Posts Tagged ‘Junsu’

NO COPYCATER! BE CREATIVE!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

Changmin POV

18 Februari ya? Hmm… 23 tahun yang lalu, aku lahir di dunia ini. Ahh… aku menghela napas panjang. Banyak yang sudah terjadi.

Flashback peristiwa-peristiwa masa lalu bersama DBSK terputar dalam otakku. Bagaimana pertama kami debut, lalu sukses menadi boyband no. 1 di Korea Selatan, bagaimana kami tampil bersama artis SM lainnya, bagaimana kami menghabiskan waktu senggang kami bermain bersama di dorm.

Aku benar-benar merindukan Jaejoong hyung, Junsu hyung, dan Yoochun hyung. Mereka semua sudah seperti saudara kandungku sendiri.

“Changmin…” panggil Yunho hyung, melihatku yang terus melamun memandang keluar melalui jendela. “Eeh.. wae-yo hyung?” tanyaku. “Hey, ini kan ulang tahunmu! Kau seharusnya bersenang-senang! Ayo kita ke kantor SM” ajaknya. Aku tersenyum, melupakan sejenak tentang JYJ dan mengikuti Yunho hyung.

Di kantor SM, tak henti-hentinya orang-orang menghampiriku untuk mengucapkan kata-kata yang sama. “Saengil chukkahamnida” kata mereka. Aku membalasnya dengan senyum.

“Oppa! Happy birthday!” seru Jessica, salah satu member SNSD, menghampiri dan memelukku. Ehem, hubunganku dan dia ini rahasia. Sangat rahasia. Mengingat kami adalah artis dalam agensi yang sama dan kalau fans dan media tau tentang hubungan kami, tamatlah riwayat kami.

“Gomawo, chagiya” kataku sambil tersenyum. Dialah yang bisa membuatku tetap tersenyum, tegar dalam menghadapi semua rintangan dalam karir dan hidupku. Member SNSD yang lain juga menyalamiku. Lalu muncul member-member Shinee dan f(x) yang juga memberikan selamat padaku.

Mereka semua sibuk sekali hari ini, sehingga aku hanya merayakan ulang tahunku bersama Yunho hyung. Itupun hanya sebatas makan-makan bersama. Tapi, mendamat ucapan dari keluarga SM rasa-rasanya sudah lebih dari cukup bagiku.

Aku keluar dari kantor SM, memutuskan untuk mencari udara segar, meninggalkan Yunho hyung yang asik mengobrol dengan Hyoyeon.

“Changmin oppaaaa! Saengil Chukkahamnidaaaa!” seru para cassie, begitu aku keluar dari kantor SM. Para penjaga mencegah mereka mendekatiku, tapi, aku berjalan mendekati mereka, melambaikan tanganku dan tersenyum pada mereka.

“Gomawo yo semuanya” ucapku. Mereka berdesak-desakan memberikan hadiah padaku. Dan, dalam beberapa detik, segunung hadiah sudah ada di hadapanku. Aku menatapnya terharu.

“CHANGMIN, HWAITTING! TVXQ DAEBAK! WE LOVEEE YOUUU” koor para cassie bersama-sama. Mereka, para cassie inilah yang membuatku dan Yunho hyung masih bisa bertahan sampai sekarang dan terus berkarya. Mereka selalu setia mendukung kami. Tanpa mereka, aku bukan apa-apa.

“Jangan bersedih, oppa! Kau memiliki kami!” teriak salah satu cassie. “Nde. Kami akan selalu mendukungmu!” sahut yang lain. “Changmin oppa, saranghaeyo!” teriak beberapa cassie. Aku menatap mereka dan tersenyum pada mereka.

“Gomawo, cassie. Na do saranghae” kataku tulus, disambut teriakan histeris mereka. Neo nareul mwonhae. Neo naege bwajyo. Neo naege michyeo. HP-ku berbunyi.

Aku menatap 3 SMS yang kuterima itu. Aku mengangkat alisku penuh keterkejutan. Lalu, perlahan senyumku mengembang. Aku menatap HP-ku terharu.

TAP! “Yunho hyung!” kataku terkejut, melihat Yunho yang sudah di belakangku menepuk pundakku pelan. “Kau sedang apa?” tanya Yunho hyung.

“Yunhooo oppaaa! Itu U-know Yunho!” seru para cassie histeris. Yunho hyung tersenyum dan melambaikan tangannya sedikit. “Ayo, masuk. kkaja!” katanya. Aku tersenyum dan mengangguk.

“Bantu aku membawakan hadiah-hadiah ini ya” kataku padanya. “Tapi, setengahnya untuku” ucapnya sambil tersenyum licik.

“Annio! Ini MILIKKU!” seruku. Dia tertawa. Para cassie mengambil kesempatan ini dan memotertnya terus-terusan saat dia tertawa. “Bercanda, changmin-yah. Kkaja!” katanya, membantu membawakan hadiah-hadiahku sehingga tangannya penuh dengan kado-kado dari para cassie.

Aku membawa sisa kado yang masih tertumpuk. Aku terkejut, saat ada tangan yang membantuku membawakan hadiah-hadiahku.

“Ssica-ah!” ujarku saat sosok manis itu berdiri di sebelahku membawakan hadiah-hadiahku. “Wah, kau dapat banyak sekali hadiah, oppa” ujarnya sambil tersenyum. Aku merasa orang yang paling beruntung, karena bisa mendapatkan senyum hangat dari seorang ice princess ini.

“Kekeke. Kau bahkan tidak memberiku satupun” kataku, pura-pura ngambek. Kami masuk kembali dalam gedung SM. CHU~ Ssica mencium bibirku. Hanya beberapa detik saja memang, takut kalau orang lain melihatnya.

Aku menatapnya heran. “Itu cukup kan? Itu hadiah dariku” katanya, mengedipkan mata ke arahku. Aku tersenyum nakal padanya “Annio. Itu tidak cukup!” kataku.

“Eeh??” tanyanya terkejut. Aku mencium keningnya “Itu tidak cukup. Beri aku lagi nanti ya saat di dorm” kataku lagi. Dia menatapku sambil tersenyum simpul.

Dia menarikku ke pojok ruangan kosong. Sekilas kulihat Yunho hyung dan Hyoyeon sedang berciuman. Aku menarik Ssica ke dalam pelukanku. Wajah kami semakin dekat. Aku bisa mencium wanginya, merasakan napasnya mengenai wajahku.

Jarak wajah kami tidak lebih dari 1 cm, lalu… Aku menghapus jarak itu diantara kami dengan menempelkan bibirku ke bibirnya. Aku menciumnya dengan lembut, dan kali ini lebih lama. Lebih menghayatinya.

Kulitnya halus. Bibirnya lembut. Aku meletakkan tanganku di pinggangnya, sementara tangannya dia letakkan di tengkukku. Setelah merasa cukup, aku melepaskannya.

“Nah, itu baru cukup. Ini adalah kado terindah” kataku padanya. Dia tersenyum dengan sangat manis.

“Jessica!” panggil Sooyoung. “Ayo, cepat latihan!” tambahnya sambil tersenyum licik ke arahku. Sial! Orang itu… jangan-jangan tadi dia melihatku dan Ssica…

“nde” jawab ssica. “Annyeong oppa!” ujar ssica, melambaikan tangannya, menuju ke tempat 8 saudarinya menunggunya.Aku balas melambaikan tanganku padanya.

Kutatap lagi layar HP-ku, yang belum ku-exit dari inbox, menatap kembali 3 SMS yang tadi membuatku senyum-senyum sendiri. Yunho hyung tiba-tiba sudah berada di sampingku, merangkulku. Dia ikut melihat SMS-ku dan tertawa saat membacanya.

“Hyung… ini hari ulang tahun terbaikku” kataku.

“Hey, changmin. Happy birthday. Jangan lupakan aku ya. Walaupun kita sudah berpisah, aku tetap mencintaimu! Walaupun yang paling kucintai adalah Yun hyung… kekeke xP -Jaejoong Kim~”

“Maaaxxxx! Saengil Chukkae, my tall evil! Ya! Sayang sekali aku tidak bisa merayakannya bersamamu. Padahal, aku ingin membalas perbuatanmu saat kau mengerjaiku saat ulangtahunku. Hwaitting, changmin-ah 🙂 -Yoochun Park ^^”

“Choi Kang Chang Min. Saengil Chukkahamnida. Walaupun keadaannya sudah berbeda, aku harap kau dan Yunho tidak membenciku, dan yang lain. Kami akan terus mendoakanmu. -Junsu Kim”

Huaaa… bener-bener kangen sama dbsk ber-5 😦 kemaren sampe nangis liat2 MV mereka… TVXQ hwaitting! xD

anw, changmin oppa ngerayain ultahnya bareng artis2 SM and yg jadi MCnya Minho oppa… kekeke ~

 

 

Advertisements

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

Author POV

“Sooyoung-ah, apa kau percaya adanya vampir?” tanya Kyuhun. “ neh? Mengapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu oppa?” Sooyoung balik bertanya. “Entah. Tiba-tiba terlintas di pikiranku saja.” “Hmm… entahlah oppa, aku tidak percaya pada sesuatu sebelum aku benar-benar melihatnya.” Jawab Sooyoung.

Siang itu Sooyoung dan sahabat karibnya, Kyuhyun berjalan-jalan di taman dekat rumah mereka. Membicarakan semua hal tentang kehidupan mereka.

Tiba-tiba, kakak Kyuhyun, Sungmin mendekat. “sooyoung-ie… dongsaeng… Sedang apa kalian?”

“Ah, Sungmin oppa.” Sooyoung menyapanya. “ Kami hanya berjalan-jalan hyung” Jawab adiknya, kyuhyun.

Sungmin menatap Kyuhyun dan Sooyoung satu per satu lalu berkata pada dongshaengnya “Pulanglah sebelum jam 6.” Lalu setelah itu Sungmin pergi.

Kyuhyun hanya terdiam lalu Soo memecah keheningan tersebut. “Apa kau ada acara nanti Kyu oppa?” ‘Ya, mungkin.” Jawab Kyuhyun lirih.

“Oppa, sebentar lagi jam 6. Aku yakin kau harus bersiap-siap. Sebaiknya kita pulang.” Kyu hanya mengangguk lalu mengikuti langkah Soo yang penuh semangat.

End of POV

Sooyoung POV

“ Ah.. ada apa dengan Hyunnie? Setelah hyung berkata seperti itu dia langsung tidak semangat.” Pikirku. “Young-ah… kita berpisah disini. Aku harus buru-buru.” Pamit Kyuhyun lalu meninggalkan Sooyoung sendiri. “Ah… oppa!” Panggil Soo. Kyuhyun hanya menengok lalu tersenyum lirih dan kembali berlari pulang

End of POV

“Dongsaeng….” Sapa Sungmin pada adiknya yang baru pulang. “hyung.. Apakah.. benar?” tanya Kyu gemetaran. “ sayangnya.. iya” Sungmin menjawab lirih. Kyuhyun terjatuh lemas tapi Sungmin tidak membantunya bangkit. “ ini kenyataan, kyu… Harus kau terima” “Mudah untukmu mengatakannya, karena bukan kau yang mengalaminya! Bukan kau yang ditakdirkan menjadi vampir!” teriak Kyuhyun.

Tiba-tiba pintu terbuka, datanglah Jonghyun, Onew, dan Junsu.

“Mwo? Kalian datang sepagi ini?” Tanya Sungmin. “Kami masih akan menyeleksinya. Dan itu membutuhkan waktu yang lama.” Jawab Jonghyun dingin sambil sedikit melirik kearah Kyuhyun yang mash terduduk di lantai.

“Cih, dia terlihat sangat lemah!” Timpal Junsu. “Yah, mengapa kau memilih dia? Yang lebih besar terlihat lebih menarik.” Sambung Onew sambil menatap Sungmin.

“ Cho kyuhyun adalah generasi Cho Jiwoon. Vampir pertama. Kekuatannya sangat hebat” jawab Junsu. “Jeongmal? bagaimana dengan Sungmin?” Tanya Onew.

“ Dia Lee sungmin kan? Bukan Cho Sungmin.” Jawab Jonghyun lalu menarik Kyuhyun dan akhirnya mereka semua menghilang. Sungmin hanya bisa terdiam melihat dongsaengnya dibawa begitu saja. Dia sedih… sangat sedih.

“Sooyoung! Hey! Sooyoung!!” Seru Jessica memanggil sahabatnya itu. “Ah Sica onnie… Apa kau harus teriak?” jawab Sooyoung. Jessica memutar bola matanya “jelas aku tak akan teriak kalau kau menjawab panggilanku.” “Ah maaf, aku banyak pikran”

Sica mengambil tempat di sebelah Soo lalu berkata “Ceritakan, Soo.” Soo tersenyum samar pada sahabatnya lalu menceritakan masalahnya

“Sudah 3 hari aku tidak bertemu Kyuhyun oppa. Aku datang ke rumahnya dan Sungmin oppa hanya berkata dia sedang pergi. Aku kangen padanya.” “Ah, Kau menyukai kyuhyun?” tanya Jessica. “Mwo? Apa? Tidak…. Yang benar saja” Jawab Sooyoung gelagapan. Pipinya memerah dengan manis.

“Kau tidak pernah bisa membohongiku, Soo… Kita sudah bersahabat 13 tahun.” “Hmm.. yah mungkin” jawab Sooyoung dan pipinya kembali memerah.

Sooyoung POV

‘Ah.. apa aku memang menyayangi Kyuhyun oppa? Aku pikir aku hanya menyukainya sebatas sahabat… atau ternyata lebih dari itu?’ tanyaku pada diriku sendiri. Tiba-tiba ada yang menutup mataku dari belakang. “Ah… onnie…” seruku. ‘Eh, tunggu dulu. Jessica ada tepat di sebelahku. Tidak mungkin dia yang menutup mataku.’ Pikirku. Aku meraba tangan orang itu. Tangannya besar dan kasar. Tangan namja! “errr… siapa ini?” kataku sambil melepas tangan si namja. Ternyata dia adalah…. “Nickhun sunbae?!”

End of POV

Sooyoung sangat kaget. Dia dan Nickhun tidak terlalu dekat. Nickhun adalah senior Sooyoung. Umur mereka terpaut 2 tahun. Nickhun tidak lebih dari teman satu klub dengan Sooyoung di klub basket.

“hey, tak usah terlalu kaget begitu, minna.” Ucap Nickhun dengan senyum mautnya. ‘Oh… cewek manapun pasti akan takluk dengan senyuman itu’ pikir Sooyoung.

Nickhun memang terkenal playboy. Wajahnya memang sangat tampan dan perawakannya seperti seorang pangeran. Belum lagi, Nickhun memanggil Sooyoung ‘minna’.

“Eh, nickhun sunbae. Emm….” Sooyoung bingung harus berkata apa. Nickhun tertawa geli melihat sikap Sooyoung. “hehehe… tak usah salting begitu, Choi sooyoung. Aku kan hanya menyapamu.” “Eh, iya. Aku tidak salting kok.” Jawab Sooyoung lebih berani.

Nickhun kembali tersenyum “ Jangan lupa ikut klub nanti. Oke?” katanya sambil berkedip lalu pergi kembali ke kelasnya.

“Soo! Itu… itu tadi… Khunnie oppa!!!” teriak Jessica histeris. “Ya.. lalu?” tanya Sooyoung bingung. “Lalu?lalu? Kau sangat beruntung bisa dekat dengannya seperti itu tadi tau!” timpal Seohyun yang tiba-tiba ikut dalam percakapan mereka.

“mwo? sepopuler itukah dia?” Jessica menggeleng-geleng dan Seohyun memutar bola matanya. “Dia pujaan para wanita!” “Dia cowok terkeren sedunia!” teriak Seohyun dan Jessica bersamaan. Sooyoung hanya memandang mereka.

“Soo! Ayo pulang bareng! Sama seohyun juga” ajak Jessica. “Ah… aku tidak bisa sica… Hari ini aku ada klub.” Nde… bersama nickhun oppa? Selamat bersenang-senang.” Kata Jessica sambil tersenyum-senyum.Sooyoung hanya membalasnya dengan tersenyum kecut.

“Sooyoung-ah! Kemari!” Seru Nickhun dari kejauhan. “Baik, sunbae…” Sooyoung berlari menghampiri Nickhun. “Minna, coba kau latihan lay up dan shoot dulu. Kalau bagus, akan kumasukkan kau dalam tim” Kata Nickhun.

“Mwo? Kau memasukkanku?” Tanya Sooyoung bingung. ‘Ah … Aku baru ingat Nikhun hyung adalah kaptem tim basket.’ Pikir Soo. Sooyoung melakukan apa yang disuruh Nickhun dengan sangat baik. Lalu, setelah selesai, Sooyoung berbalik untuk menghampiri Nickhun. Saat itu juga tidak jauh dari tempatnya dia melihat…..

“KYUHYUN OPPAAAA!!!!” teriak Sooyoung lalu berlari menuju ke oppanya yang sudah berhari-hari menghilang. Kyuhyun merentangkan tangannya lalu menangkap Sooyoung dengan 1 pelukan hangat.

“oppaaaaa…” isak Sooyoung yang menangis di dada Kyuhyun. “Sooyoung.” Panggil Kyuhyun lirih. “Oppa, boghosippo. Selama ini oppa kemana saja? Aku sangat khawatir oppa….” “Mianhae minna. Aku…aku… ingin menceritakan sesuatu padamu. Ayo ikut aku.” Kyuhyun menarik tangan Sooyoung pergi ke tempat lain.

Kyuhyun POV

Aku rindu Sooyoungku… Aku rindu sekali padanya. Sekarang, aku bertemu dengannya dan bahkan memeluknya. Rasanya seperti mimpi saja. Apalagi, setelah semua yang telah terjadi. Batinku. Aku menarik Sooyoung menjauh dari tempat terbuka itu. Berbahaya kalau aku sampai terkena cahaya matahari apalagi kalau sampai mereka menemukanku. “Kyuhyun oppa…. Kita mau kemana?” tanya Sooyoung. “Tenang saja Soo. Aku hanya ingin berdua denganmu.” Kulihat Sooyoung tersenyum. Satu-satunya senyum paling manis dan indah yang ingin kulihat sampai tiba-tiba mereka datang…..

End of POV

“Cho Kyuhyun! Hei! Sedang apa disini!” Jonghyun datang tiba-tiba dengan Junsu. Mereka memakai pakaian super tertutup.

“Jonghyun hyung… Junsu hyung… Kumohon… Aku hanya sebentar. Aku ingin bicara dengan… dengan temanku.” Mohon Kyuhyun.

“Tak mengertikah kau berbahayanya siang hari?” kata Junsu dingin. “junsu hyung.. Aku mengerti. Aku hanya ingin bertemu dengannya. Itu saja.” Kyuhyun memohon lagi.

“Tidak.” Jawab Junsu dingin dan tegas, lalu bersama Jonghyun dia menarik Kyuhyun pergi. “Sooyoung-ah! Aku seorang vampir!” teriak Kyuhyun sebelum akhirnya mereka menghilang

Sooyoung tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya bingung, marah, sedih, heran semua bercampur menjadi satu. Sooyoung benar-benar bingung dengan apa yang telah terjadi dengannya. Semua terasa begitu cepat.

Oppanya yang tiba-tiba datang lalu tiba-tiba pergi dibawa oleh 2 namja aneh yang….. yang bertaring! Sooyoung baru menyadari itu dan baru menyadari kata-kata terkahir Kyuhyun ‘Aku seorang vampir.’ ‘Aku seorang vampir.’ ‘Aku seorang vampir.’

Kata-kata itu terus terngiang dalam telinga Sooyoung. Dia tidak mampu berpikir ataupun bicara. Dia hanya duduk lemas di tanah sampai dia akhirnya sadar.

“Minna, hei… minna… ada apa?” tanya Nickhun berulang-ulang pada Sooyoung yang tatapannya kosong. “Neh… Nickhun sunbae. Aku… aku tidak apa-apa.” Jawab Sooyoung lemas.

“Ah… minna.. kau pasti apa-apa. Sini, biar kubantu berdiri. Mungkin kau kecapekan.” Sahut Nickhun lalu membantu Sooyoung berdiri. “Sebaiknya kau pulang saja.” Kata Nickhun “Kau butuh istirahat.” Lanjutnya.

“Yah… kurasa begitu. Gomawo.” Dengan tertatih Sooyoung berdiri, tapi kemudian ambruk lagi. Dia mash syok dan stres. “Sooyoung, biar aku menggedongmu.” Kata Nickhun lalu menggendong Sooyoung di atas lengannya dan mengantarnya pulang.

“Go…gomawoyo, sunbae.” Kata Sooyoung gugup pada hyungnya yang menawan. “Minna.. panggil saja aku oppa.” “Mwo? ba..baik Nickhun oppa.” Nickhun tersenyum manis

“Nah, begitu lebih baik.” Sooyoung semakin nervous. Nickhun benar-benar baik padanya yang membuatnya menjadi salah tingkah. “Minna, sudah sore. Aku pulang dulu.” Pamit Nickhun. “I..iya o…oppa”

Sooyoung langsung masuk ke kamarnya dan berbaring. Dia sangat bingung dengan apa yang terjadi pada Kyuhyun. ‘Aku seorang vampir.’ Itu kata-kata Kyuhyun pada Sooyoung.

‘Apa maksudnya? Apa dia bercanda? Atau… atau itu semua benar?’ Sooyoung semakin bingung. ‘Apa kyuhyun adalah seorang…. Vampir??’

“Sooyoung….” Tiba-tiba dari sudut kamar, muncullah Kyuhyun. “o… oppa? Bagaimana oppa bisa disini?” tanya Sooyoung bingung. Kyuhyun tersenyum samar “Aku vampir. Aku bisa pergi kemana saja saat malam hari.”

“Ini bukan waktu yang tepat untuk bercanda. Kemana saja oppa selama ini?” Tuntut Sooyoung.

“Soo… aku tidak bercanda. Aku benar-benar seorang vampir. Hari terakhir kita bertemu, saat kita pulang dari taman, beberapa orang menculikku. Mereka adalah vampir. Mereka bercerita tentang sesuatu tentang generasiku. Aku tidak pernah mengerti. Tapi, inilah aku. Suka tidak suka aku harus menerimanya.” Ada raut kesedihan di wajah tampan Kyuhyun saat dia menceritakan hal itu.

Sooyoung tidak percaya dengan ini semua. Oppa yang dicintainya berubah menjadi makhluk yang bahkan dia tidak percayai.

Sooyoung menghampiri Kyuhyun lalu memeluknya “Mau manusia atau bukan, oppa tetap oppaku. Selamanya.” Kata Sooyoung pada kyuhyun.

“Gomawo minna.” Sooyoung dan Kyuhyun bercanda dan mengobrol, seperti yang mereka biasa lakukan. Tidak banyak perubahan pada Kyuhyun.

Hanya tubuhnya menjadi lebih kurus, kulitnya lebih pucat, dan dia terlihat sangat lelah. Sooyoung tidak peduli dengan keadaan Kyuhyun sekarang. Dia mencintai Kyuhyun, bagaimanapun sosoknya.

“Cho Kyuhyun! Aku tau kau pasti disini!” Jonghyun, Onew, dan Junsu, datang secara tiba-tiba. “Kau benar-benar keras kepala! Ayo! Kembali!” seru Junsu.

“Hyung… Kenapa kaum vampir tidak boleh bersama dengan manusia?” tanya Kyuhyun memohon. “Cih… Vampir dan manusia adalah musuh. Kelak, vampir akan membunuh manusia.” Timpal Onew.

“kenapa harus aku yang menjadi vampir?? Ini sangat tidak adil!” balas Kyuhyun. “Karena kau generasi Cho Jiwoon. Mungkin inilah yang dinamakan takdir.” Jawab Junsu. “kau pasti menyayangi wanita ini, tapi sayangnya… Kau tidak akan pernah bisa bersamanya!” kata Jonghyun pedas.

“Siapa kalian? Mengapa kalian menyiksan Kyuhyun oppa seperti ini?” seru Sooyoung. “ kami vampir. Sama seperti kekasihmu. Dan kami, tidak akan membiarkan Cho Kyuhyun bersama denganmu.” Kata Jonghyun mewakili teman-temannya.

“Apa hak kalian melarang Kyuhyun?” Jonghyun terdiam, lalu Junsu yang menjawab “Dia milik kami. Dia bagian dari kami.”

“Tapi… kalian tidak bisa memaksanya. Dia tidak mau! Dia ingin bebas!” Sooyoung mati-matian mempertahankan Kyuhyun.

Di balik mata tajam Junsu, ada sedikit kekelaman dan kesedihan yang hanya sekilas terpintas “begitupun aku.” Katanya lirih

“Tetapi tidak bisa. Ini takdir kami. Kau tak bisa menentang takdir.” Lanjut Onew. Sooyoung menangis. Dia hanya bisa menangis. Kyuhyun menenangkannya

“Apapun yang terjadi, aku tidak akan meninggalkanmu, Sooyoung. Meski aku manusia atau bukan.” Dan kemudian Kyuhyun bersama vampir lainnya pergi menghilang.

-TBC-

gimana ceritanya reader? mohon comment yah.. hehe 🙂