Archive for the ‘sequel’ Category

Melodies Of Life chapter 3

Posted: February 20, 2011 in Romance, sequel
Tags: , , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

Melodies of Life chapter 3-The Playful Meeting

Author POV

“Yoo… yoona?” tanya Kyuhyun, melihat Yoona berada di depan rumahnya, mengobrol dengan Sooyoung. “Eeh… kyuhyun oppa” sahut yoona, sama tidak percayanya.

“Kalian sudah saling kenal?” tanya sooyoung bingung. “Nde. dia teman sekelasku. Daaan, dia ini siapamu, sooyoung?” tanya Yoona. “Oh… dia ini oppa-ku” jawab sooyoung.

“Kalian sendiri, kok bisa saling mengenal?” tanya Kyuhyun. “Dia tetangga baru kita, oppa. Rumahnya di sebelah rumah kita” jelas sooyoung. Kyuhyun membelalakan matanya.

“Mwo?? YESSS!!!” serunya bahagia. “eh? Wae?” tanya adiknya itu dengan bingung. “Eeh… gwenchana” ujar Kyuhyun, salah tingkah karena keceplosan.

“Eeh… itu…” kata yoona, menunjuj ke seberang jalan. Yang lain mengikuti arah tunjukan yoona, menatap seorang namja dan yeoja, emm.. mungkin kekasih yang sedang berbicara di pinggir jalan. “Ada apa dengan mereka?” tanya Kyuhyun bingung, menyadari kalau dia tidak mengenali mereka.

“Kibum oppaaa!” seru Yoona sambil berlari ke seberang jalan.

“Seo… seohyun” kata Key pada seohyun. Seohyun spontan menengok, memberinya tatapan heran. “Mm?” tanya seohyun. “Kau…”

“Kibum oppaaa!” kata-kaya Key terpotong oleh seruan seorang yeoja yang berlari ke arahnya. Key melihatnya heran, tapi langsung tersenyum sumringah saat melihat wajah yeoja itu dengan jelas.

“Yoona? Im Yoona??” tanya Key, sambil menyambut yeoja itu dengan satu pelukan hangat. “Oppa, boghosippeo yo!” seru Yoona, menangis dalam pelukan Key.

Kyuhyun dan Seohyun POV

Ahh… jadi… dia sudah punya pacar? T.T

Kyuhyun POV

Aku memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Suasana hatiku galau sekali. Yoona tampak sangat bahagia saat dia memeluk namja itu. Ah, paboya kau Kyuhyun!

“Cemburu?” tanya Sooyoung. Aku hanya menatapnya pasrah. Tidak ada gunanya menyembunyikan sesuatu dari adikku ini, dia pasti bisa menebak isi hatiku dengan tepat.

“Akan kupastikan, kalau-kalau itu memang namja chingunya atau bukan” kata sooyoung. “Jangan!” seruku, menahannya yang sudah hendak keluar. Dia mengangkat sebelah alisnya “Wae?” tanyanya. “Nanti dia curiga kalau aku menyukainya” jelasku. Dia tertawa terpingkal-pingkal “Tapi kau kan MEMANG menyukainya” katanya. Aku hanya memanyunkan bibirku. Tapi, dia menurut padaku dan kembali masuk ke dalam rumah.

“Sial, aku sudah keduluan” curhatku pada sooyoung. “Hei… itu kan belum pasti pacarnya!” ujar sooyoung. “Kau tidak lihat, mereka mesra sekali seperti itu? Mungkin mereka berpisah dan mereka dipersatukan kembali. Kalau sudah begitu, tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka lagi” jelasku, mulai melantur.

“Aku tidak pernah punya oppa yang pesimis!” katanya, memukul lenganku. “Molla, soo. Kurasa aku sudah tidak ada harapan lagi” kataku sedih. “Mereka kan belum menikah! Tetap dekati saja dia, oppa!” ujar Sooyoung terus menyemangatiku. Aku memang beruntung punya adik seperti dia.

Masih banyak hari esok, Kyuhyun. Kau masih punya kesempatan! Yosh! Hwaitting!

Seohyun POV

Aku menatap Key dan yeoja itu yang sedang berpelukan. Lalu, dari kejauhan.. aigooo… itu mobil appa! Bisa gawat kalau dia melihatku disini! Akhirnya, tanpa pamit dulu, aku pergi dari sana dengan terburu-buru. Biar besok saja aku jelaskan pada Key-ssi.

Aku berlari pulang menuju rumahku yang sudah tidak terlalu jauh dari sana, berharap appa tidak menyadari keberadaanku.

Author POV

“Oppa, aku benar-benar rindu pada oppa” kata Yoona, masih sesenggukan. “Nde. Aku juga sangat merindukanmu, yoona-ah” kata Key, mengusap air mata yoona.

“Kapan kita bisa bersama lagi, seperti dulu?” tanya yoona sedih. “Molla. Tapi, aku juga akan berusaha, supaya kita bisa bersama. Ingat yoona, walaupun kita tidak bersama, aku akan selalu menyayangimu” kata Key, mencengkram pundak yoona. “Nde, oppa. Aku juga” balas yoona sambil tersenyum.

“Loh, mana seohyun?” tanya Key menyadari Seohyun sudah tidak ada. “Kyuhyun mana?” Yoona juga ikut mencari Kyuhyun.

“Yasudah. Kau pulanglah. Titipkan salamku pada Omma.” kata Key sambil mengusap kepala yoona sebelum yeoja itu pergi dan masuk ke rumahnya. Key menghela napas sebelum akhirnya berjalan pulang ke rumahnya, yang arahnya berlawanan.

“Sooyoung!! Cepatlah! Aku tidak mau terlambat lagi gara-gara kau!” omel Kyuhyun, omelan yang bisa didengar hampir setiap hari. “Sabarrrr, oppa!” jawab sooyoung sambil berlari keluar menuju kyuhyun yang sedang menunggunya. “Oppa, chakkaman! Biarkan aku menelan sarapanku dulu dong” rengek sooyoung, yang di mulutnya terdapat setangkup roti bakar. Kyuhyun memutar bola matanya dan melangkah keluar. “Oppaa!” panggil sooyoung mengejar oppa-nya.

“Eeh… yoona-ah. Mau pergi bareng?” ajak Kyuhyun, melihat Yoona di depan rumahnya. Yoona hanya mengangguk dan tersenyum.

“Sooyoung, kau juga belajar di sekolah musik?” tanya Yoona bingung, menyadari dia belum pernah bertemu sooyoung di sekolah musik.

“Anni. Aku sekolah di sekolah swasta. 2 blok dari sekolah musik” jelas sooyoung. “Dan… dia ini yang membuatku selalu terlambat. Gara-gara omma dan appa menyuruhku mengantarnya juga” gerutu kyuhyun.

“Ya! Jadi oppa terpaksa? Aku bilang ke Appa nanti!” kata sooyoung sambil memanyunkan bibirnya. “Ih, tukang ngadu! jangan! Nanti aku traktir deh” ujar Kyuhyun. Yoona melihat mereka berdua sambil tersenyum sedih.

“Nah, sudah sana… sana.. pergi. Belajar yang rajin! Jangan pacaran mulu!” ledek Kyuhyun pada sooyoung, saat mereka berpisah untuk menuju ke sekolah masing-masing. Sooyoung hanya memeletkan lidahnya sebagai jawaban.

“Kalian akrab sekali yah. Beruntungnya jadi sooyoung” komentar Yoona. “Beruntung jadi dia? Wae? Karena bisa akrab denganku?” Pede Kyuhyun. Yoona tertawa “Andwae! Apa akrab denganmu itu suatu keberuntungan?” tanya yoona.

“tentu saja! Akrab dengan namja tampan sepertiku ini suatu keberuntungan” ujar Kyuhyun, menebarkan evil smile-nya. Yoona hanya tertawa keras. “Menurutku kau tidak setampan oppa-ku” kata yoona.

Evil smile Kyu langsung lenyap dari wajahnya mendengar perkataan yoona. “Orang yang kemarin kau peluk itu?” tanya Kyuhyun muram. “Nde. Dia tampan kan?” goda yoona.

“Annio. Dia tidak tampan sama sekali!” seru Kyuhyun, mulai panas. “Eeh… tapi kurasa dia sangat tampan kok” ucap Yoona.

“ANNIO. DIA TIDAK ADA APA-APANYA. DIA JELEK. AKU LEBIH HEBAT DARINYA” kata Kyuhyun yang mulai marah. Yoona seketika wajahnya langsung berubah dari tersenyum cerah menjadi dingin.

“Jangan pernah menjelek-jelekan dia” kata Yoona dingin. “Wae?? Memang kenyataannya dia begitu. Aku tidak suka kalau kau dekat-dekat dengannya” ucap Kyuhyun.

“Mwo?? Memangnya kenapa?” tanya yoona terkejut. “Pokoknya aku tidak suka. Jangan dekat-dekat lagi lah dengannya” ujar Kyuhyun gusar. Sekarang, yoona jadi ikutan panas.

“Kau tidak berhak melarangku Cho Kyuhyun! Ini kan bukan urusanmu!” ujar Yoona marah. “Tapi aku tidak suka. Aku kesal kalau kau bersamanya” ujar Kyuhyun ngotot. “Lalu? Kau kan bukan siapa-siapaku. Kau egois sekali!” seru Yoona lalu pergi meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun marah-marah sendiri sambil menyumpah-nyumpah. Sementara, Yoona berlari pergi, dengan mata yang merah karena marah.

Kenapa semuanya jadi seperti ini?

-TBC-

Bagaimana kelanjutan Kyuhyun dan Yoona?

Bagaimana dengan Yoona dan Key?

Lalu bagaimana dengan Seohyun dan Key?

Wait in chapter 4 and don’t forget to comment ^^

Advertisements

Melodies of Life chapter 2

Posted: February 15, 2011 in Romance, sequel
Tags: , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

Di sebuah sekolah musik di Seoul, terjadi sebuah kisah cinta yang cukup menarik antara 4 orang yang awalnya tidak saling mengenal.

Melodies of Life chapter 2-Hidden charm

Key POV

Brrruumm!! Ckiit! Aku langsung mengerem motorku yang melaju kencang begitu seseorang melintas di depanku. Untung saja dia tidak tertabrak. Aku turun dari motorku.

“Mianhae. gwenchana yo?” tanyaku sambil melepas helmku. “Gwe.. gwenchana” katanya. Ah, ternyata dia seorang yeoja. Wah, wajahnya manis sekali. Seperti seorang malaikat!

“Ngg… mianhae, aku ada urusan. Aku permisi” katanya, setelah sekitar 5 menit kami diam dan aku hanya memandanginya. “Eeh… ye” kataku, tersadar dari pikiranku sendiri.

Setelah menatapnya pergi, aku kembali menaiki motorku dan mengendarainya menuju ke sekolah musikku. Aku memarkir motorku, dan beberapa anak sudah mengelilingiku.

“Pagi, Key!”

“Annyeong haseo, Kibum oppa!”

“Annyeong, Key-ssi!”

“Pagi” ucapku cuek lalu berjalan melewati yeoja-yeoja yang berteriak-teriak histeris di belakangku. Aku memang cukup populer di sekolah musikku ini. Bukannya sombong, tapi selain karena wajahku yang cute dan manis ini, juga karena suaraku yang bagus dan skill dance-ku yang patut diacungi jempol.

Aku melangkah masuk ke kelasku. Aku mengedarkan pandangan ke sekelilingku. Sial! Tempat duduk sudah penuh semua! Kami memang bebas memilih tempat duduk kami. Hmm, lain kali aku harus bangun lebih pagi.

Aha! Disitu ada tempat duduk kosong! “Hmm.. boleh aku duduk disini?” tanyaku pada seorang yeoja yang duduk di sebelahku. Dia menoleh dan mengangguk.

“Eeh… kau!” seruku. Dia tampak terkejut. Dia adalah yeoja yang tadi hampir kutabrak. Perlahan, kuulum senyumku. Aku langsung duduk di sebelahnya dan mengulurkan tanganku.

“Kim Ki Bum imnida. Kau boleh memanggilku Key” kataku, memberikan senyum terbaikku. “Seo Joo Hyun imnida. Panggil saja Seohyun” katanya, juga tersenyum.

Seohyun. Nama yang cantik. Secantik orangnya. Ingin aku mengatakannya padanya, tapi, aku terlalu malu untuk itu. Jadi, aku hanya tersenyum, merasakan tangannya yang mungil dan halus dalam genggaman tanganku.

Sepanjang pelajaran, tak bosan-bosan aku memandang wajahnya. Sungguh! Dia itu malaikat yang diturunkan ke bumi! Pasti! Aku yakin! pikirku polos. Pasalnya, wajahnya terlalu cantik untuk manusia.

Argh… apa aku jatuh cinta padanya? Pada pandangan pertama? Konyol!

Seohyun POV

Aku berjalan terburu-buru menuju ke mobil appa-ku yang sudah menunggu di seberang jalan. Bruuumm! Ckiit! tiba-tiba sebuah sepeda motor yang melaju kencang berhenti tepat di depanku.

Aku kaget dan terjatuh. Sepertinya, appa-ku tidak melihatku. “Mianhae, gwenchana yo?” tanya namja itu, turun dari motornya dan melepas helmnya.

“Gwe..gwenchana” kataku. Wah, wajahnya manis dan cute sekali. Dia terdiam dan hanya menatapku yang bangun untuk berdiri.

“Ngg… mianhae, aku ada urusan. Aku permisi” kataku, setelah 5 menit dia hanya terdiam. “Eeh.. ye” katanya, lalu aku cepat-cepat pergi ke seberang dan masuk ke mobil appa-ku.

“Mengapa lama sekali Seo?” tanya appa-ku, menyalakan mesin mobil dan mengendarainya. Kulihat di belakang namja itu sudah naik ke motornya dan menegndarainya ke arah yang sama denganku. Apa dia mengikutiku? Ah, jangan ge-er seohyun!

“Mianhae, appa” jawabku, tidak memberitahu kalau aku hampir tertabrak. Appa-ku ini sedikit over protektif. Aku tidak mau masalah sepele seperti ini dibesar-besarkan olehnya.

Aku sampai di sekolah musikku. Aku berjalan ke kelas baruku. Tadinya aku di kelas A, tapi pindah ke kelas D karena ngg… teman-temanku suka mem-bully-ku. Aku merahasiakan ini dari appa. Sudah kubilang, akan tambah runyam masalahnya kalau appa ikut campur.

Aku memang anak yang lemah dan pendiam. Karena itu, anak-anak kelas A yang memang kasar senang menyiksaku. Saat ujian, mereka memaksaku memberikan mereka jawaban, memaksaku menraktir mereka, dan lain-lain. Kalau aku tidak melakukan apa yang mereka inginkan, mereka akan menyiramku dengan air, mengaa-ngataiku, mencoret-coret mejaku, dan mempermalukanku. Aku tersiksa secara batin.

Aku mengambil tempat duduk di pojok kiri. Aku menatap sekitarku. Wajah mereka sepertinya cukup ramah. Walaupun, kelihatannya mereka pendiam-pendiam sepertiku karena suasana disini tidak terlalu ribut, padahal sonsaengnim belum datang, tidak seperti kelas A yang sangat ramai.

Lalu, aku melihat seseorang masuk. Semua mata tertuju padanya saat dia melangkah masuk, memandang berkeliling, sepertinya mencari tempat duduk yang kosong.

Tempat duduk di sebelahku kosong. Dan sepertinya satu-satunya yang kosong. Dia namja yang hampir menabrakku tadi! Aku mengalihkan pandanganku darinya, menyembunyikan wajahku yang berharap semoga dia duduk di sebelahku.

“Hmm.. boleh aku duduk disini?” tanyanya. Yes! Aku menatapnya dan mengangguk. “Eeh… kau!” serunya kaget, seakan aku ini alien bertangan 8.

Dia tersenyum dan duduk di sebelahku lalu mengulurkan tangannya. “Kim Ki Bum imnida. Kau boleh memanggilku Key.” katanya sambil tersenyum. Aigoo… manisnya!

“Seo Joo Hyun imnida. Panggil saja Seohyun” kataku, balas tersenyum padanya.

Selama pelajaran, aku bisa merasakan dia memperhatikanku terus. Aku merasa sedikit risih diperhatikan seperti itu. Tapi, aku tidak berani menatapnya balik. Entah kenapa, ada sesuatu yang membuat jantungku berdebar setiap kali menatap matanya.

Kriiing! Bel istirahat berbunyi. “Kau mau kemana, seohyunnie?” tanyanya saat aku beranjak pergi. Dia memanggilku Seohyunnie?

“Kantin.” jawabku. Singkat, padat, dan jelas. Aku memang bukan orang yang pintar berbasa-basi dan berbicara. Aku berjalan ke luar kelas. Key mengikutiku. Sengaja kupercepat langkahku, tapi dia ikut mempercepat langkahnya. Kekeke, lucu.

Brukk! Aku menabrak seseorang. “Mi… mianhae” kataku. Sial! Aku menabrak orang yang salah. “Seohyun!” seru Amber, orang yang kutabrak.

“Ah, ada seohyun! Kebetulan sekali!” seru Hyoyeon, teman Amber sambil tersenyum licik. “Belikan kami makanan!” seru Amber. Mereka adalah anak kelas A.

“Cepat! Jangan hanya diam! Kami sudah lapar!” bentak Hyoyeon. “Tapi… aku membawa uang pas-pasan” ucapku sambil menunduk.

“Kami tidak mau tau” ucap Amber mulai marah. Aduh, bagaimana nasibku? Hyoyeon mengambil tempat sampah kecil di dekat kami, hendak menuangkan seluruh sampah itu di atas kepalaku.

Grep! Sebuah tangan menarikku. Dan… sraaakkk! Sampah-sampah berjatuhan. Tapi, aku tidak merasakan 1 buahpun sampah yang mengenai tubuhku. Aku sangat terkejut.

Kulihat Key ada di depanku. Tangannya menggenggam tanganku dan dia menarikku ke belakang. Hyoyeon membeku dalam posisi keranjang sampah di tangannya dia arahkan dan dia tumpahkan ke atas kepala Key, membuat semua sampah itu berjatuhan mengotori badannya.

“K…key-ssi” ujar hyoyeon ketakutan. Amber yang melihat kejadian itu diam-diam berusaha untuk kabur. “Jangan kabur” ucap Key dingin membuat Amber membeku di tempatnya dan terdiam.

“Sekali lagi kulihat ada yang menyakiti Seohyun, tidak akan kuampuni. Dan, kau harus bertanggung jawab atas sampah-sampah yang sudah mengotoriku ini” ucap Key tegas dan galak.

“Tapi… urusan kami adalah dia.” ujar Hyoyeon membela diri. “Nde. Bukan salah kami kalau kau ikut campur” tambah Amber. Key memandang mereka tajam.

“Urusan Seohyun urusanku juga. Jangan harap hidup kalian tenang, kalau kalian menyakitinya. Dan, ini berlaku untuk semuanya disini. Arraso?” ucap Key tegas pada Hyoyeon, Amber, dan semua orang yang berkerumun menyaksikan kami.

Hyoyeon dan Amber, juga yang lainnya hanya menganggu kecil. “Kkaja, seo!” ucap Key, menarikku. “Kau… kenapa melakukan itu?” tanyaku pelan.

Dia mengangkat sebelah alisnya. “Aku mana bisa melihat temanku dibegitukan” ujarnya. “Teman?” tanyaku heran. “Nde. memangnya aku bukan temanmu?” tanyanya sambil memanyunkan bibirnya.

Tadinya sih, aku berharap lebih. “Ehh… nde. Sekarang, bersihkan dulu dirimu.” ujarku. Dia mengangguk lalu ke toilet. Teman ya? Ah, babo kau Seohyun! Mana pantas kau bersamanya! Berteman dengannya saja sudah syukur! batinku dalam hati.

Author POV

“Seohyun! Chakkaman!” seru Key, mengejarku yang sudah keluar dari sekolah untuk pulang. “Wae, Key-ssi?” tanya Seohyun, menghentikan langkahnya.

“Berhenti memanggilku Key-ssi, Seohyunnie. Panggil saja oppa. Arra?” ucapnya sambil tersenyum. “Arraso, oppa” kata Seohyun sedikit malu-malu. Key tersenyum. “Nah, begitu lebih baik.”

“Hmm, ada apa oppa?” tanya Seohyun. “Ngg… apa kau mau kuantar pulang? Ehh.. kalau kau tidak dijemput atau pulang bersama orang lain.” kata Key sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Eeh.. apa tidak merepotkan? Aku pulang sendiri. Appa tidak menjemput karena dia bekerja” kata Seohyun. “Nde. tentu tidak! Kemana arahmu pulang?” tanya Key. Seohyun menunjuk ke arah kiri. “Oke. kkaja!” ujar Key.

Mereka berjalan berdampingan di jalan. Kadang, diselingi bercanda dan mengobrol, untuk lebih mengenal satu sama lain.

“Seo… seohyunnie!!”

-TBC-

bagaimana kelanjutan kisah Key dan Seohyun?

Ngomong-ngomong, apa hubungan mereka dengan Kyuhyun dan Yoona? (secara gak mungkin author bikin 2 cerita terpisah)

wait in chapter 3 (The real start) and comment, okay??

Melodies of Life chapter 1

Posted: February 13, 2011 in Romance, sequel
Tags: ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

cast: Yoona, Seohyun, Kyuhyun, Key

Di sebuah sekolah musik di Seoul, terjadi sebuah kisah cinta yang cukup menarik antara 4 orang yang awalnya tidak saling mengenal.

Melodies of Life chapter 1-Pure adorable

Kyuhyun POV

Aku berlari-lari menyusuri jalanan yang mulai ramai. Sial! Makiku pada diriku sendiri. Ini sudah ke-4 kalinya aku telat dalam minggu ini, dan lagi-lagi gara-gara adikku, sooyoung!

BRUKK! Aku menabrak seseorang dan tampaknya dia terjatuh. Ini benar-benar hari sialku! Gerutuku. “Mianhae..” kataku, mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri. Rupanya dia seorang yeoja. “Gwe.. gwenchana” katanya.

Deg! Aku terpana, melihat wajahnya. Cantik. Manis. Seperti seorang goddess. Aku belum pernah melihatnya di sini sebelumnya, jadi kusimpulkan dia pasti murid baru. “Ngg.. bisa tolong lepaskan?” katanya membuyarkan lamunanku. Aku tersadar masih menggenggam tangannya dari tadi dan buru-buru kulepaskan sambil tersipu malu.

“Kau anak baru?” tanyaku basa-basi. Dia mengangguk. Kriiiing! Bunyi bel masuk. Argh, aku benar-benar terlambat sekarang! “Ya! Cepat masuk kelasmu! Sudah bel!” ucapku, sambil hendak pergi ke kelasku.

“Aku… tidak tau dimana kelasku” katanya tertunduk. Aku mendesah. “Apa nama kelasmu?” tanyaku. “Kelas F.” katanya. Aku mengangkat sebelah alisku. “Aku juga di kelas F hari ini. Ayo, kuantar” ucapku langsung menarik tangannya.

“Mianhae, Kim sonsaengnim! Kami terlambat” seruku terengah-engah. Kim sonsaengnim menengok ke arah kami. “Ckck. Kau lagi, cho kyuhyun!” serunya tak sabaran, aku hanya nyengir menanggapinya. “Oh, dan kau pasti anak baru itu. Cho-ssi, sana ke tempat dudukmu, dan kau, perkenalkan dirimu” ucap Kim sonsaengnim.

Aku menurut dan berjalan menuju tempat dudukku. “Annyeong haseo. Im Yoona imnida” kata yeoja yang kutabrak tadi. Ah, rupanya namanya Im Yoona. Dia tersenyum padaku. Deg! Kurasakan jantungku berdebar lebih kencang dari biasanya. Senyumnya itu…. ahhh.. sangat indah!

“Cho Kyuhyun! Berhenti menggoda Yoona! Sekarang, maju ke depan dan kita lihat apa ada peningkatan dengan vokalmu” ucap Kim sonsaengnim. “Mwo?? Aku tidak menggodanya! Bicara padanya saja tidak!” kilahku. “CIIIIEEEE” koor satu kelasku kompak. Yoona hanya senyum-senyum melihatku salah tingkah.

Aku maju ke depan, menyanyikan beberapa nada untuk membuat guruku itu puas. “Ckck. Tidak ada peningkatan! Nyanyi sekali lagi. Kali ini dengan hatimu!” seru Kim sonsaengnim. Kuakui, dia memang guru yang hebat, walau terkadang menyebalkan.

Aku menyanyikan lagu It’s You nya Super Junior. Rasanya lebih mudah menyanyikannya karena aku menatap Yoona. Kim sonsaengnim bertepuk tangan, diikuti seluruh kelas -termasuk yoona juga kekeke- setelah aku selesai bernyanyi.

“Itu yang bisa kusebut bernyanyi. Walaupun harus dengan kau yang terus menatap yoona” sindir guruku. Aish, guruku yang satu ini! Aku hanya nyengir dan kembali ke tempatku.

“Nah, hari ini kita akan belajar menyanyi dengan perasaan, seperti yang kusuruh pada Cho Kyuhyun tadi….” ucap sonsaengnim, dan pelajaran pun dimulai.

Aku selalu bermimpi, aku bisa menjadi musisi suatu saat nanti. Itulah sebabnya aku memilih untuk bersekolah musik, daripada melanjutkan kuliah. Sayang memang, karena aku termasuk siswa yang berprestasi. Tap yah, ini jalanku! Aku telah memilihnya.

Aku belajar banyak hari ini. Bagaimana mengungkapkan perasaan lewat nyanyian, bernyanyi penuh penjiwaan, dan menyampaikan pesan penyanyi pada pendengar. Sudah kukatakan, Kim sonsaengnim itu guru yang hebat!

“Yoona-ah!” panggilku. Dia menengok. Sepertinya dia sedang mengobrol dengan teman barunya. Wow, dia memang sangat mudah bergaul! “Wae?” tanyanya.

“Annio. Hanya… ingin mengobrol” kataku. Kyuhyun babo! Aku mengajaknya bicara padahal tidak tau harus bicara apa. Dia tertawa. “Hmm, kurasa aku harus berterima kasih karena pertolonganmu tadi” katanya sambil tersenyum. Teruslah tunjukkan senyum itu padaku, im yoona!

Author POV

“Hmm, kurasa aku harus berterima kasih karena pertolonganmu tadi” kata Yoona. “Terima kasih saja tidak cukup” ucap Kyuhyun sambil tersenyum nakal. “Eeh? Aku harus bagaimana dong?” tanya Yoona bingung. “Mentraktirku!” seru Kyuhyun langsung.

“Dasar kyu! Selalu mencuri kesempatan” ucap Sunny, salah satu teman baru Yoona. Kyuhyun menatapnya tajam. “Kami tidak akan mengganggu kok. Kkaja, Sunny!” ucap Luna, teman barunya Yoona juga.

“Apaan sih mereka ini?” ujar Yoona. Kyuhyun hanya mengangkat pundaknya. “Ayo, istirahat ini tidak berlangsung selamanya” katanya, menarik tangan yoona ke kantin.

“Kau mau makan apa?” tanya yoona. “ramen” jawab kyuhyun singkat. Setelah memesan, yoona hendak membayar, tapi, kyuhyun sudah lebih dulu memberikan uangnya. “Eeh?” tanya yoona bingung. “Kau ini polos sekali!” seru kyuhyun sambil mengacak-acak rambut yoona. “Aku hanya bercanda tau. Mana mungkin kubiarkan seorang yeoja yang membayariku” kata Kyuhyun.

Kriiing! Bel selesai istirahat kembali berbunyi, tepat setelah Kyuhyun menyeruput tetes terakhir kuah ramennya. “Habis ini pelajaran apa?” tanya Yoona. “Seharusnya sih pelajaran teori. Kalau tidak oleh Park sonsaengnim, sama Jung Yunho sonsaengnim” jelas Kyuhyun, sambil mereka berjalan ke kelas mereka.

Pelajaran teori memang selalu membosankan. Kyuhyun memilih untuk bersurat-suratan bersama yoona, karena tempat duduk mereka yang jauh.

Kyuhyun : Hey!

Yoona : apa?

Kyuhyun : aku bosan! ­čś«

Yoona : lalu? apa yang bisa kulakukan?

Kyuhyun : terus balas suratku. Itu cukup kok xD

Yoona : orang aneh :p

Kyuhyun : Tapi mempesona, iya kan?

Yoona : tidak sama sekali!

Srak! Park sonsaengnim menarik kertas di tangan kyuhyun. Dia membacanya sesaat. “Cho Kyuhyun, Im yoona! Temui aku pulang sekolah!” ucap Park sonsaengnim yang dibalas cengiran pasrah kyuhyun dan yoona yang menepuk jidatnya sendiri.

“Mian yoona-ah.. gara-gara aku kau jadi kena hukuman juga” sesal Kyuhyun. “Kekeke. gwenchana, oppa” ucap Yoona tertawa. Tiba-tiba, wajah kyuhyun menjadi berbinar. “Katakan sekali lagi” ucapnya antusias.

“Gwenchana” kata yoona heran. “Bukan, kata setelahnya” kata Kyuhyun lagi. “Hm, oppa?” tebak yoona. Kyuhyun meloncat-loncat kegirangan “Yes! yes!” serunya.

“Kenapa sih?” tanya yoona bingung. “Molla. Saat kau yang memanggilku begitu, terdengar begitu indah di telingaku” ujar Kyuhyun sambil tersenyum yang sukses membuat pipi yoona memerah.

“Annyeong haseo sonsaengnim” sapaku dan yoona sambil membungkuk. “Kalian tau apa salah kalian?” kata Park sonsaengnim. Dia memang guru paling dingin di sekolah ini, melebihi dinginnya Jessica SNSD, si Ice princess.

“Surat-menyurat saat pelajaranmu. Mianhae, sonsaengnim” kata Kyuhyun. Park sonsaengnim hanya menggeleng-geleng. “Dasar remaja. Hukuman tetap berlaku, bahkan untuk orang yang sedang jatuh cinta. Buat tulisan saya tidak akan menyuratinya meski saya menyukainya 100 kali” ucap Park sonsaengnim.

“Mwo? Apa tidak ada tulisan lain?” gerutu yoona. Park sonsaengnim hanya memandangnya dingin. “Ini perintah. Laksanakan dan serahkan padaku besok pagi” katanya, lalu mengusir kedua muridnya itu.

“Aissh… ada apa dengan guru-guru itu? Kenapa senang sekali sih mempermainkan kita?” ujar Yoona sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Molla. Kita memang sudah jodoh kali” ceplos Kyuhyun. “Mwoo?”seru Yoona. “Abaikan. Lupakan” seru Kyuhyun sambil menutup wajahnya yang memerah.

“Nah, sampai besok, kyu oppa!” seru Yoona, melambaikan tangannya lalu berjalan pulang. “Nde. kau tidak mau aku antar sampai rumah?” tawar Kyuhyun. “Annio. Rumahku dekat kok dari sini” ucap Yoona sambil berjalan pulang.

Sementara itu, Kyuhyun pulang ke rumahnya yang tidak terlalu jauh dari sekolah musiknya. “Berarti rumah Yoona juga dekat sini” pikir Kyuhyun, yang sekarang di kepalanya hanya ada yoona, yoona, dan yoona.

Kyuhyun terkejut sampai hampir menjatuhkan kunci rumahnya. “Yoo.. yoona?”

-TBC-

mianhae author bikinnya pendek >.<

[Sequel] Sister Complex

Posted: February 2, 2011 in Romance, sequel
Tags: , , , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

ini sequel-nya story at seoul school (you are my destiny) berhubung banyak yang minta sequelnya, jadi author bikin deh. hehe happy reading ^^

Onew POV

“Onew oppa!” panggil seseorang di belakangku. Aku menoleh, melihat sosoknya dari kejauhan yang berlari menghampiriku sambil melambaikan tangan.

“Sooyoung-ah” sapaku padanya. “Ah, oppa… kok tidak memelukku atau apa kek.” katanya sambil memasang tampang cemberut. “Ehh? Memelukmu? Untuk apa?” tanyaku bingung.

Dia menghela napas “seperti di film-film dong. Pagi-pagi si cewek berlari menghampiri cowoknya yang disambut pelukan hangat dari si cowok.” jelas Sooyoung.

Aku hanya mengacak-acak rambutnya. Terkadang aku tertawa sendiri melihat tingkahnya yang lucu dan kekanak-kanakan. Dia ini, Choi Sooyoung adalah yeoja chinguku.

Ada sedikit keributan di depan. Aku dan Sooyoung melangkah masuk dan melihat seorang namja yang merupakan juniorku sedang memalak temannya.

“Mana?? Berikan uangmu!” seru si namja dengan galak. Temannya hanya menunduk “tapi kau kan sudah kaya… kenapa meminta uangku” katanya dengan takut-takut.

“Ooh.. kau berani melawan ya! Rasakan ini!” namja pemalak itu hendak menonjok temannya yang sudah memejamkan matanya karena takut.

“YA! CHOI MINHO!” seru Sooyoung, membuat adiknya melepaskan cengkraman pada temannya itu. “Sudah kubilang berapa kali…” omelan Sooyoung terputus dengan jawaban minho “nde, mianhae noona-ah.” jawabnya. Tapi tetap saja, dia akan terus mengulangi perbuatannya itu.

“Jangan pernah mengulanginya.” tegasku padanya. Hei… bukan maksudnya kepo (emang di korea ngerti kepo?) tapi, sebagai ketua OSIS, iya, aku memang ketua OSIS disini dan aku wajib memperingatkan siswa-siswa bandel yah, seperti adiknya pacarku ini.

“Cih, cerewet kau! Mau kutonjok juga?!” ancamnya dengan tangan mengepal. Dia cukup menakutkan karena dia lebih tinggi dariku dengan sorot mata tajam dan postur tubuh tegap.

“Minhooo” ucap sooyoung memperingati adiknya itu. Minho menurunkan tangannya dan pergi ke kelasnya. Entah apa sih yang membuat orang itu begitu menurut pada noona-nya yang hanya mengucapkan namanya daripada aku, ketua OSIS yang bisa saja membuatnya keluar dari sekolah.

Aku masuk ke kelasku. Suasananya cukup aman dan tertib, yah… kecuali si Siwon yang terus berkoar-koar tentang kekayaannya atau apalah. Ada saja setiap hari yang dia sombongkan. Dan selalu ada saja yang tidak punya kerjaan lain dan akhirnya mendengarkannya.

Sialnya, Siwon ini adalah kakak Sooyoung. Yah.. aku juga bingung bagaimana dia bisa memiliki saudara-saudara yang menyebalkan seperti itu.

“Hei, ssica-ah! Kau punya uang darimana tuh membeli jaket sebagus itu?” tanya siwon meremehkan. Selain berkoar tidak jelas tentang kekayaannya, dia juga selalu mempunyai bahan untuk diejek. Salah satunya Jessica, teman sekelasku.

“Ini diberikan jaebum kok.” jawab jessica tenang-tenang saja. Sepertinya kupingnya sudah kebal mendengar hinaan Siwon. “Oh, jadi kau pacaran dengannya hanya untuk memelorotinya ya? Jaebum! Putuskan saja dia!” ejek Siwon lagi.

BYUURRR 1 botol air sukses mengguyur Siwon. Dengan wajah merah karena marah, Jessica menuangkan air minumnya. “Jaga mulutmu, dasar sombong! Aku ini tidak seperti itu tau!” seru jessica marah.

“Cewek sialan! Sudah miskin, belagu pula!” seru Siwon marah. Sangat marah. Dia hendak menampar Jessica. Tangannya ditahan oleh Jaebum “jaga tindakanmu itu, Choi Siwon!” ucapnya dingin. Sangat sangat dingin. Sepertinya, tanda-tanda perkelahian akan dimulai.

“Sudah! sudah! Kembali ke tempat kalian semua. Pelajaran sudah mau dimulai. Dan, Choi Siwon. Benar kata Jaebum. Jaga omonganmu itu.” ucapku, berhasil menetralkan suasana.

Kulihat Siwon keluar dari kelas. Mungkin untuk mengeringkan dirinya sambil menatap tajam ke arahku. Wow, hebat sekali kau Onew! Kau sukses tidak mendapat restu dari adik dan kakaknya pacarmu.

-End of POV-

Author POV

“Sooyoung-ah, mau kuantar?” tawarku saat pulang sekolah. “Hmm… boleh oppa.” katanya sambil merangkul lengan Onew dengan manja. Onew mencubit hidungnya dengan pelan.

“Sooyoung-ah… apa yang kau lakukan dengannya?” tanya Siwon yang tiba-tiba muncul seperti hantu bersama adiknya, Minho.

“Eeh? Memangnya kenapa?” Sooyoung balik bertanya. “Memangnya kenapa?” kata Minho membeo “Ngapain noona merangkul tangannya ini?” tambah Minho.

“Apa salahnya? Dia kan pacarku” jawab Sooyoung santai. Oke, pasti akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. batin Onew.

“MWO???” seru Minho dan Siwon bengong dan terperangah seakan-akan melihat SNSD konser lagu Ring ding dong di depan mereka sambit striptease.

“Tapi tapi tapi….” “Kok noona mau sih sama dia?” kata Minho sambil menunjuk Onew seakan-akan Onew-lah yang telah merencanakan konser SNSD itu (author lagi stress lalalala)

“Apaan sih? Kalian kok terkejut begitu? Seakan-akan aku ikut trainee SM terus jadi member SNSD aja!” protes Sooyoung melihat kedua saudaranya itu menatapnya dengan tatapan aku-tidak-percaya

“Apa aku seburuk itu?” tanya Onew polos. “Annio oppa. Kau yang terbaik kok.” kata Sooyoung sambil mencium pipi Onew, yang tentu saja membuat kedua saudaranya menganga semakin lebar.

“Aku tidak setuju!” seru Siwon dan Minho bersamaan. “Memangnya ada yang minta kalian setuju?” cibir Sooyoung sambil memeletkan lidahnya.

“Nanti kubilang pada appa kalau adikku yang cantik ini sudah pacaran loh.” ancam Siwon. “eeh… jangan oppa!” ucap sooyoung cepat-cepat. Appa-nya itu memang paling tidak suka kalau salah satu anaknya berpacaran entah kenapa.

“Makanya, jangan berpacaran dengannya!” timpal Minho. “Memangnya kenapa sih?” tanya Onew bingung. Tapi, tidak ada yang menghiraukannya seakan dia tidak ada.

“Memangnya kenapa?” tanya Sooyoung. “Karena… dia tidak pantas untukmu!” seru Siwon sambil menunjuk Onew. “Nde. Aku tidak rela noona-ku tersayang diambil olehnya.” rengek Minho manja.

Benar-benar berbeda kelakuan minho dan siwon pada teman-temannya dan pada saudara perempuannya itu. Berbeda 180 derajat. “Sister Complex~” komentar Onew.

Spontan mereka menengok ke arah Onew. “Apa kau bilang?” tanya Minho. “sister complex. si…ster… com…plex…” ulang Onew dengan slowmotion seperti mengajari anak TK

Siwon dan Minho saling berpandangan. “Apa itu?” tanya Siwon polos. Onew menepuk jidatnya. “Sudahlah, lupakan.” ucap Onew.

“Pokoknya, kau tidak boleh berpacaran dengannya ya Sooyoung-ah…” kata Siwon sedikit memohon. “Shireo! Oppa jahat! Kau juga dongsaeng.” kata Sooyoung lalu menggandeng tangan Onew dan pulang meninggalkan minho dan siwon yang meneriakan namanya di belakang.

“Ah, lupakan saja siwon oppa dan minho. Mereka memang aneh.” kata Sooyoung sambil memakan Biskuit yang terletak di dashboard mobil Onew.

“Kekeke. Mereka memang aneh. Tapi, yang lebih aneh adalah kau.” kata Onew, sambil terus berkonsentrasi menyetir. “Mwo? Kok aku yang aneh?” protes sooyoung.

“Mereka itu sangat sombong dan sangat kasar. Benar-benar dibenci seantero sekolah. Tapi kau, membuat mereka kelihatan lemah dan bodoh begitu. Aku heran, apa sih yang kau lakukan pada mereka sehingga kau bisa jadi pawang mereka?” jelas Onew.

Sooyoung menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Entahlah. Molla. Tapi, yang kutau. Walaupun mereka itu sombong dan sok jagoan, mereka sangat sayang padaku.” jelas Sooyoung.

“Mereka dekat denganku dan selalu manja padaku. Mungkin karena hanya aku saudara perempuan mereka. Di rumah, mereka anak baik kok. Entah di sekolah berubah jadi monster seperti itu.” jawab sooyoung, melahap biskuit terakhirnya.

Onew mengangguk-angguk mengerti. “Hei, apa boleh aku ke rumahmu?” tanya Onew tiba-tiba. “Mwo? Untuk apa?” tanya Sooyoung terkejut.

Onew mengangkat bahunya “hanya penasaran dengan tempat yeoja chinguku meghabiskan waktu selain di sekolah.” jawab Onew.

“Arasso. Tapi, jangan pernah mengaku sebagai pacarku. Atau… yah, kau tidak akan mau melihat appa marah. Saat dia marah, bisa saja dia membubarkan Super Junior tau! arasso?” ucap Sooyoung.

Onew bergidik ngeri dan mengangguk, membayangkan apakah appa-nya Sooyoung seseram itu. Atau, jangan-jangan appa-nya sooyoung Lee Soo Man? Eh, tidak mungkin. Marganya saja sudah beda (Onew..onew.. mikir apaan sih?)

“Arasso. Besok aku akan ke rumahmu.” kata Onew. “Kenapa tidak hari ini?” tanya sooyoung.

“Kekeke. Aku kan ingin menyiapkan mental dan segala sesuatunya untuk bertemu calon mertua dan saudara iparku.” kata Onew. “Calon mertua? Saudara ipar?” goda Sooyoung.

“Oh, memangnya kau tidak mau menikah denganku?” goda Onew. “Ah, oppa… Tentu saja aku mau!” seru Sooyoung sambil mencium pipi Onew.

“Annyeong, Soo-ah!” kata Onew sambil melambaikan tangannya pada sooyoung yang hendak masuk ke rumahnya. “Annyeong, oppa! Gomawo sudah mengantarku” balas sooyoung sambil berteriak.

Esok harinya…

Siwon POV

Aku melangkah memasuki kelasku dengan tampang yang kubuat se-belagu mungkin, membuktikan aku ini yang paling berkuasa disini.

Tapi, wajah yang sudah kubuat sedemikian rupa itu luntur seketika melihat adik tersayangku ada di kelasku. Heran deh, bagaimana dia bisa secepat itu sampai padahal kami ber-3 dengan minho berangkat bersama. Tapi, dia sedang bercanda dengan Onew dan Onew merangkul pinggangnya.

“Sooyoung-ah…” panggilku. Dia menoleh dan tersenyum “Wae-yo, oppa?” tanyanya. “Kok kau mau sih dirangkul-rangkul dia?” tanyaku sambil cemberut. Beberapa anak ada yang cekikikan langsung saja aku menatap mereka “Kenapa kalian tertawa begitu? Dasar, gembel!” seruku yang berhasil membuat mereka diam.

“Memangnya kenapa? Kan kemarin sudah kubilang. Onew ini, pacarku. pa-car-ku.” jelas Sooyoung. “Apa bagusnya dia sih? Kupikir kau sama si Kyuhyun itu. Aku lebih setuju kau bersamanya daripada si cerewet yang sok suci ini.” kataku gusar.

“Kau tidak berhak mengatur hidupku, oppa.” kata sooyoung yang sepertinya sudah mulai kesal. “Tentu aku berhak. Aku ini kakakmu. Aku tidak mau adikku berpacaran dengan orang seperti dia.” kataku ngotot.

“Mwo? Annio. Kau tidak berhak! Aku yang memutuskan untuk memilih. Kenapa kau jadi kolot begini sih?” katanya dengan marah. “Kan karena aku sayang padamu” jawabku tak kalah kesal.

Sooyoung dengan kesal meninggalkan kelasku. Wow, hebat sekali ketua OSIS ini. Berhasil membuat adikku marah padaku.

“Ini gara-garamu, Lee Jin Ki!” seruku marah padanya. “Eeh? Ini salahku? Ini kan salahmu yang over protektif pada sooyoung.” ujarnya.

“Kau ini! Sadar dong! Kau ini tidak pantas untuknya. Kau terlalu baik hati dan lemah. Berkebalikan dengan sifat sooyoung. Bukankah nanti dia akan merasa terkekang kalau bersamamu?”

“Nanti dia tidak bisa mengekspresikan dirinya! Nanti dia tidak akan jadi dirinya sendiri! Kenapa? Karena kau adalah anak baik kesayangan guru, dan dia anak yang nakal dan manis.”

“Banyak namja yang menyukainya. Dan mereka tidak akan mengekang Sooyoung seperti yang kau lakukan. Jangan egois.” ucapku panjang lebar.

Sebenarnya, bukan itu juga pemikiranku. Aku hanya tidak rela adikku berpacaran dengannya. Mungkin benar, aku dan Minho ini sister complex yang setelah kucari artinya lewat google translate.

Tapi, mau sister complex, mau sister apalah… pokoknya aku dan Minho tidak akan membiarkan adik perempuanku berpacaran dengannya yang sok selalu benar ini!

-End of POV-

Minho POV

Aku memasuki kelasku dengan tampang yang kubuat sesangar mungkin, membuktikan aku yang paling berkuasa disini.

“Sooyoung noona, chakkaman!” seru seseorang di belakangku. Mendengar nama noona kesayanganku itu desebut, aku langsung menengok.

Rupanya itu anak seangkatanku yang beda kelas denganku dan sedang mengejar sooyoung noona. Dia tampak membawa coklat dan bunga untuk diberikan padanya.

“Apa yang mau kau lakukan pada noonaku?” tanyaku sambil neghadang jalannya. “Eeh.. aku hanya mau memberikan ini untuknya.” katanya takut-takut.

“Cih! Mana pantas kau! Terlalu jelek dan pendek! Buang saja.” kataku hendak membuang coklat dan bunga itu. “Chakkaman” kata sooyoung noona tiba-tiba lalu mengambil coklat dan bunga itu.

“Kamsahamnida. Coklatnya sepertinya enak.” kata sooyoung noona sambil tersenyum. Namja itu seakan meleleh dan langsung mengangguk dan pergi, mungkin takut dengan nasibnya di tanganku.

“Minho! Apa sih yang kau lakukan?” kata sooyoung noona, mungkin sudah lelah dengan semua hal yang sudah kuperbuat.

“Onew oppa!” panggil sooyoung noona tiba-tiba melihat Onew hyung yang sedang berjalan melewati kami. “eeh.. sooyoung?” responnya.

“Ah, mianhae tadi aku langsung pergi. Habis aku kesal sekali dengan Siwon oppa.” kata sooyoung noona sambil menyenderkan kepala di bahu Onew dengan manja.

“Iih… noona! Ngapain kau menyender begitu sih?” protesku. “Memangnya kenapa? Kau jangan jadi menyebalkan juga ya seperti Siwon oppa.” kata sooyoung noona. Aku jadi penasaran, apa yang telah diperbuat siwon hyung.

“tapi, Onew hyung memang tidak pantas untuku noona.” kataku sedikit merengek. Kurasa, aku dan Siwon hyung memang sister complex yang kemarin kami cari artinya lewat google translate.

“Kenapa sih kalian berdua ini?! Tidak mau melihat aku bahagia ya?” kata Sooyoung kesal lalu pergi.

“Ini gara-garamu! Sooyoung noona sampai marah padaku!” seruku pada Onew dan hendak menonjoknya. Tapi, dia dengan 1 tangan menahan tanganku yang terkepal “Diam! Aku ini sedang bingung tau!” teriaknya marah.

Aku melongo dan terkejut. Dia cukup kuat juga. batinku dalam hati.

Onew POV

Apa benar apa yang dikatakan Siwon? Apa aku ini hanya pengekang bagi sooyoung? Karena sifatku yang terlalu baik ini, jadi mengekang sifat kekanak-kanakan dan kenakalan sooyoung?

Tapi, aku tidak mau kehilangan sooyoung. Aku akan membuktikan, bahwa aku ini adalah pendamping yang pantas untuknya.

Aku merapikan dandananku sekali lagi. Kulihat diriku di cermin sebelum berangkat ke rumah sooyoung. Benar-benar seperti bukan aku. Kukenakan jaket kulit hitam, dan memakai kacamata hitam. Rambutku kupakaikan gel dan kubuat jabrik seperti naruto. The real bad boy.

Berbeda dengan sebelumnya, aku selalu mengenakan kaos biasa atau kemeja. Aku tidak pernah menggunakan gel, membiarkan rambut hitamku turun begitu saja. The real good boy.

Aku menyetir menuju rumahnya. Sesampainya disana, langsung kutekan belnya. Ringdingdong ringdingdong. Bunyi bel yang cukup unik. pikirku.

Perlahan, pintu itu dibuka. It’s show time! Ternyata, Sooyoung yang membukakannya. “Cari siapa?” tanyanya bingung. “Sooyoung-ah! Ini aku!” kataku sambil memeluknya.

“Mwo? Onew oppa?” tanyanya terkejut melihat penampilanku. “Ehm, kok penampilanmu begini?” tanyanya bingung.

“Siapa disa… oh, siapa kau?” tanya Minho yang ikut-ikutan nimbrung. “Sepertinya wajahnya aku kenal.” kata Siwon sambil memperhatikanku dari ujung rambut hingga ujung kuku jari kakiku.

“Aku Onew.” kataku sambil memutar bola mataku. Masa tidak ada yang mengenaliku sih?

“Mwo? Lee Jin Ki?” ucap Siwon terkejut. “Kau ini konyol sekali tau! berdandan seperti itu! bwahahahah” ejek Minho. Aku cuek saja. Tapi, Sooyoung tidak.

“Kalian ini! Hentikan! Dan, Siwon oppa! Aku tau apa yang kaukatakan pada Onew oppa tadi pagi. Jessica onnie memberitahuku. Kau ini jahat sekali sih. Kalian tidak mau aku bahagia ya?” seru Sooyoung marah lalu menggandengku pergi.

Kami pergi tanpa arah. “Sooyoung-ie, apa aku salah melakukan ini?” tanyaku. “Annio, oppa. Tapi, masa kau lebih percaya Siwon oppa sih? Aku ini mencintaimu. Apa adanya. Aku tidak pernah merasa kau mengekangku atau apalah.” katanya sambil menatapku.

“Nde. Mianhae. Aku hanya takut, aku ini hanya menjadi pengekangmu dan membuatmu tidak bebas. Aku melakukannya karena… saranghae, Sooyoung-ah.” kataku sambil tersenyum.

Aku memeluknya dengan erat dan mengecup keningnya. Siwon dan Minho tampaknya mengejar dan mengikuti kami.

“Awas, noonaaa!” seru Minho, melihat sebuah pot bunga terjatuh dari beranda rumah di atas kami. Spontan, aku langsung mendekap sooyoung dan membalikkan badan untuk melindunginya. Pot itu jatuh mengenai kepalaku.

Rasanya pusing~ Eeh, ada member F(x) berputar-putar di kepalaku. Mereka sedang menari Nu Abo bersama dengan Britney Spears. kekeke.

“oppa… kau tidak apa-apa?” tanya Sooyoung cemas yang menyadarkanku. Aku merasa bibirku panas dan menjilatnya, merasakan rasa pahit darah di lidahku.

Aku meraba hidungku dan mendapatinya berdarah. Kepalaku serasa akan pecah dan lagu Nu Abo masih terngiang-ngiang. Untung saja sepertinya tengkorak kepalaku tidak sampai pecah mengeluarkan isi kepala dan otakku.

“Gwen.. gwenchana.” kataku berusaha bangkit. Aku memegangi kepalaku yang seakan-akan dipukul-pukul oleh Minho dengan menggunakan high heels yang SNSD pakai di Gee tapi, lagu Nu Abo sudah tidak terdengar lagi.

Sooyoung mengusap-usap kepalaku dengan lembut, memberikan kesembuhan tersendiri. “Siwon, Minho-ah. Apa dengan ini aku bisa membuktikan, kalau aku ini cukup kuat untuk melindungi saudara perempuan kalian ini?” ucapku.

Mereka berdua terperangah. “aku…” “Arasso, Onew. Tapi, bukan berarti kami merestui. Kami hanya memberi ijin sementara.” kata Siwon.

Aku mengangkat sebelah alisku. Orang yang aneh, pikirku. “Pokoknya, jangan sampai kau membuat Sooyoung noona terluka atau menangis SEDIKITPUN, atau kubuat kau kesakitan sampai lagu Nu Abo terngiang-ngiang di kepalamu selamanya!” ucap Minho sinis.

Aku mengangkat alisku lebih tinggi. Hei, bagaimana dia tau tentang lagu Nu Abo itu? batinku.

“Tidak akan. Aku berjanji.” kataku sambil memberi gesture peace dengan jariku, pertanda aku berjanji dan merangkul Sooyoung. Aah… akan ada banyak lagu Nu Abo.. ah annio. Maksudku, akan ada banyak rintangan dalam kisah cintaku dan Sooyoung tapi, cinta kami itu kuat. Aku yakin itu. Buktinya, masalah Sister Complex ini bisa terselesaikan! keke~

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

main cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Seo Joohyun, Lee Jinki (a.k.a onew)

Sooyoung POV

Inilah aku, choi sooyoung. Berdiri di depan sekolah tercintaku, Seoul School. Sekolah terbaik di Seoul.

Aku dan saudara-saudaraku menapaki kaki kami ke taman depan Seoul school.

“Annyeong haseo, sooyoung-ah.” sapa seseorang yang bahkan aku tidak kenal. “Annyeong haseo.” sapaku padanya.

“Pagi, Sooyoung onnie!”

“Annyeong haseo, soo-ah!”

“Annyeong haseo, sooyoung.”

sapa teman-teman dan adik kelasku. “annyeong haseo semuanya.” sapaku pada mereka. Aku memang termasuk siswa populer di sekolahku. Keluargaku adalah pendiri sekolah ini dan pengusaha kaya yang menjadi orang nomor 1 di Seoul. Tidak seperti kakakku, Choi Siwon yang sombongnya gak ketulungan, atau seperti adikku Choi Minho yang suka mem-bully dan merasa orang paling jago, aku, Choi Sooyoung adalah seorang yang pandai bergaul dan ramah. Walaupun, agak sedikit ‘berandal’

“Sooyoung! Akhirnya kau datang! Pinjam pe-er dong. Aku belum bikin.” panggilnya langsung setelah aku memasuki kelasku. “Aku saja belum bikin, cho kyuhyun!” kataku.

“Sooyoung-ah, ini salin saja pe-erku!”

“Ini, aku jamin jawabanku benar semua!”

“Tulisanku lebih rapi. Ambil saja punyaku.”

namja-namja di kelas berebutan meminjamkan pe-er mereka padaku. Aku asal ambil dari mereka. “Kamsahamnida.” kataku. Aku melemparkan salah satunya ke kyuhyun. Dia menatapku seakan aku ini makhluk ajaib atau peri atau apalah. “Woaa… gomawo soo.. kau memang teman terbaikku.” katanya sambil memelukku. “Sudah… bagaimana aku bisa membuat pe-er kalau kau memelukku seperti ini.” kataku. Dia hanya nyengir, menampilkan giginya yang putih rapih lalu melepas pelukannya.

Oh, apakah kalian Kyuyoung shipper? kekeke~ Sayangnya, kyuhyun bukanlah namja chinguku. Dia hanya sahabatku. Sahabat terdekatku. Jeongmal. Sungguh. Tidak lebih dari sahabat.

Aku dan Kyuhyun, adalah 2 murid termalas di kelas ini. Oh, kami tidak bodoh. Sungguh. Karena kelas ini, kelas A, adalah kelas dengan murid yang nilai rata-ratanya paling tinggi. Aku dan Kyuhyun menduduki peringkat terakhir. Kekeke

“Sooyoung, Kyuhyun, jangan lupa. Pulang sekolah ada rapat.” ucap Lee Jinki atau biasa dipanggil Onew, sang ketua OSIS. Walaupun dia seumuran dengan kami, tapi karena kemampuan otaknya, dia menjadi sunbae kami dan 1 tingkat di atas kami. “Seohyun, nanti bantu aku mengurus agenda rapat.” katanya pada Seohyun, sang wakil ketua OSIS.

Aku membalasnya dengan senyuman dan anggukan. Di OSIS, tugasku adalah sebagai sie. olahraga. Mungkin karena tubuhku yang atletis dan tinggi. Sedangkan Kyuhyun sebagai sie. kesenian. Seleranya pada seni memang tinggi.

“Bagaimana makhluk seperti kalian berdua bisa jadi pengurus OSIS sih?” tanya Hyoyeon. manusia yang satu ini memang sensi sekali padaku dan Kyuhyun. Entah kenapa.

“kenapa? kau sirik Kim Hyoyeon?” balas Kyuhyun. “Sirik? cih, untuk apa? Tapi, kalian berdua ini kan pemalas dan paboya. Entah apa yang dipikirkan Soo Man sonsaengnim hingga memilih kalian.” tambahnya.

“Sooyoung-ah bukan paboya!”

“Dia pintar! dia juara 2!”

“Sooyoung-ah memang cocok jadi pengurus OSIS!”

bela namja-namja di kelas ku. “woo… kenapa ya tidak ada yang membelaku?” gumam kyuhyun.

“Sooyoung dan Kyuhyun pantas jadi pengurus OSIS. mereka bertanggung jawab.”

perkataan dari Seohyun ini mengejutkan seisi kelas. Seohyun memang dikenal sangat pendiam dan tidak pernah ikut campur dalam urusan kelas yang dianggapnya tidak penting. Melihat Seohyun berbicara untuk membelaku dan Kyuhyun adalah sesuatu yang jarang.

Tapi, hal ini sukses membuat hyoyeon terdiam dan duduk di tempatnya. Aku menjulurkan lidah padanya yang membuatnya semakin geram. Heran deh, salah apa sih sebenarnya aku padanya?

Krystal, teman sekelasku memasuki kelas sambil menangis. “Ada apa krystal?” tanyaku prihatin. Dia menatapku dengan matanya yang merah dan bengkak. “Siwon oppa…” katanya sesenggukan. Sial, apa lagi sih yang diperbuat manusia itu? gerutuku.

“Apa yang dia lakukan padamu Krystal-ah?” tanyaku lagi. “Dia… menghinaku.. menghinaku di depan…” krystal tidak melanjutkan kata-katanya dan menangis. Krystal memang bukan dari keluarga kaya. Dia adalah murid beasiswa disini. Tapi, bukan berarti kakakku bisa seenaknya menghinanya. Krystal adalah yeoja yang baik hati.

“YA! Choi Siwon! Apa lagi sih yang kau lakukan!” seruku pada kakakku yang membuat satu kelasnya menengok ke arahku. “Choi Sooyoung! Hormati aku! Aku ini kakakmu tau!” hardiknya.

Aku tidak menghiraukannya. “Apa yang kau lakukan pada krystal-ah?” tanyaku. Dia tersenyum mengejek “Apa sih pedulimu pada cewek miskin itu?? Dia kan hanya cewek gembel.” katanya.

Kalau tidak ingat dia adalah kakakku, mungkin sudah kutampar mulutnya itu. Maklumlah, dia adalah ‘tuan muda’ Choi, pewaris perusahaan terbesar di Seoul.

“Kau ini…. jangan terlalu sombong begitu, oppa! Kalau kita nanti yang jadi gembel, baru kau tau rasa!” omelku. Seketika senyumnya hilang. “tak usah mengguruiku, sooyoung. Kita tidak akan mungkin menjadi gembel seperti cewek itu, adikku yang cantik.” katanya.

Ah, sampai mulutku berbusa pun, kakakku tidak akan merubah sifat sombongnya itu.

“Aaaa! a… ampun…” teriak seseorang. Aku, yang memang sifat dasarnya ingin tau, segera berlari ke sumber suara. Ternyata itu adalah Lee taemin, juniorku. Kulihat dia sedang berlutut pada…. yah… adikku, Choi minho.

Kulihat minho menendangnya dan memukulnya. Yang lain hanya diam saja melihatnya karena takut pada minho dan antek-anteknya, Key, Wooyoung, dan Chansung. Tapi, ada 1 orang yang minho takuti. Dan itu, aku.

“Choi minho.” panggilku dingin. “ehh… noona?” jawabnya. “Lepaskan taemin.” kataku dengan tenang. “hm, sebentar.” katanya sambil menendang taemin lagi. Aku mendekatinya. “LEPASKAN!” seruku yang membuat minho berhenti menendangi taemin. “pergi sana.” kata minho.

“eh.. kamsahamnida, noona.” kata taemin sambil membungkuk 90 derajat padaku. Aku membalasnya dengan senyuman.

“Choi minho…”panggilku. “Iya.. iya.. mianhamnida.” katanya. Entah apa yang membuat pembully seperti dia takut padaku. tapi setidaknya, hal itu bisa membuatku mengontrolnya.

Keluarga Choi memang tidak disukai disini. Pasti karena kelakuan Siwon oppa dan Minho. Tapi, semuanya menyukaiku -kecuali hyoyeon, kurasa.

-End of POV-

“Sooyoung! Cepatlah!” seru Kyuhyun. “Sabar! Aku ini pakai rok tau.” balas Sooyoung. Mereka berdua sedang memanjat pagar sekolah untuk bolos. Jangan tanya kenapa, ini sudah kebiasaan mereka untuk menghindari pelajaran matematika dan sosiologi (author ga tau pelajaran di korea apa aja, jadi disamain aja yah sama yang di indo) Sudah dibilang kan sebelumnya, Sooyoung itu anak yang sedikit ‘berandal’?

“EHEM.” tiba-tiba Onew datang memergoki mereka sedang kabur. “Onew..?” tanya sooyoung bingung. “wah, ketua OSIS SMA Seoul school juga mau kabur ternyata. Ayo, kubantu kau memanjat pagar.” kata kyuhyun.

“Siapa bilang aku juga mau kabur? Aku ini sedang ditugasi soo man sonsaengnim untuk menertibkan murid seperti kalian ini!” kata Onew.

“Ah, Jangan beritau soo man sonsaengnim please.” mohon Sooyoung. Walaupun mereka ketahuan kabur oleh BoA sonsaengnim, guru matematika dan Gahee sonsaengnim, guru sosio, dengan ‘tatapan-memelas-maut’ Sooyoung dan Kyuhyun, mereka tidak pernah dihukum.

“Hm, begini saja. Aku yang akan menghukum kalian.” ucap Onew. “mwo?? tapi…” ucap sooyoung. “atau kalian mau lee soo man sonsaengnim yang menghukum?” ucap Onew lagi yang membuat Kyuhyun dan Sooyoung cepat-cepat memanjat pagar lagi untuk kembali ke dalam sekolah.

“kekeke~ kalian ngapain memanjat begitu?” kata onew sambil tertawa memperlihatkan kunci gerbang sekolah yang ada di tangannya. Sooyoung membelalakan matanya “oppa! kenapa kau tidak bilang kau punya kuncinya!?” serunya. “kekeke” onew hanya tertawa.

“nah, lari keliling lapangan 10 kali.” ucap Onew. “mwo? se-se-sepuluh?” ucap Kyuhyun gagap. Dia memang paling payah dalam olahraga. Tidak seperti Sooyoung, yang langsung saja berlari dengan riang.

Onew POV

Tubuhnya atletis sekali. Tinggi, menawan, dan cantik. Ah, aku ini mikir apa sih? Tapi… aku… aku tidak bisa menyangkalnya. Keke~ Ketua OSIS Seoul School, menyukai ketua sie. olahraga.

“Sooyoung-ah ! Tungguin dong!” seru Kyuhyun yang mati-matian berusaha mengejar Sooyoung. Cho Kyuhyun. Orang yang benar-benar membuatku cemburu. Dia sangat dekat dengan Sooyoung. Aku tau mereka cuma sahabat. Tapi… ah, sudahlah. Biarkan aku menjaganya dari jauh saja tanpa dia perlu tau perasaanku.

“Onew-ssi. Sedang apa mereka?” tanya Seohyun yang tiba-tiba ada di sampingku. Aku terlonjak kaget karena dia tiba-tiba datang dan membuyarkan pikiranku tentang Sooyoung.

“Mereka kuhukum. Karena berusaha kabur dari sekolah.” jelasku.

“New scandal of Seoul School! Ketua OSIS dan wakilnya sedang pacaran!” seru Kyuhyun iseng. “Waaah… cukkhae Onew oppa, Seohyun-ah!” timpal Sooyoung.

“eeh? tidak! kami tidak pacaran!” kilah Onew. “Nde. Kami tidak pacaran.” ucap Seohyun. Tapi Kyuhyun dan Sooyoung hanya tertawa.

“Yang benar Seohyun-ah?” ledek kyuhyun. Wajah Seohyun bersemu merah. “Chinja. Tentu saja.” kata Seohyun. “Kalau begitu… kenapa wajahmu merah begitu?” goda Kyuhyun lagi. Seohyun tidak menjawab.

“Sooyoung-ah! Awas!” seruku. Sooyoung yang terlalu bersemangat berlari tidak melihat batu besar di depannya dan tersandung. “Adududuh~” ucapnya sambil mencoba mempertahankan keseimbangannya. Dengan cepat, aku menghampirinya sebelum keseimbangannya hilang.

Aku menangkap tubuhnya itu tepat saat dia terjatuh. Tubuhnya yang indah dan langsing itu ternyata sangat ringan. “Cieeee…” goda kyuhyun. Seohyun saja tersenyum-senyum melihat posisi kami yang seperti berpelukan itu.

Aku merasa wajahku panas. Aduh, pasti wajahku merah sekali. batinku. Tapi, kulihat, wajah sooyoung juga merah.

Sooyoung POV

“eeh… ngg, gomawo oppa.” kataku. Langsung saja, Onew melepaskanku darinya. “Ehh… iya.” jawabnya kikuk. Kenapa jadi canggung begini? Ah, padahal Kyuhyun sering memelukku. Tapi, rasanya biasa saja. Kenapa ya.. saat Onew oppa memelukku seperti itu rasanya… berbeda…

“Onew! masa kau mau sama berandal seperti dia ini sih?” ledek Kyuhyun lagi. Aku mendelik padanya, melemparkan tatapan diam-kau! padanya. Tapi, kurasa dia pasti sudah kebal dengan tatapanku itu.”Memangnya salah?” jawab Onew.

“Oh, jadi kau memang benar menyukainya?” tanya Kyuhyun. “Kenapa? Cemburu?” serang Onew.

“Annio. Untuk apa aku cemburu? Lebih baik aku bersamanya.” kata Kyuhyun sambil merangkul Seohyun. “Mwo?? Kalian sudah jadian dan bahkan tidak memberitahuku?” ucapku terkejut.

“Ah, annio… tidak kok.” jawab Kyuhyun dan melepaskan tangannya dari Seohyun. Kini, wajah mereka berdua yang memerah.

Seohyun POV

“heh? Kenapa Kyuhyun oppa bilang begitu? omo!” batinku dalam hati. Belum lagi, tangannya yang besar dan hangat merangkulku. Aku merasa wajahku memanas.

Saat pulang sekolah…

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruang OSIS. Hari ini kami akan ada rapat membahas Basketball Cup yang akan diselenggarakan si sekolah ini.

“pssstt… seohyun-ah.” panggil seseorang dengan bisikan. Aku menengok. ternyata Kyuhyun oppa. “Wae? Kenapa kau disini?” tanyaku padanya yang sedang berjongkok di koridor. Padahal, 15 menit yang lalu aku masih melihatnya di dalam kelas.

“Lee Soo Man sonsaengnim menghukumku. Gara-gara aku makan coklat saat pelajarannya. Padahal, Sooyoung makan 3 bungkus dan aku hanya 1. sialnya, aku yang kepergok.” gerutunya. Aku hanya tersenyum “Sudah tau, sonsaengnim seperti apa, kau masih nekat saja.” kataku.

Dia tersenyum “Kau… manis loh saat tersenyum.” Wajahku memerah lagi. “eeh?” hanya itu kata yang bisa keluar dari mulutku.

“Aku… sering melihatmu berdiam diri saja. Jarang sekali bicara dan tersenyum. Padahal, saat tersenyum kau itu manis loh.” katanya panjang lebar. Aku hanya diam membatu mendengarkannya. “Sering-sering tersenyum ya. Untukku.” tambahnya lagi.

Aigoo… Aku sangat senang mendengarnya. Ingin rasanya aku melompat-lompat sepanjang perjalanan ke ruang OSIS. “Ehh… gomawoyo.” kataku sambil tersenyum dengan sangat manis. Memang benar kata orang-orang. Tidak ada yang mengalahkan wajah cantik wanita saat dipuji lelaki yang disukai.. eh bukan, dicintainya.

Kulihat wajahnya memerah “I.. iya. Oh iya, kau mau kemana?” tanyanya mengalihkan pembicaraan. “Ruang OSIS.” jawabku. Dia langsung bangkit berdiri. “Oh… ngapain?” tanyanya lagi. “Mempersiapkan agenda rapat untuk nanti bersama Onew.” terangnya.

“Berdua saja?” tanyanya lagi seakan menginterograsiku. Aku mengangguk. “Enak sekali dia.” gumam Kyuhyun. “mwo?” tanyaku, memastikan kupingku tidak salah dengar. “eeh… gwenchana. Yasudah, sana.” katanya.

“Annyeong haseo, Onew-ssi.” sapaku pada Onew yang sudah ada di ruang OSIS. “Annyeong haseo. Seohyun-ah. Berhenti memanggilku seperti itu. Panggil saja oppa.” katanya. “eeh… arasso, onew oppa.” kataku.

“Hmm… oppa.” panggilku. “nde?” “Kau… menyukai Sooyoung ya?” tanyaku tanpa basa-basi.

“mwo??” tampaknya dia kaget. Aku sendiri bahkan kaget kenapa pertanyaan itu bisa terlontar dari mulutku. “Sudah terlihat dari dulu kalau kau menyukainya. Kenapa tidak kau nyatakan saja?” ucapku lagi.

“Aku… tidak berani.” katanya ┬álirih. Aku menyentuh pundak onew. “Coba saja.” kataku.

“Kau sendiri?” tanya Onew. “Aku apa?” aku bertanya balik. “Kau dengan Kyuhyun… Kurasa dia juga menyukaimu.” katanya. Wajahku memerah untuk yang ketiga kalinya hari ini. “menurutmu begitu? Kurasa… mm.. tidak.” kataku. “percayalah pada ketua OSIS. keke~” katanya.

Aku tersenyum dan menggenggam tangannya. Aku sendiri heran, kenapa seberani ini. Mungkin, kata-kata Kyuhyun tadi memberiku kekuatan tersendiri. “Kita berjuang bersama..” kataku. “Untuk mendapakan cinta kita.” lanjut Onew.

Tiba-tiba, pintu ruang OSIS terbuka

-End of POV-

ternyata yang masuk adalah Sooyoung. “Ehh… maaf mengganggu.” katanya melihat Seohyun dan Onew yang saling berpegangan tangan dan berhadap-hadapan. Apa sih, Sooyoung? Kenapa rasanya sakit? batin Sooyoung dalam hati.

“Ehh… chakkaman. Kami, gak ngapa-ngapain kok.” kata Onew. Onew babo! Ngomong apaan sih? gerutunya dalam hati. “heeh… kalian mau ngapain kan bukan urusanku.” kata Sooyoung.

“Benarkah? Bagaimana kalau ini?” ucap Seohyun. Dia menarik Onew sehingga membelakangi sooyoung dan.. mencium Onew!

“Seo… seohyun?” kata Sooyoung tidak percaya pada temannya yang pendiam ini. Aduh, kenapa kau sedih choi sooyoung? Rasanya… aku.. ingin menangis.. batin Sooyoung.

“woo.. kenapa in…” kata-kata Kyuhyun tidak bisa dilanjutkan saat dia melihat Seohyun dan Onew. Sooyoung berlari keluar dari ruangan. Spontan, Onew langsung mengejarnya.

“wow.” komentar Kyuhyun sedih. “Aku… tidak menciumnya kok.” kata Seohyun. “oh ya?” tanya Kyuhyun lemas. “Tadi, aku hanya berpura-pura. Supaya Sooyoung mengakui perasaannya pada Onew oppa.” jelas Seohyun. “wah. Kau bahkan sekarang memanggilnya oppa.” kata Kyuhyun lagi. “Wae? Jealous?” tanya Seohyun.

“mwo?? a.. annio.” jawab Kyuhyun. “Aku tidak cemburu. untuk apa aku cemburu? Aku kan tidak punya hak untuk…” kata-katanya terpotong karena Seohyun memeluknya. Memeluknya dengan sangat erat. “eeh… Seohyun?” ucap Kyuhyun. Seohyun menatapnya dalam-dalam lalu berkata “oppa… saranghae.” katanya. Dia mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengatakannya.

“a..apa? Aku tidak dengar.” kata Kyuhyun. “Aku tau kau dengar.” kata Seohyun. “Sungguh. Aku tidak dengar.” kata Kyuhyun pura-pura polos.

“OPPA! SARANGHAE! apa masih tidak dengar juga?” teriak Seohyun. Kyuhyun tersenyum. merengkuh tubuh mungil Seohyun ke dalam pelukannya. “Na do saranghae.” jawab Kyuhyun.

back to Onew-Sooyoung

“Sooyoung-ah! Chakkaman!” panggil Onew. Sooyoung sudah tidak bisa membendung air matanya. “Kenapa… kau menangis?” tanya Onew sambil mengusap air mata Sooyoung yang terjatuh deras di pipinya. “Molla.” jawab Sooyoung.

“Tadi, Seohyun tidak menciumku. Dia hanya.. pura-pura.” kata Onew. “Lalu? Itu kan bukan urusanku.” ucap Sooyoung. “Choi Sooyoung…. jawab aku. Benarkah kau tidak peduli?” tanya Onew sambil menatap mata Sooyoung dalam-dalam.

Sooyoung menghindari tatapan matanya dan tidak menjawab. “Choi Sooyoung, jawab aku!” kata Onew lagi. Tangisan Sooyoung pecah “nde… iya! Aku peduli! karena aku cemburu.. Aku bahkan tidak menyadari bahwa aku cemburu. Aku.. aku…” Onew meletakkan telunjuknya di bibir Sooyoung.

“Choi Sooyoung, dengarkan ketua OSISmu ini. Ketua OSIS SMA Seoul School telah jatuh cinta pada ketua sie. olahraga. Sooyoung-ah, saranghae.” kata Onew, mengumpulkan semua keberaniannya.

Sooyoung terpana “Tapi.. kau dan Seohyun…” Onew memotongnya “kami tidak ada apa-apa. Kami hanya saling mendukung karena ingin menyatakan perasaan padamu dan Kyuhyun.” terangnya.

“nah, kau tidak menjawab perasaanku?” tanya Onew. Sooyoung tersenyum “Bukankah saat kubilang aku cemburu, kau sudah mengerti artinya?” Sooyoung bertanya balik.

Onew menarik Sooyoung ke dalam pelukannya dan memeluknya.

“you are my destiny.” kata Onew padanya.

“Wah, seleramu itu orang serendah ini yah, ketua?” kata Hyoyeon yang muncul tiba-tiba. “Hyoyeon-ah!” kata Onew terkejut.

“Melupakan rapat demi wanita pecicilan ini?” sindir Hyoyeon lagi.

“terserah kau mau bilang apa. Biar aku seorang ketua OSIS, dan Sooyoung adalah anak ‘pecicilan’ seperti yang kau bilang. Aku mencintainya. She’s my destiny.” kata Onew.

Hyoyeon cemberut mendengar pembelaan Onew “Jangan lupakan rapat.” ucapnya sebagai sie. sosial sebelum akhirnya pergi.

“Nah, ayo kita rapat.” kata Onew sambil menggandeng tangan Sooyoung menuju ruang OSIS. “Kenapa kau memilih bad girl sepertiku untuk menjadi yeoja yang kau cintai, oppa?” tanya Sooyoung polos.

“Dasar.” kata Onew sambil mencubit hidung Sooyoung lembut. “Bukankah tadi sudah 2 kali kubilang…

It’s because you are my destiny.

hwaa… senangnyaa bisa bkin OnSoo pairing… hehe..

gimana ceritanya?