kan baru pergi 2 jam yang lalu, noona.” komentar Changmin.

“Biarkan saja, oppa. Dia memang begitu.” kata Yoona. “Sooyoung-ah, Kyuhyun-ah. Aku membuat game baru loh.” kata Donghae yang langsung dihampiri oleh game maniacs, Sooyoung dan Kyuhyun.

“Game apa?” tanya Kyuhyun antusias. “Mudah saja. Lakukan saja apa yang diperintahkan. Seperti menembaki musuh, memanjat tebing, dance, dan lain-lain. Score-nya disimbolkan sebagai cinta. Yang score-nya paling tinggi, berarti yang cintanya paling besar.” jelas Donghae.

“tentu saja, cintaku lebih besar.” PD Kyuhyun. “Enak saja! Jelas cintaku yang lebih besar!” kata Sooyoung tak mau kalah. “Ini, buktikanlah.” kata Donghae memberi sebuah kaset game yang langsung diperebutkan Sooyoung dan Kyuhyun.

“Dasar pasangan yang aneh.” kata yoona. “Kita juga coba yuk game itu.” kata changmin. “Oppa suka main game?” tanya yoona sedikit terkejut karena setaunya, changmin tidak begitu menyukai game. Dia menggeleng “hanya penasaran saja.” jawabnya.

“Hmm.. minho mana?” tanya ssica menyadari minho tidak ada bersama mereka di kamar Taeyeon. “Dia sedang menjaga seohyun.” jawab donghae.

“Dia setia sekali ya. selalu menunggu Seohyun.” komentar taeyeon, yang sedang membuat kue dan sudah tidak merengek-rengek lagi.

“Nde. Aku iri padanya. Bisa sabar begitu menunggu seseorang.” kata ssica sambil menatap jendela memandangi langit yang cerah dan tidak berawan.

“Kau memangnya sedang menunggu siapa?” tanya Changmin. “Seseorang” hanya itu jawaban ssica.

”Oppa! jangan curang dong!” seru sooyoung sambil memukul pelan kyuhyun. “wee… biar. merong~” kata kyuhyun sambil melet dan mencium pipi sooyoung. “ih, oppa!” sooyoung semakin tidak bisa berkonsentrasi dan balas mencium kyuhyun yang membuatnya juga tidak bisa konsentrasi.

“Aku… ingin keluar sebentar ya.” kata donghae melangkah keluar. “Aku juga mau keluar.” kata ssica sambil melangkah keluar juga.

“Jessica noona sudah seperti ekor donghae hyung saja.” kata changmin. “Nde. Aku punya firasat dia menukai donghae.” kata yoona memasang tampang detektif.

Donghae POV

“Oppa!” panggil jessica. Cepat-cepat aku ubah wajah sedihku menjadi gembira. “Wae, ssica-ah? Kok kau mengikutiku?” tanyaku padanya.

“Kau masih belum bisa merelakan sooyoung kan?” tanyanya to the point. Aku terkejut. Jangan-jangan Jessica bisa membaca pikiran orang lain. “eeh.. aku…” aku berusaha mengelak tapi tatapan dari seorang ice princess hanya membuatku gugup dan terdiam.

“Kau pasti sangat sedih ya? Luapkan saja semuanya. Aku mau mendengarkan kok.” katanya sambil tersenyum yang tidak menghilangkan image-nya sebagai ice princess.

“Aku.. memang masih menyukai sooyoung. Melihatnya bahagia bersama kyuhyun terkadang membuatku sakit. Memang menyakitkan melihat orang yang kita cintai bahagia dan yang membuatnya bahagia bukan kita, tapi orang lain.” kataku sambil medesah. “Tapi setidaknya, dia bahagia.” lanjutku.

Payah, air mataku nyaris keluar. Entah kenapa, aku nyaman saat menceritakan semuanya ini ke jessica. Aku merasa dia pasti bisa mengertiku.

“Oppa, lupakanlah dia.” katanya yang membuatku terkejut. “Ada seorang yang menunggumu.” tambahnya lagi. Aku menoleh ke arahnya tapi dia tidak sedang menatapku.

“Mwo?” tanyaku heran. “Oppa…” panggilnya lalu menatapku. Tatapannya itu sedikit membuatku gugup.

“saranghae…” katanya sambil mendesah. “Ah, akhirnya kukatakan juga. Aku sudah tidak sanggup menahannya. Aku memang tidak sabar menunggumu. Menunggumu yang terus saja menatap sooyoung dengan tatapan sayang. Aku tidak kuat memendam perasaan ini.” jelasnya sambil menunduk.

“Ssica-ah…” kataku tapi dipotong olehnya. “Aku tau, kau tidak akan mungkin menyayangiku, seperti yang kau lakukan pada sooyoung. Tapi, aku bersedia menunggu. Berilah aku kesempatan, oppa. Untuk menghiburmu, menemanimu, dan tempat kau mencurahkan isi hatimu. Aku akan menunggu.” katanya.

Yeoja ini… aku memang menyayanginya, yang mungkin hanya sebatas sahabat. Tapi, menerima cintanya hanya akan membuatnya sakit.

“Mianhae ssica. Ini semua hanya akan menyakitimu.” kataku. Dia menggeleng “Aku tidak apa-apa kau jadika pelampiasan. Ijinkan aku yang mengusap air matamu saat kau sedih. Aku tidak apa-apa. Jeongmal. Selama aku bisa bersamamu.” katanya yang membuatku terharu. Aku terlalu memusatkan pikiranku pada sooyoung sehingga membuatku buta, tidak melihat bahwa ada yeoja yang begitu mencintaiku.

Aku merengkuh jessica. Tubuh mungilnya itu kutarik masuk ke dalam dekapanku. “Gomawo, ssica-ah. gomawo. Tunggulah aku. Suatu saat nanti, bukan sekarang, aku pasti akan mencintaimu. Mencintaimu seorang. Tunggulah.” kataku padanya. Nde, tunggulah saat itu tiba.

-End of POV-

Donghae dan Jessica kembali ke kamar Taeyeon sambil bergandengan tangan yang disambut heboh semuanya, siulan changmin, teriakan taeyeon, Cieee dari yoona, dan lain-lain.

“Bagaimana hasil score-nya?” tanya donghae pada kyuhyun melihat sooyoung sudah duduk manis bersama yoona melahap kue buatan taeyeon (padahal tadinya katanya gak mau dimakan)

“Kami seri.” kata kyuhyun. “Nah, ssica-ah. Bagaimana kalau kita yang main sekarang?” ajak donghae, yang walaupun dia tau, cinta jessica pasti lebih besar darinya.

“Tapi… aku dan changmin oppa juga mau main!” protes yoona tapi tetap duduk diam dan menyuapi changmin sepotong kue. “Sooyoung-ah, aku juga mau seperti changmin.” rengek kyuhyun manja.

Sooyoung menyuapi kyuhyun segumpal kue besar yang entah muat di mulutnya atau tidak. “Kalian kan masih sibuk dengan kue yang kurang meyakinkan itu.” Taeyeon medelik pada donghae “eeh… tentu saja maksudku enak. Jadi, aku dan Jessica duluan ya.” kata donghae

Ringdingdong ringdingdong gididingdingding . HP Donghae berbunyi. “Yeoboseyo? Minho-ah?” tanya donghae.

“Mwo?? Ada apa dengan seohyun?” tanya donghae cemas. Yang lainnya menghentikan aktivitas mereka dan menatap donghae dengan tatapan apa-yang-terjadi.

“Arasso. Kami akan segera kesana.” kata donghae. Wajahnya pucat. “Wae-yo? Seohyun kenapa?” tanya ssica cemas. “Apa kata minho tadi?” tanya taeyeon.

“Seohyun-ah. Dia……”

TBC

hehe, masih belum ketauan nih gimana keadaan seohyun. sengaja auhtor bikin penasaran. Disini kurang banyak skandalnya. Di part 5 yang author banyakin skandalnya. kekekeke

Don’t forget comment yah  reader2ku tercinta… hehe 😀


 

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

 

“OMO! Lihat! Yoona dan changmin ber..ber..ber..berciuman” kata ssica terpana. “Mereka kan kekasih. wajar saja.” kata Sooyoung tak acuh sambil meratapi cone es krimnya yang sudah kosong.

“Donghae oppa? Kau lihat apa sih?” tanya Seohyun melihat Donghae memperhatikan sesuatu sampai mulutnya menganga. Yang lainnya mengikuti arah pandangan Donghae.

“taeyeon onnie?!” seru Sooyoung dengan suaranya yang cempreng. “Leeteuk hyung?!” seru Minho dan Kyuhyun bersamaan. “Sudah kuduga. Mereka pasti saling suka.” ujar Jessica.

Sooyoung POV

“Hari ini banyak yang berciuman ya.” cetusku asal pada donghae yang menajakku mencari makan. Ha, tentu saja aku mau. Siapa tau aku ditraktir. kekeke~

“Nde.” jawabnya “andai kita juga.” gumamnya pelan tapi cukup keras untuk didengar olehku. “Mwo??” tanyaku kaget. Apa dia benar-benar berkata begitu atau mungkin aku yang lupa membersihkan kupingku sehingga pendengaranku tergganggu?

Tapi, kelihatannya dia terlalu serius untuk ukuran bercanda. “Choi Sooyoung!” katanya tiba-tiba

Dia membalik badannya sehingga sekarang kami berhadapan. Dia mencengkeram pundakku dengan lembut lalu menatap mataku dalam. Aku agak tidak nyaman dengan posisi ini. “Wae?” tanyaku gugup.

Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku lalu membisikkan 1 kata. Hanya 1 kata “saranghae.” itu katanya yang membuatku terkejut. Jadi, aku hanya membatu seperti orang bodoh.

“eeh..” aku tidak yakin dengan apa yang akan kukatakan, jadi hanya itu yang bisa keluar dari mulutku. Masalahnya, belum pernah ada yang menyatakan cinta padaku. Apalagi, sekarang yang menyatakannya adalah sahabat dekatku sendiri.

“Kau juga mencintaiku kan?” tanyanya penuh harap. “Eeh.. nde. tapi hanya..” kata-kata ‘hanya sebagai sahabat’ yang ingin kuucapkan terputus saat dia mengunci mulutku dengan bibirnya

Aku terkejut. Sangat amat teramat terkejut. Tapi, kejadian ini tidak berlangsung lama. Bukan berarti aku ingin lama-lama. Tapi, ah… pokoknya gitu deh!

Tiba-tiba seorang namja mendorong Donghae. Dia menonjok dan menendangnya. “Apa yang kau lakukan hah #$%^@!!” Namja itu menoleh ke arahku.

Dia mengusap bibirku seakan itu bisa menghapus ciuman dari Donghae tadi lalu langsung menciumku. Aku jauh lebih terkejut. Mendapat 2 ciuman langsung, dari Lee Donghae dan Cho Kyuhyun.. yah.. namja itu adalah Kyuhyun. Hal ini tidak mudah untuk diterima tau. Mungkin kalian akan kegirangan, loncat-loncat atau apalah, tapi aku tidak.

Aku mendorongnya dan menamparnya. Aku tidak kuat membendung air mataku lagi. Memangnya aku ini mainan yang bisa dicium-cium seenaknya? Enak saja!

Namja ini berhasil membuatku menangis karenanya 2 kali. Wow, hebat! Dia berhasil membuat seorang Choi Sooyoung menangis.. 2 kali dan membuatku kelihatan lemah. bravo!

“Kalian berdua! Dasar tidak tau diri! Kalian pikir aku ini apa?! Seenaknya saja menciumku seperti itu! Merebut ciuman pertama dan keduaku!!” seruku putus asa dengan suara meninggi lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

-End of POV-

Di tempat lain…

“Minho oppa.. kau mau kemana?” tanya Seohyun pada Minho yang beranjak pergi dari taman. “ngg.. cari makan.” katanya lalu meninggalkan Seohyun dan Ssica.

“Chakkaman!” seru Seohyun sambil menyusul Minho.

“Mwo?? Jahat sekali mereka semua, meninggalkanku! Yasudah, aku tidur saja.” keluh ssica sambil membaringkan tubuhnya di bangku taman yang panjang untuk melakukan hobinya: tidur.

“Seohyun-ah, kenapa kau mengikutiku?” tanya Minho melihat Seohyun yang mengikutinya.

“Oppa… kau.. menyukai yoona onnie ya?” tanya Seohyun tiba-tiba yang membuat minho terkejut. “Aku… andwae. Mana mungkin. Dia kan sudah punya Changmin hyung” katanya sambil tersenyum yang Seohyun tau itu senyum palsu.

“Kau… menangis?” tanya Seohyun, menyadari mata Minho yang berkaca-kaca. “Annio. Mana mungkin sih aku menangis.” kilah minho. Tapi, seohyun tau dia berbohong.

“Menangislah. Kalau itu memang membuatmu lebih tenang, oppa.” kata Seohyun tulus sambil tersenyum yang membuat pertahanan Minho runtuh.

“Aku ini cowok payah ya” katanya sambil bersender pada bahu Seohyun yang jantung Seohyun berdebar dengan sangat keras. Perlahan, minho menangis. Bukan menangis merengek-rengek seperti anak kecil yang tidak dibeliin album SNSD terbaru, tapi menangis dengan mengeluarkan semua kesedihannya. Mengeluarkan semua perasaan yang dipendamnya.

‘Cowok ini.. Choi Minho, seorang cowok yang tangguh, menangis seperti ini di depanku. Karena seorang yeoja. Ya.. karena cintanya pada yeoja itu. Ah, beruntungnya yoona onnie.’ pikir Seohyun sedih. Dia mungkin memang hanya bisa meminjamkan pundaknya, menjadi penopang saat Minho sedih.

Sementara itu, Sooyoung berjalan dengan gontai menuju apartemennya. Dia menghela napas dan menatap apartemen itu dengan tatapan sendu.

“Banyak sekali yang sudah terjadi selama 14 tahun ini. Bertemu dengan 9 orang aneh yang ditakdirkan menjadi sahabat-sahabatku. Tak kusangka, semua akan jadi rumit seperti ini.” katanya pada diri sendiri.

“9 orang ‘aneh’?” sahut suara namja yang tiba-tiba ada di belakangnya. Suara yang sangat Sooyoung kenali.

“Mau apa kau?” tanya Sooyoung dingin. “Kau lupa? Disini kan juga rumahku.” kata namja itu dengan cuek.

“Dasar kau tidak tau diri! Kenapa sih kau selalu seenaknya? Kenapa kau selalu menyakitiku!?” seru Sooyoung tak bisa menahan emosinya lagi sambil memukul-mukul namja itu.

“Choi Sooyoung! Kau pikir kenapa aku melakukannya tadi?” tanya si namja dengan lembut sambil menggenggam tangan Sooyoung.

“Lepaskan tanganku, Cho Kyuhyun! Kau melakukannya karena… karena kau tidak pernah peduli dengan perasaanku!” seru Sooyoung sambil mencoba melepaskan tangannya tapi cengkraman Kyuhyun terlalu kuat.

“Perasaanmu?” tanya Kyuhyun heran sambil menatap sooyoung, tapi wanita itu mengalihkan pandangannya darinya.

“Bodoh! Babo! Dengarkan aku.” kata Kyuhyun sambil mengangkat wajah sooyoung sehingga mau tak mau sooyoung menatapnya.

“Aku melakukannya tadi karena….” tiba-tiba kyuhyun menjadi gugup. Ya… seorang Cho Kyuhyun gugup! Dia menarik napas panjang lalu melanjutkan

“Choi Sooyoung, saranghaeyo…”

Sooyoung melepaskan dirinya dari Kyuhyun. “Jeongmal?” tanyanya disambut anggukan pelan Kyuhyun. Tapi, sooyoung bertanya lagi “Bagaimana aku tau kau tidak sedang mempermainkanku?” kesinisan dalam suaranya sudah hilang.

Kyuhyun berlutut di depan Sooyoung. “Percayalah… Jeongmal saranghaeyo.” kata Kyuhyun, seorang playboy, yang kini mengemis cinta di depan sooyoung.

Melihat ketulusan kyuhyun, sooyoung ikut berlutut di depannya lalu memegang pipi kyuhyun dengan kedua tangannya. “Oppa, na do saranghae.” jawab sooyoung sambil tersenyum. Kyuhyun juga tersenyum lalu memeluk sooyoung dengan erat

“CIIIEEE…” koor Taeyeon, Leeteuk, Seohyun, dan Minho yang tiba-tiba datang. Donghae diam saja melihat pasangan baru itu.

“ngg.. Sooyoung, mianhae yang tadi.” katanya sambil tertunduk. Sooyoung, yang suasana hatinya sudah berubah 180 derajat langsung dengan ringan berkata “gwenchana.” katanya sambil tersenyum.

“Dan… Cho Kyuhyun.” panggil donghae dengan tatapan membunuh dari matanya. Kyuhyun sudah waspada kalau-kalau donghae akan mengajaknya berkelahi lagi. Donghae mendekatinya lalu berkata

“Lindungi dia baik-baik. Sampai kau membuatnya menangis lagi, kubunuh kau.” kata donghae.

Kyuhyun tersenyum “tenang,hyung. Tidak akan kubiarkan setetespun air mata jatuh darinya.” kata Kyuhyun sambil bergaya seperto hormat pada bendera lalu merangkul Sooyoung.

“Wah, new couple! New coupleee!!” seru Changmin yang baru datang bersama yoona dengan semangat, melihat Kyuhyun yang merangkul sooyoung dan Leeteuk-Taeyeon yang sedang bergandengan tangan.

“Seohyun minho. Bagaimana dengan kalian?” tanya yoona menggoda mereka yang hanya dibalas senyum simpul dari minho.

“Hei… mana ssica?” tanya donghae, menyadari yeoja blonde itu tidak ada di antara mereka.

Sementara itu, di taman…

“Wah, yeoja yang cantik.”

“Kenapa dia sendirian tertidur disini?”

“Molla. kita ‘ambil’ saja”

“YA! Siapa kalian!? Apa yang kalian inginkan??!” teriak Jessica yang terbangun dan takut melihat 2 namja aneh, yang 1 tinggi dan yang 1 berkumis mendekatinya.

“tenang, minna.” kata yang berkumis. “Kami hanya menginginkanmu.” sahut yang tinggi sambil tersenyum licik.

“AAA!! Tolong, Donghae oppaaaa!!” teriak ssica putus asa.

“Payah, bagaimana kita bisa melupakan ssica?!” omel Leeteuk. Leeteuk, Donghae, Yoona, Sooyoung,  Kyuhyun, Minho, dan Seohyun kembali lagi ke taman. Sekarang sudah malam, dan mereka khawatir terjadi sesuatu padanya.

“Semuanya pasti sedang asik dengan diri mereka masing-masing” jawab Changmin. “Ssica onnie paling sedang tidur.” sahut Sooyoung.

“Tapi ini sudah malam. seorang yeoja sepertinya sendirian di taman pada malam hari?” kata donghae cemas. “Perasaanku tidak enak.” kata Seohyun yang membuat yang lainnya tambah khawatir.

“Itu dia!” seru Donghae yang langsung berlari ke arah pojokan taman tempat dia melihat sekelebat rambut pirang jessica. Yang lainnya langsung mengikutinya.

“Ayolah, minna. Jangan malu-malu.” kata namja tinggi. “Nde. Kau ini manis sekali.” kata yang berkumis.

“Jangan sentuh aku!” seru Jessica marah sambil menepis tangan namja berkumis itu yang menyentuh pipi halus Jessica. “Kekeke. Itu membuatmu makin menarik tau.” kata yang tinggi sambil membelai rambut Jessica.

“Kalau dia bilang tidak boleh menyentuhnya, itu artinya kau TIDAK BOLEH MENYENTUHNYA!” seru donghae sambil menonjok namja itu tiba-tiba.

Namja itu terkejut, tapi dia tidak selemah yang donghae kira. Dia balas menonjok donghae.

“hei! tak ada yang boleh mengalahkanya kecuali aku!” seru Kyuhyun lalu maju untuk membantu temannya itu. “Tetap disini.” kata Leeteuk pada Seohyun, Yoona, dan Sooyoung. Lalu dia dan Minho juga ikut membantu Kyuhyun dan Donghae.

Tidak satu pun dari Minho, Kyuhyun, Donghae, ataupun Leeteuk yang jago dalam urusan berkelahi. Tapi, mereka menang jumlah. 2 lawan 4.

Langsung saja, jessica kabur karena namja-namja itu sedang asik berkelahi. Jessica langsung disambut pelukan Yoona, seohyun, dan sooyoung.

Menyadari situasi mereka yang sulit, namja yang tinggi mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah pisau.

“Minho oppa!! AWASS!!” kata Seohyun memperingatkan sambil mendorong minho yang hendak menjadi korban pisau itu. Tapi, terlambat.

Minho mengernyit, bukan karena kesakitan. Tapi, karena bingung mengapa dia tidak berasa kesakitan. Dilihatnya Seohyun ada di depannya dengan perut yang mengucurkan darah segar dan pisau yang tertancap disana.

“BERANINYA KAU MELUKAI DONGSAENGKU!!!” seru Yoona dan Sooyoung bersamaan. Sooyoung maju lalu menendang ‘alat vital’ (apa? gak usah protes protes deh.. suka suka autor dong <<<<author nyolot kekeke) namja itu.

“ouuwww” teriak namja itu kesakitan. Tapi, sooyoung terus memukul, menonjok, dan menendangnya yang sudah meringkuk kesakitan di tanah.

“Sooyoung, awas!” kata Kyuhyun memperingatkan saat namja yang berkumis hendak menyerangnya.

“eitsss!!” Yoona memelintir tangan namja itu, menonjok perutnya lalu membantingnya dengan keras ke tanah sehingga posisi namja-namja itu saling tumpang-tindih.

“wow.” komentar Donghae. “ya! Apa yang kalian tunggu! Seohyun tak bisa menunggu tau!” seru Minho panik sambil menggendong Seohyun yang pingsan.

“Seohyunnie… bertahanlah!” kata minho untuk yang ke-12 kalinya. “Tenanglah, minho-ah. Dia pasti baik-baik saja.” kata sooyoung, walaupun dengan sedikit keraguan.

Sesampainya di rumah sakit, Seohyun langsung dibawa ke UGD. Taeyeon dan Changmin langsung ke rumah sakit begitu mendengar berita tentang Seohyun. Mereka ber-9 menunggu dengan cemas.

“Ini salahku.” gumam minho. “Annio. Ini salahku yang terlalu ceroboh. sahut ssica yang kelihatannya masih syok. “ya! Berhentilah menyalahkan diri kalian sendiri! lebih baik kita doakan seohyun sekarang.” ucap Taeyeon.

TBC

what will happen to seohyun?

look at the next part

don’t forget to comment ^^

 

 

 

 

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

Yang lain tertawa. Langsung saja, Sooyoung menyambar biskuit dari Taeyeon “gomawo, onnie.” katanya berbinar. Dasar Sooyoung, selalu begitu kalau sudah ketemu makanan.

“Sooyoung…” panggil Kyuhyun sambil mendekati Sooyoung. Sooyoung sejenak melupakan biskuitnya dan menatap Kyuhyun.

“Mm.. mianhae. jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud untuk… yah.. mempermainkanmu. Tadi aku hanya…” kata-kata Kyuhyun terpotong saat sooyoung meletakkan telunjuknya di bibir Kyuhyun.

“Annio. Aku yang seharusnya minta maaf. Mianhae, oppa. Tadi.. aku sedikit emosi.” kata Sooyoung. Kyuhyun menggenggam tangannya “Aigoo.. bagaimana tangan sekecil ini mempunyai kekuatan yang besar untuk membuat pipiku perih sampai sekarang?” tanya Kyuhyun.

Yang lainnya tertawa “Kekuatannya kan tidak sama dengan kekuatan cewek biasa.” ledek Changmin. “Oh ya? Yoona bahkan lebih kuat dariku.” balas Sooyoung.

“Tapi, Sooyoung itu kan memang kuat sekali.” komentar Leeteuk. “Nde. Jangan tertipu aegyo-nya.” timpal ssica. “Kalian ini… apa salahku sih, senang sekali meledekku?” kata Sooyoung dengan lebay. kekeke~ yang lain tertawa.

“Mana Donghae oppa?” ucap Sooyoung karena biasanya, donghae lah yang paling gemar meledeknya. “Apa? Aku disini.” kata donghae yang tiba-tiba ada di belakang Sooyoung.

” Donghae oppa, kau darimana?” tanya Jessica tapi didiamkan oleh Donghae. Dia menatap tajam Kyuhyun. Kyuhyun merespon dengan menatapnya balik, waspada kalau-kalau dia akan menonjoknya lagi.

“Kyuhyun-ah…” panggil donghae dingin, membuat yang lainnya menahan napas, siap melerai kalau mereka berdua akan berkelahi lagi. “mianhae.” kata donghae akhirnya yang disambut napas lega sahabat-sahabatnya.

Kyuhyun tersenyum. “gwechana” katanya lalu mereka berdua berjabat tangan. “woo.. akhirnya semua kembali damai.” ucap Minho.

“Aaa! Hari ini sudah hari senin lagi!” seru Yoona kesal. Itu artinya, mereka semua harus bekerja dan kuliah lagi. Yoona, Seohyun, dan Minho masih berkuliah. Mereka berkuliah di universitas yang sama.

Sedangkan yang lainnya sudah bekerja. Donghae bekerja sebagai programmer, Sooyoung bekerja di sebuah bakery, Taeyeon bekerja sebagai pegawai butik, Jessica pengelola sebuah kafe, Changmin pemain biola, Leeteuk pemain sepak bola, dan Kyuhyun seorang model.

Sooyoung POV

“Donghae oppa! Ini, roti pesananmuuu~” seruku langsung setelah memasuki kantornya sambil memberikan roti yang dia pesan di bakeryku. “Sooyoung-ah, kecilkan suaramu. Ini di kantor tau. Semua sedang sibuk.” omelnya pelan. Aku baru menyadari sekarang pegawai di kantor itu sedang menatapku.

“mianhamnida.” kataku sambil membungkuk 90 derajat. “Nah, ini rotinya.” aku menghampiri Donghae yang sedang sibuk dengan komputernya. Aigoo.. rumit sekali. Tidak ada satupun yang kumengerti. Hei, aku bukan orang yang gaptek tau! Aku mengerti komputer. Jelas saja, hampir setiap hari aku berkutat dengan komputerku untuk bermain games.

Tapi, apa itu? Semua huruf, angka, data-data yang ada di layar komputer Donghae benar-benar memusingkan. Aku heran bagaimana dia bisa tahan melihat semua itu.

“Wae-yo?” tanya Donghae sambil menggigit roti yang melihatku memperhatikan layar komputernya. “Gwechana. Hanya.. aku bingung bagaimana kau bisa bekerja dengan semua data rumit itu..” ucapku.

“Apa kau lupa? Aku ini seorang programmer. Yang seperti ini sih mudah saja bagiku.” sombongnya. Sooyoung hanya manggut-manggut. “Yasudah, aku kembali dulu ke tokoku. Annyeong~” pamitku.

“Sooyoung-ah! Chakkaman…” ucap Donghae sambil menarik tanganku. “Hm? Wae-yo?” tanayaku penasaran. Apa ada yang salah dengan roti pesanannya? pikirku.

Dia terdiam sesaat. “Ah, annio. Pergilah.” katanya yang semakin membuatku heran. Tapi, aku turuti perkataannya dan kembali ke tokoku. “Annyeong.” sapaku. “Annyeong.” balasnya.

-End of POV-

Author POV

“Annyeong haseo. Leeteuk oppa! ssica-ah!” sapa Taeyeon. “onnie… tumben kau ke kafeku.” kata ssica. “nde.. aku sedang istirahat makan siang. Habis bingung mau kemana. Kau kok disini Leeteuk oppa?” ucap taeyeon.

“Nde. Aku sedang tidak ada pertandingan minggu ini. Jadi, tidak ada latihan. Aku juga bingung mau kemana.” terang Leeteuk. Taeyeon hanya manggut-manggut.

“Oh iya… ada yang ingin kubicarakan.” kata Leeteuk tiba-tiba serius. “hm? wae-yo, oppa?” tanya taeyeon antusisas.

“Bulan depan… aku akan…” ucap Leeteuk perlahan. “Apa? Menikah? ikut trainee SM?” tanya ssica tak sabar. “ya! annio.. bulan depan.. aku akan wamil.” jelas Leeteuk.

“Mwo?? Bulan depan?” tanya taeyeon terkejut. Leeteuk mengangguk.

“Aigooo… Leeteuk oppa sudah akan wamil? Dan bahkan aku belum sempat menyatakan perasaanku… Aku pasti akan kangen sekali sama dia.” pikir Taeyeon sedih.

“Jangan sedih begitu, Taeyeon-ah. Aku kan pasti akan kembali.” kata Leeteuk yang dibalas senyum simpul dari Taeyeon.

“Mwo?? Leeteuk oppa akan wamil bulan depan?” tanya Yoona tidak percaya saat Leeteuk memberitau kabar itu. Leeteuk mengangguk. “Ahii ahii aa obaa…” kata Sooyoung dengan semulut penuh spagetti piring ke-3 nya. “telan dulu!” perintah Donghae. Sooyoung menurut dan menelan gumpalan spagetti itu.

“hati hati yaa oppa..” katanya memperbaiki ucapannya. leeteuk tersenyum “arasso, soo-ah.” katanya sambil mengacak-acak rambut dongsaengnya itu.

“Ah oppa….” kata Ssica sambil memeluk Leeteuk. Sooyoung, Yoona, dan Seohyun juga ikut-ikutan memeluk Leeteuk. “Wah, enak sekali jadi leeteuk hyung.” gumam Kyuhyun.

Leeteuk merentangkan tangannya, menyisakan sedikit ruang supaya Taeyeon bisa memeluknya. Akhirnya, Taeyeon memeluknya dengan air mata yang hampir keluar.

“hari ini.. kita ke taman yuk! Sore-sore begini enaknya ke taman.” usul Changmin. Teman-temannya, jelas, pasti setuju. “Nde. Aku lapar!” kata Sooyoung. “Choi Sooyoung.. kita ke TAMAN bukan ke Tempat makanan.” ucap Donghae sambil mengacak-acak rambut sooyoung.

“Di setiap tempat itu pasti ada makanannya, oppa.” gerutu sooyoung sambil memukul lengan Donghae. Donghae hanya nyengir menampilkan barisan giginya yang rapi.

“Ayo, kita berangkat.” kata Kyuhyun. “dan… Sooyoung, rapikan dulu rambutmu.” tambahnya.

Selama berjalan menuju taman, mereka masing-masing tenggelam dalam pikiran mereka sendiri.

Donghae: yosh! Lee Donghae, hari ini kau harus bisa menyatakan perasaanmu. Menyatakan perasaan pada yeoja yang selama ini kau cintai, yang sekarang sedang berjalan tepat di sebelah taeyeon.

Kyuhyun: Apa hari ini aku nyatakan saja perasaanku? Rasanya, taman adalah tempat yang cocok. Tapi, apa dia juga memiliki perasaan yang sama denganku?

Sooyoung: makan… makan… kira-kira di taman ada makanan apa ya?

Leeteuk: Tak terasa, sebentar lagi aku sudah akan wamil. Bahkan, sebelum aku memberitau tentang perasaanku.

Ssica: Aku ngantuk… taman pasti tempat yang cocok untuk tidur

Yoona: taman. hmm.. tempat yang romantis untuk bersama changmin oppa.

Changmin: Aku memang sengaja mengajak ke taman. Ini pasti tempat yang romantis untuk berduaan dengan yoona. kekeke

Seohyun: Minho oppa… dari tadi melihat ke arah yoona onnie terus. Sepertinya memang benar, dia menyukai yoona onnie.

Minho: ah, sedih rasanya melihat mereka selalu berduaan. Dasar Choi minho, kau ini cowok payah!

Taeyeon: Baiklah! Di taman ini akan kunyatakan perasaanku! Aku pasti bisa! Kim Taeyeon, hwaitting!

Kyuhyun POV

“Waa! Ada es kriiiim!” seru Sooyoung yang berhasil membuyarkan pikiran ke-9 sahabatnya itu. “Sooyoung-ah! Kau kan baru makan 3 piring spagetti tadi!” kata Taeyeon noona sambil menarik Sooyoung yang berjalan di sebelah kanannya.

“Ah, ada bangku panjang! Pas sekali untuk tidur.” kata ssica yang hendak berjalan ke arah bangku. “ssica-ah! Lebih baik kau pulang saja kalau kesini hanya untuk tidur” omel Taeyeon noona sambil menarik ssica yang berjalan di sebelah kirinya.

“Dasar kalian berdua ini. Sama saja.” godaku pada mereka yang sedang menatap Taeyeon noona dengan wajah innocent. “Kenapa sih? Aku kan hanya ingin es krim.” kata Sooyoung polos.

Akhirnya aku berjalan ke arah toko es krim itu dan membeli 2 es krim. Yang satu kumakan, dan yang 1 lagi keberikan pada Sooyoung.

“uwaa… gomawo oppa! oppa memang yang paling ganteng! Kyu oppa jjang!” katanya dengan mata berbinar menerima es krim dariku. Seakan itu adalah harta karun yang selama ini dia nantikan.

Memang ada benarnya sih yang dia bilang. Aku ini kan memang yang paling tampan? kekeke

“CIEEEE…” koor yang lain kompak. Tapi, Sooyoung tidak peduli. 100% perhatiannya ia berikan pada es krim yang kini ada di tangannya.

Aku sendiri pun tidak peduli. 100% perhatianku ku berikan pada yeoja yang ada di depanku ini.

Ah, dia manis juga

-End of POV-

Author POV

“Mana yoona noona dan changmin hyung?” tanya Minho yang menyadari mereka menghilang (lagi) dari rombongan mereka. “Hm, itu mereka disana.” kata Donghae menunjuk ke pojokan tempat Yoona dan Changmin sedang berduaan.

“Minho oppa, kenapa merenung begitu?” tanya Seohyun pada minho yang dari tadi melamun. “gwenchanayo.” katanya singkat. “Lagi lagi… aku sedih melihat mereka.” ucap minho dalam hati. “kelihatannya, minho sangat menyukai yoona onnie. Dia keliahatan sedih sekali. Ah, anni. Aku juga pasti kelihatan sedih sekali” batin Seohyun sedih.

Changmin POV

Aku menatap yeoja cantik yang duduk di sebelahku ini dengan seksama. Setiap detail tubuhnya, wajahnya tidak ada cela. Semuanya indah. “Wae-yo, oppa?” tanyanya.

“Yoong… kau ini… goddess kah?” tanyaku masih terpesona oleh kecantikannya itu. Dia tertawa dengan manis sekali.

“Kau… sangat cantik.” kataku lagi sambil membelai rambut panjangnya. “Oppa gombal deh” katanya tapi pipinya bersemu merah muda.

“Yoona…” kataku serius. “saranghae..” entah sudah berapa kali kukatakan hal itu, tapi aku tidak peduli. Aku tidak pernah bosan memastikan padanya, kalau aku benar-benar mencintainya.

“Na do saranghae.” katanya sambil tersenyum dengan manis dan mengelus pipiku. Aku menggenggam tangannya dan mencium keningnya.

“yoona… bolehkah aku me…mecnciummu?” tanyaku tiba-tiba. Duh, apaan sih. Changmin babo! “eeh.. a..aku… lupakan saja… tadi…”

Aku tidak dapat melanjutkan perkataanku karena Yoona telah mengunci mulutku dengan bibirnya. Dia menarik kerah bajuku dan menciumku dengan lembut. Aku membalas ciumannya dengan lembut juga.

-End of POV-

Di tempat lain….

Leeteuk POV

Taeyeon mengajakku berjalan-jalan di taman. Tentu saja, mana mungkin aku menolaknya. “Taman ini indah ya. Hari ini juga indah. Banyak bunga… cuaca cerah… langitnya juga indah…” celotehnya dengan riang. Ah, taeyeon kyeopta…

“Aku ingin.. AAAH…” serunya saat dia terjatuh karena tersandung ranting pohon. Spontan, aku menangkap tubuhnya yang mungil sebelum dia benar-benar terjatuh. Aku memeluknya dalam lenganku yang membuat wajahnya memerah.

“Wah, kau ringan sekali, taeyeon-ah.” kataku sambil tersenyum menampilkan lesung pipitku. “Ah.. eeh… gomawo, oppa.” katanya sambil melepaskan diri dari pelukannya.

Dia berjalan ke depan membelakangiku, lalu berkata “oppa… ss.. saranghae.” katanya

“Apa?” aku berjalan ke depan menyusulnya lalu mengangkat wajahnya yang menunduk. “jeongmal?” tanyaku.

Dia mengangguk dengan mantap. Aku menatap lurus dalam-dalam ke matanya lalu berkata “Na do saranghae, taeyeon-ah.”

Dia terkejut. Sangat terkejut. Tapi, perlahan senyum merekah di wajahnya. Aku memeluk tubuh mungilnya itu dengan erat.

Aku mengangkat dagunya, lalu melakukan sesuatu yang aku bahkan tidak pernah memikirkan untuk melakukannya. Ya. Aku menciumnya. Menciumnya dengan lembut, dan dia membalas ciumanku.

Aku senang, sekarang, dia menjadi milikku.

Kim Taeyeon, saranghae

hmm~ nanti dilanjut lagi deh ya… author udah ngantuk.. hehe

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

main cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Seo Joohyun, Lee Jinki (a.k.a onew)

Sooyoung POV

Inilah aku, choi sooyoung. Berdiri di depan sekolah tercintaku, Seoul School. Sekolah terbaik di Seoul.

Aku dan saudara-saudaraku menapaki kaki kami ke taman depan Seoul school.

“Annyeong haseo, sooyoung-ah.” sapa seseorang yang bahkan aku tidak kenal. “Annyeong haseo.” sapaku padanya.

“Pagi, Sooyoung onnie!”

“Annyeong haseo, soo-ah!”

“Annyeong haseo, sooyoung.”

sapa teman-teman dan adik kelasku. “annyeong haseo semuanya.” sapaku pada mereka. Aku memang termasuk siswa populer di sekolahku. Keluargaku adalah pendiri sekolah ini dan pengusaha kaya yang menjadi orang nomor 1 di Seoul. Tidak seperti kakakku, Choi Siwon yang sombongnya gak ketulungan, atau seperti adikku Choi Minho yang suka mem-bully dan merasa orang paling jago, aku, Choi Sooyoung adalah seorang yang pandai bergaul dan ramah. Walaupun, agak sedikit ‘berandal’

“Sooyoung! Akhirnya kau datang! Pinjam pe-er dong. Aku belum bikin.” panggilnya langsung setelah aku memasuki kelasku. “Aku saja belum bikin, cho kyuhyun!” kataku.

“Sooyoung-ah, ini salin saja pe-erku!”

“Ini, aku jamin jawabanku benar semua!”

“Tulisanku lebih rapi. Ambil saja punyaku.”

namja-namja di kelas berebutan meminjamkan pe-er mereka padaku. Aku asal ambil dari mereka. “Kamsahamnida.” kataku. Aku melemparkan salah satunya ke kyuhyun. Dia menatapku seakan aku ini makhluk ajaib atau peri atau apalah. “Woaa… gomawo soo.. kau memang teman terbaikku.” katanya sambil memelukku. “Sudah… bagaimana aku bisa membuat pe-er kalau kau memelukku seperti ini.” kataku. Dia hanya nyengir, menampilkan giginya yang putih rapih lalu melepas pelukannya.

Oh, apakah kalian Kyuyoung shipper? kekeke~ Sayangnya, kyuhyun bukanlah namja chinguku. Dia hanya sahabatku. Sahabat terdekatku. Jeongmal. Sungguh. Tidak lebih dari sahabat.

Aku dan Kyuhyun, adalah 2 murid termalas di kelas ini. Oh, kami tidak bodoh. Sungguh. Karena kelas ini, kelas A, adalah kelas dengan murid yang nilai rata-ratanya paling tinggi. Aku dan Kyuhyun menduduki peringkat terakhir. Kekeke

“Sooyoung, Kyuhyun, jangan lupa. Pulang sekolah ada rapat.” ucap Lee Jinki atau biasa dipanggil Onew, sang ketua OSIS. Walaupun dia seumuran dengan kami, tapi karena kemampuan otaknya, dia menjadi sunbae kami dan 1 tingkat di atas kami. “Seohyun, nanti bantu aku mengurus agenda rapat.” katanya pada Seohyun, sang wakil ketua OSIS.

Aku membalasnya dengan senyuman dan anggukan. Di OSIS, tugasku adalah sebagai sie. olahraga. Mungkin karena tubuhku yang atletis dan tinggi. Sedangkan Kyuhyun sebagai sie. kesenian. Seleranya pada seni memang tinggi.

“Bagaimana makhluk seperti kalian berdua bisa jadi pengurus OSIS sih?” tanya Hyoyeon. manusia yang satu ini memang sensi sekali padaku dan Kyuhyun. Entah kenapa.

“kenapa? kau sirik Kim Hyoyeon?” balas Kyuhyun. “Sirik? cih, untuk apa? Tapi, kalian berdua ini kan pemalas dan paboya. Entah apa yang dipikirkan Soo Man sonsaengnim hingga memilih kalian.” tambahnya.

“Sooyoung-ah bukan paboya!”

“Dia pintar! dia juara 2!”

“Sooyoung-ah memang cocok jadi pengurus OSIS!”

bela namja-namja di kelas ku. “woo… kenapa ya tidak ada yang membelaku?” gumam kyuhyun.

“Sooyoung dan Kyuhyun pantas jadi pengurus OSIS. mereka bertanggung jawab.”

perkataan dari Seohyun ini mengejutkan seisi kelas. Seohyun memang dikenal sangat pendiam dan tidak pernah ikut campur dalam urusan kelas yang dianggapnya tidak penting. Melihat Seohyun berbicara untuk membelaku dan Kyuhyun adalah sesuatu yang jarang.

Tapi, hal ini sukses membuat hyoyeon terdiam dan duduk di tempatnya. Aku menjulurkan lidah padanya yang membuatnya semakin geram. Heran deh, salah apa sih sebenarnya aku padanya?

Krystal, teman sekelasku memasuki kelas sambil menangis. “Ada apa krystal?” tanyaku prihatin. Dia menatapku dengan matanya yang merah dan bengkak. “Siwon oppa…” katanya sesenggukan. Sial, apa lagi sih yang diperbuat manusia itu? gerutuku.

“Apa yang dia lakukan padamu Krystal-ah?” tanyaku lagi. “Dia… menghinaku.. menghinaku di depan…” krystal tidak melanjutkan kata-katanya dan menangis. Krystal memang bukan dari keluarga kaya. Dia adalah murid beasiswa disini. Tapi, bukan berarti kakakku bisa seenaknya menghinanya. Krystal adalah yeoja yang baik hati.

“YA! Choi Siwon! Apa lagi sih yang kau lakukan!” seruku pada kakakku yang membuat satu kelasnya menengok ke arahku. “Choi Sooyoung! Hormati aku! Aku ini kakakmu tau!” hardiknya.

Aku tidak menghiraukannya. “Apa yang kau lakukan pada krystal-ah?” tanyaku. Dia tersenyum mengejek “Apa sih pedulimu pada cewek miskin itu?? Dia kan hanya cewek gembel.” katanya.

Kalau tidak ingat dia adalah kakakku, mungkin sudah kutampar mulutnya itu. Maklumlah, dia adalah ‘tuan muda’ Choi, pewaris perusahaan terbesar di Seoul.

“Kau ini…. jangan terlalu sombong begitu, oppa! Kalau kita nanti yang jadi gembel, baru kau tau rasa!” omelku. Seketika senyumnya hilang. “tak usah mengguruiku, sooyoung. Kita tidak akan mungkin menjadi gembel seperti cewek itu, adikku yang cantik.” katanya.

Ah, sampai mulutku berbusa pun, kakakku tidak akan merubah sifat sombongnya itu.

“Aaaa! a… ampun…” teriak seseorang. Aku, yang memang sifat dasarnya ingin tau, segera berlari ke sumber suara. Ternyata itu adalah Lee taemin, juniorku. Kulihat dia sedang berlutut pada…. yah… adikku, Choi minho.

Kulihat minho menendangnya dan memukulnya. Yang lain hanya diam saja melihatnya karena takut pada minho dan antek-anteknya, Key, Wooyoung, dan Chansung. Tapi, ada 1 orang yang minho takuti. Dan itu, aku.

“Choi minho.” panggilku dingin. “ehh… noona?” jawabnya. “Lepaskan taemin.” kataku dengan tenang. “hm, sebentar.” katanya sambil menendang taemin lagi. Aku mendekatinya. “LEPASKAN!” seruku yang membuat minho berhenti menendangi taemin. “pergi sana.” kata minho.

“eh.. kamsahamnida, noona.” kata taemin sambil membungkuk 90 derajat padaku. Aku membalasnya dengan senyuman.

“Choi minho…”panggilku. “Iya.. iya.. mianhamnida.” katanya. Entah apa yang membuat pembully seperti dia takut padaku. tapi setidaknya, hal itu bisa membuatku mengontrolnya.

Keluarga Choi memang tidak disukai disini. Pasti karena kelakuan Siwon oppa dan Minho. Tapi, semuanya menyukaiku -kecuali hyoyeon, kurasa.

-End of POV-

“Sooyoung! Cepatlah!” seru Kyuhyun. “Sabar! Aku ini pakai rok tau.” balas Sooyoung. Mereka berdua sedang memanjat pagar sekolah untuk bolos. Jangan tanya kenapa, ini sudah kebiasaan mereka untuk menghindari pelajaran matematika dan sosiologi (author ga tau pelajaran di korea apa aja, jadi disamain aja yah sama yang di indo) Sudah dibilang kan sebelumnya, Sooyoung itu anak yang sedikit ‘berandal’?

“EHEM.” tiba-tiba Onew datang memergoki mereka sedang kabur. “Onew..?” tanya sooyoung bingung. “wah, ketua OSIS SMA Seoul school juga mau kabur ternyata. Ayo, kubantu kau memanjat pagar.” kata kyuhyun.

“Siapa bilang aku juga mau kabur? Aku ini sedang ditugasi soo man sonsaengnim untuk menertibkan murid seperti kalian ini!” kata Onew.

“Ah, Jangan beritau soo man sonsaengnim please.” mohon Sooyoung. Walaupun mereka ketahuan kabur oleh BoA sonsaengnim, guru matematika dan Gahee sonsaengnim, guru sosio, dengan ‘tatapan-memelas-maut’ Sooyoung dan Kyuhyun, mereka tidak pernah dihukum.

“Hm, begini saja. Aku yang akan menghukum kalian.” ucap Onew. “mwo?? tapi…” ucap sooyoung. “atau kalian mau lee soo man sonsaengnim yang menghukum?” ucap Onew lagi yang membuat Kyuhyun dan Sooyoung cepat-cepat memanjat pagar lagi untuk kembali ke dalam sekolah.

“kekeke~ kalian ngapain memanjat begitu?” kata onew sambil tertawa memperlihatkan kunci gerbang sekolah yang ada di tangannya. Sooyoung membelalakan matanya “oppa! kenapa kau tidak bilang kau punya kuncinya!?” serunya. “kekeke” onew hanya tertawa.

“nah, lari keliling lapangan 10 kali.” ucap Onew. “mwo? se-se-sepuluh?” ucap Kyuhyun gagap. Dia memang paling payah dalam olahraga. Tidak seperti Sooyoung, yang langsung saja berlari dengan riang.

Onew POV

Tubuhnya atletis sekali. Tinggi, menawan, dan cantik. Ah, aku ini mikir apa sih? Tapi… aku… aku tidak bisa menyangkalnya. Keke~ Ketua OSIS Seoul School, menyukai ketua sie. olahraga.

“Sooyoung-ah ! Tungguin dong!” seru Kyuhyun yang mati-matian berusaha mengejar Sooyoung. Cho Kyuhyun. Orang yang benar-benar membuatku cemburu. Dia sangat dekat dengan Sooyoung. Aku tau mereka cuma sahabat. Tapi… ah, sudahlah. Biarkan aku menjaganya dari jauh saja tanpa dia perlu tau perasaanku.

“Onew-ssi. Sedang apa mereka?” tanya Seohyun yang tiba-tiba ada di sampingku. Aku terlonjak kaget karena dia tiba-tiba datang dan membuyarkan pikiranku tentang Sooyoung.

“Mereka kuhukum. Karena berusaha kabur dari sekolah.” jelasku.

“New scandal of Seoul School! Ketua OSIS dan wakilnya sedang pacaran!” seru Kyuhyun iseng. “Waaah… cukkhae Onew oppa, Seohyun-ah!” timpal Sooyoung.

“eeh? tidak! kami tidak pacaran!” kilah Onew. “Nde. Kami tidak pacaran.” ucap Seohyun. Tapi Kyuhyun dan Sooyoung hanya tertawa.

“Yang benar Seohyun-ah?” ledek kyuhyun. Wajah Seohyun bersemu merah. “Chinja. Tentu saja.” kata Seohyun. “Kalau begitu… kenapa wajahmu merah begitu?” goda Kyuhyun lagi. Seohyun tidak menjawab.

“Sooyoung-ah! Awas!” seruku. Sooyoung yang terlalu bersemangat berlari tidak melihat batu besar di depannya dan tersandung. “Adududuh~” ucapnya sambil mencoba mempertahankan keseimbangannya. Dengan cepat, aku menghampirinya sebelum keseimbangannya hilang.

Aku menangkap tubuhnya itu tepat saat dia terjatuh. Tubuhnya yang indah dan langsing itu ternyata sangat ringan. “Cieeee…” goda kyuhyun. Seohyun saja tersenyum-senyum melihat posisi kami yang seperti berpelukan itu.

Aku merasa wajahku panas. Aduh, pasti wajahku merah sekali. batinku. Tapi, kulihat, wajah sooyoung juga merah.

Sooyoung POV

“eeh… ngg, gomawo oppa.” kataku. Langsung saja, Onew melepaskanku darinya. “Ehh… iya.” jawabnya kikuk. Kenapa jadi canggung begini? Ah, padahal Kyuhyun sering memelukku. Tapi, rasanya biasa saja. Kenapa ya.. saat Onew oppa memelukku seperti itu rasanya… berbeda…

“Onew! masa kau mau sama berandal seperti dia ini sih?” ledek Kyuhyun lagi. Aku mendelik padanya, melemparkan tatapan diam-kau! padanya. Tapi, kurasa dia pasti sudah kebal dengan tatapanku itu.”Memangnya salah?” jawab Onew.

“Oh, jadi kau memang benar menyukainya?” tanya Kyuhyun. “Kenapa? Cemburu?” serang Onew.

“Annio. Untuk apa aku cemburu? Lebih baik aku bersamanya.” kata Kyuhyun sambil merangkul Seohyun. “Mwo?? Kalian sudah jadian dan bahkan tidak memberitahuku?” ucapku terkejut.

“Ah, annio… tidak kok.” jawab Kyuhyun dan melepaskan tangannya dari Seohyun. Kini, wajah mereka berdua yang memerah.

Seohyun POV

“heh? Kenapa Kyuhyun oppa bilang begitu? omo!” batinku dalam hati. Belum lagi, tangannya yang besar dan hangat merangkulku. Aku merasa wajahku memanas.

Saat pulang sekolah…

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruang OSIS. Hari ini kami akan ada rapat membahas Basketball Cup yang akan diselenggarakan si sekolah ini.

“pssstt… seohyun-ah.” panggil seseorang dengan bisikan. Aku menengok. ternyata Kyuhyun oppa. “Wae? Kenapa kau disini?” tanyaku padanya yang sedang berjongkok di koridor. Padahal, 15 menit yang lalu aku masih melihatnya di dalam kelas.

“Lee Soo Man sonsaengnim menghukumku. Gara-gara aku makan coklat saat pelajarannya. Padahal, Sooyoung makan 3 bungkus dan aku hanya 1. sialnya, aku yang kepergok.” gerutunya. Aku hanya tersenyum “Sudah tau, sonsaengnim seperti apa, kau masih nekat saja.” kataku.

Dia tersenyum “Kau… manis loh saat tersenyum.” Wajahku memerah lagi. “eeh?” hanya itu kata yang bisa keluar dari mulutku.

“Aku… sering melihatmu berdiam diri saja. Jarang sekali bicara dan tersenyum. Padahal, saat tersenyum kau itu manis loh.” katanya panjang lebar. Aku hanya diam membatu mendengarkannya. “Sering-sering tersenyum ya. Untukku.” tambahnya lagi.

Aigoo… Aku sangat senang mendengarnya. Ingin rasanya aku melompat-lompat sepanjang perjalanan ke ruang OSIS. “Ehh… gomawoyo.” kataku sambil tersenyum dengan sangat manis. Memang benar kata orang-orang. Tidak ada yang mengalahkan wajah cantik wanita saat dipuji lelaki yang disukai.. eh bukan, dicintainya.

Kulihat wajahnya memerah “I.. iya. Oh iya, kau mau kemana?” tanyanya mengalihkan pembicaraan. “Ruang OSIS.” jawabku. Dia langsung bangkit berdiri. “Oh… ngapain?” tanyanya lagi. “Mempersiapkan agenda rapat untuk nanti bersama Onew.” terangnya.

“Berdua saja?” tanyanya lagi seakan menginterograsiku. Aku mengangguk. “Enak sekali dia.” gumam Kyuhyun. “mwo?” tanyaku, memastikan kupingku tidak salah dengar. “eeh… gwenchana. Yasudah, sana.” katanya.

“Annyeong haseo, Onew-ssi.” sapaku pada Onew yang sudah ada di ruang OSIS. “Annyeong haseo. Seohyun-ah. Berhenti memanggilku seperti itu. Panggil saja oppa.” katanya. “eeh… arasso, onew oppa.” kataku.

“Hmm… oppa.” panggilku. “nde?” “Kau… menyukai Sooyoung ya?” tanyaku tanpa basa-basi.

“mwo??” tampaknya dia kaget. Aku sendiri bahkan kaget kenapa pertanyaan itu bisa terlontar dari mulutku. “Sudah terlihat dari dulu kalau kau menyukainya. Kenapa tidak kau nyatakan saja?” ucapku lagi.

“Aku… tidak berani.” katanya  lirih. Aku menyentuh pundak onew. “Coba saja.” kataku.

“Kau sendiri?” tanya Onew. “Aku apa?” aku bertanya balik. “Kau dengan Kyuhyun… Kurasa dia juga menyukaimu.” katanya. Wajahku memerah untuk yang ketiga kalinya hari ini. “menurutmu begitu? Kurasa… mm.. tidak.” kataku. “percayalah pada ketua OSIS. keke~” katanya.

Aku tersenyum dan menggenggam tangannya. Aku sendiri heran, kenapa seberani ini. Mungkin, kata-kata Kyuhyun tadi memberiku kekuatan tersendiri. “Kita berjuang bersama..” kataku. “Untuk mendapakan cinta kita.” lanjut Onew.

Tiba-tiba, pintu ruang OSIS terbuka

-End of POV-

ternyata yang masuk adalah Sooyoung. “Ehh… maaf mengganggu.” katanya melihat Seohyun dan Onew yang saling berpegangan tangan dan berhadap-hadapan. Apa sih, Sooyoung? Kenapa rasanya sakit? batin Sooyoung dalam hati.

“Ehh… chakkaman. Kami, gak ngapa-ngapain kok.” kata Onew. Onew babo! Ngomong apaan sih? gerutunya dalam hati. “heeh… kalian mau ngapain kan bukan urusanku.” kata Sooyoung.

“Benarkah? Bagaimana kalau ini?” ucap Seohyun. Dia menarik Onew sehingga membelakangi sooyoung dan.. mencium Onew!

“Seo… seohyun?” kata Sooyoung tidak percaya pada temannya yang pendiam ini. Aduh, kenapa kau sedih choi sooyoung? Rasanya… aku.. ingin menangis.. batin Sooyoung.

“woo.. kenapa in…” kata-kata Kyuhyun tidak bisa dilanjutkan saat dia melihat Seohyun dan Onew. Sooyoung berlari keluar dari ruangan. Spontan, Onew langsung mengejarnya.

“wow.” komentar Kyuhyun sedih. “Aku… tidak menciumnya kok.” kata Seohyun. “oh ya?” tanya Kyuhyun lemas. “Tadi, aku hanya berpura-pura. Supaya Sooyoung mengakui perasaannya pada Onew oppa.” jelas Seohyun. “wah. Kau bahkan sekarang memanggilnya oppa.” kata Kyuhyun lagi. “Wae? Jealous?” tanya Seohyun.

“mwo?? a.. annio.” jawab Kyuhyun. “Aku tidak cemburu. untuk apa aku cemburu? Aku kan tidak punya hak untuk…” kata-katanya terpotong karena Seohyun memeluknya. Memeluknya dengan sangat erat. “eeh… Seohyun?” ucap Kyuhyun. Seohyun menatapnya dalam-dalam lalu berkata “oppa… saranghae.” katanya. Dia mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengatakannya.

“a..apa? Aku tidak dengar.” kata Kyuhyun. “Aku tau kau dengar.” kata Seohyun. “Sungguh. Aku tidak dengar.” kata Kyuhyun pura-pura polos.

“OPPA! SARANGHAE! apa masih tidak dengar juga?” teriak Seohyun. Kyuhyun tersenyum. merengkuh tubuh mungil Seohyun ke dalam pelukannya. “Na do saranghae.” jawab Kyuhyun.

back to Onew-Sooyoung

“Sooyoung-ah! Chakkaman!” panggil Onew. Sooyoung sudah tidak bisa membendung air matanya. “Kenapa… kau menangis?” tanya Onew sambil mengusap air mata Sooyoung yang terjatuh deras di pipinya. “Molla.” jawab Sooyoung.

“Tadi, Seohyun tidak menciumku. Dia hanya.. pura-pura.” kata Onew. “Lalu? Itu kan bukan urusanku.” ucap Sooyoung. “Choi Sooyoung…. jawab aku. Benarkah kau tidak peduli?” tanya Onew sambil menatap mata Sooyoung dalam-dalam.

Sooyoung menghindari tatapan matanya dan tidak menjawab. “Choi Sooyoung, jawab aku!” kata Onew lagi. Tangisan Sooyoung pecah “nde… iya! Aku peduli! karena aku cemburu.. Aku bahkan tidak menyadari bahwa aku cemburu. Aku.. aku…” Onew meletakkan telunjuknya di bibir Sooyoung.

“Choi Sooyoung, dengarkan ketua OSISmu ini. Ketua OSIS SMA Seoul School telah jatuh cinta pada ketua sie. olahraga. Sooyoung-ah, saranghae.” kata Onew, mengumpulkan semua keberaniannya.

Sooyoung terpana “Tapi.. kau dan Seohyun…” Onew memotongnya “kami tidak ada apa-apa. Kami hanya saling mendukung karena ingin menyatakan perasaan padamu dan Kyuhyun.” terangnya.

“nah, kau tidak menjawab perasaanku?” tanya Onew. Sooyoung tersenyum “Bukankah saat kubilang aku cemburu, kau sudah mengerti artinya?” Sooyoung bertanya balik.

Onew menarik Sooyoung ke dalam pelukannya dan memeluknya.

“you are my destiny.” kata Onew padanya.

“Wah, seleramu itu orang serendah ini yah, ketua?” kata Hyoyeon yang muncul tiba-tiba. “Hyoyeon-ah!” kata Onew terkejut.

“Melupakan rapat demi wanita pecicilan ini?” sindir Hyoyeon lagi.

“terserah kau mau bilang apa. Biar aku seorang ketua OSIS, dan Sooyoung adalah anak ‘pecicilan’ seperti yang kau bilang. Aku mencintainya. She’s my destiny.” kata Onew.

Hyoyeon cemberut mendengar pembelaan Onew “Jangan lupakan rapat.” ucapnya sebagai sie. sosial sebelum akhirnya pergi.

“Nah, ayo kita rapat.” kata Onew sambil menggandeng tangan Sooyoung menuju ruang OSIS. “Kenapa kau memilih bad girl sepertiku untuk menjadi yeoja yang kau cintai, oppa?” tanya Sooyoung polos.

“Dasar.” kata Onew sambil mencubit hidung Sooyoung lembut. “Bukankah tadi sudah 2 kali kubilang…

It’s because you are my destiny.

hwaa… senangnyaa bisa bkin OnSoo pairing… hehe..

gimana ceritanya?