Posts Tagged ‘SHINee’

[Sequel] Sister Complex

Posted: February 2, 2011 in Romance, sequel
Tags: , , , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

ini sequel-nya story at seoul school (you are my destiny) berhubung banyak yang minta sequelnya, jadi author bikin deh. hehe happy reading ^^

Onew POV

“Onew oppa!” panggil seseorang di belakangku. Aku menoleh, melihat sosoknya dari kejauhan yang berlari menghampiriku sambil melambaikan tangan.

“Sooyoung-ah” sapaku padanya. “Ah, oppa… kok tidak memelukku atau apa kek.” katanya sambil memasang tampang cemberut. “Ehh? Memelukmu? Untuk apa?” tanyaku bingung.

Dia menghela napas “seperti di film-film dong. Pagi-pagi si cewek berlari menghampiri cowoknya yang disambut pelukan hangat dari si cowok.” jelas Sooyoung.

Aku hanya mengacak-acak rambutnya. Terkadang aku tertawa sendiri melihat tingkahnya yang lucu dan kekanak-kanakan. Dia ini, Choi Sooyoung adalah yeoja chinguku.

Ada sedikit keributan di depan. Aku dan Sooyoung melangkah masuk dan melihat seorang namja yang merupakan juniorku sedang memalak temannya.

“Mana?? Berikan uangmu!” seru si namja dengan galak. Temannya hanya menunduk “tapi kau kan sudah kaya… kenapa meminta uangku” katanya dengan takut-takut.

“Ooh.. kau berani melawan ya! Rasakan ini!” namja pemalak itu hendak menonjok temannya yang sudah memejamkan matanya karena takut.

“YA! CHOI MINHO!” seru Sooyoung, membuat adiknya melepaskan cengkraman pada temannya itu. “Sudah kubilang berapa kali…” omelan Sooyoung terputus dengan jawaban minho “nde, mianhae noona-ah.” jawabnya. Tapi tetap saja, dia akan terus mengulangi perbuatannya itu.

“Jangan pernah mengulanginya.” tegasku padanya. Hei… bukan maksudnya kepo (emang di korea ngerti kepo?) tapi, sebagai ketua OSIS, iya, aku memang ketua OSIS disini dan aku wajib memperingatkan siswa-siswa bandel yah, seperti adiknya pacarku ini.

“Cih, cerewet kau! Mau kutonjok juga?!” ancamnya dengan tangan mengepal. Dia cukup menakutkan karena dia lebih tinggi dariku dengan sorot mata tajam dan postur tubuh tegap.

“Minhooo” ucap sooyoung memperingati adiknya itu. Minho menurunkan tangannya dan pergi ke kelasnya. Entah apa sih yang membuat orang itu begitu menurut pada noona-nya yang hanya mengucapkan namanya daripada aku, ketua OSIS yang bisa saja membuatnya keluar dari sekolah.

Aku masuk ke kelasku. Suasananya cukup aman dan tertib, yah… kecuali si Siwon yang terus berkoar-koar tentang kekayaannya atau apalah. Ada saja setiap hari yang dia sombongkan. Dan selalu ada saja yang tidak punya kerjaan lain dan akhirnya mendengarkannya.

Sialnya, Siwon ini adalah kakak Sooyoung. Yah.. aku juga bingung bagaimana dia bisa memiliki saudara-saudara yang menyebalkan seperti itu.

“Hei, ssica-ah! Kau punya uang darimana tuh membeli jaket sebagus itu?” tanya siwon meremehkan. Selain berkoar tidak jelas tentang kekayaannya, dia juga selalu mempunyai bahan untuk diejek. Salah satunya Jessica, teman sekelasku.

“Ini diberikan jaebum kok.” jawab jessica tenang-tenang saja. Sepertinya kupingnya sudah kebal mendengar hinaan Siwon. “Oh, jadi kau pacaran dengannya hanya untuk memelorotinya ya? Jaebum! Putuskan saja dia!” ejek Siwon lagi.

BYUURRR 1 botol air sukses mengguyur Siwon. Dengan wajah merah karena marah, Jessica menuangkan air minumnya. “Jaga mulutmu, dasar sombong! Aku ini tidak seperti itu tau!” seru jessica marah.

“Cewek sialan! Sudah miskin, belagu pula!” seru Siwon marah. Sangat marah. Dia hendak menampar Jessica. Tangannya ditahan oleh Jaebum “jaga tindakanmu itu, Choi Siwon!” ucapnya dingin. Sangat sangat dingin. Sepertinya, tanda-tanda perkelahian akan dimulai.

“Sudah! sudah! Kembali ke tempat kalian semua. Pelajaran sudah mau dimulai. Dan, Choi Siwon. Benar kata Jaebum. Jaga omonganmu itu.” ucapku, berhasil menetralkan suasana.

Kulihat Siwon keluar dari kelas. Mungkin untuk mengeringkan dirinya sambil menatap tajam ke arahku. Wow, hebat sekali kau Onew! Kau sukses tidak mendapat restu dari adik dan kakaknya pacarmu.

-End of POV-

Author POV

“Sooyoung-ah, mau kuantar?” tawarku saat pulang sekolah. “Hmm… boleh oppa.” katanya sambil merangkul lengan Onew dengan manja. Onew mencubit hidungnya dengan pelan.

“Sooyoung-ah… apa yang kau lakukan dengannya?” tanya Siwon yang tiba-tiba muncul seperti hantu bersama adiknya, Minho.

“Eeh? Memangnya kenapa?” Sooyoung balik bertanya. “Memangnya kenapa?” kata Minho membeo “Ngapain noona merangkul tangannya ini?” tambah Minho.

“Apa salahnya? Dia kan pacarku” jawab Sooyoung santai. Oke, pasti akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. batin Onew.

“MWO???” seru Minho dan Siwon bengong dan terperangah seakan-akan melihat SNSD konser lagu Ring ding dong di depan mereka sambit striptease.

“Tapi tapi tapi….” “Kok noona mau sih sama dia?” kata Minho sambil menunjuk Onew seakan-akan Onew-lah yang telah merencanakan konser SNSD itu (author lagi stress lalalala)

“Apaan sih? Kalian kok terkejut begitu? Seakan-akan aku ikut trainee SM terus jadi member SNSD aja!” protes Sooyoung melihat kedua saudaranya itu menatapnya dengan tatapan aku-tidak-percaya

“Apa aku seburuk itu?” tanya Onew polos. “Annio oppa. Kau yang terbaik kok.” kata Sooyoung sambil mencium pipi Onew, yang tentu saja membuat kedua saudaranya menganga semakin lebar.

“Aku tidak setuju!” seru Siwon dan Minho bersamaan. “Memangnya ada yang minta kalian setuju?” cibir Sooyoung sambil memeletkan lidahnya.

“Nanti kubilang pada appa kalau adikku yang cantik ini sudah pacaran loh.” ancam Siwon. “eeh… jangan oppa!” ucap sooyoung cepat-cepat. Appa-nya itu memang paling tidak suka kalau salah satu anaknya berpacaran entah kenapa.

“Makanya, jangan berpacaran dengannya!” timpal Minho. “Memangnya kenapa sih?” tanya Onew bingung. Tapi, tidak ada yang menghiraukannya seakan dia tidak ada.

“Memangnya kenapa?” tanya Sooyoung. “Karena… dia tidak pantas untukmu!” seru Siwon sambil menunjuk Onew. “Nde. Aku tidak rela noona-ku tersayang diambil olehnya.” rengek Minho manja.

Benar-benar berbeda kelakuan minho dan siwon pada teman-temannya dan pada saudara perempuannya itu. Berbeda 180 derajat. “Sister Complex~” komentar Onew.

Spontan mereka menengok ke arah Onew. “Apa kau bilang?” tanya Minho. “sister complex. si…ster… com…plex…” ulang Onew dengan slowmotion seperti mengajari anak TK

Siwon dan Minho saling berpandangan. “Apa itu?” tanya Siwon polos. Onew menepuk jidatnya. “Sudahlah, lupakan.” ucap Onew.

“Pokoknya, kau tidak boleh berpacaran dengannya ya Sooyoung-ah…” kata Siwon sedikit memohon. “Shireo! Oppa jahat! Kau juga dongsaeng.” kata Sooyoung lalu menggandeng tangan Onew dan pulang meninggalkan minho dan siwon yang meneriakan namanya di belakang.

“Ah, lupakan saja siwon oppa dan minho. Mereka memang aneh.” kata Sooyoung sambil memakan Biskuit yang terletak di dashboard mobil Onew.

“Kekeke. Mereka memang aneh. Tapi, yang lebih aneh adalah kau.” kata Onew, sambil terus berkonsentrasi menyetir. “Mwo? Kok aku yang aneh?” protes sooyoung.

“Mereka itu sangat sombong dan sangat kasar. Benar-benar dibenci seantero sekolah. Tapi kau, membuat mereka kelihatan lemah dan bodoh begitu. Aku heran, apa sih yang kau lakukan pada mereka sehingga kau bisa jadi pawang mereka?” jelas Onew.

Sooyoung menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Entahlah. Molla. Tapi, yang kutau. Walaupun mereka itu sombong dan sok jagoan, mereka sangat sayang padaku.” jelas Sooyoung.

“Mereka dekat denganku dan selalu manja padaku. Mungkin karena hanya aku saudara perempuan mereka. Di rumah, mereka anak baik kok. Entah di sekolah berubah jadi monster seperti itu.” jawab sooyoung, melahap biskuit terakhirnya.

Onew mengangguk-angguk mengerti. “Hei, apa boleh aku ke rumahmu?” tanya Onew tiba-tiba. “Mwo? Untuk apa?” tanya Sooyoung terkejut.

Onew mengangkat bahunya “hanya penasaran dengan tempat yeoja chinguku meghabiskan waktu selain di sekolah.” jawab Onew.

“Arasso. Tapi, jangan pernah mengaku sebagai pacarku. Atau… yah, kau tidak akan mau melihat appa marah. Saat dia marah, bisa saja dia membubarkan Super Junior tau! arasso?” ucap Sooyoung.

Onew bergidik ngeri dan mengangguk, membayangkan apakah appa-nya Sooyoung seseram itu. Atau, jangan-jangan appa-nya sooyoung Lee Soo Man? Eh, tidak mungkin. Marganya saja sudah beda (Onew..onew.. mikir apaan sih?)

“Arasso. Besok aku akan ke rumahmu.” kata Onew. “Kenapa tidak hari ini?” tanya sooyoung.

“Kekeke. Aku kan ingin menyiapkan mental dan segala sesuatunya untuk bertemu calon mertua dan saudara iparku.” kata Onew. “Calon mertua? Saudara ipar?” goda Sooyoung.

“Oh, memangnya kau tidak mau menikah denganku?” goda Onew. “Ah, oppa… Tentu saja aku mau!” seru Sooyoung sambil mencium pipi Onew.

“Annyeong, Soo-ah!” kata Onew sambil melambaikan tangannya pada sooyoung yang hendak masuk ke rumahnya. “Annyeong, oppa! Gomawo sudah mengantarku” balas sooyoung sambil berteriak.

Esok harinya…

Siwon POV

Aku melangkah memasuki kelasku dengan tampang yang kubuat se-belagu mungkin, membuktikan aku ini yang paling berkuasa disini.

Tapi, wajah yang sudah kubuat sedemikian rupa itu luntur seketika melihat adik tersayangku ada di kelasku. Heran deh, bagaimana dia bisa secepat itu sampai padahal kami ber-3 dengan minho berangkat bersama. Tapi, dia sedang bercanda dengan Onew dan Onew merangkul pinggangnya.

“Sooyoung-ah…” panggilku. Dia menoleh dan tersenyum “Wae-yo, oppa?” tanyanya. “Kok kau mau sih dirangkul-rangkul dia?” tanyaku sambil cemberut. Beberapa anak ada yang cekikikan langsung saja aku menatap mereka “Kenapa kalian tertawa begitu? Dasar, gembel!” seruku yang berhasil membuat mereka diam.

“Memangnya kenapa? Kan kemarin sudah kubilang. Onew ini, pacarku. pa-car-ku.” jelas Sooyoung. “Apa bagusnya dia sih? Kupikir kau sama si Kyuhyun itu. Aku lebih setuju kau bersamanya daripada si cerewet yang sok suci ini.” kataku gusar.

“Kau tidak berhak mengatur hidupku, oppa.” kata sooyoung yang sepertinya sudah mulai kesal. “Tentu aku berhak. Aku ini kakakmu. Aku tidak mau adikku berpacaran dengan orang seperti dia.” kataku ngotot.

“Mwo? Annio. Kau tidak berhak! Aku yang memutuskan untuk memilih. Kenapa kau jadi kolot begini sih?” katanya dengan marah. “Kan karena aku sayang padamu” jawabku tak kalah kesal.

Sooyoung dengan kesal meninggalkan kelasku. Wow, hebat sekali ketua OSIS ini. Berhasil membuat adikku marah padaku.

“Ini gara-garamu, Lee Jin Ki!” seruku marah padanya. “Eeh? Ini salahku? Ini kan salahmu yang over protektif pada sooyoung.” ujarnya.

“Kau ini! Sadar dong! Kau ini tidak pantas untuknya. Kau terlalu baik hati dan lemah. Berkebalikan dengan sifat sooyoung. Bukankah nanti dia akan merasa terkekang kalau bersamamu?”

“Nanti dia tidak bisa mengekspresikan dirinya! Nanti dia tidak akan jadi dirinya sendiri! Kenapa? Karena kau adalah anak baik kesayangan guru, dan dia anak yang nakal dan manis.”

“Banyak namja yang menyukainya. Dan mereka tidak akan mengekang Sooyoung seperti yang kau lakukan. Jangan egois.” ucapku panjang lebar.

Sebenarnya, bukan itu juga pemikiranku. Aku hanya tidak rela adikku berpacaran dengannya. Mungkin benar, aku dan Minho ini sister complex yang setelah kucari artinya lewat google translate.

Tapi, mau sister complex, mau sister apalah… pokoknya aku dan Minho tidak akan membiarkan adik perempuanku berpacaran dengannya yang sok selalu benar ini!

-End of POV-

Minho POV

Aku memasuki kelasku dengan tampang yang kubuat sesangar mungkin, membuktikan aku yang paling berkuasa disini.

“Sooyoung noona, chakkaman!” seru seseorang di belakangku. Mendengar nama noona kesayanganku itu desebut, aku langsung menengok.

Rupanya itu anak seangkatanku yang beda kelas denganku dan sedang mengejar sooyoung noona. Dia tampak membawa coklat dan bunga untuk diberikan padanya.

“Apa yang mau kau lakukan pada noonaku?” tanyaku sambil neghadang jalannya. “Eeh.. aku hanya mau memberikan ini untuknya.” katanya takut-takut.

“Cih! Mana pantas kau! Terlalu jelek dan pendek! Buang saja.” kataku hendak membuang coklat dan bunga itu. “Chakkaman” kata sooyoung noona tiba-tiba lalu mengambil coklat dan bunga itu.

“Kamsahamnida. Coklatnya sepertinya enak.” kata sooyoung noona sambil tersenyum. Namja itu seakan meleleh dan langsung mengangguk dan pergi, mungkin takut dengan nasibnya di tanganku.

“Minho! Apa sih yang kau lakukan?” kata sooyoung noona, mungkin sudah lelah dengan semua hal yang sudah kuperbuat.

“Onew oppa!” panggil sooyoung noona tiba-tiba melihat Onew hyung yang sedang berjalan melewati kami. “eeh.. sooyoung?” responnya.

“Ah, mianhae tadi aku langsung pergi. Habis aku kesal sekali dengan Siwon oppa.” kata sooyoung noona sambil menyenderkan kepala di bahu Onew dengan manja.

“Iih… noona! Ngapain kau menyender begitu sih?” protesku. “Memangnya kenapa? Kau jangan jadi menyebalkan juga ya seperti Siwon oppa.” kata sooyoung noona. Aku jadi penasaran, apa yang telah diperbuat siwon hyung.

“tapi, Onew hyung memang tidak pantas untuku noona.” kataku sedikit merengek. Kurasa, aku dan Siwon hyung memang sister complex yang kemarin kami cari artinya lewat google translate.

“Kenapa sih kalian berdua ini?! Tidak mau melihat aku bahagia ya?” kata Sooyoung kesal lalu pergi.

“Ini gara-garamu! Sooyoung noona sampai marah padaku!” seruku pada Onew dan hendak menonjoknya. Tapi, dia dengan 1 tangan menahan tanganku yang terkepal “Diam! Aku ini sedang bingung tau!” teriaknya marah.

Aku melongo dan terkejut. Dia cukup kuat juga. batinku dalam hati.

Onew POV

Apa benar apa yang dikatakan Siwon? Apa aku ini hanya pengekang bagi sooyoung? Karena sifatku yang terlalu baik ini, jadi mengekang sifat kekanak-kanakan dan kenakalan sooyoung?

Tapi, aku tidak mau kehilangan sooyoung. Aku akan membuktikan, bahwa aku ini adalah pendamping yang pantas untuknya.

Aku merapikan dandananku sekali lagi. Kulihat diriku di cermin sebelum berangkat ke rumah sooyoung. Benar-benar seperti bukan aku. Kukenakan jaket kulit hitam, dan memakai kacamata hitam. Rambutku kupakaikan gel dan kubuat jabrik seperti naruto. The real bad boy.

Berbeda dengan sebelumnya, aku selalu mengenakan kaos biasa atau kemeja. Aku tidak pernah menggunakan gel, membiarkan rambut hitamku turun begitu saja. The real good boy.

Aku menyetir menuju rumahnya. Sesampainya disana, langsung kutekan belnya. Ringdingdong ringdingdong. Bunyi bel yang cukup unik. pikirku.

Perlahan, pintu itu dibuka. It’s show time! Ternyata, Sooyoung yang membukakannya. “Cari siapa?” tanyanya bingung. “Sooyoung-ah! Ini aku!” kataku sambil memeluknya.

“Mwo? Onew oppa?” tanyanya terkejut melihat penampilanku. “Ehm, kok penampilanmu begini?” tanyanya bingung.

“Siapa disa… oh, siapa kau?” tanya Minho yang ikut-ikutan nimbrung. “Sepertinya wajahnya aku kenal.” kata Siwon sambil memperhatikanku dari ujung rambut hingga ujung kuku jari kakiku.

“Aku Onew.” kataku sambil memutar bola mataku. Masa tidak ada yang mengenaliku sih?

“Mwo? Lee Jin Ki?” ucap Siwon terkejut. “Kau ini konyol sekali tau! berdandan seperti itu! bwahahahah” ejek Minho. Aku cuek saja. Tapi, Sooyoung tidak.

“Kalian ini! Hentikan! Dan, Siwon oppa! Aku tau apa yang kaukatakan pada Onew oppa tadi pagi. Jessica onnie memberitahuku. Kau ini jahat sekali sih. Kalian tidak mau aku bahagia ya?” seru Sooyoung marah lalu menggandengku pergi.

Kami pergi tanpa arah. “Sooyoung-ie, apa aku salah melakukan ini?” tanyaku. “Annio, oppa. Tapi, masa kau lebih percaya Siwon oppa sih? Aku ini mencintaimu. Apa adanya. Aku tidak pernah merasa kau mengekangku atau apalah.” katanya sambil menatapku.

“Nde. Mianhae. Aku hanya takut, aku ini hanya menjadi pengekangmu dan membuatmu tidak bebas. Aku melakukannya karena… saranghae, Sooyoung-ah.” kataku sambil tersenyum.

Aku memeluknya dengan erat dan mengecup keningnya. Siwon dan Minho tampaknya mengejar dan mengikuti kami.

“Awas, noonaaa!” seru Minho, melihat sebuah pot bunga terjatuh dari beranda rumah di atas kami. Spontan, aku langsung mendekap sooyoung dan membalikkan badan untuk melindunginya. Pot itu jatuh mengenai kepalaku.

Rasanya pusing~ Eeh, ada member F(x) berputar-putar di kepalaku. Mereka sedang menari Nu Abo bersama dengan Britney Spears. kekeke.

“oppa… kau tidak apa-apa?” tanya Sooyoung cemas yang menyadarkanku. Aku merasa bibirku panas dan menjilatnya, merasakan rasa pahit darah di lidahku.

Aku meraba hidungku dan mendapatinya berdarah. Kepalaku serasa akan pecah dan lagu Nu Abo masih terngiang-ngiang. Untung saja sepertinya tengkorak kepalaku tidak sampai pecah mengeluarkan isi kepala dan otakku.

“Gwen.. gwenchana.” kataku berusaha bangkit. Aku memegangi kepalaku yang seakan-akan dipukul-pukul oleh Minho dengan menggunakan high heels yang SNSD pakai di Gee tapi, lagu Nu Abo sudah tidak terdengar lagi.

Sooyoung mengusap-usap kepalaku dengan lembut, memberikan kesembuhan tersendiri. “Siwon, Minho-ah. Apa dengan ini aku bisa membuktikan, kalau aku ini cukup kuat untuk melindungi saudara perempuan kalian ini?” ucapku.

Mereka berdua terperangah. “aku…” “Arasso, Onew. Tapi, bukan berarti kami merestui. Kami hanya memberi ijin sementara.” kata Siwon.

Aku mengangkat sebelah alisku. Orang yang aneh, pikirku. “Pokoknya, jangan sampai kau membuat Sooyoung noona terluka atau menangis SEDIKITPUN, atau kubuat kau kesakitan sampai lagu Nu Abo terngiang-ngiang di kepalamu selamanya!” ucap Minho sinis.

Aku mengangkat alisku lebih tinggi. Hei, bagaimana dia tau tentang lagu Nu Abo itu? batinku.

“Tidak akan. Aku berjanji.” kataku sambil memberi gesture peace dengan jariku, pertanda aku berjanji dan merangkul Sooyoung. Aah… akan ada banyak lagu Nu Abo.. ah annio. Maksudku, akan ada banyak rintangan dalam kisah cintaku dan Sooyoung tapi, cinta kami itu kuat. Aku yakin itu. Buktinya, masalah Sister Complex ini bisa terselesaikan! keke~

Advertisements

NO COPYCATER! BE CREATIVE!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

Sesampainya di rumah sakit, Seohyun langsung dibawa ke UGD. Taeyeon dan Changmin langsung ke rumah sakit begitu mendengar berita tentang Seohyun. Mereka ber-9 menunggu dengan cemas.

“Ini salahku.” gumam minho. “Annio. Ini salahku yang terlalu ceroboh. sahut ssica yang kelihatannya masih syok. “ya! Berhentilah menyalahkan diri kalian sendiri! lebih baik kita doakan seohyun sekarang.” ucap Taeyeon.

Author POV

Mereka menunggu kurang lebih selama 3 jam. Akhirnya, seorang dokter yang merawat Seohyun keluar dari ruang UGD. “Dokter, oohtoke?” tanya minho cemas. Mereka semua langsung mengerubungi dokter itu.

Dokter itu mendesah. “Kondisi Seo Joohyun-ssi sangat kritis. Dia kehilangan banyak darah…” jelas dokter itu. “Kalau begitu, donorkan saja darah!” ujar Kyuhyun.

“Kami akan melakukan yang terbaik. Siapa yang bergolongan darah A disini?” ucap dokternya. Mereka semua saling berpandangan, karena tidak ada satupun dari mereka yang bergolongan darah A.

“ngg, golongan darahku O. Apa bisa?” tanya Sooyoung. (buka buku biologi, O itu donor universal) Dokter itu mengangguk. “Bisa. Ayo, ikut saya.” katanya. Sooyoung lalu mengikuti dokter itu.

2 jam kemudian…

“Aigoo… aku ngantuk sekaliii” ujar ssica sambil menguap. “Tidak puas kau tidur tadi?” sindir Sooyoung. Biasanya, ssica akan membalas, tapi, karena mengingat kejadian tadi, dia hanya tertunduk.

“Ya! onnie-ah, mianhae… aku hanya bercanda kok.” ujar sooyoung melihat ssica yang tertunduk. ssica hanya membalas dengan senyum kecut.

Dokter keluar sekali lagi dari ruangan itu. Wajahnya terlihat lelah dan sedih. Semuanya langsung mengerubutinya. “Seo joohyun-ssi mengalami luka yang cukup dalam. Kami harus mengoperasinya. Tapi, resikonya cukup tinggi. Tapi kalau tidak dioperasi akan membahayakan nyawanya.” terang dokter itu.

“Chakkaman. akan kutelepon orangtua seohyun.” kata leeteuk sigap sambil langsung menelepon orangtua seohyun.

“Yeoboseyo? Mianhamnida, ahjussi mengganggu malam-malam begini. Ini mengenai seohyun. Dia harus dioperasi karena lukanya cukup dalam. Oohtoke, ahjussi?” terang leeteuk dengan cepat. Akhirnya, leeteuk mengangguk lalu menutup teleponnya.

“Orangtua Seohyun menyetujuinya. Masalah biaya mereka akan mengurusnya.”

Dokter itu mengangguk, memanggil beberapa suster lalu masuk lagi ke ruangan untuk mengoperasi Seohyun.

“Kalian tidak pulang saja?” tanya Taeyeon, melihat wajah teman-temannya yang sudah kelelahan. “Nde. Biar aku dan Minho yang menjaga Seohyun.” kata Leeteuk.

“Mana bisa. Kami semua akan menunggu Seohyun.” ujar Yoona dengan mantap.

7 jam kemudian….

“Ngg.. permisi.” kata-kata itu berhasil membangunkan leeteuk yang memang mudah untuk bangun tidur, tidak seperti jessica.

“Wae, suster?” tanya Leeteuk pada suster yang membangunkannya. “Ada yang dokter ingin bicarakan. Silakan ke ruangannya.” terang suster itu.

Leeteuk menoleh melihat teman-temannya masih tertidur sangat pulas lalu mengangguk dan mengikuti suster itu.

“Annyeonghaseo. Ada apa dok?” tanya Leeteuk, penasaran dan cemas.

“Ehm, Operasi berjalan dengan cukup baik. Tapi, sayangnya, Seo Joohyun-ssi sedang ehm, koma.” kata dokter itu tanpa basa-basi.

“Mwoerago? Koma? Berapa lama?” tanya Leeteuk terkejut. Dokter itu menggeleng. “Saya tidak tau. Mungkin hanya beberapa minggu, tapi bisa juga untuk beberapa tahun.” kata dokter itu.

“Tapi.. seohyun pasti selamat kan?” tanya leeteuk lagi harap-harap cemas sambil menekankan bagian ‘pasti’. Dokter itu menggeleng lagi. “Entah. Saat pasien koma, saya tidak bisa memastikan keadaannya.” jawab dokter itu yang membuat leeteuk lemas.

Leeteuk berjalan dengan gontai kembali ke tempat teman-temannya. “Ah, itu dia! Leeteuk oppa! Kau dari mana?” tanya taeyeon yang langsung menghampiri leeteuk.

“Tadi aku habis ke tempat dokter.” kata leeteuk. “Ada apa?” tanya minho melihat wajah leeteuk yang sedih.

“Seohyun. Dia… koma.” kata Leeteuk. “Mwoo???” koor semuanya kompak. “Ada apa sih? Berisik sekali?” ucap Jessica sambil menguap, tampaknya dia baru bangun tidur.

“Berapa lama?” tanya Changmin, mengabaikan Jessica. Leeteuk hanya mengangkat pundaknya. Dengan kompak, semuanya duduk kembali dengan lemas.

“Ya! Ada apa sih? Donghae oppa, ada apa?” tanya Jessica, cemberut karena dicuekin.

“Seohyun koma.” jawab Donghae. Jessica menunduk sedih. Mungkin dia merasa bersalah. “Ini bukan salahmu kok.” ujar Donghae sambil mengusap kepala Jessica.

Minho beranjak dari kursinya. “Mau kemana minho-ah?” tanya Yoona. “Menjenguk Seohyun.” jawab minho singkat. “Chakkaman! Aku ikuuuuut!” seru Sooyoung dan Yoona yang mendapat peringatan “mohon tenang, ini rumah sakit” dari suster.

Minho POV

Aku berjalan menuju ruangan Seohyun. Haah… Seohyun.. kenapa jadi begini? Kenapa kau jadi seperti ini? Seharusnya kau tidak perlu melindungiku. Seharusnya, aku yang sedang berbaring disana, bukan kau.

“Yoona-ah, apa kita biarkan dulu saja minho berdua dengan seohyun?” bisik Sooyoung noona, yang kedengaran jelas olehku. “Nde. Kita keluar saja yuk.” bisik Yoona noona yang juga, kedengaran olehku.

Aku duduk di samping ranjang seohyun, menatap wajahnya yang pucat dan tidak bergerak. “Seohyun-ah…” panggilku, seperti orang bodoh karena tentu saja, dia tidak akan menjawab.

“Kau tau? Saat kau tertusuk di depan mataku, jantungku seakan berhenti berdetak.” Aku lanjut berbicara, entah kenapa. Padahal aku tau seohyun takkan mungkin mendengarkanku.

“Aku sangat khawatir. Takut, cemas, semua menjadi satu. Apalagi melihatmu seperti ini. Aku sangat sedih. Seakan aku yang terluka lebih parah darimu. Aku sejenak melupakan semuanya bahkan yoona noona saat aku berada bersamamu dan mengkhawatirkanmu.”

“Hanya kau yang ada di pikiranku. Kepalaku dipenuhi dengan ‘bagaimana keadaanmu’. Apa mungkin… aku menyukaimu? Dan telah melupakan yoona noona?”

“Kenapa? Kenapa perasaan ini terlambat kusadari… Saat kondisimu sudah begini. Aku baru menyadarinya. Minho babo!”

“Tapi… seohyun-ie… aku berjanji. Aku akan menunggumu. Menunggumu sadar dan saat itu akulah yang akan kau lihat pertama kali. Mau ini penantian terakhirku, aku akan terus menunggumu.” ucapku lalu mencium keningnya dengan lembut.

Seohyun-ah, saranghae….

End of POV-

1 bulan kemudian…

“Seohyun-ah. Oppa akan wamil hari ini. Kau baik-baik ya. Dan cepat sembuh.” kata Leeteuk pada seohyun yang masih koma.

Hari ini Leeteuk akan mulai wamil, yang tidak direlakan begitu saja oleh sahabat-sahabatnya karena Leeteuk sudah seperti kakak bagi mereka semua dan leader mereka, yang selalu siap kapanpun mereka membutuhkannya. Bahkan Taeyeon sampai menangis, membayangkan hari-harinya tanpa Leeteuk.

“OPPAAAA…” rengek taeyeon sambil memeluk kekasihnya itu. “Sudahlah, Taeyeon-ah. Aku kan pasti kembali.” kata Leeteuk sambil mengecup kening taeyeon.

“Nah, aku pergi ya.” kata Leeteuk, yang lagi-lagi dicegah. Sudah 3 kali Leeteuk beranjak pergi dari rumah sakit untuk memulai wamilnya yang memang diwajibkan untuk semua namja si Korea yang umurnya beranjak 30 dan untuk 3 kali juga dia dicegah.

Kali ini, dia dicegah oleh pelukan hangat Sooyoung, Taeyeon, Yoona, dan Jessica. Mau tak mau, Leeteuk membalas pelukan yeoja-yeoja manja ini.

“Lee Donghae!” panggil Leeteuk. “Wae hyung?” tanya donghae penasaran.

“jaga mereka semua selagi aku tidak ada.” jawab Leeteuk yang disambut anggukan mantap dari donghae. “Kenapa tidak menyuruhku?” tanya Kyuhyun sewot. “atau aku?” timpal Changmin.

“Mwo?? Kalian? Tidak, terimakasih! Apalagi kau, cho kyuhyun! Bisa-bisa kau mengorbankan mereka semua untuk bermain game winning eleven sepuasmu.” jawab Leeteuk.

“Enak saja! Tidak akan pernah kok. Kecuali mungkin kalau game warcraft.” jawab Kyuhyun polos yang disambut tempelengan dari Sooyoung.

“Oh, jadi kau lebih memilih game daripada aku? Daripada kami?” tanya Sooyoung sambil mendelik pada Kyuhyun. “Eeh? Annio. Tidak mungkin lah. Aku pasti memilihmu~” gombal Kyuhyun sambil mencubit pipi Sooyoung.

“Nah, bolehkah aku pergi sekarang?” tanya Leeteuk setengah memohon, berharap teman-temannya tidak menahannya lagi. Bukannya dia ingin cepat-cepat pergi. Tapi, cepat atau lambat, toh dia harus pergi kan?

“teukkie oppa!” panggil Taeyeon saat Leeteuk sudah hendak keluar dari rumah sakit. “Wae-yo?” tanya Leeteuk sambil menghampiri pacarnya yang amat disayanginya itu.

“Saranghae.” kata Taeyeon sambil tersenyum. “Na do saranghae. Jeongmal jeongmal saranghae.” jawab Leeteuk lalu mencium bibir Taeyeon dengan lembut, yang dibalas dengan lembut juga oleh Taeyeon.

“berjanjilah. Saat aku kembali nanti, kaulah yang kulihat pertama kali, taeng.” kata Leeteuk. “Nde oppa. Aku janji.” jawab Taeyeon dan menghambur kedalam pelukan Leeteuk. Setelah melepas pelukannya, akhirnya leeteuk pergi.

“Huaaa… Leeteuk oppa, boghosippooooo~” seru Taeyeon sambil mengaduk-aduk adonan kuenya dengan sekuat tenaga menyebabkan bentuknya menjadi tak karuan.

Sooyoung dan Yoona saling pandang, sepakat shikshins itu tidak akan memakan kue buatan Taeyeon. “Dia kan baru pergi 2 jam yang lalu, noona.” komentar Changmin.

“Biarkan saja, oppa. Dia memang begitu.” kata Yoona. “Sooyoung-ah, Kyuhyun-ah. Aku membuat game baru loh.” kata Donghae yang langsung dihampiri oleh game maniacs, Sooyoung dan Kyuhyun.

“Game apa?” tanya Kyuhyun antusias. “Mudah saja. Lakukan saja apa yang diperintahkan. Seperti menembaki musuh, memanjat tebing, dance, dan lain-lain. Score-nya disimbolkan sebagai cinta. Yang score-nya paling tinggi, berarti yang cintanya paling besar.” jelas Donghae.

“tentu saja, cintaku lebih besar.” PD Kyuhyun. “Enak saja! Jelas cintaku yang lebih besar!” kata Sooyoung tak mau kalah. “Ini, buktikanlah.” kata Donghae memberi sebuah kaset game yang langsung diperebutkan Sooyoung dan Kyuhyun.

“Dasar pasangan yang aneh.” kata yoona. “Kita juga coba yuk game itu.” kata changmin. “Oppa suka main game?” tanya yoona sedikit terkejut karena setaunya, changmin tidak begitu menyukai game. Dia menggeleng “hanya penasaran saja.” jawabnya.

“Hmm.. minho mana?” tanya ssica menyadari minho tidak ada bersama mereka di kamar Taeyeon. “Dia sedang menjaga seohyun.” jawab donghae.

“Dia setia sekali ya. selalu menunggu Seohyun.” komentar taeyeon, yang sedang membuat kue dan sudah tidak merengek-rengek lagi.

“Nde. Aku iri padanya. Bisa sabar begitu menunggu seseorang.” kata ssica sambil menatap jendela memandangi langit yang cerah dan tidak berawan.

“Kau memangnya sedang menunggu siapa?” tanya Changmin. “Seseorang” hanya itu jawaban ssica.

”Oppa! jangan curang dong!” seru sooyoung sambil memukul pelan kyuhyun. “wee… biar. merong~” kata kyuhyun sambil melet dan mencium pipi sooyoung. “ih, oppa!” sooyoung semakin tidak bisa berkonsentrasi dan balas mencium kyuhyun yang membuatnya juga tidak bisa konsentrasi.

“Aku… ingin keluar sebentar ya.” kata donghae melangkah keluar. “Aku juga mau keluar.” kata ssica sambil melangkah keluar juga.

“Jessica noona sudah seperti ekor donghae hyung saja.” kata changmin. “Nde. Aku punya firasat dia menukai donghae.” kata yoona memasang tampang detektif.

Donghae POV

“Oppa!” panggil jessica. Cepat-cepat aku ubah wajah sedihku menjadi gembira. “Wae, ssica-ah? Kok kau mengikutiku?” tanyaku padanya.

“Kau masih belum bisa merelakan sooyoung kan?” tanyanya to the point. Aku terkejut. Jangan-jangan Jessica bisa membaca pikiran orang lain. “eeh.. aku…” aku berusaha mengelak tapi tatapan dari seorang ice princess hanya membuatku gugup dan terdiam.

“Kau pasti sangat sedih ya? Luapkan saja semuanya. Aku mau mendengarkan kok.” katanya sambil tersenyum yang tidak menghilangkan image-nya sebagai ice princess.

“Aku.. memang masih menyukai sooyoung. Melihatnya bahagia bersama kyuhyun terkadang membuatku sakit. Memang menyakitkan melihat orang yang kita cintai bahagia dan yang membuatnya bahagia bukan kita, tapi orang lain.” kataku sambil medesah. “Tapi setidaknya, dia bahagia.” lanjutku.

Payah, air mataku nyaris keluar. Entah kenapa, aku nyaman saat menceritakan semuanya ini ke jessica. Aku merasa dia pasti bisa mengertiku.

“Oppa, lupakanlah dia.” katanya yang membuatku terkejut. “Ada seorang yang menunggumu.” tambahnya lagi. Aku menoleh ke arahnya tapi dia tidak sedang menatapku.

“Mwo?” tanyaku heran. “Oppa…” panggilnya lalu menatapku. Tatapannya itu sedikit membuatku gugup.

“saranghae…” katanya sambil mendesah. “Ah, akhirnya kukatakan juga. Aku sudah tidak sanggup menahannya. Aku memang tidak sabar menunggumu. Menunggumu yang terus saja menatap sooyoung dengan tatapan sayang. Aku tidak kuat memendam perasaan ini.” jelasnya sambil menunduk.

“Ssica-ah…” kataku tapi dipotong olehnya. “Aku tau, kau tidak akan mungkin menyayangiku, seperti yang kau lakukan pada sooyoung. Tapi, aku bersedia menunggu. Berilah aku kesempatan, oppa. Untuk menghiburmu, menemanimu, dan tempat kau mencurahkan isi hatimu. Aku akan menunggu.” katanya.

Yeoja ini… aku memang menyayanginya, yang mungkin hanya sebatas sahabat. Tapi, menerima cintanya hanya akan membuatnya sakit.

“Mianhae ssica. Ini semua hanya akan menyakitimu.” kataku. Dia menggeleng “Aku tidak apa-apa kau jadika pelampiasan. Ijinkan aku yang mengusap air matamu saat kau sedih. Aku tidak apa-apa. Jeongmal. Selama aku bisa bersamamu.” katanya yang membuatku terharu. Aku terlalu memusatkan pikiranku pada sooyoung sehingga membuatku buta, tidak melihat bahwa ada yeoja yang begitu mencintaiku.

Aku merengkuh jessica. Tubuh mungilnya itu kutarik masuk ke dalam dekapanku. “Gomawo, ssica-ah. gomawo. Tunggulah aku. Suatu saat nanti, bukan sekarang, aku pasti akan mencintaimu. Mencintaimu seorang. Tunggulah.” kataku padanya. Nde, tunggulah saat itu tiba.

-End of POV-

Donghae dan Jessica kembali ke kamar Taeyeon sambil bergandengan tangan yang disambut heboh semuanya, siulan changmin, teriakan taeyeon, Cieee dari yoona, dan lain-lain.

“Bagaimana hasil score-nya?” tanya donghae pada kyuhyun melihat sooyoung sudah duduk manis bersama yoona melahap kue buatan taeyeon (padahal tadinya katanya gak mau dimakan)

“Kami seri.” kata kyuhyun. “Nah, ssica-ah. Bagaimana kalau kita yang main sekarang?” ajak donghae, yang walaupun dia tau, cinta jessica pasti lebih besar darinya.

“Tapi… aku dan changmin oppa juga mau main!” protes yoona tapi tetap duduk diam dan menyuapi changmin sepotong kue. “Sooyoung-ah, aku juga mau seperti changmin.” rengek kyuhyun manja.

Sooyoung menyuapi kyuhyun segumpal kue besar yang entah muat di mulutnya atau tidak. “Kalian kan masih sibuk dengan kue yang kurang meyakinkan itu.” Taeyeon medelik pada donghae “eeh… tentu saja maksudku enak. Jadi, aku dan Jessica duluan ya.” kata donghae

Ringdingdong ringdingdong gididingdingding . HP Donghae berbunyi. “Yeoboseyo? Minho-ah?” tanya donghae.

“Mwo?? Ada apa dengan seohyun?” tanya donghae cemas. Yang lainnya menghentikan aktivitas mereka dan menatap donghae dengan tatapan apa-yang-terjadi.

“Arasso. Kami akan segera kesana.” kata donghae. Wajahnya pucat. “Wae-yo? Seohyun kenapa?” tanya ssica cemas. “Apa kata minho tadi?” tanya taeyeon.

“Seohyun-ah. Dia……”

TBC

hehe, masih belum ketauan nih gimana keadaan seohyun. sengaja auhtor bikin penasaran. Disini kurang banyak skandalnya. Di part 5 yang author banyakin skandalnya. kekekeke

Don’t forget comment yah  reader2ku tercinta… hehe 😀


 

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

main cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Seo Joohyun, Lee Jinki (a.k.a onew)

Sooyoung POV

Inilah aku, choi sooyoung. Berdiri di depan sekolah tercintaku, Seoul School. Sekolah terbaik di Seoul.

Aku dan saudara-saudaraku menapaki kaki kami ke taman depan Seoul school.

“Annyeong haseo, sooyoung-ah.” sapa seseorang yang bahkan aku tidak kenal. “Annyeong haseo.” sapaku padanya.

“Pagi, Sooyoung onnie!”

“Annyeong haseo, soo-ah!”

“Annyeong haseo, sooyoung.”

sapa teman-teman dan adik kelasku. “annyeong haseo semuanya.” sapaku pada mereka. Aku memang termasuk siswa populer di sekolahku. Keluargaku adalah pendiri sekolah ini dan pengusaha kaya yang menjadi orang nomor 1 di Seoul. Tidak seperti kakakku, Choi Siwon yang sombongnya gak ketulungan, atau seperti adikku Choi Minho yang suka mem-bully dan merasa orang paling jago, aku, Choi Sooyoung adalah seorang yang pandai bergaul dan ramah. Walaupun, agak sedikit ‘berandal’

“Sooyoung! Akhirnya kau datang! Pinjam pe-er dong. Aku belum bikin.” panggilnya langsung setelah aku memasuki kelasku. “Aku saja belum bikin, cho kyuhyun!” kataku.

“Sooyoung-ah, ini salin saja pe-erku!”

“Ini, aku jamin jawabanku benar semua!”

“Tulisanku lebih rapi. Ambil saja punyaku.”

namja-namja di kelas berebutan meminjamkan pe-er mereka padaku. Aku asal ambil dari mereka. “Kamsahamnida.” kataku. Aku melemparkan salah satunya ke kyuhyun. Dia menatapku seakan aku ini makhluk ajaib atau peri atau apalah. “Woaa… gomawo soo.. kau memang teman terbaikku.” katanya sambil memelukku. “Sudah… bagaimana aku bisa membuat pe-er kalau kau memelukku seperti ini.” kataku. Dia hanya nyengir, menampilkan giginya yang putih rapih lalu melepas pelukannya.

Oh, apakah kalian Kyuyoung shipper? kekeke~ Sayangnya, kyuhyun bukanlah namja chinguku. Dia hanya sahabatku. Sahabat terdekatku. Jeongmal. Sungguh. Tidak lebih dari sahabat.

Aku dan Kyuhyun, adalah 2 murid termalas di kelas ini. Oh, kami tidak bodoh. Sungguh. Karena kelas ini, kelas A, adalah kelas dengan murid yang nilai rata-ratanya paling tinggi. Aku dan Kyuhyun menduduki peringkat terakhir. Kekeke

“Sooyoung, Kyuhyun, jangan lupa. Pulang sekolah ada rapat.” ucap Lee Jinki atau biasa dipanggil Onew, sang ketua OSIS. Walaupun dia seumuran dengan kami, tapi karena kemampuan otaknya, dia menjadi sunbae kami dan 1 tingkat di atas kami. “Seohyun, nanti bantu aku mengurus agenda rapat.” katanya pada Seohyun, sang wakil ketua OSIS.

Aku membalasnya dengan senyuman dan anggukan. Di OSIS, tugasku adalah sebagai sie. olahraga. Mungkin karena tubuhku yang atletis dan tinggi. Sedangkan Kyuhyun sebagai sie. kesenian. Seleranya pada seni memang tinggi.

“Bagaimana makhluk seperti kalian berdua bisa jadi pengurus OSIS sih?” tanya Hyoyeon. manusia yang satu ini memang sensi sekali padaku dan Kyuhyun. Entah kenapa.

“kenapa? kau sirik Kim Hyoyeon?” balas Kyuhyun. “Sirik? cih, untuk apa? Tapi, kalian berdua ini kan pemalas dan paboya. Entah apa yang dipikirkan Soo Man sonsaengnim hingga memilih kalian.” tambahnya.

“Sooyoung-ah bukan paboya!”

“Dia pintar! dia juara 2!”

“Sooyoung-ah memang cocok jadi pengurus OSIS!”

bela namja-namja di kelas ku. “woo… kenapa ya tidak ada yang membelaku?” gumam kyuhyun.

“Sooyoung dan Kyuhyun pantas jadi pengurus OSIS. mereka bertanggung jawab.”

perkataan dari Seohyun ini mengejutkan seisi kelas. Seohyun memang dikenal sangat pendiam dan tidak pernah ikut campur dalam urusan kelas yang dianggapnya tidak penting. Melihat Seohyun berbicara untuk membelaku dan Kyuhyun adalah sesuatu yang jarang.

Tapi, hal ini sukses membuat hyoyeon terdiam dan duduk di tempatnya. Aku menjulurkan lidah padanya yang membuatnya semakin geram. Heran deh, salah apa sih sebenarnya aku padanya?

Krystal, teman sekelasku memasuki kelas sambil menangis. “Ada apa krystal?” tanyaku prihatin. Dia menatapku dengan matanya yang merah dan bengkak. “Siwon oppa…” katanya sesenggukan. Sial, apa lagi sih yang diperbuat manusia itu? gerutuku.

“Apa yang dia lakukan padamu Krystal-ah?” tanyaku lagi. “Dia… menghinaku.. menghinaku di depan…” krystal tidak melanjutkan kata-katanya dan menangis. Krystal memang bukan dari keluarga kaya. Dia adalah murid beasiswa disini. Tapi, bukan berarti kakakku bisa seenaknya menghinanya. Krystal adalah yeoja yang baik hati.

“YA! Choi Siwon! Apa lagi sih yang kau lakukan!” seruku pada kakakku yang membuat satu kelasnya menengok ke arahku. “Choi Sooyoung! Hormati aku! Aku ini kakakmu tau!” hardiknya.

Aku tidak menghiraukannya. “Apa yang kau lakukan pada krystal-ah?” tanyaku. Dia tersenyum mengejek “Apa sih pedulimu pada cewek miskin itu?? Dia kan hanya cewek gembel.” katanya.

Kalau tidak ingat dia adalah kakakku, mungkin sudah kutampar mulutnya itu. Maklumlah, dia adalah ‘tuan muda’ Choi, pewaris perusahaan terbesar di Seoul.

“Kau ini…. jangan terlalu sombong begitu, oppa! Kalau kita nanti yang jadi gembel, baru kau tau rasa!” omelku. Seketika senyumnya hilang. “tak usah mengguruiku, sooyoung. Kita tidak akan mungkin menjadi gembel seperti cewek itu, adikku yang cantik.” katanya.

Ah, sampai mulutku berbusa pun, kakakku tidak akan merubah sifat sombongnya itu.

“Aaaa! a… ampun…” teriak seseorang. Aku, yang memang sifat dasarnya ingin tau, segera berlari ke sumber suara. Ternyata itu adalah Lee taemin, juniorku. Kulihat dia sedang berlutut pada…. yah… adikku, Choi minho.

Kulihat minho menendangnya dan memukulnya. Yang lain hanya diam saja melihatnya karena takut pada minho dan antek-anteknya, Key, Wooyoung, dan Chansung. Tapi, ada 1 orang yang minho takuti. Dan itu, aku.

“Choi minho.” panggilku dingin. “ehh… noona?” jawabnya. “Lepaskan taemin.” kataku dengan tenang. “hm, sebentar.” katanya sambil menendang taemin lagi. Aku mendekatinya. “LEPASKAN!” seruku yang membuat minho berhenti menendangi taemin. “pergi sana.” kata minho.

“eh.. kamsahamnida, noona.” kata taemin sambil membungkuk 90 derajat padaku. Aku membalasnya dengan senyuman.

“Choi minho…”panggilku. “Iya.. iya.. mianhamnida.” katanya. Entah apa yang membuat pembully seperti dia takut padaku. tapi setidaknya, hal itu bisa membuatku mengontrolnya.

Keluarga Choi memang tidak disukai disini. Pasti karena kelakuan Siwon oppa dan Minho. Tapi, semuanya menyukaiku -kecuali hyoyeon, kurasa.

-End of POV-

“Sooyoung! Cepatlah!” seru Kyuhyun. “Sabar! Aku ini pakai rok tau.” balas Sooyoung. Mereka berdua sedang memanjat pagar sekolah untuk bolos. Jangan tanya kenapa, ini sudah kebiasaan mereka untuk menghindari pelajaran matematika dan sosiologi (author ga tau pelajaran di korea apa aja, jadi disamain aja yah sama yang di indo) Sudah dibilang kan sebelumnya, Sooyoung itu anak yang sedikit ‘berandal’?

“EHEM.” tiba-tiba Onew datang memergoki mereka sedang kabur. “Onew..?” tanya sooyoung bingung. “wah, ketua OSIS SMA Seoul school juga mau kabur ternyata. Ayo, kubantu kau memanjat pagar.” kata kyuhyun.

“Siapa bilang aku juga mau kabur? Aku ini sedang ditugasi soo man sonsaengnim untuk menertibkan murid seperti kalian ini!” kata Onew.

“Ah, Jangan beritau soo man sonsaengnim please.” mohon Sooyoung. Walaupun mereka ketahuan kabur oleh BoA sonsaengnim, guru matematika dan Gahee sonsaengnim, guru sosio, dengan ‘tatapan-memelas-maut’ Sooyoung dan Kyuhyun, mereka tidak pernah dihukum.

“Hm, begini saja. Aku yang akan menghukum kalian.” ucap Onew. “mwo?? tapi…” ucap sooyoung. “atau kalian mau lee soo man sonsaengnim yang menghukum?” ucap Onew lagi yang membuat Kyuhyun dan Sooyoung cepat-cepat memanjat pagar lagi untuk kembali ke dalam sekolah.

“kekeke~ kalian ngapain memanjat begitu?” kata onew sambil tertawa memperlihatkan kunci gerbang sekolah yang ada di tangannya. Sooyoung membelalakan matanya “oppa! kenapa kau tidak bilang kau punya kuncinya!?” serunya. “kekeke” onew hanya tertawa.

“nah, lari keliling lapangan 10 kali.” ucap Onew. “mwo? se-se-sepuluh?” ucap Kyuhyun gagap. Dia memang paling payah dalam olahraga. Tidak seperti Sooyoung, yang langsung saja berlari dengan riang.

Onew POV

Tubuhnya atletis sekali. Tinggi, menawan, dan cantik. Ah, aku ini mikir apa sih? Tapi… aku… aku tidak bisa menyangkalnya. Keke~ Ketua OSIS Seoul School, menyukai ketua sie. olahraga.

“Sooyoung-ah ! Tungguin dong!” seru Kyuhyun yang mati-matian berusaha mengejar Sooyoung. Cho Kyuhyun. Orang yang benar-benar membuatku cemburu. Dia sangat dekat dengan Sooyoung. Aku tau mereka cuma sahabat. Tapi… ah, sudahlah. Biarkan aku menjaganya dari jauh saja tanpa dia perlu tau perasaanku.

“Onew-ssi. Sedang apa mereka?” tanya Seohyun yang tiba-tiba ada di sampingku. Aku terlonjak kaget karena dia tiba-tiba datang dan membuyarkan pikiranku tentang Sooyoung.

“Mereka kuhukum. Karena berusaha kabur dari sekolah.” jelasku.

“New scandal of Seoul School! Ketua OSIS dan wakilnya sedang pacaran!” seru Kyuhyun iseng. “Waaah… cukkhae Onew oppa, Seohyun-ah!” timpal Sooyoung.

“eeh? tidak! kami tidak pacaran!” kilah Onew. “Nde. Kami tidak pacaran.” ucap Seohyun. Tapi Kyuhyun dan Sooyoung hanya tertawa.

“Yang benar Seohyun-ah?” ledek kyuhyun. Wajah Seohyun bersemu merah. “Chinja. Tentu saja.” kata Seohyun. “Kalau begitu… kenapa wajahmu merah begitu?” goda Kyuhyun lagi. Seohyun tidak menjawab.

“Sooyoung-ah! Awas!” seruku. Sooyoung yang terlalu bersemangat berlari tidak melihat batu besar di depannya dan tersandung. “Adududuh~” ucapnya sambil mencoba mempertahankan keseimbangannya. Dengan cepat, aku menghampirinya sebelum keseimbangannya hilang.

Aku menangkap tubuhnya itu tepat saat dia terjatuh. Tubuhnya yang indah dan langsing itu ternyata sangat ringan. “Cieeee…” goda kyuhyun. Seohyun saja tersenyum-senyum melihat posisi kami yang seperti berpelukan itu.

Aku merasa wajahku panas. Aduh, pasti wajahku merah sekali. batinku. Tapi, kulihat, wajah sooyoung juga merah.

Sooyoung POV

“eeh… ngg, gomawo oppa.” kataku. Langsung saja, Onew melepaskanku darinya. “Ehh… iya.” jawabnya kikuk. Kenapa jadi canggung begini? Ah, padahal Kyuhyun sering memelukku. Tapi, rasanya biasa saja. Kenapa ya.. saat Onew oppa memelukku seperti itu rasanya… berbeda…

“Onew! masa kau mau sama berandal seperti dia ini sih?” ledek Kyuhyun lagi. Aku mendelik padanya, melemparkan tatapan diam-kau! padanya. Tapi, kurasa dia pasti sudah kebal dengan tatapanku itu.”Memangnya salah?” jawab Onew.

“Oh, jadi kau memang benar menyukainya?” tanya Kyuhyun. “Kenapa? Cemburu?” serang Onew.

“Annio. Untuk apa aku cemburu? Lebih baik aku bersamanya.” kata Kyuhyun sambil merangkul Seohyun. “Mwo?? Kalian sudah jadian dan bahkan tidak memberitahuku?” ucapku terkejut.

“Ah, annio… tidak kok.” jawab Kyuhyun dan melepaskan tangannya dari Seohyun. Kini, wajah mereka berdua yang memerah.

Seohyun POV

“heh? Kenapa Kyuhyun oppa bilang begitu? omo!” batinku dalam hati. Belum lagi, tangannya yang besar dan hangat merangkulku. Aku merasa wajahku memanas.

Saat pulang sekolah…

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruang OSIS. Hari ini kami akan ada rapat membahas Basketball Cup yang akan diselenggarakan si sekolah ini.

“pssstt… seohyun-ah.” panggil seseorang dengan bisikan. Aku menengok. ternyata Kyuhyun oppa. “Wae? Kenapa kau disini?” tanyaku padanya yang sedang berjongkok di koridor. Padahal, 15 menit yang lalu aku masih melihatnya di dalam kelas.

“Lee Soo Man sonsaengnim menghukumku. Gara-gara aku makan coklat saat pelajarannya. Padahal, Sooyoung makan 3 bungkus dan aku hanya 1. sialnya, aku yang kepergok.” gerutunya. Aku hanya tersenyum “Sudah tau, sonsaengnim seperti apa, kau masih nekat saja.” kataku.

Dia tersenyum “Kau… manis loh saat tersenyum.” Wajahku memerah lagi. “eeh?” hanya itu kata yang bisa keluar dari mulutku.

“Aku… sering melihatmu berdiam diri saja. Jarang sekali bicara dan tersenyum. Padahal, saat tersenyum kau itu manis loh.” katanya panjang lebar. Aku hanya diam membatu mendengarkannya. “Sering-sering tersenyum ya. Untukku.” tambahnya lagi.

Aigoo… Aku sangat senang mendengarnya. Ingin rasanya aku melompat-lompat sepanjang perjalanan ke ruang OSIS. “Ehh… gomawoyo.” kataku sambil tersenyum dengan sangat manis. Memang benar kata orang-orang. Tidak ada yang mengalahkan wajah cantik wanita saat dipuji lelaki yang disukai.. eh bukan, dicintainya.

Kulihat wajahnya memerah “I.. iya. Oh iya, kau mau kemana?” tanyanya mengalihkan pembicaraan. “Ruang OSIS.” jawabku. Dia langsung bangkit berdiri. “Oh… ngapain?” tanyanya lagi. “Mempersiapkan agenda rapat untuk nanti bersama Onew.” terangnya.

“Berdua saja?” tanyanya lagi seakan menginterograsiku. Aku mengangguk. “Enak sekali dia.” gumam Kyuhyun. “mwo?” tanyaku, memastikan kupingku tidak salah dengar. “eeh… gwenchana. Yasudah, sana.” katanya.

“Annyeong haseo, Onew-ssi.” sapaku pada Onew yang sudah ada di ruang OSIS. “Annyeong haseo. Seohyun-ah. Berhenti memanggilku seperti itu. Panggil saja oppa.” katanya. “eeh… arasso, onew oppa.” kataku.

“Hmm… oppa.” panggilku. “nde?” “Kau… menyukai Sooyoung ya?” tanyaku tanpa basa-basi.

“mwo??” tampaknya dia kaget. Aku sendiri bahkan kaget kenapa pertanyaan itu bisa terlontar dari mulutku. “Sudah terlihat dari dulu kalau kau menyukainya. Kenapa tidak kau nyatakan saja?” ucapku lagi.

“Aku… tidak berani.” katanya  lirih. Aku menyentuh pundak onew. “Coba saja.” kataku.

“Kau sendiri?” tanya Onew. “Aku apa?” aku bertanya balik. “Kau dengan Kyuhyun… Kurasa dia juga menyukaimu.” katanya. Wajahku memerah untuk yang ketiga kalinya hari ini. “menurutmu begitu? Kurasa… mm.. tidak.” kataku. “percayalah pada ketua OSIS. keke~” katanya.

Aku tersenyum dan menggenggam tangannya. Aku sendiri heran, kenapa seberani ini. Mungkin, kata-kata Kyuhyun tadi memberiku kekuatan tersendiri. “Kita berjuang bersama..” kataku. “Untuk mendapakan cinta kita.” lanjut Onew.

Tiba-tiba, pintu ruang OSIS terbuka

-End of POV-

ternyata yang masuk adalah Sooyoung. “Ehh… maaf mengganggu.” katanya melihat Seohyun dan Onew yang saling berpegangan tangan dan berhadap-hadapan. Apa sih, Sooyoung? Kenapa rasanya sakit? batin Sooyoung dalam hati.

“Ehh… chakkaman. Kami, gak ngapa-ngapain kok.” kata Onew. Onew babo! Ngomong apaan sih? gerutunya dalam hati. “heeh… kalian mau ngapain kan bukan urusanku.” kata Sooyoung.

“Benarkah? Bagaimana kalau ini?” ucap Seohyun. Dia menarik Onew sehingga membelakangi sooyoung dan.. mencium Onew!

“Seo… seohyun?” kata Sooyoung tidak percaya pada temannya yang pendiam ini. Aduh, kenapa kau sedih choi sooyoung? Rasanya… aku.. ingin menangis.. batin Sooyoung.

“woo.. kenapa in…” kata-kata Kyuhyun tidak bisa dilanjutkan saat dia melihat Seohyun dan Onew. Sooyoung berlari keluar dari ruangan. Spontan, Onew langsung mengejarnya.

“wow.” komentar Kyuhyun sedih. “Aku… tidak menciumnya kok.” kata Seohyun. “oh ya?” tanya Kyuhyun lemas. “Tadi, aku hanya berpura-pura. Supaya Sooyoung mengakui perasaannya pada Onew oppa.” jelas Seohyun. “wah. Kau bahkan sekarang memanggilnya oppa.” kata Kyuhyun lagi. “Wae? Jealous?” tanya Seohyun.

“mwo?? a.. annio.” jawab Kyuhyun. “Aku tidak cemburu. untuk apa aku cemburu? Aku kan tidak punya hak untuk…” kata-katanya terpotong karena Seohyun memeluknya. Memeluknya dengan sangat erat. “eeh… Seohyun?” ucap Kyuhyun. Seohyun menatapnya dalam-dalam lalu berkata “oppa… saranghae.” katanya. Dia mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengatakannya.

“a..apa? Aku tidak dengar.” kata Kyuhyun. “Aku tau kau dengar.” kata Seohyun. “Sungguh. Aku tidak dengar.” kata Kyuhyun pura-pura polos.

“OPPA! SARANGHAE! apa masih tidak dengar juga?” teriak Seohyun. Kyuhyun tersenyum. merengkuh tubuh mungil Seohyun ke dalam pelukannya. “Na do saranghae.” jawab Kyuhyun.

back to Onew-Sooyoung

“Sooyoung-ah! Chakkaman!” panggil Onew. Sooyoung sudah tidak bisa membendung air matanya. “Kenapa… kau menangis?” tanya Onew sambil mengusap air mata Sooyoung yang terjatuh deras di pipinya. “Molla.” jawab Sooyoung.

“Tadi, Seohyun tidak menciumku. Dia hanya.. pura-pura.” kata Onew. “Lalu? Itu kan bukan urusanku.” ucap Sooyoung. “Choi Sooyoung…. jawab aku. Benarkah kau tidak peduli?” tanya Onew sambil menatap mata Sooyoung dalam-dalam.

Sooyoung menghindari tatapan matanya dan tidak menjawab. “Choi Sooyoung, jawab aku!” kata Onew lagi. Tangisan Sooyoung pecah “nde… iya! Aku peduli! karena aku cemburu.. Aku bahkan tidak menyadari bahwa aku cemburu. Aku.. aku…” Onew meletakkan telunjuknya di bibir Sooyoung.

“Choi Sooyoung, dengarkan ketua OSISmu ini. Ketua OSIS SMA Seoul School telah jatuh cinta pada ketua sie. olahraga. Sooyoung-ah, saranghae.” kata Onew, mengumpulkan semua keberaniannya.

Sooyoung terpana “Tapi.. kau dan Seohyun…” Onew memotongnya “kami tidak ada apa-apa. Kami hanya saling mendukung karena ingin menyatakan perasaan padamu dan Kyuhyun.” terangnya.

“nah, kau tidak menjawab perasaanku?” tanya Onew. Sooyoung tersenyum “Bukankah saat kubilang aku cemburu, kau sudah mengerti artinya?” Sooyoung bertanya balik.

Onew menarik Sooyoung ke dalam pelukannya dan memeluknya.

“you are my destiny.” kata Onew padanya.

“Wah, seleramu itu orang serendah ini yah, ketua?” kata Hyoyeon yang muncul tiba-tiba. “Hyoyeon-ah!” kata Onew terkejut.

“Melupakan rapat demi wanita pecicilan ini?” sindir Hyoyeon lagi.

“terserah kau mau bilang apa. Biar aku seorang ketua OSIS, dan Sooyoung adalah anak ‘pecicilan’ seperti yang kau bilang. Aku mencintainya. She’s my destiny.” kata Onew.

Hyoyeon cemberut mendengar pembelaan Onew “Jangan lupakan rapat.” ucapnya sebagai sie. sosial sebelum akhirnya pergi.

“Nah, ayo kita rapat.” kata Onew sambil menggandeng tangan Sooyoung menuju ruang OSIS. “Kenapa kau memilih bad girl sepertiku untuk menjadi yeoja yang kau cintai, oppa?” tanya Sooyoung polos.

“Dasar.” kata Onew sambil mencubit hidung Sooyoung lembut. “Bukankah tadi sudah 2 kali kubilang…

It’s because you are my destiny.

hwaa… senangnyaa bisa bkin OnSoo pairing… hehe..

gimana ceritanya?

 

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

Esoknya, Sooyoung masih lemas. Dia masih terpikir dengan apa yang terjadi kemarin.

“Sooooooyyoooouuuungg!!!” Jessica dan Seohyun memanggilnya dari kejauhan. “mwo?” sahut Sooyoung. “Kau tampak buruk sekali.” Komentar Seohyun. “ya, benar. Apa kau sakit?” Tanya Jessica. “Ah, annio. Hanya, aku ada sedikit masalah.” Jawab Sooyoung.

“Apa? Ceritakanlah pada kami.” Sahut Jessica dibalas anggukan Seohyun. Sooyoung tersenyum, bersyukur memiliki sahabat sebaik mereka

“Kyuhyun oppa. Dia….”

“Annyeong haseo, minna.” Sapa Nickhun menghentikan percakapan Sooyoung, Jessica, dan Seohyun. “Annyeong haseo oppa.” Jawab ketiganya yang dibalas senyuman hangat Nickhun.

Lalu, Nickhun kembali ke kelasnya “Dia kesini hanya untuk menyapa Sooyoung.” Kata Seohyun.

“Nah, apa yang mau kau ceritakan Sooyoung?” tanya Jessica setelah pulang sekolah. Sooyoung menarik napas panjang lalu bercerita

“kyuhyun… Dia… seorang vampir.”

“Mwo?? Apa? Jangan bercanda” kata Seohyun. “Aku juga tidak percaya, tapi, yah… itulah dia.” Sergah Sooyoung.

“Vampir memang ada. Tapi, bagaimana Kyuhyun bisa menjadi seorang vampir?” tanya Jessica.

“Vampir memang ada? Kau tau darimana?” tanya Sooyoung heran. Jessica mendesah

“Kakak sepupuku… Yah… dia vampir” kata Jessica. “Apa? Kau tidak pernah bercerita pada kami.” Seru Seohyun tidak percaya.

“Kupikir itu tidak penting untuk diceritakan.” Kata Jessica. Mereka semua lalu terdiam.

“Sooyoung! Annyeong haseo!” sapa Sungmin yang tiba-tiba datang. “Annyeong haseo oppa.” Sooyoung menyapa balik.

“Oppa, aku sudah tau semuanya.” Kata Sooyoung tiba-tiba. Sungmin hanya tertunduk “Yah… aku tak bisa berbuat apa-apa. Tapi, kau bisa Sooyoung.”

“Bisa? Bisa apa?” tanya Sooyoung bingung. “bisa… membebaskan Kyuhyun.” Kata Sungmin “Apa? Membebaskan Kyuhyun? Bagaimana caranya?” tanya Sooyoung penasaran.

“Dengan… cinta sejatinya menghisap darahnya.” Kata Sungmin. Sooyoung terkejut. Begitupun dengan Jessica dan Seohyun. “Ha? Apa maksdunya?” tanya Sooyoung.

“Yah… hanya itu satu-satunya cara membebaskan seorang vampir. Kebetulan, Kyuhyun belum 3 bulan menjadi vampir. Dan siapapun tau, Kau, Choi Sooyoung adalah cinta sejatinya.” Jelas Sungmin.

“Eh… menghisap darahnya?” ulang Sooyoung. Sungmin mengangguk. “Menghisap darah Kyuhyun oppa?” tanya Sooyoung lagi. Sungmin memutar bola matanya “Yah… siapa lagi. Jelas menghisap darahnya.” Katanya tidak sabaran.

“Tapi… bagaimana caranya?” tanya Sooyoung.

“Aku akan mengantarmu ke tempat persembunyian mereka. Vampir-vampir itu biar aku yang urus dan temuilah Kyuhyun.” Jelas Sungmin. Sooyoung mengangguk.

Hal yang paling dia inginkan adalah kebebasan oppa-nya dari sesuatu yang mengikatnya. Yang tidak diinginkannya.

Esoknya, Sungmin dan Sooyoung pergi ke tempat yang menjadi tempat persenyembunyian vampir-vampir itu. Mereka berangkat siang hari setelah Sooyoung menerima berkali-kali pelukkan dari kedua sahabatnya, Jessica dan Seohyun.

“Nah, disana Kyuhyun.” Kata Sungmin sambil menunjuk ke tempat Kyuhyun berdiri. “oppa…” kata Sooyoung lirih. Ingin rasanya dia berlari dan memeluk Kyuhyun.

“Sabar dulu Sooyoung. Aku akan mengajak ngobrol Jonghyun, junsu, dan onew. Saat aku sudah masuk, hampiri Kyuhyun dan lakukan… apa yang harus kau lakukan.” Intruksi Sungmin.

Sooyoung mengangguk. Sungmin maju dan berbicara dengan Jonghyun. Lalu, Sungmin, Jonghyun, Onew, dan Junsu masuk ke dalam rumah kayu yang merupakan tempat persembunyian. Sooyoung langsung bergerak menghampiri Kyuhyun.

“Sooyoung-ie! Sedang apa kau  disini?” tanya Kyuhyun terkejut melihat Sooyoung menghampirinya.

“Aku.. aku ingin membebaskanmu, oppa.”

“Mwo? Tapi bagaimana?” tanya Kyuhyun heran. “Dengan menghisap darahmu.” Jawab Sooyoung dengn polos.

“APA? Tapi..tapi..” jawab Kyuhyun semakin terkejut. “oppa, aku hanya ingin kebebasanmu. Aku ingin semuanya kembali seperti dulu. Aku sangat mencintaimu, oppa…” kata Sooyoung.

Kyuhyun tersenyum, menarik Sooyoung ke dalam pelukannya, lalu menciumnya. Menciumnya tepat di bibirnya. Kyuhyun menyentuhkan bibirnya yang lembut pada bibir Sooyoung.

“Aku juga mencintaimu, Sooyoung.” Kata Kyuhyun. “ Aku juga ingin bebas.” Lanjutnya.

Lalu Kyuhyun menggigit lengannya dan seketika mengucurlah darah dari luka tersebut. “Ini…” kata Kyuhyun. Tanpa ragu-ragu, Sooyoung menghisap darah Kyuhyun dari luka tersebut. Lalu kemudian…

“BERHENTI!” teriak Onew lalu menarik Sooyoung menjauh dari Kyuhyun. “Jonghyun! Junsu! Ada penyusup disini!” Teriak Nickhun yang lalu disusul dengan kedatangan Jonghyun dan Junsu.

“Mencoba kabur?” tanya Jonghyun terpana. “Tidak akan kubiarkan!” lanjut Jonghyun lalu mengejar Sooyoung dan Kyuhyun yang berlari.

Dengan cepat, Jonghyun, Onew, dan Junsu sudah mengejar Sooyoung dan Kyuhyun. “Kumohon… biarkan Kyuhyun bebas!” kata Sooyoung setengah berteriak.

“Tidak bisa, sayangnya. Dia kelak, akan menjadi penguasa hebat. Karena dia generasi…” kata-kata Jonghyun terputus

“Cukup. CUKUP!! Aku muak dengan semua ini. Mianhae, aku harus bebas!” teriak Kyuhyun. Kyuhyun lalu memukul Jonghyun tiba-tiba yang membuatnya terjungkal ke belakang.

Tapi, Onew sudah siap untuk menerjang Kyuhyun. “Oppa… awas!” seru Sooyoung. Tapi, Onew tidak sampai menonjok Kyuhyun karena seseorang telah mendorongnya. Namja itu adalah…

“Ju…Junsu hyung?” Junsu menatap Kyuhyun dan Sooyoung satu per satu secara mendetail. “Pergilah. Kurasa, kau sudah bebas. Cepat! Pergi! Mereka biar kuurus.” Katanya.

“Tapi.. mengapa kau menyelamatkan kami?” tanya Sooyoung heran. “Aku pernah hampir dibebaskan oleh kekasihku. Tapi…” Junsu berhenti sejenak lalu meneruskan “Jonghyun… membunuhnya. “

Lalu tiba-tiba Jonghyun dan Nickhun menerjang mereka. Junsu melawan mereka. “Pergilah. Cepat!” Setelah ragu sejenak, Sooyoung dan Kyuhyun akhirnya berlari pergi.

Mereka akhirnya sampai ke rumah Kyuhyun. “Sepi sekali. Dimana Sungmin hyung?” tanya Kyuhyun. “Astaga oppa!” Sooyoung teringat pada Sungmin yang masih di tempat vampir itu.

“Wae?” tanya Kyuhyun bingung. Tiba-tiba muncullah Junsu dengan badan penuh luka, memar, dan darah. “Gyaaa….” Teriak Sooyoung kaget. “Apa yang terjadi hyung?” tanya Kyuhyun cemas.

“Aku… membunuh Onew dan Jonghyun. Dan… dan.. Sungmin juga terbunuh saat membantuku.” Ceritanya dengan suara lemah. Sooyoung terkejut dan sedih. Dilihatnya Kyu oppa juga sangat terpukul dengan kematian hyung-nya.

“Sini oppa, biar kubalut lukamu dan kubersihkan tubuhmu.” Tawar Sooyoung pada Junsu. “tidak perlu.” Katanya sambil tersenyum

“Aku hanya menyampaikan berita ini. Kyuhyun, kau sepenuhnya bebas. Kau adalah manusia lagi. Semoga kalian berbahagia.” Katanya “Oh ya, sampaikan salamku pada adik sepupuku. Jessica Jung. Aku tau kau mengenalnya.” Tambahnya lalu tiba-tiba menghilang meninggalkan Sooyoung yang terpana dan Kyuhyun yang menangis.

Esoknya, Kyuhyun dan Sooyoung berangkat sekolah bersama. Segalanya sudah kembali seperti biasa. Mereka disambut deperti orang yang habis pulang dari penjara oleh ssica dan seohyun.

“Sooyoung! Kyuhyun oppa!” panggil ssica dengan riang. “Senangnyaaa kalian sudah pulang!” kata seohyun. Kyuhyun dan Sooyoung menanggapi dengan senyuman.

“Ssica… sepupumu, Junsu menitip salam padamu.” Kata sooyoung. “Ju…junsu oppa? Bagaimana keadaannya?” tanya ssica terkejut. “Molla. Aku tak tau.” Kata Sooyoung.

“Sooyoung-ie!” panggil Nickhun dari kejauhan. “nde?” jawab sooyoung. “Siapa namja ini?” tanya Nickhun melihat Kyuhyun yang ada di sebelah Sooyoung. “Eh, dia….” Belum selesai Sooyoung bicara, Kyuhyun sudah menjawab “Aku namja chingunya.” Jawabnya.

“Mwo?? AKUlah namja chingunya.” Kata Nickhun.

“MWO??” seru Sooyoung, Kyuhyun, Jessica, dan Seohyun bersamaan. “Iya kan? Sooyoung-ah?” kata Nickhun lagi sambil merangkul Sooyoung. “Eh, apa? Annio… Aku tidak pernah…” tapi, Kyuhyun sudah terlanjur pergi.

“Kyuhyun oppa… chakkaman!!” seru Sooyoung. Dia hendak mengejar Kyuhyun tetapi Nickhun menahannya. “untuk apa kau kejar dia sih?” tanyanya.

“DAN KENAPA KAU BILANG KALAU KAU INI NAMJA CHINGUKU??!” seru sooyoung dengan nada tinggi yang membuat nickhun agak terkejut. “Loh? Memangnya bukan?” balas nickhun. “tentu saja bukan!! Kau menyatakan perasaanmu saja tidak pernah! Bagaimana mungkin kau menjadi namja chinguku!” seru Sooyoung yang sudah habis kesabarannya.

“Yasudah. Sooyoung, saranghae. Nah, aku sudah jadi namja chi…” PLAKK. kata-kata Nickhun terpotong tamparan keras dari sooyoung.

“Percuma tampangmu bagus. Dasar playboy.” Katanya dingin. Sooyoung berlari mencari Kyuhyun. “Apa bagusnya vampir itu??! Aku akan lebih baik darinya!” seru Nickhun, tapi percuma, Sooyoung tidak mendengarnya.

“V…vampir?” tanya ssica terkejut. “Ah, kenapa? Bukankah sepupumu juga vampir?” ucap Nickhun. “kau… tau dari mana?” tanya ssica.

Nickhun tersenyum licik yang membuat ssica dan seohyun bergidik.

“Besok…” kata nickhun. “aku akan jadi salah satu di antara mereka. Padahal, aku ingin sekali menghancurkan hidup kyuhyun yang membuat jonghyun sunbae mati.” Terangnya lalu pergi entah kemana.

“Kyuhyun oppa… jangan percaya padanya!” seru sooyoung langsung begitu menemui Kyuhyun. Kyuhyun menatap sooyoung beberapa saat lalu tersenyum.

“Aku tau. Aku percaya padamu. Maaf, entah apa yang kupikirkan tadi seeing pergi tiba-tiba.” Katanya. Sooyoung memeluknya dengan erat. “Oppa… saranghae.” Ucapnya. “na do saranghae.” Ucap Kyuhyun sambil menegcup kening sooyoung.

5 tahun kemudian

“Selamat Sooyoung, Kyuhyun. Kalian memang pasangan hebat!” kata Jessica dan menyelamati Sooyoung dan Kyuhyun yang kini menikah. “Kalian pandai memilih tanggal ya. 1-1-2011.” Komentar Seohyun. Sooyoung dan Kyuhyun hanya tersenyum.

“Ah, Nickhun??” seru Jessica terkejut. “Mana?mana?” tanya Seohyun. Nickhun datang bersama Jonghyun di sebelahnya.

“Hai.” Sapanya. “Wah, sudah 5 tahun kau tiba-tiba menghilang dan sekarang tiba-tiba muncul kembali.” Komentar Seohyun yang disusul anggukan Jessica. Tapi Nickhun tidak menghiraukannya.

Dia dan Jonghyun menuju ke arah Sooyoung dan Kyuhyun yang sangat terkejut. Nickhun berbicara pada Sooyoung “Mianhae minna, aku tak pernah memberi tahumu bahwa aku sekarang sudah jadi vampir. Oh ya, dan selamat atas pernikahan kalian.” Kata Nickhun sambil tersenyum.

“Kau benar-benar menyusahkan kami. Sekarang kami harus benar-benar menghindari matahari setelah regenerasi ke-2. Tapi ingat Kyuhyun….” Kata Jonghyun lalu melanjutkan

“vampir itu abadi.”

-The end-

akhirnya author jdiin 2shoot doang.. abis pendek sih >.< hehe

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

Author POV

“Sooyoung-ah, apa kau percaya adanya vampir?” tanya Kyuhun. “ neh? Mengapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu oppa?” Sooyoung balik bertanya. “Entah. Tiba-tiba terlintas di pikiranku saja.” “Hmm… entahlah oppa, aku tidak percaya pada sesuatu sebelum aku benar-benar melihatnya.” Jawab Sooyoung.

Siang itu Sooyoung dan sahabat karibnya, Kyuhyun berjalan-jalan di taman dekat rumah mereka. Membicarakan semua hal tentang kehidupan mereka.

Tiba-tiba, kakak Kyuhyun, Sungmin mendekat. “sooyoung-ie… dongsaeng… Sedang apa kalian?”

“Ah, Sungmin oppa.” Sooyoung menyapanya. “ Kami hanya berjalan-jalan hyung” Jawab adiknya, kyuhyun.

Sungmin menatap Kyuhyun dan Sooyoung satu per satu lalu berkata pada dongshaengnya “Pulanglah sebelum jam 6.” Lalu setelah itu Sungmin pergi.

Kyuhyun hanya terdiam lalu Soo memecah keheningan tersebut. “Apa kau ada acara nanti Kyu oppa?” ‘Ya, mungkin.” Jawab Kyuhyun lirih.

“Oppa, sebentar lagi jam 6. Aku yakin kau harus bersiap-siap. Sebaiknya kita pulang.” Kyu hanya mengangguk lalu mengikuti langkah Soo yang penuh semangat.

End of POV

Sooyoung POV

“ Ah.. ada apa dengan Hyunnie? Setelah hyung berkata seperti itu dia langsung tidak semangat.” Pikirku. “Young-ah… kita berpisah disini. Aku harus buru-buru.” Pamit Kyuhyun lalu meninggalkan Sooyoung sendiri. “Ah… oppa!” Panggil Soo. Kyuhyun hanya menengok lalu tersenyum lirih dan kembali berlari pulang

End of POV

“Dongsaeng….” Sapa Sungmin pada adiknya yang baru pulang. “hyung.. Apakah.. benar?” tanya Kyu gemetaran. “ sayangnya.. iya” Sungmin menjawab lirih. Kyuhyun terjatuh lemas tapi Sungmin tidak membantunya bangkit. “ ini kenyataan, kyu… Harus kau terima” “Mudah untukmu mengatakannya, karena bukan kau yang mengalaminya! Bukan kau yang ditakdirkan menjadi vampir!” teriak Kyuhyun.

Tiba-tiba pintu terbuka, datanglah Jonghyun, Onew, dan Junsu.

“Mwo? Kalian datang sepagi ini?” Tanya Sungmin. “Kami masih akan menyeleksinya. Dan itu membutuhkan waktu yang lama.” Jawab Jonghyun dingin sambil sedikit melirik kearah Kyuhyun yang mash terduduk di lantai.

“Cih, dia terlihat sangat lemah!” Timpal Junsu. “Yah, mengapa kau memilih dia? Yang lebih besar terlihat lebih menarik.” Sambung Onew sambil menatap Sungmin.

“ Cho kyuhyun adalah generasi Cho Jiwoon. Vampir pertama. Kekuatannya sangat hebat” jawab Junsu. “Jeongmal? bagaimana dengan Sungmin?” Tanya Onew.

“ Dia Lee sungmin kan? Bukan Cho Sungmin.” Jawab Jonghyun lalu menarik Kyuhyun dan akhirnya mereka semua menghilang. Sungmin hanya bisa terdiam melihat dongsaengnya dibawa begitu saja. Dia sedih… sangat sedih.

“Sooyoung! Hey! Sooyoung!!” Seru Jessica memanggil sahabatnya itu. “Ah Sica onnie… Apa kau harus teriak?” jawab Sooyoung. Jessica memutar bola matanya “jelas aku tak akan teriak kalau kau menjawab panggilanku.” “Ah maaf, aku banyak pikran”

Sica mengambil tempat di sebelah Soo lalu berkata “Ceritakan, Soo.” Soo tersenyum samar pada sahabatnya lalu menceritakan masalahnya

“Sudah 3 hari aku tidak bertemu Kyuhyun oppa. Aku datang ke rumahnya dan Sungmin oppa hanya berkata dia sedang pergi. Aku kangen padanya.” “Ah, Kau menyukai kyuhyun?” tanya Jessica. “Mwo? Apa? Tidak…. Yang benar saja” Jawab Sooyoung gelagapan. Pipinya memerah dengan manis.

“Kau tidak pernah bisa membohongiku, Soo… Kita sudah bersahabat 13 tahun.” “Hmm.. yah mungkin” jawab Sooyoung dan pipinya kembali memerah.

Sooyoung POV

‘Ah.. apa aku memang menyayangi Kyuhyun oppa? Aku pikir aku hanya menyukainya sebatas sahabat… atau ternyata lebih dari itu?’ tanyaku pada diriku sendiri. Tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang. “Ah… onnie…” seruku. ‘Eh, tunggu dulu. Jessica ada tepat di sebelahku. Tidak mungkin dia yang menutup mataku.’ Pikirku. Aku meraba tangan orang itu. Tangannya besar dan kasar. Tangan namja! “errr… siapa ini?” kataku sambil melepas tangan si namja. Ternyata dia adalah…. “Nickhun sunbae?!”

End of POV

Sooyoung sangat kaget. Dia dan Nickhun tidak terlalu dekat. Nickhun adalah senior Sooyoung. Umur mereka terpaut 2 tahun. Nickhun tidak lebih dari teman satu klub dengan Sooyoung di klub basket.

“hey, tak usah terlalu kaget begitu, minna.” Ucap Nickhun dengan senyum mautnya. ‘Oh… cewek manapun pasti akan takluk dengan senyuman itu’ pikir Sooyoung.

Nickhun memang terkenal playboy. Wajahnya memang sangat tampan dan perawakannya seperti seorang pangeran. Belum lagi, Nickhun memanggil Sooyoung ‘minna’.

“Eh, nickhun sunbae. Emm….” Sooyoung bingung harus berkata apa. Nickhun tertawa geli melihat sikap Sooyoung. “hehehe… tak usah salting begitu, Choi sooyoung. Aku kan hanya menyapamu.” “Eh, iya. Aku tidak salting kok.” Jawab Sooyoung lebih berani.

Nickhun kembali tersenyum “ Jangan lupa ikut klub nanti. Oke?” katanya sambil berkedip lalu pergi kembali ke kelasnya.

“Soo! Itu… itu tadi… Khunnie oppa!!!” teriak Jessica histeris. “Ya.. lalu?” tanya Sooyoung bingung. “Lalu?lalu? Kau sangat beruntung bisa dekat dengannya seperti itu tadi tau!” timpal Seohyun yang tiba-tiba ikut dalam percakapan mereka.

“mwo? sepopuler itukah dia?” Jessica menggeleng-geleng dan Seohyun memutar bola matanya. “Dia pujaan para wanita!” “Dia cowok terkeren sedunia!” teriak Seohyun dan Jessica bersamaan. Sooyoung hanya memandang mereka.

“Soo! Ayo pulang bareng! Sama seohyun juga” ajak Jessica. “Ah… aku tidak bisa sica… Hari ini aku ada klub.” Nde… bersama nickhun oppa? Selamat bersenang-senang.” Kata Jessica sambil tersenyum-senyum.Sooyoung hanya membalasnya dengan tersenyum kecut.

“Sooyoung-ah! Kemari!” Seru Nickhun dari kejauhan. “Baik, sunbae…” Sooyoung berlari menghampiri Nickhun. “Minna, coba kau latihan lay up dan shoot dulu. Kalau bagus, akan kumasukkan kau dalam tim” Kata Nickhun.

“Mwo? Kau memasukkanku?” Tanya Sooyoung bingung. ‘Ah … Aku baru ingat Nikhun hyung adalah kaptem tim basket.’ Pikir Soo. Sooyoung melakukan apa yang disuruh Nickhun dengan sangat baik. Lalu, setelah selesai, Sooyoung berbalik untuk menghampiri Nickhun. Saat itu juga tidak jauh dari tempatnya dia melihat…..

“KYUHYUN OPPAAAA!!!!” teriak Sooyoung lalu berlari menuju ke oppanya yang sudah berhari-hari menghilang. Kyuhyun merentangkan tangannya lalu menangkap Sooyoung dengan 1 pelukan hangat.

“oppaaaaa…” isak Sooyoung yang menangis di dada Kyuhyun. “Sooyoung.” Panggil Kyuhyun lirih. “Oppa, boghosippo. Selama ini oppa kemana saja? Aku sangat khawatir oppa….” “Mianhae minna. Aku…aku… ingin menceritakan sesuatu padamu. Ayo ikut aku.” Kyuhyun menarik tangan Sooyoung pergi ke tempat lain.

Kyuhyun POV

Aku rindu Sooyoungku… Aku rindu sekali padanya. Sekarang, aku bertemu dengannya dan bahkan memeluknya. Rasanya seperti mimpi saja. Apalagi, setelah semua yang telah terjadi. Batinku. Aku menarik Sooyoung menjauh dari tempat terbuka itu. Berbahaya kalau aku sampai terkena cahaya matahari apalagi kalau sampai mereka menemukanku. “Kyuhyun oppa…. Kita mau kemana?” tanya Sooyoung. “Tenang saja Soo. Aku hanya ingin berdua denganmu.” Kulihat Sooyoung tersenyum. Satu-satunya senyum paling manis dan indah yang ingin kulihat sampai tiba-tiba mereka datang…..

End of POV

“Cho Kyuhyun! Hei! Sedang apa disini!” Jonghyun datang tiba-tiba dengan Junsu. Mereka memakai pakaian super tertutup.

“Jonghyun hyung… Junsu hyung… Kumohon… Aku hanya sebentar. Aku ingin bicara dengan… dengan temanku.” Mohon Kyuhyun.

“Tak mengertikah kau berbahayanya siang hari?” kata Junsu dingin. “junsu hyung.. Aku mengerti. Aku hanya ingin bertemu dengannya. Itu saja.” Kyuhyun memohon lagi.

“Tidak.” Jawab Junsu dingin dan tegas, lalu bersama Jonghyun dia menarik Kyuhyun pergi. “Sooyoung-ah! Aku seorang vampir!” teriak Kyuhyun sebelum akhirnya mereka menghilang

Sooyoung tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya bingung, marah, sedih, heran semua bercampur menjadi satu. Sooyoung benar-benar bingung dengan apa yang telah terjadi dengannya. Semua terasa begitu cepat.

Oppanya yang tiba-tiba datang lalu tiba-tiba pergi dibawa oleh 2 namja aneh yang….. yang bertaring! Sooyoung baru menyadari itu dan baru menyadari kata-kata terkahir Kyuhyun ‘Aku seorang vampir.’ ‘Aku seorang vampir.’ ‘Aku seorang vampir.’

Kata-kata itu terus terngiang dalam telinga Sooyoung. Dia tidak mampu berpikir ataupun bicara. Dia hanya duduk lemas di tanah sampai dia akhirnya sadar.

“Minna, hei… minna… ada apa?” tanya Nickhun berulang-ulang pada Sooyoung yang tatapannya kosong. “Neh… Nickhun sunbae. Aku… aku tidak apa-apa.” Jawab Sooyoung lemas.

“Ah… minna.. kau pasti apa-apa. Sini, biar kubantu berdiri. Mungkin kau kecapekan.” Sahut Nickhun lalu membantu Sooyoung berdiri. “Sebaiknya kau pulang saja.” Kata Nickhun “Kau butuh istirahat.” Lanjutnya.

“Yah… kurasa begitu. Gomawo.” Dengan tertatih Sooyoung berdiri, tapi kemudian ambruk lagi. Dia mash syok dan stres. “Sooyoung, biar aku menggedongmu.” Kata Nickhun lalu menggendong Sooyoung di atas lengannya dan mengantarnya pulang.

“Go…gomawoyo, sunbae.” Kata Sooyoung gugup pada hyungnya yang menawan. “Minna.. panggil saja aku oppa.” “Mwo? ba..baik Nickhun oppa.” Nickhun tersenyum manis

“Nah, begitu lebih baik.” Sooyoung semakin nervous. Nickhun benar-benar baik padanya yang membuatnya menjadi salah tingkah. “Minna, sudah sore. Aku pulang dulu.” Pamit Nickhun. “I..iya o…oppa”

Sooyoung langsung masuk ke kamarnya dan berbaring. Dia sangat bingung dengan apa yang terjadi pada Kyuhyun. ‘Aku seorang vampir.’ Itu kata-kata Kyuhyun pada Sooyoung.

‘Apa maksudnya? Apa dia bercanda? Atau… atau itu semua benar?’ Sooyoung semakin bingung. ‘Apa kyuhyun adalah seorang…. Vampir??’

“Sooyoung….” Tiba-tiba dari sudut kamar, muncullah Kyuhyun. “o… oppa? Bagaimana oppa bisa disini?” tanya Sooyoung bingung. Kyuhyun tersenyum samar “Aku vampir. Aku bisa pergi kemana saja saat malam hari.”

“Ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda. Kemana saja oppa selama ini?” Tuntut Sooyoung.

“Soo… aku tidak bercanda. Aku benar-benar seorang vampir. Hari terakhir kita bertemu, saat kita pulang dari taman, beberapa orang menculikku. Mereka adalah vampir. Mereka bercerita tentang sesuatu tentang generasiku. Aku tidak pernah mengerti. Tapi, inilah aku. Suka tidak suka aku harus menerimanya.” Ada raut kesedihan di wajah tampan Kyuhyun saat dia menceritakan hal itu.

Sooyoung tidak percaya dengan ini semua. Oppa yang dicintainya berubah menjadi makhluk yang bahkan dia tidak percayai.

Sooyoung menghampiri Kyuhyun lalu memeluknya “Mau manusia atau bukan, oppa tetap oppaku. Selamanya.” Kata Sooyoung pada kyuhyun.

“Gomawo minna.” Sooyoung dan Kyuhyun bercanda dan mengobrol, seperti yang mereka biasa lakukan. Tidak banyak perubahan pada Kyuhyun.

Hanya tubuhnya menjadi lebih kurus, kulitnya lebih pucat, dan dia terlihat sangat lelah. Sooyoung tidak peduli dengan keadaan Kyuhyun sekarang. Dia mencintai Kyuhyun, bagaimanapun sosoknya.

“Cho Kyuhyun! Aku tau kau pasti disini!” Jonghyun, Onew, dan Junsu, datang secara tiba-tiba. “Kau benar-benar keras kepala! Ayo! Kembali!” seru Junsu.

“Hyung… Kenapa kaum vampir tidak boleh bersama dengan manusia?” tanya Kyuhyun memohon. “Cih… Vampir dan manusia adalah musuh. Kelak, vampir akan membunuh manusia.” Timpal Onew.

“kenapa harus aku yang menjadi vampir?? Ini sangat tidak adil!” balas Kyuhyun. “Karena kau generasi Cho Jiwoon. Mungkin inilah yang dinamakan takdir.” Jawab Junsu. “kau pasti menyayangi wanita ini, tapi sayangnya… Kau tidak akan pernah bisa bersamanya!” kata Jonghyun pedas.

“Siapa kalian? Mengapa kalian menyiksan Kyuhyun oppa seperti ini?” seru Sooyoung. “ kami vampir. Sama seperti kekasihmu. Dan kami, tidak akan membiarkan Cho Kyuhyun bersama denganmu.” Kata Jonghyun mewakili teman-temannya.

“Apa hak kalian melarang Kyuhyun?” Jonghyun terdiam, lalu Junsu yang menjawab “Dia milik kami. Dia bagian dari kami.”

“Tapi… kalian tidak bisa memaksanya. Dia tidak mau! Dia ingin bebas!” Sooyoung mati-matian mempertahankan Kyuhyun.

Di balik mata tajam Junsu, ada sedikit kekelaman dan kesedihan yang hanya sekilas terpintas “begitupun aku.” Katanya lirih

“Tetapi tidak bisa. Ini takdir kami. Kau tak bisa menentang takdir.” Lanjut Onew. Sooyoung menangis. Dia hanya bisa menangis. Kyuhyun menenangkannya

“Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu, Sooyoung. Meski aku manusia atau bukan.” Dan kemudian Kyuhyun bersama vampir lainnya pergi menghilang.

-TBC-

gimana ceritanya reader? mohon comment yah.. hehe 🙂

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

Author POV

Di pinggiran kota Seoul, di sebuah apartemen sederhana, tinggalah 10 orang sahabat. Mereka semua sudah bershabat dari kecil karena kamar apartemen mereka berdekatan. Mereka adalah Taeyeon, Jessica, Kyuhyun, Minho, Sooyoung, Donghae, Leeteuk, Seohyun, Yoona, dan Changmin.

“Taeyeon onnie! Ayo cepat… Yang lain sudah menunggu.” rengek Sooyoung. “Sabar, sabar. Aku harus merapikan bajuku dulu.” jawab Taeyeon sambil berkaca merapikan bajunya. “Sooyoung onnie! Taeyeon onnie! Cepatlah” seru Yoona dari luar. Mereka semua sudah janjian untuk bermain perang salju hari ini. Padahal, umur mereka rata-rata sudah 20 tahun, tetapi mereka masih sering bercanda dan bermain bersama.

“Ya! Akhirnya kalian datang” kata Leeteuk melihat Sooyoung dan Taeyeon yang baru sampai. “Mianhae… Taeyeon onnie berdandan lama sekali.” kata Sooyoung. “Aku tidak dandan. Hanya sedikit rapi-rapi.” kilah Taeyeon.

PLUK! Bola salju yang lembut dan dingin mengenai Sooyoung tepat di kepalanya. “Keke~ tepat sasaran!” kata Donghae. “Grrr… Donghae oppa!” seru Soooyoung lalu membalas donghae.

“Hei…hei… Jangan mulai duluan dong!” lerai Jessica. “Ne. Begini saja. Grup namja lawan grup yeoja. Oohtoke?” usul Kyuhyun yang disetujui semua sahabatnya itu. Akhirnya, perang salju dimulai. Semuanya asik saling melempar bola salju. “Ya! Kenapa dari tadi aku terus yang diserang?” protes Sooyoung yang dari tadi menjadi objek yang terserang bola salju. Tapi, tidak ada yang menghiraukan dan mereka terus saja melanjutkan bermain.

“Haah… aku lelah.” kata Seohyun. “Nde. Aku juga.” ucap Yoona. “Bagaimana kalau kita ke mall? Baru jam segini…” usul Changmin sambil melihat jam tangannya. “Boleh. Aku sedang ingin main game PS.” kata Kyuhyun. “Bagaimana kalau kutantang kau Kyu oppa?” kata Sooyoung. “Tantang apa?” tanya Kyuhyun bingung. “Main winning eleven. Melawanku.” tantangnya. “Hm, boleh juga. Tapi kalau kalah, jangan menangis ya.” goda Kyuhyun dengan senyum devilnya. Sooyoung hendak membalas tapi hanya terdiam melihat senyum devil Kyu. “nah, ayo. Kita berangkat sekarang saja.” Ajak Leeteuk.

Mereka ber-10 memasuki mall dengan gaduh. “Sooyoung-ie, ayo kita ke game center.” ajak Kyuhyun smabil menggandeng Sooyoung.

“Ah, aku ingin nonton. Sedang ada film horor yang bagus.” kata Taeyeon. “Aku juga ingin nonton. Kurasa, sedang ada film komedi yang bagus.” ucap Leeteuk. “Ah, kita nonton film itu saja.” Ajak Taeyeon. “tapi… bukankah kau mau nonton film hor…” Belum selesai Leeteuk bicara, Taeyeon sudah menariknya ke arah bioskop.

“mana Yoona dan Changmin?” tanya Jessica menyadari mereka tidak ada di sekitarnya. “Taruhan deh, mereka pasti sedang nge-date berdua.” kata donghae. “nge-date??” tanya minho kaget. “Nde. sepertinya yoona onnie dan changmin oppa sudah pacaran.” jawab Seohyun. “Mereka memang sangat dekat.” tambah ssica.

“Jadi, tinggal kita berempat. Kita mau kemana?” tanya donghae. “Petshop?” usul minho. “Good idea.” kata ssica menyetujui.

“Akan kubunuh kau!” seru Kyuhyun yang sedang seru bermain street fighter bersama sooyoung. Tampaknya mereka tidak jadi bermain winning eleven. “Annio. akan kubunuh kau duluan.” balas Sooyoung.

Game berakhir saat character Kyuhyun menendang character Sooyoung 3 kali yang membuatnya K.O. “Ha! Aku menang!” kata Kyuhyun sambil bergaya victory. “nah, kau harus melakukan apa yang kuinginkan.” kata kyuhyun dengan devil smile-nya. “Arasso.” kata Sooyoung pasrah. Dia memasang tampang ngambek dan menekuk bibirnya. “Ah.. Sooyoung aegyoo… Cium aku saja deh” goda kyuhyun.

“MWO??” Sooyoung melongo mendengar permintaan kyuhyun. “keke. aku hanya bercanda. Bagaimana kalau menjadi pelayanku selama 1 bulan?” kata kyuhyun. “Annio! lebih baik mencium saja.” kata Sooyoung keceplosan sambil menutup mulutnya segera setelah dia mengatakannya. Kyuhyun memasang devil smilenya lagi. “Oke. itu pilihanmu.” katanya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah sooyoung.

Sooyoung POV

Omo! Aku deg-degan sekali. kataku dalam hati. Akhirnya, aku perlahan mendekatkan bibirku ke pipinya dan mencium dengan lembut pipi halus Kyu oppa. Aku jadi gelisah. Bukan, bukan karena aku tidak suka. Aku justru senang. Tapi, sekaligus berdebar dan gelisah. Rasanya seperti jantungku bisa melompat keluar kapan saja. Kyuhyun oppa tersenyum puas. ”Ayo, main lagi.” ajaknya. Aku hanya mengangguk. Mungkin game bisa menghilangkan debaran jantungku. Ehh… maksudku meredakan debaran jantungku. Masa aku mau menghilangkannya? Aku masih mau hidup kok.

-End of POV-

Author POV

“Yoona-ah.. Aaaa…” ucap changmin sambil menyuapi yoona. Yoona membuka mulutnya untuk menerima suapan itu. “Hmm.. oppa, apa tidak apa-apa kita pisah dari yang lain?” tanya yoona ragu sambil menelan sup yang disuapi changmin. Changmin tersenyum lalu menggenggam tangan yoona. “Aku yakin tidak apa-apa. aku hanya ingin berdua denganmu di date pertama kita.” Yoona menyambut genggaman tangan changmin dengan tangannya sendiri menggenggam tangannya. “Ye. Aku juga.” katanya sambil tersenyum.

“Kubilang apa. yoona dan changmin pasti nge-date” kata donghae. Seohyun, ssica, donghae, dan minho tidak sengaja melihat yoona dan changmin saat mereka menuju petshop. Mereka ber-4 bersembunyi di belakang pintu untuk melihat yoona dan changmin yang sedang suap-suapan. “nde. mereka cocok.” komentar seohyun.

“ayo, kita pergi saja. bagaimana kalau kita dikira penjahat?” ajak minho. “tampangmu memang tampang kriminal, minho.” ledek donghae. “bukankah kau lebih hyung?” balas minho dengan kesopanan yang dibuat-buat. donghae mendelik pada minho. “sudah.. sudah. kalau kalian sudah adu mulut, pasti tidak ada habisnya. lebih baik kita ke petshop saja. ayo.” ajak ssica.

“kekeke.. filmnya lucu sekali, oppa..” kata teyeon untuk yang ke-4 kalinya sambil tertawa tebahak-bahak. “Kau heboh sekali taeyeon-ah.” ucap Leeteuk. Leeteuk memang sedikit kaku, tapi, dia sangat perhatian pada teman-temannya. “Ah.. mianhae oppa.” kata taeyeon sambil menunduk minta maaf. “Gwenchana. Ayo, nikmati saja filmnya.” kata Leeteuk sambil memegang lengan taeyeon.

Taeyeon POV

Ah, lenganku dipegang teukkie oppa. Aduh, kenapa jadi malu begini? batinku. Aku hanya diam dan kembali menonton filmnya. Rasanya sangat menyenangkan, berdua dengan leeteuk oppa menonton film. Untung tadi aku memilih tempat duduk yang agak di pinggir dan leeteuk oppa tidak protes. keke~ Aigoo… baru begini saja aku sudah berdebar begini. Teukkie oppa… aku sangat menyukaimu…

jeongmal joahae, ah annio. Jeongmal saranghae

-End of POV-

Author POV

“Aegyoo…. anjingnya lucu sekali.” komentar Ssica meihat-lihat anjing yang ada di petshop. “nde. Hamsternya juga lucu.” komentar minho. “haah… aku bosan. aku tidak suka binatang.” ucap donghae. “aku jalan-jalan saja.” kata donghae. “biar kutemani oppa!” ucap ssica sambil setengah berlari menyusul donghae yang keluar dari petshop.

“Ssica onnie sepertinya menyukai donghae oppa.” kata Seohyun. “yah.” hanya itu balasan minho. Beginilah jadinya kalau Seohyun yang pendiam hanya berdua saja dengan minho yang juga pendiam. “ngg.. minho oppa.” panggil Seohyun. “wae Seo?” jawab Minho.

“hmm.. apa kau sudah punya pacar?” tanya Seohyun. Minho menaikkan sebelah alisnya “Belum. kalau sudah, kalian semua kan pasti tau.” katanya.

“Apa ada yeoja yang kau suka?” tanya Seohyun lagi.

Minho menatap menerawang ke arah anjing cihuahua di sebelah kirinya “Ada. dia… yeoja yang cantik. Baik, dan lembut. Tapi dia… ah, sudahlah. Aku jadi melantur begini.” jawab Minho. “Kau, seo? Oohtoke?” tanya minho.

“Ah, ada namja yang kusukai, tapi dia… begitulah.” jawab Seohyun. “Wah, ternyata ada seseorang yang kau sukai. Apa termasuk 9 diantara kita?” tanya Minho.

“9? namja-nya kan hanya ada 5.” jawab Seohyun bingung. “Tidak menutup kemungkinan kau suka pada yeoja kan?” ucap minho jahil. “mwo?? aku ini normal tau!” ucap Seohyun pura-pura kesal sambil memukul lengan minho.

“kekeke. Bercanda Seohyun-ie.” kata Minho sambil merangkul Seohyun

Seohyun POV

Omo! Minho oppa merangkulku! batinku dalam hati. Tangannya yang besar dan kuat terasa hangat menyentuh kulitku. Aigoo… begini saja sudah membuatku berdebar.

“Ah, lucu sekali anjingnya. Hewan apa yang paling kau suka?” tanya minho. Tampaknya keadaan sudah tidak canggung lagi. “Kodok. kau oppa?” jawabku. Minho tertawa dengan suara bass-nya. “Bagaimana kau bisa menyukai makhluk hijau aneh itu? Aku suka anjing.” jawabnya

“Makhluk hijau aneh? katak itu lucu tau!” kataku membela hewan kesukaanku itu. “keke. aku tidak mengerti jalan pikiranmu.” kata minho sambil mengacak-ngacak rambutku.

Choi Minho… salahkah… kalau aku berharap.. suatu saat nanti, hanya aku yang kau pikirkan? Hanya aku yang kau cintai. Akulah yeoja yang tadi kau bicarakan itu. Salahkah?

-End of POV-

Author POV

“Donghae oppa! Chhakkaman!” seru Jessica berlari menyusul Donghae yang jalannya sangat cepat. “Ah, mianhae ssica.” kata Donghae menghentikan jalannya dan menunggu ssica menyusulnya.

“kau mau kemana…hhh…oppa?” tanya ssica ngos-ngosan. “Ambil napas dulu….”intruksi Donghae yang langsung dilakukan oleh ssica. “Molla. Hanya sekedar berkeliling. Aku tidak terlalu suka binatang.” ucap Donghae lagi.

Ssica mengangguk mengerti. “Ah, ada es krim! ssica, kau mau?” Belum sempat Jessica menjawab, Donghae sudah berlari ke toko es krim dan membeli 2 es krim. “Ahjussi, tolong 2 es krim coklat ya.” pesan Donghae.

“Ini.” kata Donghae sambil memberikan salah satu es krimnya pada Jessica. “Gomawoyo, oppa.” kata Jessica sambil tersenyum manis. “Cheonmaneyeo. Ah, Donghae babo! Mianhae kalau kau tidak suka coklat. Aku tadi langsung saja memesan tanpa bertanya dulu padamu.” ucap Donghae.

“Gwenchana. Aku suka kok.” kata jessica. Aku suka apapun darimu. batin Jessica.

“Ssica, itu ada es krim di pipimu.” kata Donghae. “Eeh… di mana?” tanya Ssica gelagapan. Aduh, ssica paboya! Bisa-bisanya di depan Donghae bersikap bodoh begini. pikir ssica dalam hati.

Donghae POV

“Ini. Disini.” kataku sambil mengelap dengan lembut es krim yang nyasar ke pipi ssica. Pipinya sangat halus. Merasakan sentuhan halusnya di tanganku membuat dadaku berdesir selama sepersekian detik.

“Wah, pipimu halus sekali ssica.” komentarku keceplosan. Lee donghae! Kau ini memang tidak pernah bisa menjaga ucapanmu.

Kulihat wajah ssica bersemu merah dengan manis. “Gomawo, oppa.” katanya

Ssica tersipu. Sepertinya aku juga. Mwo?? Aku juga? Ah, ada apa denganmu Lee Donghae? Aigooo….

-End of POV-

Sooyoung masih asik bermain game bersama Kyuhyun. Sekarang, mereka hendak bermain aircraft. *author ga mudeng tentang game-game gitu… jadi ngarang aja ya. hehe* “Nah, Sooyoung, siapa yang score-nya paling tinggi. Dia yang menang.” terang Kyuhyun.

Sooyoung mendesah cuek “Aku juga sudah tau, oppa.” ucapnya. Debaran jantungnya sudah lumayan mereda.

Mereka berlomba menembaki pesawat musuh dan menghindari tembakan untuk mendapat score. “ha! Lihat oppa. Aku unggul loh.” pamer Sooyoung. Kyuhyun melihat scorenya 1000 di bawah Sooyoung.

“Choi Sooyoung, tidak akan kubiarkan kau menang!” seru Kyuhyun. Sementara tangan kanannya memainkan game aircraft, tangan kirinya usil mengganggu sooyoung.

“Ya! Jangan curang!” seru Sooyoung. Dia ikut-ikutan mengganggu balik Kyuhyun. Tangan kirinya memainkan game aircraft sedangkan tangan kanannya ‘berkelahi’ dengan tangan kiri Kyuhyun.

Mereka bermain dengan posisi seperti itu selama kurang lebih 1,5 jam. Akhirnya game selesai diiringi dengan ‘perang tangan’ mereka yang juga selesai dengan posisi tangan mereka saling menggenggam dan bertautan.

“Scoreku.. 1.240.436!” umum Kyuhyun. “ngg.. scoreku… 1.240.500! yay! Aku menang, oppa!” pekik Sooyoung. Dia terkejut dan baru menyadari kalau tangannya dan tangan Kyuhyun saling bertautan.

“Ah, yasudahlah.” kata Kyuhyun. Dengan cepat tapi lembut, dia mencium pipi Sooyoung. “eeh…” hanya itu yang keluar dari mulut Sooyoung. “Kau beri aku ciuman, maka kuberi kau ciuman.” terang Kyuhyun.

“Hmm.. Ayo kita ke tempat makan. Kelihatannya yang lain sudah menunggu.” ucap Kyuhyun sambil menggandeng Sooyoung.

“Aigoo… kalian ini lama sekali!” omel Leeteuk pada Sooyoung dan Kyuhyun yang baru sampai. “Mianhae… keke.” kata Kyuhyun tanpa rasa bersalah. “Kau tau lah hyung, kalau 2 game maniac sudah bersama.” timpal Changmin.

“Begitulah. Tadi kami keasikan.” ucap Kyuhyun sambil merangkul Sooyoung. “nde. sepertinya asiiiiiikk sekali.” goda Taeyeon. “Apa tambah 1 pasangan lagi setelah Yoona-Changmin?” tambah Jessica. “Wah, sooyoung onnie… Akhirnyaa…” goda Yoona ikut-ikutan.

“Wah, sooyoung-ah. Kita disetujui.” kata Kyuhyun sambil merangkul Sooyoung semakin erat dan menicum kening Sooyoung. Sooyoung hanya membatu. Pikiran lemotnya sibuk mencerna semua yang sudah terjadi.

Spontan, Donghae bangun dari tempat duduknya lalu menghampiri Kyuhyun kemudia menonjoknya. Semuanya kaget. “Wae Donghae? What’s wrong with you?” seru Kyuhyun bingung.

“kau pasti mempermainkan Sooyoung! Dasar playboy! Lihat saja wajahnya bingung begitu!” seru Donghae marah. Dia hendak menonjok Kyu lagi. tapi, Sooyoung berdiri di antara mereka berdua dan melerai mereka. “hentikan, oppa.” kata Sooyoung.

Donghae mendorong Sooyoung minggir tapi dengan lembut. Lalu dia menonjok Kyuhyun lagi. Akhirnya, yang lain ikut melerai mereka berdua.

Donghae meronta dan melepaskan cengkraman Minho dan Leeteuk. lalu dia keluar dari tempat itu.

“Ada apa sih dengannya? Tiba-tiba memukulku begitu.” keluh Kyuhyun sambil mengusap memar di wajahnya.

“Oppa… kenapa kau berkata seperti itu?” tanya Sooyoung. “berkat apa?” Kyuhyun bertanya balik. “berkata.. secara tidak langsung kalau kita.. pacaran?” jelas Sooyoung.

“Memangnya kenapa? Aku kan hanya bercanda. Jangan anggap serius begitu dong. Semuanya kan cuma bercan…” PLAK! kata-kata Kyuhyun terputus oleh tamparan Sooyoung.

“Bercanda! bercanda terus! Mungkin benar kata Donghae oppa, kau, Cho Kyuhyun, hanya mempermainkanku saja!” seru Sooyoung lalu berlari pergi. Kedua dongsaengnya, Yoona dan Seohyun langsung menyusulnya.

Kyuhyun tampak sangat syok. “Dasar kau ini, playboy.” gumam Changmin. “hey… aku kan cuma bercanda. Apa salahnya sih?” kata Kyuhyun.

“Kalau kau bercanda begitu padaku, jelas aku tidak apa-apa. Tapi, astagaa Cho Kyuhyun, tidak bisakah kau lihat kalau Sooyoung itu menyukaimu?” ucap Taeyeon.

“Dia… menyukaiku?” tanya Kyuhyun terpana.

“Nah, Kurasa ini sudah cukup menjadi alasan bagimu untuk minta maaf kan?” kata Leeteuk. Kyuhyun hanya terdiam dan menunduk menyesal.

“Sooyoung onnie! Chakkaman!” seru Seohyun dan Yoona yang berlari menyusul Sooyoung. Sooyoung memang nomor 1 dalam urusan berlari. Sooyoung menghentikan langkahnya.

Dilihatnya, Sooyoung menangis. Yoona tertegun melihat onnie-nya yang biasanya kuat dan ceria di suasana setegang apapun menangis. Dan dia menangis karena seorang namja bernama Cho Kyuhyun.

“Wae onnie?” tanya Seohyun. “ceritakan saja semuanya pada kami.” tambahnya.

Dengan sesenggukan, Sooyoung menceritakan semuanya. Mulai dari perasaannya pada Kyuhyun dan kejadian-kejadian di game center.

“Aku tau ini bukan salahnya. Ini salahku, yang terlalu egois. Aku tau, dia tidak akan mungkin menyukaiku. Aku hanya terlalu berharap padahal.. dia hanya… bercanda.” kata Sooyoung mengakhiri ceritanya. Dia sudah tidak menangis lagi sekarang.

“Tenanglah onnie… Nah, sekarang kita kembali saja ke apartemen. Kita selesaikan saja semuanya.” kata Yoona setelah dia membuka sms dari changmin yang mengatakan kalau yang lain menunggu mereka di depan apartemen.

“Ah, itu mereka!” seru ssica melihat Seohyun, Sooyoung, dan Yoona. “Kau ini… membuat kami cemas saja.” kata Leeteuk sambil mengacak-acak rambut Sooyoung, dongsaeng kesayangannya.

“keke. Mianhae semuanya.” jawab Sooyoung yang sudah cepat sekali ceria.

“Ini, kubelikan biskuit. Untuk menenangkan perasaanmu. Food always works on you, right?” kata Taeyeon lalu menengok pada ssica “ssica-ah, apa bahasa inggrisku tadi benar?” tanyanya polos.

Yang lain tertawa. Langsung saja, Sooyoung menyambar biskuit dari Taeyeon “gomawo, onnie.” katanya berbinar. Dasar Sooyoung, selalu begitu kalau sudah ketemu makanan.

“Sooyoung…” panggil Kyuhyun sambil mendekati Sooyoung. Sooyoung sejenak melupakan biskuitnya dan menatap Kyuhyun.

TBC

gimana reader? mohon commentnya dong… hehe