Posts Tagged ‘SNSD’

Jessica’s POV

“Yah! Sica! Bangun!” seru sebuah suara yang familiar. “5 menit lagi, sooyoung…” ujarku malas sambil membalikkan badanku dan menutup kepalaku di bawah bantal. “Yah! Sica! Bangun sekarang!” kali ini Yuri yang berteriak. “Unnie bangun! Kita tidak ingin menghabiskan seharian cerah ini hanya untuk membangunkanmu kan!?” Kali ini maknae kedua yang berseru. “Jessica, wake up nowww!” seru Tiffany. “Perlu kuambil timun?” usul Taeyeon yang langsung kutanggapi dengan bangun dan spontan berdiri.

“Aku bangun! Aku bangun! Jangan pernah bawa benda hijau menjijikan itu!” seruku. Member-member yang lain sudah memenuhi kamarku dan hanya menggeleng-geleng kepala melihatku. Memang sangat sulit membangunkanku. Dan Seohyun kemarin-kemarin sudah menyerah sehingga meminta yang lain untuk membantunya membangunkanku. Trik membuatku tertawa tampaknya sudah tidak bekerja.

Selesai mandi, aku langsung menuju meja makan, tempat member lain sudah mengelilinginya. Aku memegangi kepalaku yang sejak semalam memang sudah pusing, dan semakin parah pagi ini. Wajah mereka tampak sangat bahagia. Ada apa ya? Batinku heran. “Sica… tanggal berapa ini?” tanya Taeyeon. Aku menatapnya bingung sebelum menangkap maksudnya. Untuk apa dia menanyakanku tanggal hari ini?

Tapi, aku tetap menatap kalender hari ini yang letaknya di seberang meja makan. Senin… tahun 2011. Bulan April… tanggal… 18? 18! “18… April 2011? omo!” ucapku kaget. Aku berbalik dan mereka sudah berdiri dengan kue tart coklat besar dengan tulisan “Happy birthday Jung Sooyeon” di atasnya. “Saengil chukkahamnidaa~~” mereka bernyanyi untukku.

“Gomawoyo semuanya…” ucapku terharu. Dari semua kesibukan-kesibukan kami mempersiapkan Mr. Taxi, dan hanya diberi libur 2 hari, mereka mengorbankan waktu istirahat mereka untuk mempersiapkan ini.

“Ini dariku… dan tiffany” ucap Taeyeon, memberiku sebuah bingkisan berwarna pink. SooRi juga memberiku sebuah kotak yang dibalut kertas kado lucu. YoonHyun memberikanku sebuah novel inggris. Sedangkan Sunny dan Hyoyeon mengatakan kado mereka adalah kue tart-nya, padahal yang membuatnya adalah semua member. Kekeke.

Aduh…. tapi… kepalaku pusing sekali. Perutku juga mual. “Unnie… gwenchanayo?” tanya maknae khawatir. Aku tidak boleh membuat mereka khawatir. Mereka sudah susah-susah menyiapkan semuanya, hadiah, dan kue, dan bahkan semu masakannya adalah makanan kesukaanku. Aku tidak boleh merusak kesenangan mereka. Jessica, kau tidak boleh egois.

“Gwenchana” jawabku, memaksakan sebuah senyum. “Aigo… kau harus bahagia, Jessie! Setidaknya hari ini~” ujar Yuri sambil merangkulku. Untung saja dia tidak menyentuhku, terutama bagian keningku secara langsung, atau dia akan tau betapa tinggi suhu badanku. “Nde. Kau harus ceria di hari ulang tahunmu!” ujar Sooyoung. “Aku ngantuk ….” ujarku pendek. Hening. Sica’s effect~ kekeke.

Ting! Tong! Bel dorm kami berbunyi. Yoona membukakannya. Lalu, masuklah 2 sosok yang sangat sangat familiar. “Donghae! Krystal!” ucapku, berusaha terdengar seceria dan sesemangat mungkin. “saengil chukkaeyo unnie!!” seru Krystal sambil memelukku lalu memberikanku hadiah juga. “Gomawo”

“Chagiya~ Saengil chukkaeyo…” kata Donghae sambil mencium bibirku, lalu memberiku sebuah kalung yang sangat indah. “Gomawo, oppa….” ucapku senang.

“Bagaimana kalau kita pergi?” usul Sunny. “Ne! Makan!!” Sooyoung berseru. “Jessica yang traktir!” seru Tiffany. “Mwo? Andwae! Aku tidak mau ikut” ujarku. “Aah.. mana mungkin kau tidak ikut? Ayolah Jess…” bujuk Yuri. “Unnie… kau tidak perlu traktir deh. Kkaja!! Kami bosan~~” rengek Yoona.

“Anni. Aku tidak mau. Kalian semua saja” ujarku. Aku tidak yakin akan kuat berjalan-jalan. Bisa-bisa aku pingsan. Sekarang saja rasanya sudah sangat menderita. “Ayolah…” “Jessica, kau kan berulang tahun hari ini!” “Sica, ayolah… apa salahnya pergi?” Mereka semua terus memaksaku. Bahkan Krystal dan Donghae pun juga.

Aku menjadi marah dan frustasi. “Aku bilang tidak mau ya tidak mau! Kenapa kalian memaksaku sih? Kalian pikir aku senang dipaksa-paksa seperti ini? Kalian merusak hari ulang tahunku saja!” seruku di luar kemauanku. Mereka semua tampak terpukul dan terkejut. Lalu sambil menangis, aku masuk ke kamarku.

“Sica…” panggil Sooyoung yang langsung menghampiriku dan duduk di sebelahku. “Gwenchanayo?” tanyanya. Aku tidak menjawab. “Aku minta maaf. Jeongmal mianhaeyo, kalau kami malah memaksamu dan merusak hari ulang tahunmu” ujarnya sedih. Aku masih tidak menjawab dan hanya menangis. Dia akhirnya menyerah dan keluar.

“Sica yeobo~” kali ini Yuri yang masuk lalu langsung memelukku. “Mianhae…” katanya. “Ada apa denganmu? Ini tidak seperti Jessica yang biasanya. Pasti ada yang kau sembunyikan. Beritahu aku” ujarnya. Aku menangis di pundak Yuri. Aku sudah mengacaukan semuanya. Aku sudah membuat mereka sedih, membuat mereka marah. Padahal mereka semua sudah begitu baik. Teman, unnie, dan pacar macam aku ini?!

Yuri merangkulku lalu menggandengku untuk keluar lagi, tempat mereka semua berkumpul. Masih sesenggukan dan dengan langkah yang berat, aku keluar. Tiba-tiba… penglihatanku menjadi buram. Semuanya berputar lalu… gelap.

———–

Author’s POV

“Jessica!” seru semuanya panik saat Jessica tiba-tiba terjatuh dan pingsan. “Aigoo… badannya panas sekali…” ujar Taeyeon cemas. “Jadi, dari tadi dia menahan sakitnya ini? Aisssh.. unnie pabo…” gumam Krystal. Donghae langsung menggendong Sica dan membawanya ke mobilnya untuk segera ke rumah sakit. Mereka semua terdiam, diselimuti perasaan bersalah selama menunggu Jessica siuman.

Jessica’s POV

Mm… dimana aku? Pikirku heran. Kepalaku masih sangat sakit, tapi aku memaksakan untuk duduk. Aah.. suasana ini. Pasti rumah sakit. Lalu aku ingat, tadi saat aku berjalan keluar dari kamar… aah… aku pasti pingsan!

“Jessica!! Kau sudah siuman?” Tiba-tiba 10 orang berbondong-bondong memasukki kamarku. Untung saja kamarku ini VVIP. Jadi, cukup luas dan tidak ada pasien yang akan terganggu.

“Gwenchanayo?” tanya Donghae. Kekhawatiran tampak begitu jelas di matanya. “Ne. gwenchana.” gumamku. “Aku… mianhae… aku mengacaukan semuanya. Aku…” kata-kataku dipotong oleh mereka. “Kau tidak salah. Kami lah yang salah” ujar Taeyeon. “Kami memaksamu” tambah Yoona. “Kami seharusnya sadar kalau kau sakit. Tapi kami malah memaksamu” tambah Hyoyeon.

“Aissh unnie… harusnya kau bilang kalau kau sakit…” omel Krystal. Tampak seperti posisi unnie dan dongsaeng sekarang tertukar bagi aku dan Krystal karena dia mengomeliku. Kekeke. “Mianhae. Aku hanya… tidak ingin membuat kalian semua khawatir. Padahal kalian semua sudah susah payah menyiapkannya. Aku malah mengacaukannya” ujarku jujur.

“Aigo… ice princess kita yang berhati hangat ini… aissh… jinjja…” kata Sooyoung, lalu mereka semua memelukku. Agak sedikit sesak sih, dipeluk oleh 8 orang sekaligus, tapi.. pelukkan dari mereka sangat hangat. Pelukkan dari saudari-saudariku.

“Yah… mau bagaimana lagi. Kita rayakan di rumah sakit saja…” usul donghae sambil nyengir. Lalu, Sunny mengambil kue tart yang ternyata di bawa olehnya (?). “Make a wish~” seru yang lainnya. Aku menutup mataku. Tuhan, semoga aku bisa bersama-sama dengan mereka, selamanya. Lalu aku membuka mataku dan meniup lilinnya.

“Yeobo~ terima iniiii” seru Yuri sambil mencolekkan krim coklat ke pipiku. “Aissh… tunggu pembalasanku di dorm nanti kwon seobang!!” seruku. “Tapi… seobang-mu kan aku…” ucap Donghae sambil memelas. Sejak kapan dia belajar aegyo seperti sungmin? hmmm~ Aku hanya tertawa. Begitu pula mereka semua. Dengan adanya orang-orang yang bisa menghangatkanku ini, hatiku juga menjadi hangat. ~~

SAENGIL CHUKKAEYO JESSICA UNNIE, MY BELOVED ICE PRINCESS!!!

*nyalain confertti* *nyalain terompet* *nyalain kembang api*

annyeong~~~

author comeback (?) dengan ff series yang baru… dan kali ini, author pengen coba mengasah (?) kemampuan nulis author dalam genre mystery 😀

Oh iya… mungkin ada yang udah pernah baca cerita ini di AFF, dan jangan anggap author itu copycater yah! sorry seamit-amit deh… kekeke. soalnya, yang nge-post di AFF itu… author juga! noh yang IDnya J_Ster… kekeke. Jadi, ini ceritanya sama persis sama yang author post di Asian Fanfics, tapi cuma beda bahasa aja.

Characters:

Choi Sooyoung

Im Yoon Ah

Kwon Yuri

Jung Jessica

Kim Taeyeon

Park Jungsu (Leeteuk)

Lee Donghae

Cho Kyuhyun

Choi Siwon

Kim Kibum

sinopsis:

Mereka berbelanja di sebuah mall di Seoul. Ada yang mengatakan, semua mall tidak mempunyai lantai ke-4. Karena sebuah mitos yang mengatakan angka 4 berarti kematian, dan mereka mempercayai ini dan tidak pernah membangun lantai 4 di setiap mall. Jadi, setalh lantai 3 langsung ke lantai 5.

Mereka berbelanja sampai malam. Lalu, mereka menggunakan lift untuk turu dari lantai 6, tapi tiba-tiba lift itu mandet di antara lantai 5 dan lantai 3. Dan saat pintu lift itu terbuka, mereka berada di lantai 4, yang ternyata merupakan sekolah yang sudah lama ditinggalkan, bagian yang hilang dari sebuah mall yang terhubung melalui suatu hal gaib.

Lift itu tiba-tiba menghilang, seakan-akan lift itu tidak pernah berada di sana, dan mereka ber-10, mencari, menghadapi petualangan yang hebat di hadapan mereka untuk mencari cara keluar dari sana dan kembali ke dunia mereka sendiri.

eotokkae? oeotokkae? 😀

 

(drabble) Surprise!

Posted: February 10, 2011 in Friendship, Oneshoot
Tags: , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

Sooyoung POV

Hoammm.. dengan masih sedikit mengantuk aku membuka mataku. Aku lelah sekali, setelah kemarin ke Cina, hanya untuk menemui Hankyung oppa, untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya, dan sampai di dorm malam sekali bersama Taeyeon dan Jessica.

Kutengok ranjang Jessica, yang 1 kamar denganku. Kosong. Tumben sekali anak itu sudah bangun? Kruyuuukk… Nde. inilah alasanku bangung. Aku lapaaaar sekali!

Aku keluar menuju dapur, berharap Hyoyeon sudah memasak untuk kami. Dan, kulihat semuanya sudah duduk rapi di meja makan, sedang memakan sarapan berupa roti bakar mereka TANPA MEMBERITAHUKU!

“ya! Kalian jahat sekali! Kenapa tidak membangunkanku?!” seruku, tapi tidak ada yang menjawab. Mereka terus saja melahap makanan mereka, seakan-akan aku ini tidak ada.

Aku duduk di kursi yang kosong, di sebelah Yoona. “Hyoyeon! Mana makananku?!” seruku, melihat piring kosong di depanku. “Masak saja sendiri” katanya dingin.

Aku melongo menatapnya. Ada apa dengannya? Aku menatap yang lain, mereka semua juga diam saja. “Tapi… kau tau kan aku tak bisa masak?” ucapku.

“Seohyun-ah…” panggilku, berharap magnae angel ini mau membantuku. “Aku sudah selesai. Mau pergi dengan Yonghwa oppa dulu” ucap magnae itu, mengabaikanku, lalu berjalan pergi.

“YA! ADA APA DENGAN KALIAN SEMUA??! APA SIH SALAHKU?” seruku marah, apalagi saat keadaan capek dan lapar begini, semakin menambah emosiku.

“Pikir saja sendiri” sahut Yuri. Yoona mengangguk setuju. Dengan marah dan bingung, aku masuk ke kamarku. Ada apa sih dengan mereka semua?

Aku duduk di ranjangku. Berusaha mengingat-ingat apa kesalahanku sampai mereka mendiamkanku seperti itu. Tidak ada kok!

Paling, aku hanya memakan jatah makan malam yoona, membuat kesalahan saat tampil di Mubank, mengambil tanpa ijin peralatan spa Sunny, menyembunyikan high heelsnya tiffany, dan membangunkan Jessica tengah malam untuk menemaniku ke toilet. Itu saja kok!

Aku memutuskan untuk keluar, bertanya pada mereka. Saat keluar, kulihat dorm sudah sepi. Sangat sangat sepi! Tidak ada 1 manusia pun, padahal 15 menit sebelumnya mereka masih di meja makan.

Aku akhirnya keluar dari dorm, berjalan menuju kantor SM. Mungkin saja ada latihan tapi mereka tidak memberitahuku?

BRUKK! “Ah, mianhaeyo sooyoung-ah” kata Siwon, yang menabrakku. “Gwenchana, oppa” kataku. “Mau kemana oppa?” tanyaku, karena dia tampak sendirian berjalan-jalan di kantor SM.

“Mencari member yang lain.” katanya. “eeh? Aku juga” kataku.

FLASHBACK

Siwon POV

“Pagi semuanya!” sapaku pada teman-temanku yang mempunyai aktivitas sendiri-sendiri. Kyuhyun yang sedang main game, Heechul, Shindong, dan Eunhyuk yang sedang browsing, Leeteuk, Yesung, dan Sungmin yang sedang makan, Ryeowook sedang memasak dan lain-lain.

Tapi, mereka semua tidak ada yang menjawabku. “Pagi!” teriakku lebih kencang. Mungkin mereka tidak mendengarku, pikirku polos. “Berisik kau!” seru Heechul dengan kejam.

“Eeh…” aku hendak memprotes, tapi mereka semua tidak ada yang menghiraukanku, seakan-akan aku itu tidak ada.

“Kalian kenapa sih?” tanyaku bingung. “Pikir saja sendiri!” seru Sungmin dengan kejam. Aku hanya melongo. Ada apa sih dengan mereka ini?

“Aku lapar. Ryeowook! Kau masak apa?” ujarku, melangkah ke arah ryeowook. “Haah…” desahnya kesal lalu berjalan meninggalkanku. “Kau ini, bikin bete saja” ucap si magnae tanpa melihat ke arahku, masih terfokus pada game-nya. “Mwo?? Yang bikin bete itu kalian tau!” seruku. Yang lain hanya memandangku sinis.

Akhirnya, aku memutuskan untuk mandi daripada mengurusi mereka. Ahhh.. segarnya. Suasana sangat hening. Setelah berpakaian, aku keluar dari kamar dan, treng! Kosong. Mereka semua kemana sih?

Aku berjalan menuju kantor SM. Habis, mau kemana lagi? Aku mencoba mencari-cari ke-9 member lain, tapi nihil. BRUKK! Aku malah menabrak Sooyoung.

“Nde. Member SNSD yang lain juga sangat aneh hari ini” cerita sooyoung. Dia dan Siwon kini sedang berjalan-jalan di tempat yang sepi, menghindar dari banyak orang. Gawat kalau ada media yang menyorot mereka.

“Apa kita melakukan kesalahan ya?” gumam Siwon. “Molla, oppa. Kemarin masih baik-baik saja kok” ucap sooyoung. “Oh. Bagaimana dengan Hangeng? Apa kabarnya?” tanya Siwon antusias.

“Dia baik. Kemarin kami senang sekali bertemu dengannya. Sepertinya dia juga. Sampai larut malam kami baru tiba di Korea” cerita Sooyoung panjang lebar. Siwon manggut-manggut. “Aku merindukannya” ucap Siwon. “Nde. Aku sangat sangat merindukannya” sahut sooyoung.

KRUYUUUKKK… Siwon dan Sooyoung saling berpandangan. Perut mereka berdua sama-sama belum terisi sejak pagi. “Ini alasan yang paling tepat untuk membeli makan kan?” ucap Siwon. “Nde. Tapi, bagaimana kalau ada fans yang melihat?” tanya sooyoung khawatir.

“Aku akan menyamar dan membelinya. Kita makan disini saja” ucap Siwon. Dia mengenakan topi dan kacamata hitam, menempelkan kumis palsu, dan berjalan mencari kedai makanan.

“Ah, ini gara-gara Hyoyeon tidak mau memasak untukku!” keluh sooyoung. Beberapa saat kemudian, Siwon kembali, yang disambut senyum berbinar dari sooyoung melihat 2 burger yang ada di tangannya.

“Untung saja mereka tidak tau. Tadi, aku nyaris saja ketahuan” keluh Siwon. Sooyoung mengabaikannya. Seluruh perhatiannya tertuju pada burger berukuran besar yang dipegang Siwon.

“gomawoyo, oppa!” seru Sooyoung gembira, menyambar kedua burger itu. “Ya! Satunya untukku tau!” omel Siwon, menyambar salah satu burger itu.

Sooyoung melahap burger itu dengan bahagia, seakan-akan dia telah mendapat harta karun yang paling dinantikannya.

“Ah, aku belum kenyang” ujar Sooyoung, setelah melahap potongan terakhir burgernya. “memang kau pernah kenyang?” sindir Siwon. “Ya! Apa maksudmu?!” seru Sooyoung sambil memukul lengan Siwon.

“Haah… kita mau kemana lagi?” ujar Siwon. “Molla. Aku masih heran dengan mereka semua” ucap Sooyoung sedih. “Nde. Na do” ucap Siwon. Mereka takut, saudara-saudari mereka itu sangat-sangat marah pada mereka, entah apa kesalahan mereka.

Gee gee gee gee baby baby. Ponsel Sooyoung berbunyi. Sorry sorry sorry sorry. Ponsel Siwon juga berbunyi.

“Sms dari Taeyeon. katanya aku disuruh ke atap SM” ucap Sooyoung, membaca sms dari leader SNSD itu. “Kyuhyun juga menyuruhku ke atap SM” ujar Siwon.

Mereka saling berpandangan. Apa sih yang mereka rencanakan? Pikir Sooyoung. Dia dan Siwon langsung berjalan menuju gedung SM.

Sooyoung POV

Aku dan Siwon menaiki lift langsung menuju atap SM, dikerubungi rasa penasaran, kesal, dan bingung. Beberapa pegawai SM yang menyapaku bahkan tidak kuhiraukan saking terburu-burunya.

Klek! Pintu lift terbuka saat kami sudah sampai ke atap gedung SM. Tempat yang indah. Kami bisa melihat keseluruhan dan keindahan Seoul dari sini. Pemandangan yang menurutku paling indah.

Sedetik setelah aku melangkahkan kaki keluar dari lift….

“SANGIL CHUKKAHAMNIDA!!!” seru mereka semua membuat kupingku pengang. Bagaimana tidak? Member-member SNSD, SuJu, Shinee, bahkan f(x) dan BoA ada. Aku terkejut dan melongo. Begitu pula dengan Siwon yang di sebelahku.

“Eeh?” kata Siwon. Aku juga bingung. Sangil chukkahamnida? Selamat ulang tahun?

Selama 3 menit, aku dan Siwon yang jalan pikirannya memang ehm, sedikit lambat hanya berdiri di sana sambil bengong, lalu tiba-tiba aku ingat.

10 Februari 2011!! Hari ini ulang tahunku yang ke-21 dan Siwon oppa yang ke-24! Aigoo… bagaimana bisa aku melupakan ulang tahunku sendiri? Yang bertepatan 1 hari setelah hangeng oppa.

“Eeh… hari ini kita berulang tahun?” tanya Siwon polos. “Nde. Aku juga baru ingat” ucapku. “Omo! Masa kalian lupa hari ulang tahun kalian sendiri?” ucap Yesung sambil menepuk jidatnya.

Aku tersenyum. Mereka semua begitu baik. “Gomapsumnida semuanya!” seruku ceria. Saking bahagianya, sampai aku terharu dan menangis.

“Eeh… onnie, kok malah menangis?” ujar Yoona bingung. “Annio. hanya terharu” jawabku. “Seorang choi sooyoung terharu! Dan itu gara-gara kita!” seru Ryeowook bangga.

Siwon POV

Jujur, aku juga sangat terharu. Seperti sooyoung, aku pun ingin menangis saking terharunya. Tapi, kutahan air mata itu. Entah apa yang akan terjadi, mungkin aku akan diolok-olok selama setahun penuh oleh member SJ yang lain kalau aku menangis.

Kemudian, tampak seseorang membawa kue coklat besar. Yang membuatku terkejut, adalah orang yang membawa kue coklat itu. Bukan, bukan Justin Bieber, atau Rihanna, atau Barack Obama. Yang membawakan kue kami adalah… Lee Soo Man!

Pimpinan SM entertainment yang kami segani itu, dengan wajah tersenyum membawakan kue coklat besar bertuliskan Sangil Chukkae Choi ‘Sooyoung-Siwon’ . Aku dan Sooyoung benar-benar terharu, melihat seorang pimpinan SM begitu antusias merayakan ulang tahun kami.

“Sangil Chukkahamnida, Sooyoung-ssi, Siwon-ssi. Tetap berkarya and do your best! Hwaitting!” seru Soo Man. “Kamsahamnida, Soo Man-ssi” jawabku dan sooyoung bersamaan.

“Sooyoung, ini untukmu” kata Yoona, sambil memberikan kadonya. “Ini” Taeyeon dan Jessica juga memberikannya. Sementara, Leeteuk dan Sungmin juga memberiku hadiah.

“Ini.. untukmu sooyoung-ah” kata Kyuhyun, memberikan kado yang cukup besar dihias dengan pita pink. “Gomawoyo, semuanya” ucapku dan Sooyoung.

“Dan ini hadiah dari fans” ucap Eunhyuk, menunjukan segunung hadiah dari SONE dan ELF. Aku melongo melihat sebegitu banyak hadiah itu. Tapi, Sooyoung langsung menghampirinya dengan senyum bahagia.

Kami merayakan ulang tahun kami dengan ceria. Memotong kue, bernyanyi, dan bercanda. Padahal, sebelumnya aku dan Sooyoung sudah sangat takut mereka akan marah sekali pada kami ternyata, mereka mengerjai kami.

Acara ditutup dengan Leeteuk dan Taeyeon yang berduet bersama. Aku tersenyum. Gomawo semuanya. Aku sangat senang.

Sooyoung POV

Aku menatap Leeteuk dan Taeyeon yang sedang berduet, baru saja mendapat telfon dari orangtua dan onnie-ku, Soojin. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun padaku.

Aku sangat terharu. Beruntung sekali memiliki keluarga seperti kalian. Gomawoyo, semuanya.

-The end-

Sangil Chukkae! Sooyoung onnie! Siwon oppa!! I’m trending it on twitter loh :DD kekeke~

mohon comment yah.. kalo perlu, tell me your wish (genie dong? ) for Sooyoung and Siwon 😀

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

Hankyung POV

Ah, hari ini ya? hari ini hari ulang tahunku. Tapi, tampaknya tidak ada yang spesial. Tidak ada sama sekali. Ulangtahunku yang ke-27. Yang kuinginkan hanya satu. Bersama member super junior. Bersama keluarga SM. yang sudah tidak akan mungkin lagi.

Aku menyusuri jalan sepi ini. Aku memutuskan untuk kembali ke Cina, setelah keluar dari SM. Memang, aku masih menyayangi mereka semua. Jeongmal. Tapi, ini sudah menjadi keputusanku yang sedikit kusesali.

Aku jadi ingat, kenangan-kenangan dengan mereka semua, ke-12 sahabatku, dan seorang yeoja… yang pernah menjadi orang spesial di hatiku. Seorang yeoja, yang menjadi salah 1 member girlband terkenal di Korea, So Nyeo Shi Dae. Seorang yeoja, bernama Choi Sooyoung.

FLASHBACK (yg hurufnya miring itu flashback-nya)

“Hankyung oppa!” panggil sooyoung. “Sooyoung-ah! Kami ini sedang latihan tau” omel Leeteuk. “Tapi, aku kangen pada hankyung oppa” katanya sambil cemberut. “Nanti, setelah latihan aku akan menemuimu deh” kataku sambil mencubit pipinya gemas.

“Yasudah deh” katanya sambil keluar dari ruang latihan kami. “Nah, ayo kita lanjutkan” perintah Leeteuk.

Aku menatap mereka semua dengan sendu. Apa iya, aku harus meninggalkan mereka? Meninggalkan Sooyoung? Tapi, aku sudah memutuskan ini semua jauh-jauh hari.

“Wae, hankyung?” tanya Eunhyuk. “Gwenchana. Ayo, latihan” kataku, menebarkan senyum palsuku. Aigo… aku tidak sanggup harus mengatakan ini semua pada mereka.

Aku latihan dengan tidak konsen, sehingga sering kali dimarahi Leeteuk dan Eunhyuk. “Jangan mikirin Sooyoung mulu!” ucap Kyuhyun. “Bilang saja kau cemburu, kyu” ujar Yesung. Cemburu? Apa Kyuhyun menyukai Sooyoung? Banyak rumor tentang mereka sih. Hm, mungkin Kyuhyun bisa menjaga sooyoung saat aku pergi nanti.

Selesai latihan, aku langsung menuju ke ruangan Lee Soo Man untuk menemuinya. Tapi sebelumnya, aku pergi ke ruang latihan SNSD dulu.

“Annyeong haseo” sapaku. Untunglah mereka belum mulai latihan. “Oppa!” panggil Sooyoung sambil berlari ke arahku. “Annyeong haseo, hankyung-ssi” sapa Taeyeon. Aku mengacak-acak rambut sooyoung. Ah, aku benar-benar tidak rela meninggalkannya.

“Sudah selesai latihan, oppa?” tanya sooyoung. “Nde. Ah, aku lelah sekali” kataku. Sooyoung mengusap keringatku dengan sapu tangan pinknya. Aku tersenyum. “Ya! Choi Sooyoung! Ayo mulai latihan! Mianhae, hankyung-ssi. Kami harus latihan.” ujar Sunny.

“Gwenchana. Aku pergi dulu ya” kataku. Sebelum pergi, aku mengecup kening sooyoung. Hubungan kami ini sangat dirahasiakan. Hanya member super junior dan member SNSD yang tau. Karena, kalau media dan fans sampai tau?? Pasti hanya akan menambah anti-fans.

Aku berjalan menuju ruangan Lee Soo Man. Hatiku berdebar. Aku rasanya ingin menangis.

Aku berjalan dengan pelan, merasakan hembusan angin menerpa wajahku. Kuhirup udara segar sebanyak-banyaknya. Andai saja, mereka ada disini, walau hanya 1 menit, aku ingin sekali melihat mereka lagi.

“APA? KAU SUDAH GILA YA??!!” seru Soo Man marah. Yeah, aku yakin dia pasti marah setelah aku memutuskan untuk memutuskan kontrak dengan SM.

Apa sih yang kupikirkan waktu itu? Ah, andai waktu bisa terulang kembali.

“Bagaimana mungkin kau bisa keluar dari SM??” tanya Leeteuk sangat syok saat berita itu disampaikan oleh Soo Man pada seluruh keluarga SM. Aku bisa merasakan pandangan mereka padaku. Merasakan pandangan sedih sooyoung. Mianhae, semuanya. Asal kalian tau, aku sangat menyayangi kalian.

“Oppa…?” tanya sooyoung dengan mata berkaca-kaca. Annio. Aku mohon, jangan menangis! Itu akan membuatku semakin sedih. Kumohon, jangan keluarkan sedikit pun air matamu.

“Mianhae.” hanya itu yang bisa kukatakan. Dia menangis, dan keluar dari ruangan. Argh… aku tidak sanggup melihatnya menangis, apalagi gara-gara aku.

Aku masih mengingat dengan jelas. Bagaimana dia menangis saat berbicara berdua denganku. Dan yang bisa kulakukan hanya minta maaf, tak bisa mengehntikan air mata itu mengalir.

“Dengan ini, Sudah diputuskan. Hankyung-ssi resmi keluar dari SMentertainment dan tidak ada kontrak lagi.” umum hakim saat persidangan, memutuskan aku memenangkan sidang dan keluar dari SM. Tidak ada yang senang, begitu juga aku.

Aku merasa sangat kehilangan. Tapi, ada sesuatu yang walaupun kau tidak suka, harus kau jalani. Aku sangat menyayangi mereka semua.

Kulihat, semua member super junior bersedih, begitu juga dengan member-member SNSD, bahkan shinee, f(x), dan lain-lain. Apalagi Sooyoung. Aku tidak sanggup melihatnya menangis seperti itu yang sedang ditenangkan oleh Kyuhyun.

Aku berhenti dari jalan-jalan tanpa arahku, memandang sekitarku. Rerumputan hijau, angin yang sejuk, pohon-pohon yang menaungi jalan setapak yang kuinjak.

Aku ingat, bagaimana tersebar rumor bahwa aku keluar karena SNSD yang tidak menghormatiku. Apa netizen itu sudah gila? Mana mungkin, gara-gara mereka? Aku dan member-member SNSD itu kan berteman dengan sangat baik. Mereka semua sudah kuanggap seperti adik-adikku sendiri.

Aku memutuskan untuk berjalan kembali ke rumah, dengan kenangan-kenangan indah saat menggung bersama super junior, bermain bersama di dorm, dan berkencan bersama sooyoung.

Tak terasa, air mataku sudah menetes. Dasar cengeng, gumamku. Tapi, kenangan-kenangan indah itu memang membekas di hatiku, selalu tak siap aku buang, Terlalu indah.

Aku masuk ke kamarku, memutuskan untuk browsing sebentar mengenai kabar mereka. Rumor tentang SNSD yang menjadi penyebab aku memutuskan kontrak itu sepertinya sudah diluruskan. Aku tidak ingin semakin banyak anti-fans mereka, karena mereka adalah gadis-gadis yang hebat.

Aku menemukan berita tentang sooyoung dan chansung, atau sooyoung dan kyuhyun. Syukurlah tampaknya sooyoung tidak apa-apa. Aku melihat-lihat fotonya, rindu untuk mengelus pipi yang chubby itu, membelai rambut yang halus itu.

Aku menemukan berita tentang para ELF.

‘Aku rindu hangeng oppa!’

‘Kapan ya, hangeng bisa bersama suju lainnya?’

‘hankyung oppa, kibum oppa, kangin oppa, saranghae’

Aku tersenyum membacanya. Gomapsumnida, ELF-ku yang setia. Yang masih terus mendukungku. Maafkan aku, yang telah mengecewakanmu. Tapi sungguh, akupun tak ingin berpisah dengan keluarga SM.

Kringggg! Bel rumahku berbunyi. Aku heran. Siapa yang datang? Aku tidak sedang ada tamu seharusnya.

Aku keluar menuju ruang tamu, membukakan pintu dan…

“SURPRISEEE!!!” seru 10 orang di depanku itu. Aku hanya melongo dan terkejut, memastikan ini semua bukan mimpi. Bahkan mengucek mataku dan mencubit lenganku sendiri.

“Oppa, boghosippo!!” seru Sooyoung, menghambur ke dalam pelukanku. Leeteuk, Eunhyuk, Taeyeon, Jessica, Yesung, Sooyoung, Shindong, Sungmin, Kyuhyun, dan Donghae kini berdiri di depanku.

“Yang lain tidak bisa datang. Ada pekerjaan. jadi hanya kami yang datang” kata Yesung. “Nde. Sangil chukkae, oppa!” seru Jessica.

“Kami rindu padamu!” seru Donghae. Ya Tuhan, apa ini mimpi? Mimpi yang paling indah. Aku terharu. Sangat terharu, tak terasa air mataku pun keluar.

“Eeh… kok malah menangis?” ucap Taeyeon bingung. “Apa ini… benar-benar kalian?” ucapku seperti orang bodoh.

“Tentu saja, hankyung!” seru Leeteuk. “Kami jauh-jauh datang ke Cina, berharap disambut dengan makanan yang banyak, tapi malah berdiri di depan rumahmu dengan kau yang berdiri seperti orang bodoh?” ucap Shindong.

Aku tersenyum “Gomapsumnida, Chingu. Aku… aku sangat bahagia.” kataku. Aku menoleh pada sooyoung, yeoja yang selama ini sangat kurindukan.

Aku memeluknya. Ah, rasanya sudah lama sekali merasakan tubuhnya di dalam dekapanku. Lalu, aku menciumnya, menempelkan bibirku di bibirnya. Yang lain berteriak-teriak menggoda, tapi aku tak peduli. Aku sangat sangat bahagia.

“Ini, untukmu!” ucap Eunhyuk, mengeluarkan sebuah kotak besar yang dibungkus kertas kado dengan rapi. “Gomapsumnida” kataku sambil tersenyum, dengan senyumku yang paling lebar.

“Kau mau kami masuk atau tidak nih?” sindir Shindong. “Oh, mianhae. Silakan masuk” kataku canggung. Mereka masuk sambil berebutan. Aku merangkul sooyoung.

“Ini… kado terindah” kataku. Dia tersenyum dengan manis. “Apa, kalian tidak marah padaku?” tanyaku padanya.

“Mana mungkin. kau .. selamanya, tetaplah bagian dari keluarga SM.” kata Sooyoung yakin. Yeah, mereka inilah, yang sedang mnggerataki rumahku, keluargaku. Selama-lamanya.

-the end-

Author bikinnya cuma drabble ^^ hehe

and.. happy b-day Hangeng oppa! This is my gift for you LOL

and… comment yah :))

[Sequel] Sister Complex

Posted: February 2, 2011 in Romance, sequel
Tags: , , , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

ini sequel-nya story at seoul school (you are my destiny) berhubung banyak yang minta sequelnya, jadi author bikin deh. hehe happy reading ^^

Onew POV

“Onew oppa!” panggil seseorang di belakangku. Aku menoleh, melihat sosoknya dari kejauhan yang berlari menghampiriku sambil melambaikan tangan.

“Sooyoung-ah” sapaku padanya. “Ah, oppa… kok tidak memelukku atau apa kek.” katanya sambil memasang tampang cemberut. “Ehh? Memelukmu? Untuk apa?” tanyaku bingung.

Dia menghela napas “seperti di film-film dong. Pagi-pagi si cewek berlari menghampiri cowoknya yang disambut pelukan hangat dari si cowok.” jelas Sooyoung.

Aku hanya mengacak-acak rambutnya. Terkadang aku tertawa sendiri melihat tingkahnya yang lucu dan kekanak-kanakan. Dia ini, Choi Sooyoung adalah yeoja chinguku.

Ada sedikit keributan di depan. Aku dan Sooyoung melangkah masuk dan melihat seorang namja yang merupakan juniorku sedang memalak temannya.

“Mana?? Berikan uangmu!” seru si namja dengan galak. Temannya hanya menunduk “tapi kau kan sudah kaya… kenapa meminta uangku” katanya dengan takut-takut.

“Ooh.. kau berani melawan ya! Rasakan ini!” namja pemalak itu hendak menonjok temannya yang sudah memejamkan matanya karena takut.

“YA! CHOI MINHO!” seru Sooyoung, membuat adiknya melepaskan cengkraman pada temannya itu. “Sudah kubilang berapa kali…” omelan Sooyoung terputus dengan jawaban minho “nde, mianhae noona-ah.” jawabnya. Tapi tetap saja, dia akan terus mengulangi perbuatannya itu.

“Jangan pernah mengulanginya.” tegasku padanya. Hei… bukan maksudnya kepo (emang di korea ngerti kepo?) tapi, sebagai ketua OSIS, iya, aku memang ketua OSIS disini dan aku wajib memperingatkan siswa-siswa bandel yah, seperti adiknya pacarku ini.

“Cih, cerewet kau! Mau kutonjok juga?!” ancamnya dengan tangan mengepal. Dia cukup menakutkan karena dia lebih tinggi dariku dengan sorot mata tajam dan postur tubuh tegap.

“Minhooo” ucap sooyoung memperingati adiknya itu. Minho menurunkan tangannya dan pergi ke kelasnya. Entah apa sih yang membuat orang itu begitu menurut pada noona-nya yang hanya mengucapkan namanya daripada aku, ketua OSIS yang bisa saja membuatnya keluar dari sekolah.

Aku masuk ke kelasku. Suasananya cukup aman dan tertib, yah… kecuali si Siwon yang terus berkoar-koar tentang kekayaannya atau apalah. Ada saja setiap hari yang dia sombongkan. Dan selalu ada saja yang tidak punya kerjaan lain dan akhirnya mendengarkannya.

Sialnya, Siwon ini adalah kakak Sooyoung. Yah.. aku juga bingung bagaimana dia bisa memiliki saudara-saudara yang menyebalkan seperti itu.

“Hei, ssica-ah! Kau punya uang darimana tuh membeli jaket sebagus itu?” tanya siwon meremehkan. Selain berkoar tidak jelas tentang kekayaannya, dia juga selalu mempunyai bahan untuk diejek. Salah satunya Jessica, teman sekelasku.

“Ini diberikan jaebum kok.” jawab jessica tenang-tenang saja. Sepertinya kupingnya sudah kebal mendengar hinaan Siwon. “Oh, jadi kau pacaran dengannya hanya untuk memelorotinya ya? Jaebum! Putuskan saja dia!” ejek Siwon lagi.

BYUURRR 1 botol air sukses mengguyur Siwon. Dengan wajah merah karena marah, Jessica menuangkan air minumnya. “Jaga mulutmu, dasar sombong! Aku ini tidak seperti itu tau!” seru jessica marah.

“Cewek sialan! Sudah miskin, belagu pula!” seru Siwon marah. Sangat marah. Dia hendak menampar Jessica. Tangannya ditahan oleh Jaebum “jaga tindakanmu itu, Choi Siwon!” ucapnya dingin. Sangat sangat dingin. Sepertinya, tanda-tanda perkelahian akan dimulai.

“Sudah! sudah! Kembali ke tempat kalian semua. Pelajaran sudah mau dimulai. Dan, Choi Siwon. Benar kata Jaebum. Jaga omonganmu itu.” ucapku, berhasil menetralkan suasana.

Kulihat Siwon keluar dari kelas. Mungkin untuk mengeringkan dirinya sambil menatap tajam ke arahku. Wow, hebat sekali kau Onew! Kau sukses tidak mendapat restu dari adik dan kakaknya pacarmu.

-End of POV-

Author POV

“Sooyoung-ah, mau kuantar?” tawarku saat pulang sekolah. “Hmm… boleh oppa.” katanya sambil merangkul lengan Onew dengan manja. Onew mencubit hidungnya dengan pelan.

“Sooyoung-ah… apa yang kau lakukan dengannya?” tanya Siwon yang tiba-tiba muncul seperti hantu bersama adiknya, Minho.

“Eeh? Memangnya kenapa?” Sooyoung balik bertanya. “Memangnya kenapa?” kata Minho membeo “Ngapain noona merangkul tangannya ini?” tambah Minho.

“Apa salahnya? Dia kan pacarku” jawab Sooyoung santai. Oke, pasti akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. batin Onew.

“MWO???” seru Minho dan Siwon bengong dan terperangah seakan-akan melihat SNSD konser lagu Ring ding dong di depan mereka sambit striptease.

“Tapi tapi tapi….” “Kok noona mau sih sama dia?” kata Minho sambil menunjuk Onew seakan-akan Onew-lah yang telah merencanakan konser SNSD itu (author lagi stress lalalala)

“Apaan sih? Kalian kok terkejut begitu? Seakan-akan aku ikut trainee SM terus jadi member SNSD aja!” protes Sooyoung melihat kedua saudaranya itu menatapnya dengan tatapan aku-tidak-percaya

“Apa aku seburuk itu?” tanya Onew polos. “Annio oppa. Kau yang terbaik kok.” kata Sooyoung sambil mencium pipi Onew, yang tentu saja membuat kedua saudaranya menganga semakin lebar.

“Aku tidak setuju!” seru Siwon dan Minho bersamaan. “Memangnya ada yang minta kalian setuju?” cibir Sooyoung sambil memeletkan lidahnya.

“Nanti kubilang pada appa kalau adikku yang cantik ini sudah pacaran loh.” ancam Siwon. “eeh… jangan oppa!” ucap sooyoung cepat-cepat. Appa-nya itu memang paling tidak suka kalau salah satu anaknya berpacaran entah kenapa.

“Makanya, jangan berpacaran dengannya!” timpal Minho. “Memangnya kenapa sih?” tanya Onew bingung. Tapi, tidak ada yang menghiraukannya seakan dia tidak ada.

“Memangnya kenapa?” tanya Sooyoung. “Karena… dia tidak pantas untukmu!” seru Siwon sambil menunjuk Onew. “Nde. Aku tidak rela noona-ku tersayang diambil olehnya.” rengek Minho manja.

Benar-benar berbeda kelakuan minho dan siwon pada teman-temannya dan pada saudara perempuannya itu. Berbeda 180 derajat. “Sister Complex~” komentar Onew.

Spontan mereka menengok ke arah Onew. “Apa kau bilang?” tanya Minho. “sister complex. si…ster… com…plex…” ulang Onew dengan slowmotion seperti mengajari anak TK

Siwon dan Minho saling berpandangan. “Apa itu?” tanya Siwon polos. Onew menepuk jidatnya. “Sudahlah, lupakan.” ucap Onew.

“Pokoknya, kau tidak boleh berpacaran dengannya ya Sooyoung-ah…” kata Siwon sedikit memohon. “Shireo! Oppa jahat! Kau juga dongsaeng.” kata Sooyoung lalu menggandeng tangan Onew dan pulang meninggalkan minho dan siwon yang meneriakan namanya di belakang.

“Ah, lupakan saja siwon oppa dan minho. Mereka memang aneh.” kata Sooyoung sambil memakan Biskuit yang terletak di dashboard mobil Onew.

“Kekeke. Mereka memang aneh. Tapi, yang lebih aneh adalah kau.” kata Onew, sambil terus berkonsentrasi menyetir. “Mwo? Kok aku yang aneh?” protes sooyoung.

“Mereka itu sangat sombong dan sangat kasar. Benar-benar dibenci seantero sekolah. Tapi kau, membuat mereka kelihatan lemah dan bodoh begitu. Aku heran, apa sih yang kau lakukan pada mereka sehingga kau bisa jadi pawang mereka?” jelas Onew.

Sooyoung menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Entahlah. Molla. Tapi, yang kutau. Walaupun mereka itu sombong dan sok jagoan, mereka sangat sayang padaku.” jelas Sooyoung.

“Mereka dekat denganku dan selalu manja padaku. Mungkin karena hanya aku saudara perempuan mereka. Di rumah, mereka anak baik kok. Entah di sekolah berubah jadi monster seperti itu.” jawab sooyoung, melahap biskuit terakhirnya.

Onew mengangguk-angguk mengerti. “Hei, apa boleh aku ke rumahmu?” tanya Onew tiba-tiba. “Mwo? Untuk apa?” tanya Sooyoung terkejut.

Onew mengangkat bahunya “hanya penasaran dengan tempat yeoja chinguku meghabiskan waktu selain di sekolah.” jawab Onew.

“Arasso. Tapi, jangan pernah mengaku sebagai pacarku. Atau… yah, kau tidak akan mau melihat appa marah. Saat dia marah, bisa saja dia membubarkan Super Junior tau! arasso?” ucap Sooyoung.

Onew bergidik ngeri dan mengangguk, membayangkan apakah appa-nya Sooyoung seseram itu. Atau, jangan-jangan appa-nya sooyoung Lee Soo Man? Eh, tidak mungkin. Marganya saja sudah beda (Onew..onew.. mikir apaan sih?)

“Arasso. Besok aku akan ke rumahmu.” kata Onew. “Kenapa tidak hari ini?” tanya sooyoung.

“Kekeke. Aku kan ingin menyiapkan mental dan segala sesuatunya untuk bertemu calon mertua dan saudara iparku.” kata Onew. “Calon mertua? Saudara ipar?” goda Sooyoung.

“Oh, memangnya kau tidak mau menikah denganku?” goda Onew. “Ah, oppa… Tentu saja aku mau!” seru Sooyoung sambil mencium pipi Onew.

“Annyeong, Soo-ah!” kata Onew sambil melambaikan tangannya pada sooyoung yang hendak masuk ke rumahnya. “Annyeong, oppa! Gomawo sudah mengantarku” balas sooyoung sambil berteriak.

Esok harinya…

Siwon POV

Aku melangkah memasuki kelasku dengan tampang yang kubuat se-belagu mungkin, membuktikan aku ini yang paling berkuasa disini.

Tapi, wajah yang sudah kubuat sedemikian rupa itu luntur seketika melihat adik tersayangku ada di kelasku. Heran deh, bagaimana dia bisa secepat itu sampai padahal kami ber-3 dengan minho berangkat bersama. Tapi, dia sedang bercanda dengan Onew dan Onew merangkul pinggangnya.

“Sooyoung-ah…” panggilku. Dia menoleh dan tersenyum “Wae-yo, oppa?” tanyanya. “Kok kau mau sih dirangkul-rangkul dia?” tanyaku sambil cemberut. Beberapa anak ada yang cekikikan langsung saja aku menatap mereka “Kenapa kalian tertawa begitu? Dasar, gembel!” seruku yang berhasil membuat mereka diam.

“Memangnya kenapa? Kan kemarin sudah kubilang. Onew ini, pacarku. pa-car-ku.” jelas Sooyoung. “Apa bagusnya dia sih? Kupikir kau sama si Kyuhyun itu. Aku lebih setuju kau bersamanya daripada si cerewet yang sok suci ini.” kataku gusar.

“Kau tidak berhak mengatur hidupku, oppa.” kata sooyoung yang sepertinya sudah mulai kesal. “Tentu aku berhak. Aku ini kakakmu. Aku tidak mau adikku berpacaran dengan orang seperti dia.” kataku ngotot.

“Mwo? Annio. Kau tidak berhak! Aku yang memutuskan untuk memilih. Kenapa kau jadi kolot begini sih?” katanya dengan marah. “Kan karena aku sayang padamu” jawabku tak kalah kesal.

Sooyoung dengan kesal meninggalkan kelasku. Wow, hebat sekali ketua OSIS ini. Berhasil membuat adikku marah padaku.

“Ini gara-garamu, Lee Jin Ki!” seruku marah padanya. “Eeh? Ini salahku? Ini kan salahmu yang over protektif pada sooyoung.” ujarnya.

“Kau ini! Sadar dong! Kau ini tidak pantas untuknya. Kau terlalu baik hati dan lemah. Berkebalikan dengan sifat sooyoung. Bukankah nanti dia akan merasa terkekang kalau bersamamu?”

“Nanti dia tidak bisa mengekspresikan dirinya! Nanti dia tidak akan jadi dirinya sendiri! Kenapa? Karena kau adalah anak baik kesayangan guru, dan dia anak yang nakal dan manis.”

“Banyak namja yang menyukainya. Dan mereka tidak akan mengekang Sooyoung seperti yang kau lakukan. Jangan egois.” ucapku panjang lebar.

Sebenarnya, bukan itu juga pemikiranku. Aku hanya tidak rela adikku berpacaran dengannya. Mungkin benar, aku dan Minho ini sister complex yang setelah kucari artinya lewat google translate.

Tapi, mau sister complex, mau sister apalah… pokoknya aku dan Minho tidak akan membiarkan adik perempuanku berpacaran dengannya yang sok selalu benar ini!

-End of POV-

Minho POV

Aku memasuki kelasku dengan tampang yang kubuat sesangar mungkin, membuktikan aku yang paling berkuasa disini.

“Sooyoung noona, chakkaman!” seru seseorang di belakangku. Mendengar nama noona kesayanganku itu desebut, aku langsung menengok.

Rupanya itu anak seangkatanku yang beda kelas denganku dan sedang mengejar sooyoung noona. Dia tampak membawa coklat dan bunga untuk diberikan padanya.

“Apa yang mau kau lakukan pada noonaku?” tanyaku sambil neghadang jalannya. “Eeh.. aku hanya mau memberikan ini untuknya.” katanya takut-takut.

“Cih! Mana pantas kau! Terlalu jelek dan pendek! Buang saja.” kataku hendak membuang coklat dan bunga itu. “Chakkaman” kata sooyoung noona tiba-tiba lalu mengambil coklat dan bunga itu.

“Kamsahamnida. Coklatnya sepertinya enak.” kata sooyoung noona sambil tersenyum. Namja itu seakan meleleh dan langsung mengangguk dan pergi, mungkin takut dengan nasibnya di tanganku.

“Minho! Apa sih yang kau lakukan?” kata sooyoung noona, mungkin sudah lelah dengan semua hal yang sudah kuperbuat.

“Onew oppa!” panggil sooyoung noona tiba-tiba melihat Onew hyung yang sedang berjalan melewati kami. “eeh.. sooyoung?” responnya.

“Ah, mianhae tadi aku langsung pergi. Habis aku kesal sekali dengan Siwon oppa.” kata sooyoung noona sambil menyenderkan kepala di bahu Onew dengan manja.

“Iih… noona! Ngapain kau menyender begitu sih?” protesku. “Memangnya kenapa? Kau jangan jadi menyebalkan juga ya seperti Siwon oppa.” kata sooyoung noona. Aku jadi penasaran, apa yang telah diperbuat siwon hyung.

“tapi, Onew hyung memang tidak pantas untuku noona.” kataku sedikit merengek. Kurasa, aku dan Siwon hyung memang sister complex yang kemarin kami cari artinya lewat google translate.

“Kenapa sih kalian berdua ini?! Tidak mau melihat aku bahagia ya?” kata Sooyoung kesal lalu pergi.

“Ini gara-garamu! Sooyoung noona sampai marah padaku!” seruku pada Onew dan hendak menonjoknya. Tapi, dia dengan 1 tangan menahan tanganku yang terkepal “Diam! Aku ini sedang bingung tau!” teriaknya marah.

Aku melongo dan terkejut. Dia cukup kuat juga. batinku dalam hati.

Onew POV

Apa benar apa yang dikatakan Siwon? Apa aku ini hanya pengekang bagi sooyoung? Karena sifatku yang terlalu baik ini, jadi mengekang sifat kekanak-kanakan dan kenakalan sooyoung?

Tapi, aku tidak mau kehilangan sooyoung. Aku akan membuktikan, bahwa aku ini adalah pendamping yang pantas untuknya.

Aku merapikan dandananku sekali lagi. Kulihat diriku di cermin sebelum berangkat ke rumah sooyoung. Benar-benar seperti bukan aku. Kukenakan jaket kulit hitam, dan memakai kacamata hitam. Rambutku kupakaikan gel dan kubuat jabrik seperti naruto. The real bad boy.

Berbeda dengan sebelumnya, aku selalu mengenakan kaos biasa atau kemeja. Aku tidak pernah menggunakan gel, membiarkan rambut hitamku turun begitu saja. The real good boy.

Aku menyetir menuju rumahnya. Sesampainya disana, langsung kutekan belnya. Ringdingdong ringdingdong. Bunyi bel yang cukup unik. pikirku.

Perlahan, pintu itu dibuka. It’s show time! Ternyata, Sooyoung yang membukakannya. “Cari siapa?” tanyanya bingung. “Sooyoung-ah! Ini aku!” kataku sambil memeluknya.

“Mwo? Onew oppa?” tanyanya terkejut melihat penampilanku. “Ehm, kok penampilanmu begini?” tanyanya bingung.

“Siapa disa… oh, siapa kau?” tanya Minho yang ikut-ikutan nimbrung. “Sepertinya wajahnya aku kenal.” kata Siwon sambil memperhatikanku dari ujung rambut hingga ujung kuku jari kakiku.

“Aku Onew.” kataku sambil memutar bola mataku. Masa tidak ada yang mengenaliku sih?

“Mwo? Lee Jin Ki?” ucap Siwon terkejut. “Kau ini konyol sekali tau! berdandan seperti itu! bwahahahah” ejek Minho. Aku cuek saja. Tapi, Sooyoung tidak.

“Kalian ini! Hentikan! Dan, Siwon oppa! Aku tau apa yang kaukatakan pada Onew oppa tadi pagi. Jessica onnie memberitahuku. Kau ini jahat sekali sih. Kalian tidak mau aku bahagia ya?” seru Sooyoung marah lalu menggandengku pergi.

Kami pergi tanpa arah. “Sooyoung-ie, apa aku salah melakukan ini?” tanyaku. “Annio, oppa. Tapi, masa kau lebih percaya Siwon oppa sih? Aku ini mencintaimu. Apa adanya. Aku tidak pernah merasa kau mengekangku atau apalah.” katanya sambil menatapku.

“Nde. Mianhae. Aku hanya takut, aku ini hanya menjadi pengekangmu dan membuatmu tidak bebas. Aku melakukannya karena… saranghae, Sooyoung-ah.” kataku sambil tersenyum.

Aku memeluknya dengan erat dan mengecup keningnya. Siwon dan Minho tampaknya mengejar dan mengikuti kami.

“Awas, noonaaa!” seru Minho, melihat sebuah pot bunga terjatuh dari beranda rumah di atas kami. Spontan, aku langsung mendekap sooyoung dan membalikkan badan untuk melindunginya. Pot itu jatuh mengenai kepalaku.

Rasanya pusing~ Eeh, ada member F(x) berputar-putar di kepalaku. Mereka sedang menari Nu Abo bersama dengan Britney Spears. kekeke.

“oppa… kau tidak apa-apa?” tanya Sooyoung cemas yang menyadarkanku. Aku merasa bibirku panas dan menjilatnya, merasakan rasa pahit darah di lidahku.

Aku meraba hidungku dan mendapatinya berdarah. Kepalaku serasa akan pecah dan lagu Nu Abo masih terngiang-ngiang. Untung saja sepertinya tengkorak kepalaku tidak sampai pecah mengeluarkan isi kepala dan otakku.

“Gwen.. gwenchana.” kataku berusaha bangkit. Aku memegangi kepalaku yang seakan-akan dipukul-pukul oleh Minho dengan menggunakan high heels yang SNSD pakai di Gee tapi, lagu Nu Abo sudah tidak terdengar lagi.

Sooyoung mengusap-usap kepalaku dengan lembut, memberikan kesembuhan tersendiri. “Siwon, Minho-ah. Apa dengan ini aku bisa membuktikan, kalau aku ini cukup kuat untuk melindungi saudara perempuan kalian ini?” ucapku.

Mereka berdua terperangah. “aku…” “Arasso, Onew. Tapi, bukan berarti kami merestui. Kami hanya memberi ijin sementara.” kata Siwon.

Aku mengangkat sebelah alisku. Orang yang aneh, pikirku. “Pokoknya, jangan sampai kau membuat Sooyoung noona terluka atau menangis SEDIKITPUN, atau kubuat kau kesakitan sampai lagu Nu Abo terngiang-ngiang di kepalamu selamanya!” ucap Minho sinis.

Aku mengangkat alisku lebih tinggi. Hei, bagaimana dia tau tentang lagu Nu Abo itu? batinku.

“Tidak akan. Aku berjanji.” kataku sambil memberi gesture peace dengan jariku, pertanda aku berjanji dan merangkul Sooyoung. Aah… akan ada banyak lagu Nu Abo.. ah annio. Maksudku, akan ada banyak rintangan dalam kisah cintaku dan Sooyoung tapi, cinta kami itu kuat. Aku yakin itu. Buktinya, masalah Sister Complex ini bisa terselesaikan! keke~

NO COPYCATER! BE CREATIVE!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

Sesampainya di rumah sakit, Seohyun langsung dibawa ke UGD. Taeyeon dan Changmin langsung ke rumah sakit begitu mendengar berita tentang Seohyun. Mereka ber-9 menunggu dengan cemas.

“Ini salahku.” gumam minho. “Annio. Ini salahku yang terlalu ceroboh. sahut ssica yang kelihatannya masih syok. “ya! Berhentilah menyalahkan diri kalian sendiri! lebih baik kita doakan seohyun sekarang.” ucap Taeyeon.

Author POV

Mereka menunggu kurang lebih selama 3 jam. Akhirnya, seorang dokter yang merawat Seohyun keluar dari ruang UGD. “Dokter, oohtoke?” tanya minho cemas. Mereka semua langsung mengerubungi dokter itu.

Dokter itu mendesah. “Kondisi Seo Joohyun-ssi sangat kritis. Dia kehilangan banyak darah…” jelas dokter itu. “Kalau begitu, donorkan saja darah!” ujar Kyuhyun.

“Kami akan melakukan yang terbaik. Siapa yang bergolongan darah A disini?” ucap dokternya. Mereka semua saling berpandangan, karena tidak ada satupun dari mereka yang bergolongan darah A.

“ngg, golongan darahku O. Apa bisa?” tanya Sooyoung. (buka buku biologi, O itu donor universal) Dokter itu mengangguk. “Bisa. Ayo, ikut saya.” katanya. Sooyoung lalu mengikuti dokter itu.

2 jam kemudian…

“Aigoo… aku ngantuk sekaliii” ujar ssica sambil menguap. “Tidak puas kau tidur tadi?” sindir Sooyoung. Biasanya, ssica akan membalas, tapi, karena mengingat kejadian tadi, dia hanya tertunduk.

“Ya! onnie-ah, mianhae… aku hanya bercanda kok.” ujar sooyoung melihat ssica yang tertunduk. ssica hanya membalas dengan senyum kecut.

Dokter keluar sekali lagi dari ruangan itu. Wajahnya terlihat lelah dan sedih. Semuanya langsung mengerubutinya. “Seo joohyun-ssi mengalami luka yang cukup dalam. Kami harus mengoperasinya. Tapi, resikonya cukup tinggi. Tapi kalau tidak dioperasi akan membahayakan nyawanya.” terang dokter itu.

“Chakkaman. akan kutelepon orangtua seohyun.” kata leeteuk sigap sambil langsung menelepon orangtua seohyun.

“Yeoboseyo? Mianhamnida, ahjussi mengganggu malam-malam begini. Ini mengenai seohyun. Dia harus dioperasi karena lukanya cukup dalam. Oohtoke, ahjussi?” terang leeteuk dengan cepat. Akhirnya, leeteuk mengangguk lalu menutup teleponnya.

“Orangtua Seohyun menyetujuinya. Masalah biaya mereka akan mengurusnya.”

Dokter itu mengangguk, memanggil beberapa suster lalu masuk lagi ke ruangan untuk mengoperasi Seohyun.

“Kalian tidak pulang saja?” tanya Taeyeon, melihat wajah teman-temannya yang sudah kelelahan. “Nde. Biar aku dan Minho yang menjaga Seohyun.” kata Leeteuk.

“Mana bisa. Kami semua akan menunggu Seohyun.” ujar Yoona dengan mantap.

7 jam kemudian….

“Ngg.. permisi.” kata-kata itu berhasil membangunkan leeteuk yang memang mudah untuk bangun tidur, tidak seperti jessica.

“Wae, suster?” tanya Leeteuk pada suster yang membangunkannya. “Ada yang dokter ingin bicarakan. Silakan ke ruangannya.” terang suster itu.

Leeteuk menoleh melihat teman-temannya masih tertidur sangat pulas lalu mengangguk dan mengikuti suster itu.

“Annyeonghaseo. Ada apa dok?” tanya Leeteuk, penasaran dan cemas.

“Ehm, Operasi berjalan dengan cukup baik. Tapi, sayangnya, Seo Joohyun-ssi sedang ehm, koma.” kata dokter itu tanpa basa-basi.

“Mwoerago? Koma? Berapa lama?” tanya Leeteuk terkejut. Dokter itu menggeleng. “Saya tidak tau. Mungkin hanya beberapa minggu, tapi bisa juga untuk beberapa tahun.” kata dokter itu.

“Tapi.. seohyun pasti selamat kan?” tanya leeteuk lagi harap-harap cemas sambil menekankan bagian ‘pasti’. Dokter itu menggeleng lagi. “Entah. Saat pasien koma, saya tidak bisa memastikan keadaannya.” jawab dokter itu yang membuat leeteuk lemas.

Leeteuk berjalan dengan gontai kembali ke tempat teman-temannya. “Ah, itu dia! Leeteuk oppa! Kau dari mana?” tanya taeyeon yang langsung menghampiri leeteuk.

“Tadi aku habis ke tempat dokter.” kata leeteuk. “Ada apa?” tanya minho melihat wajah leeteuk yang sedih.

“Seohyun. Dia… koma.” kata Leeteuk. “Mwoo???” koor semuanya kompak. “Ada apa sih? Berisik sekali?” ucap Jessica sambil menguap, tampaknya dia baru bangun tidur.

“Berapa lama?” tanya Changmin, mengabaikan Jessica. Leeteuk hanya mengangkat pundaknya. Dengan kompak, semuanya duduk kembali dengan lemas.

“Ya! Ada apa sih? Donghae oppa, ada apa?” tanya Jessica, cemberut karena dicuekin.

“Seohyun koma.” jawab Donghae. Jessica menunduk sedih. Mungkin dia merasa bersalah. “Ini bukan salahmu kok.” ujar Donghae sambil mengusap kepala Jessica.

Minho beranjak dari kursinya. “Mau kemana minho-ah?” tanya Yoona. “Menjenguk Seohyun.” jawab minho singkat. “Chakkaman! Aku ikuuuuut!” seru Sooyoung dan Yoona yang mendapat peringatan “mohon tenang, ini rumah sakit” dari suster.

Minho POV

Aku berjalan menuju ruangan Seohyun. Haah… Seohyun.. kenapa jadi begini? Kenapa kau jadi seperti ini? Seharusnya kau tidak perlu melindungiku. Seharusnya, aku yang sedang berbaring disana, bukan kau.

“Yoona-ah, apa kita biarkan dulu saja minho berdua dengan seohyun?” bisik Sooyoung noona, yang kedengaran jelas olehku. “Nde. Kita keluar saja yuk.” bisik Yoona noona yang juga, kedengaran olehku.

Aku duduk di samping ranjang seohyun, menatap wajahnya yang pucat dan tidak bergerak. “Seohyun-ah…” panggilku, seperti orang bodoh karena tentu saja, dia tidak akan menjawab.

“Kau tau? Saat kau tertusuk di depan mataku, jantungku seakan berhenti berdetak.” Aku lanjut berbicara, entah kenapa. Padahal aku tau seohyun takkan mungkin mendengarkanku.

“Aku sangat khawatir. Takut, cemas, semua menjadi satu. Apalagi melihatmu seperti ini. Aku sangat sedih. Seakan aku yang terluka lebih parah darimu. Aku sejenak melupakan semuanya bahkan yoona noona saat aku berada bersamamu dan mengkhawatirkanmu.”

“Hanya kau yang ada di pikiranku. Kepalaku dipenuhi dengan ‘bagaimana keadaanmu’. Apa mungkin… aku menyukaimu? Dan telah melupakan yoona noona?”

“Kenapa? Kenapa perasaan ini terlambat kusadari… Saat kondisimu sudah begini. Aku baru menyadarinya. Minho babo!”

“Tapi… seohyun-ie… aku berjanji. Aku akan menunggumu. Menunggumu sadar dan saat itu akulah yang akan kau lihat pertama kali. Mau ini penantian terakhirku, aku akan terus menunggumu.” ucapku lalu mencium keningnya dengan lembut.

Seohyun-ah, saranghae….

End of POV-

1 bulan kemudian…

“Seohyun-ah. Oppa akan wamil hari ini. Kau baik-baik ya. Dan cepat sembuh.” kata Leeteuk pada seohyun yang masih koma.

Hari ini Leeteuk akan mulai wamil, yang tidak direlakan begitu saja oleh sahabat-sahabatnya karena Leeteuk sudah seperti kakak bagi mereka semua dan leader mereka, yang selalu siap kapanpun mereka membutuhkannya. Bahkan Taeyeon sampai menangis, membayangkan hari-harinya tanpa Leeteuk.

“OPPAAAA…” rengek taeyeon sambil memeluk kekasihnya itu. “Sudahlah, Taeyeon-ah. Aku kan pasti kembali.” kata Leeteuk sambil mengecup kening taeyeon.

“Nah, aku pergi ya.” kata Leeteuk, yang lagi-lagi dicegah. Sudah 3 kali Leeteuk beranjak pergi dari rumah sakit untuk memulai wamilnya yang memang diwajibkan untuk semua namja si Korea yang umurnya beranjak 30 dan untuk 3 kali juga dia dicegah.

Kali ini, dia dicegah oleh pelukan hangat Sooyoung, Taeyeon, Yoona, dan Jessica. Mau tak mau, Leeteuk membalas pelukan yeoja-yeoja manja ini.

“Lee Donghae!” panggil Leeteuk. “Wae hyung?” tanya donghae penasaran.

“jaga mereka semua selagi aku tidak ada.” jawab Leeteuk yang disambut anggukan mantap dari donghae. “Kenapa tidak menyuruhku?” tanya Kyuhyun sewot. “atau aku?” timpal Changmin.

“Mwo?? Kalian? Tidak, terimakasih! Apalagi kau, cho kyuhyun! Bisa-bisa kau mengorbankan mereka semua untuk bermain game winning eleven sepuasmu.” jawab Leeteuk.

“Enak saja! Tidak akan pernah kok. Kecuali mungkin kalau game warcraft.” jawab Kyuhyun polos yang disambut tempelengan dari Sooyoung.

“Oh, jadi kau lebih memilih game daripada aku? Daripada kami?” tanya Sooyoung sambil mendelik pada Kyuhyun. “Eeh? Annio. Tidak mungkin lah. Aku pasti memilihmu~” gombal Kyuhyun sambil mencubit pipi Sooyoung.

“Nah, bolehkah aku pergi sekarang?” tanya Leeteuk setengah memohon, berharap teman-temannya tidak menahannya lagi. Bukannya dia ingin cepat-cepat pergi. Tapi, cepat atau lambat, toh dia harus pergi kan?

“teukkie oppa!” panggil Taeyeon saat Leeteuk sudah hendak keluar dari rumah sakit. “Wae-yo?” tanya Leeteuk sambil menghampiri pacarnya yang amat disayanginya itu.

“Saranghae.” kata Taeyeon sambil tersenyum. “Na do saranghae. Jeongmal jeongmal saranghae.” jawab Leeteuk lalu mencium bibir Taeyeon dengan lembut, yang dibalas dengan lembut juga oleh Taeyeon.

“berjanjilah. Saat aku kembali nanti, kaulah yang kulihat pertama kali, taeng.” kata Leeteuk. “Nde oppa. Aku janji.” jawab Taeyeon dan menghambur kedalam pelukan Leeteuk. Setelah melepas pelukannya, akhirnya leeteuk pergi.

“Huaaa… Leeteuk oppa, boghosippooooo~” seru Taeyeon sambil mengaduk-aduk adonan kuenya dengan sekuat tenaga menyebabkan bentuknya menjadi tak karuan.

Sooyoung dan Yoona saling pandang, sepakat shikshins itu tidak akan memakan kue buatan Taeyeon. “Dia kan baru pergi 2 jam yang lalu, noona.” komentar Changmin.

“Biarkan saja, oppa. Dia memang begitu.” kata Yoona. “Sooyoung-ah, Kyuhyun-ah. Aku membuat game baru loh.” kata Donghae yang langsung dihampiri oleh game maniacs, Sooyoung dan Kyuhyun.

“Game apa?” tanya Kyuhyun antusias. “Mudah saja. Lakukan saja apa yang diperintahkan. Seperti menembaki musuh, memanjat tebing, dance, dan lain-lain. Score-nya disimbolkan sebagai cinta. Yang score-nya paling tinggi, berarti yang cintanya paling besar.” jelas Donghae.

“tentu saja, cintaku lebih besar.” PD Kyuhyun. “Enak saja! Jelas cintaku yang lebih besar!” kata Sooyoung tak mau kalah. “Ini, buktikanlah.” kata Donghae memberi sebuah kaset game yang langsung diperebutkan Sooyoung dan Kyuhyun.

“Dasar pasangan yang aneh.” kata yoona. “Kita juga coba yuk game itu.” kata changmin. “Oppa suka main game?” tanya yoona sedikit terkejut karena setaunya, changmin tidak begitu menyukai game. Dia menggeleng “hanya penasaran saja.” jawabnya.

“Hmm.. minho mana?” tanya ssica menyadari minho tidak ada bersama mereka di kamar Taeyeon. “Dia sedang menjaga seohyun.” jawab donghae.

“Dia setia sekali ya. selalu menunggu Seohyun.” komentar taeyeon, yang sedang membuat kue dan sudah tidak merengek-rengek lagi.

“Nde. Aku iri padanya. Bisa sabar begitu menunggu seseorang.” kata ssica sambil menatap jendela memandangi langit yang cerah dan tidak berawan.

“Kau memangnya sedang menunggu siapa?” tanya Changmin. “Seseorang” hanya itu jawaban ssica.

”Oppa! jangan curang dong!” seru sooyoung sambil memukul pelan kyuhyun. “wee… biar. merong~” kata kyuhyun sambil melet dan mencium pipi sooyoung. “ih, oppa!” sooyoung semakin tidak bisa berkonsentrasi dan balas mencium kyuhyun yang membuatnya juga tidak bisa konsentrasi.

“Aku… ingin keluar sebentar ya.” kata donghae melangkah keluar. “Aku juga mau keluar.” kata ssica sambil melangkah keluar juga.

“Jessica noona sudah seperti ekor donghae hyung saja.” kata changmin. “Nde. Aku punya firasat dia menukai donghae.” kata yoona memasang tampang detektif.

Donghae POV

“Oppa!” panggil jessica. Cepat-cepat aku ubah wajah sedihku menjadi gembira. “Wae, ssica-ah? Kok kau mengikutiku?” tanyaku padanya.

“Kau masih belum bisa merelakan sooyoung kan?” tanyanya to the point. Aku terkejut. Jangan-jangan Jessica bisa membaca pikiran orang lain. “eeh.. aku…” aku berusaha mengelak tapi tatapan dari seorang ice princess hanya membuatku gugup dan terdiam.

“Kau pasti sangat sedih ya? Luapkan saja semuanya. Aku mau mendengarkan kok.” katanya sambil tersenyum yang tidak menghilangkan image-nya sebagai ice princess.

“Aku.. memang masih menyukai sooyoung. Melihatnya bahagia bersama kyuhyun terkadang membuatku sakit. Memang menyakitkan melihat orang yang kita cintai bahagia dan yang membuatnya bahagia bukan kita, tapi orang lain.” kataku sambil medesah. “Tapi setidaknya, dia bahagia.” lanjutku.

Payah, air mataku nyaris keluar. Entah kenapa, aku nyaman saat menceritakan semuanya ini ke jessica. Aku merasa dia pasti bisa mengertiku.

“Oppa, lupakanlah dia.” katanya yang membuatku terkejut. “Ada seorang yang menunggumu.” tambahnya lagi. Aku menoleh ke arahnya tapi dia tidak sedang menatapku.

“Mwo?” tanyaku heran. “Oppa…” panggilnya lalu menatapku. Tatapannya itu sedikit membuatku gugup.

“saranghae…” katanya sambil mendesah. “Ah, akhirnya kukatakan juga. Aku sudah tidak sanggup menahannya. Aku memang tidak sabar menunggumu. Menunggumu yang terus saja menatap sooyoung dengan tatapan sayang. Aku tidak kuat memendam perasaan ini.” jelasnya sambil menunduk.

“Ssica-ah…” kataku tapi dipotong olehnya. “Aku tau, kau tidak akan mungkin menyayangiku, seperti yang kau lakukan pada sooyoung. Tapi, aku bersedia menunggu. Berilah aku kesempatan, oppa. Untuk menghiburmu, menemanimu, dan tempat kau mencurahkan isi hatimu. Aku akan menunggu.” katanya.

Yeoja ini… aku memang menyayanginya, yang mungkin hanya sebatas sahabat. Tapi, menerima cintanya hanya akan membuatnya sakit.

“Mianhae ssica. Ini semua hanya akan menyakitimu.” kataku. Dia menggeleng “Aku tidak apa-apa kau jadika pelampiasan. Ijinkan aku yang mengusap air matamu saat kau sedih. Aku tidak apa-apa. Jeongmal. Selama aku bisa bersamamu.” katanya yang membuatku terharu. Aku terlalu memusatkan pikiranku pada sooyoung sehingga membuatku buta, tidak melihat bahwa ada yeoja yang begitu mencintaiku.

Aku merengkuh jessica. Tubuh mungilnya itu kutarik masuk ke dalam dekapanku. “Gomawo, ssica-ah. gomawo. Tunggulah aku. Suatu saat nanti, bukan sekarang, aku pasti akan mencintaimu. Mencintaimu seorang. Tunggulah.” kataku padanya. Nde, tunggulah saat itu tiba.

-End of POV-

Donghae dan Jessica kembali ke kamar Taeyeon sambil bergandengan tangan yang disambut heboh semuanya, siulan changmin, teriakan taeyeon, Cieee dari yoona, dan lain-lain.

“Bagaimana hasil score-nya?” tanya donghae pada kyuhyun melihat sooyoung sudah duduk manis bersama yoona melahap kue buatan taeyeon (padahal tadinya katanya gak mau dimakan)

“Kami seri.” kata kyuhyun. “Nah, ssica-ah. Bagaimana kalau kita yang main sekarang?” ajak donghae, yang walaupun dia tau, cinta jessica pasti lebih besar darinya.

“Tapi… aku dan changmin oppa juga mau main!” protes yoona tapi tetap duduk diam dan menyuapi changmin sepotong kue. “Sooyoung-ah, aku juga mau seperti changmin.” rengek kyuhyun manja.

Sooyoung menyuapi kyuhyun segumpal kue besar yang entah muat di mulutnya atau tidak. “Kalian kan masih sibuk dengan kue yang kurang meyakinkan itu.” Taeyeon medelik pada donghae “eeh… tentu saja maksudku enak. Jadi, aku dan Jessica duluan ya.” kata donghae

Ringdingdong ringdingdong gididingdingding . HP Donghae berbunyi. “Yeoboseyo? Minho-ah?” tanya donghae.

“Mwo?? Ada apa dengan seohyun?” tanya donghae cemas. Yang lainnya menghentikan aktivitas mereka dan menatap donghae dengan tatapan apa-yang-terjadi.

“Arasso. Kami akan segera kesana.” kata donghae. Wajahnya pucat. “Wae-yo? Seohyun kenapa?” tanya ssica cemas. “Apa kata minho tadi?” tanya taeyeon.

“Seohyun-ah. Dia……”

TBC

hehe, masih belum ketauan nih gimana keadaan seohyun. sengaja auhtor bikin penasaran. Disini kurang banyak skandalnya. Di part 5 yang author banyakin skandalnya. kekekeke

Don’t forget comment yah  reader2ku tercinta… hehe 😀


 

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

 

“OMO! Lihat! Yoona dan changmin ber..ber..ber..berciuman” kata ssica terpana. “Mereka kan kekasih. wajar saja.” kata Sooyoung tak acuh sambil meratapi cone es krimnya yang sudah kosong.

“Donghae oppa? Kau lihat apa sih?” tanya Seohyun melihat Donghae memperhatikan sesuatu sampai mulutnya menganga. Yang lainnya mengikuti arah pandangan Donghae.

“taeyeon onnie?!” seru Sooyoung dengan suaranya yang cempreng. “Leeteuk hyung?!” seru Minho dan Kyuhyun bersamaan. “Sudah kuduga. Mereka pasti saling suka.” ujar Jessica.

Sooyoung POV

“Hari ini banyak yang berciuman ya.” cetusku asal pada donghae yang menajakku mencari makan. Ha, tentu saja aku mau. Siapa tau aku ditraktir. kekeke~

“Nde.” jawabnya “andai kita juga.” gumamnya pelan tapi cukup keras untuk didengar olehku. “Mwo??” tanyaku kaget. Apa dia benar-benar berkata begitu atau mungkin aku yang lupa membersihkan kupingku sehingga pendengaranku tergganggu?

Tapi, kelihatannya dia terlalu serius untuk ukuran bercanda. “Choi Sooyoung!” katanya tiba-tiba

Dia membalik badannya sehingga sekarang kami berhadapan. Dia mencengkeram pundakku dengan lembut lalu menatap mataku dalam. Aku agak tidak nyaman dengan posisi ini. “Wae?” tanyaku gugup.

Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku lalu membisikkan 1 kata. Hanya 1 kata “saranghae.” itu katanya yang membuatku terkejut. Jadi, aku hanya membatu seperti orang bodoh.

“eeh..” aku tidak yakin dengan apa yang akan kukatakan, jadi hanya itu yang bisa keluar dari mulutku. Masalahnya, belum pernah ada yang menyatakan cinta padaku. Apalagi, sekarang yang menyatakannya adalah sahabat dekatku sendiri.

“Kau juga mencintaiku kan?” tanyanya penuh harap. “Eeh.. nde. tapi hanya..” kata-kata ‘hanya sebagai sahabat’ yang ingin kuucapkan terputus saat dia mengunci mulutku dengan bibirnya

Aku terkejut. Sangat amat teramat terkejut. Tapi, kejadian ini tidak berlangsung lama. Bukan berarti aku ingin lama-lama. Tapi, ah… pokoknya gitu deh!

Tiba-tiba seorang namja mendorong Donghae. Dia menonjok dan menendangnya. “Apa yang kau lakukan hah #$%^@!!” Namja itu menoleh ke arahku.

Dia mengusap bibirku seakan itu bisa menghapus ciuman dari Donghae tadi lalu langsung menciumku. Aku jauh lebih terkejut. Mendapat 2 ciuman langsung, dari Lee Donghae dan Cho Kyuhyun.. yah.. namja itu adalah Kyuhyun. Hal ini tidak mudah untuk diterima tau. Mungkin kalian akan kegirangan, loncat-loncat atau apalah, tapi aku tidak.

Aku mendorongnya dan menamparnya. Aku tidak kuat membendung air mataku lagi. Memangnya aku ini mainan yang bisa dicium-cium seenaknya? Enak saja!

Namja ini berhasil membuatku menangis karenanya 2 kali. Wow, hebat! Dia berhasil membuat seorang Choi Sooyoung menangis.. 2 kali dan membuatku kelihatan lemah. bravo!

“Kalian berdua! Dasar tidak tau diri! Kalian pikir aku ini apa?! Seenaknya saja menciumku seperti itu! Merebut ciuman pertama dan keduaku!!” seruku putus asa dengan suara meninggi lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

-End of POV-

Di tempat lain…

“Minho oppa.. kau mau kemana?” tanya Seohyun pada Minho yang beranjak pergi dari taman. “ngg.. cari makan.” katanya lalu meninggalkan Seohyun dan Ssica.

“Chakkaman!” seru Seohyun sambil menyusul Minho.

“Mwo?? Jahat sekali mereka semua, meninggalkanku! Yasudah, aku tidur saja.” keluh ssica sambil membaringkan tubuhnya di bangku taman yang panjang untuk melakukan hobinya: tidur.

“Seohyun-ah, kenapa kau mengikutiku?” tanya Minho melihat Seohyun yang mengikutinya.

“Oppa… kau.. menyukai yoona onnie ya?” tanya Seohyun tiba-tiba yang membuat minho terkejut. “Aku… andwae. Mana mungkin. Dia kan sudah punya Changmin hyung” katanya sambil tersenyum yang Seohyun tau itu senyum palsu.

“Kau… menangis?” tanya Seohyun, menyadari mata Minho yang berkaca-kaca. “Annio. Mana mungkin sih aku menangis.” kilah minho. Tapi, seohyun tau dia berbohong.

“Menangislah. Kalau itu memang membuatmu lebih tenang, oppa.” kata Seohyun tulus sambil tersenyum yang membuat pertahanan Minho runtuh.

“Aku ini cowok payah ya” katanya sambil bersender pada bahu Seohyun yang jantung Seohyun berdebar dengan sangat keras. Perlahan, minho menangis. Bukan menangis merengek-rengek seperti anak kecil yang tidak dibeliin album SNSD terbaru, tapi menangis dengan mengeluarkan semua kesedihannya. Mengeluarkan semua perasaan yang dipendamnya.

‘Cowok ini.. Choi Minho, seorang cowok yang tangguh, menangis seperti ini di depanku. Karena seorang yeoja. Ya.. karena cintanya pada yeoja itu. Ah, beruntungnya yoona onnie.’ pikir Seohyun sedih. Dia mungkin memang hanya bisa meminjamkan pundaknya, menjadi penopang saat Minho sedih.

Sementara itu, Sooyoung berjalan dengan gontai menuju apartemennya. Dia menghela napas dan menatap apartemen itu dengan tatapan sendu.

“Banyak sekali yang sudah terjadi selama 14 tahun ini. Bertemu dengan 9 orang aneh yang ditakdirkan menjadi sahabat-sahabatku. Tak kusangka, semua akan jadi rumit seperti ini.” katanya pada diri sendiri.

“9 orang ‘aneh’?” sahut suara namja yang tiba-tiba ada di belakangnya. Suara yang sangat Sooyoung kenali.

“Mau apa kau?” tanya Sooyoung dingin. “Kau lupa? Disini kan juga rumahku.” kata namja itu dengan cuek.

“Dasar kau tidak tau diri! Kenapa sih kau selalu seenaknya? Kenapa kau selalu menyakitiku!?” seru Sooyoung tak bisa menahan emosinya lagi sambil memukul-mukul namja itu.

“Choi Sooyoung! Kau pikir kenapa aku melakukannya tadi?” tanya si namja dengan lembut sambil menggenggam tangan Sooyoung.

“Lepaskan tanganku, Cho Kyuhyun! Kau melakukannya karena… karena kau tidak pernah peduli dengan perasaanku!” seru Sooyoung sambil mencoba melepaskan tangannya tapi cengkraman Kyuhyun terlalu kuat.

“Perasaanmu?” tanya Kyuhyun heran sambil menatap sooyoung, tapi wanita itu mengalihkan pandangannya darinya.

“Bodoh! Babo! Dengarkan aku.” kata Kyuhyun sambil mengangkat wajah sooyoung sehingga mau tak mau sooyoung menatapnya.

“Aku melakukannya tadi karena….” tiba-tiba kyuhyun menjadi gugup. Ya… seorang Cho Kyuhyun gugup! Dia menarik napas panjang lalu melanjutkan

“Choi Sooyoung, saranghaeyo…”

Sooyoung melepaskan dirinya dari Kyuhyun. “Jeongmal?” tanyanya disambut anggukan pelan Kyuhyun. Tapi, sooyoung bertanya lagi “Bagaimana aku tau kau tidak sedang mempermainkanku?” kesinisan dalam suaranya sudah hilang.

Kyuhyun berlutut di depan Sooyoung. “Percayalah… Jeongmal saranghaeyo.” kata Kyuhyun, seorang playboy, yang kini mengemis cinta di depan sooyoung.

Melihat ketulusan kyuhyun, sooyoung ikut berlutut di depannya lalu memegang pipi kyuhyun dengan kedua tangannya. “Oppa, na do saranghae.” jawab sooyoung sambil tersenyum. Kyuhyun juga tersenyum lalu memeluk sooyoung dengan erat

“CIIIEEE…” koor Taeyeon, Leeteuk, Seohyun, dan Minho yang tiba-tiba datang. Donghae diam saja melihat pasangan baru itu.

“ngg.. Sooyoung, mianhae yang tadi.” katanya sambil tertunduk. Sooyoung, yang suasana hatinya sudah berubah 180 derajat langsung dengan ringan berkata “gwenchana.” katanya sambil tersenyum.

“Dan… Cho Kyuhyun.” panggil donghae dengan tatapan membunuh dari matanya. Kyuhyun sudah waspada kalau-kalau donghae akan mengajaknya berkelahi lagi. Donghae mendekatinya lalu berkata

“Lindungi dia baik-baik. Sampai kau membuatnya menangis lagi, kubunuh kau.” kata donghae.

Kyuhyun tersenyum “tenang,hyung. Tidak akan kubiarkan setetespun air mata jatuh darinya.” kata Kyuhyun sambil bergaya seperto hormat pada bendera lalu merangkul Sooyoung.

“Wah, new couple! New coupleee!!” seru Changmin yang baru datang bersama yoona dengan semangat, melihat Kyuhyun yang merangkul sooyoung dan Leeteuk-Taeyeon yang sedang bergandengan tangan.

“Seohyun minho. Bagaimana dengan kalian?” tanya yoona menggoda mereka yang hanya dibalas senyum simpul dari minho.

“Hei… mana ssica?” tanya donghae, menyadari yeoja blonde itu tidak ada di antara mereka.

Sementara itu, di taman…

“Wah, yeoja yang cantik.”

“Kenapa dia sendirian tertidur disini?”

“Molla. kita ‘ambil’ saja”

“YA! Siapa kalian!? Apa yang kalian inginkan??!” teriak Jessica yang terbangun dan takut melihat 2 namja aneh, yang 1 tinggi dan yang 1 berkumis mendekatinya.

“tenang, minna.” kata yang berkumis. “Kami hanya menginginkanmu.” sahut yang tinggi sambil tersenyum licik.

“AAA!! Tolong, Donghae oppaaaa!!” teriak ssica putus asa.

“Payah, bagaimana kita bisa melupakan ssica?!” omel Leeteuk. Leeteuk, Donghae, Yoona, Sooyoung,  Kyuhyun, Minho, dan Seohyun kembali lagi ke taman. Sekarang sudah malam, dan mereka khawatir terjadi sesuatu padanya.

“Semuanya pasti sedang asik dengan diri mereka masing-masing” jawab Changmin. “Ssica onnie paling sedang tidur.” sahut Sooyoung.

“Tapi ini sudah malam. seorang yeoja sepertinya sendirian di taman pada malam hari?” kata donghae cemas. “Perasaanku tidak enak.” kata Seohyun yang membuat yang lainnya tambah khawatir.

“Itu dia!” seru Donghae yang langsung berlari ke arah pojokan taman tempat dia melihat sekelebat rambut pirang jessica. Yang lainnya langsung mengikutinya.

“Ayolah, minna. Jangan malu-malu.” kata namja tinggi. “Nde. Kau ini manis sekali.” kata yang berkumis.

“Jangan sentuh aku!” seru Jessica marah sambil menepis tangan namja berkumis itu yang menyentuh pipi halus Jessica. “Kekeke. Itu membuatmu makin menarik tau.” kata yang tinggi sambil membelai rambut Jessica.

“Kalau dia bilang tidak boleh menyentuhnya, itu artinya kau TIDAK BOLEH MENYENTUHNYA!” seru donghae sambil menonjok namja itu tiba-tiba.

Namja itu terkejut, tapi dia tidak selemah yang donghae kira. Dia balas menonjok donghae.

“hei! tak ada yang boleh mengalahkanya kecuali aku!” seru Kyuhyun lalu maju untuk membantu temannya itu. “Tetap disini.” kata Leeteuk pada Seohyun, Yoona, dan Sooyoung. Lalu dia dan Minho juga ikut membantu Kyuhyun dan Donghae.

Tidak satu pun dari Minho, Kyuhyun, Donghae, ataupun Leeteuk yang jago dalam urusan berkelahi. Tapi, mereka menang jumlah. 2 lawan 4.

Langsung saja, jessica kabur karena namja-namja itu sedang asik berkelahi. Jessica langsung disambut pelukan Yoona, seohyun, dan sooyoung.

Menyadari situasi mereka yang sulit, namja yang tinggi mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah pisau.

“Minho oppa!! AWASS!!” kata Seohyun memperingatkan sambil mendorong minho yang hendak menjadi korban pisau itu. Tapi, terlambat.

Minho mengernyit, bukan karena kesakitan. Tapi, karena bingung mengapa dia tidak berasa kesakitan. Dilihatnya Seohyun ada di depannya dengan perut yang mengucurkan darah segar dan pisau yang tertancap disana.

“BERANINYA KAU MELUKAI DONGSAENGKU!!!” seru Yoona dan Sooyoung bersamaan. Sooyoung maju lalu menendang ‘alat vital’ (apa? gak usah protes protes deh.. suka suka autor dong <<<<author nyolot kekeke) namja itu.

“ouuwww” teriak namja itu kesakitan. Tapi, sooyoung terus memukul, menonjok, dan menendangnya yang sudah meringkuk kesakitan di tanah.

“Sooyoung, awas!” kata Kyuhyun memperingatkan saat namja yang berkumis hendak menyerangnya.

“eitsss!!” Yoona memelintir tangan namja itu, menonjok perutnya lalu membantingnya dengan keras ke tanah sehingga posisi namja-namja itu saling tumpang-tindih.

“wow.” komentar Donghae. “ya! Apa yang kalian tunggu! Seohyun tak bisa menunggu tau!” seru Minho panik sambil menggendong Seohyun yang pingsan.

“Seohyunnie… bertahanlah!” kata minho untuk yang ke-12 kalinya. “Tenanglah, minho-ah. Dia pasti baik-baik saja.” kata sooyoung, walaupun dengan sedikit keraguan.

Sesampainya di rumah sakit, Seohyun langsung dibawa ke UGD. Taeyeon dan Changmin langsung ke rumah sakit begitu mendengar berita tentang Seohyun. Mereka ber-9 menunggu dengan cemas.

“Ini salahku.” gumam minho. “Annio. Ini salahku yang terlalu ceroboh. sahut ssica yang kelihatannya masih syok. “ya! Berhentilah menyalahkan diri kalian sendiri! lebih baik kita doakan seohyun sekarang.” ucap Taeyeon.

TBC

what will happen to seohyun?

look at the next part

don’t forget to comment ^^