The 4th Forbidden Floor part 3

Posted: April 22, 2011 in mystery, Romance
Tags: , , , , ,

Author’s POV

“Gyaah! Dimana Kyuhyun dan Sooyoung?” tanya Taeyeon kaget dan sedikit cemas, saat tidak melihat tanda-tanda keberadaan si shikshin dan si gamer itu. “Pertanyaan yang sama untuk Jessica dan Donghae” tambah Leeteuk .

“Aisssh… bocah-bocah itu!” keluh Kibum. “Aku akan mencari mereka. Kalian… cari petunjuk itu” perintah Leeteuk. “Kau tidak bisa pergi sendiri oppa. Aku bersamamu” ujar Taeyeon. “Tidak. Kami bersamamu” tambah Yoona.

“Ayolah… kita semua ada di gedung yang sama. Kita tidak akan tersesat. Kita akan menemukan satu sama lain dengan mudah. Aku hanya ingin meyakinkan kalau yang lain baik-baik saja. Perasaanku tidak enak” kata Leeteuk. “Arraso. Tapi aku ikut denganmu oppa” ucap Taeyeon dengan keras kepala. “Ne” jawab Leeteuk sambil mengangguk.

Lalu, mereka berjalan perlahan, meninggalkan Siwon, Yuri, Yoona, dan Kibum, kembali ke jalan yang mereka lalui tadi. “Oppa, dimana mereka menurutmu?” tanya Taeyeon. “Molla. Tapi aku berani bersumpah mereka masih di belakang kita 15 menit yang lalu.” ujar Leeteuk. Taeyeon mengangguk setuju.

“Hey… mungkin mereka disana” kata Taeyeon, menunjuk ke arah sebuah ruangan. Ruangan musik dan seni. Leeteuk melihat ke arah yang ditunjuk Taeyeon dan leihat 4 bayangan orang yang sedang mengobrol dan bercanda.

“Bocah bocah itu! Kita begitu cemas tentang mereka dan sekarang mereka tertawa seperti bayi yang tidak berdosa! Tidak akan! Mereka akan menerima hukuman merek” gerutu Leeteuk. Lalu, dia dan Taeyeon masuk ke dalam ruangan itu.

Ruangan itu tidak terlalu besar. Bahkan ruangan itu menjadi lebih sempit karena banyaknya barang seperti piano tua, beberapa biola dan cello, beberapa lukisan yang sudah dilapisi debu, patung-patung tanah liat, dan beberapa barang yang tidak mereka kenali.

Sebuah piano tua besar terletak di belakang ruangan dan mereka ber-4 memainkan tutsnya bergantian. 3 patung tanah liat diletakkan di sebelah kanan mereka, seakan memantau mereka dan tidak melewatkan satu pun gerakan mereka.

“Yah! Kyuhyun! Sooyoung! Donghae! Jessica!” Taeyeon berteriak pada mereka. Mereka membelakangi kedua leader itu. Mereka tetap tertawa dan mengobrolkan sesuatu yang tidak terdengar jelas oleh Leeteuk dan Taeyeon. “Kalian ber-4! Berbalik! Sekarang!” seru Leeteuk. Perlahan, mereka semua berbalik.

“Asta-” Taeyeon bahkan tidak punya keberanian lagi untuk melanjutkan kata-katanya. Dia spontan sembunyi di belakang Leeteuk dan menatap 4 sosok di depan mereka dengan ketakutan. Seperti ada yang menggumpal di tenggorokan mereka, mencegah mereka untuk berbicara sepatah kata pun.

4 sosok itu, bagaimanapun bukanlah dongsaeng-dongsaeng mereka. Perlahan, wajah mereka berubah menjadi semakin gelap dan gelap, seakan-akan seluruh wajah mereka, hidung, mata, dan mulut mereka dihisap kedalam.

Tubuh mereka semakin membesar, mengoyakkan semua pakaian mereka dan kulit mereka menjadi seputih dan sepucat tembok yang mengelilingi mereka. Mereka berubah menjadi 4 makhluk besar dengan wajah yang seperti lubang hitam tak berdasar.

Mereka ber-4 maju mendekati 2 leader yang ketakutan itu. Leeteuk berusaha keras menarik, mendobrak, dan mendorong pintu itu. “o-oppa… cepat…” ujar Taeyeon. Akhirnya dia bisa mengeluarkan suaranya. “Tidak bisa. Pintunya… ter…terkunci…” ujar Leeteuk panik.

Lalu tiba-tiba, sebuah melodi yang terdengar seperti lullaby bergema di sekitar ruangan. Mereka melihat piano tua itu memainkan serangkaian nada yang aneh, sendiri. Tanpa ada yang memainkannya. Melodi itu bukan melodi yang indah. Melodi itu menyeramnkan, memberikan sensai mual dan getaran ketakutan yang menjalari tubuh Leeteuk dan Taeyeon yang membuat mereka menutup telinga mereka.

Dengan setiap nada yang dihasilkan, mimpi buruk mereka yang lain datang, seakan semua yang sudah terjadi tidak cukup membuat mereka menderita. 3 patung tanah liat yang dari tadi hanya menonton, kini berdiri dengan kaku dan menyeringai, mempertunjukkan gigi-gigi yang paling jelek dan bersama dengan monster tidak berwajah itu, mereka mendekati TaeTeuk.

“OAAAAA…” Taeyeon berteriak panik dan takut saat dua patung itu menarik tangannya dengan kasar. “O-oppa… tolong…” ucapnya. “Yah! Lepaskan dia monster sialan!!” seru Leeteuk panik dan langsung menarik taeyeon, mencoba mendorong monster-monster itu. Tapi, monster-monster itu jauh lebih kuat dari Leeteuk.

“Taeyeon-ah! O-omo…” Leeteuk berkata dalam ketakutan, melihat apa yang terjadi selanjutnya. Makhluk tak berwajah itu, satu per satu, menghisap wajah Taeyeon dengan ‘wajah’ mereka sementara patung-patung yang hidup itu menahan Taeyeon. Leeteuk menutup matanya dengan rapat, terlalu takut untuk melihat pemandangan menyeramkan itu.

Taeyeon memberontak, tapi percuma. Makhluk-makhluk itu terlalu kuat dan energi mereka membuat taeyeon lemah. Mereka menghisap semua kebahagiaan dan kenangan-kenangan indah dari Taeyeon (cara kerjanya kayak dementor di harry potter >o<).

Perlahan, semua flashback ingatan masa lalunya, saat pertama dia trainee di SM, saat dia debut dengan into the new world bersama 8 dongsaengnya, saat dia pertama kali bertemu Leeteuk, saat SNSD melakukan konser pertamanya. Semua kenangan itu melintas di depan matanya dan dihisap oleh makhluk itu. Air mata sudah mengalir membasahi pipi taeyeon.

Leeteuk perlahan membuka matanya. Melodi dari piano itu telah berhenti dan ke-4 sosok mengerikan itu sudah hilang. 3 patung yang semula menyeringai jahat itu sudah duduk kembali di tempatnya, berakting seolah tidak tau apa-apa. “Taeyeon-ah?” panggil Leeteuk khawatir.

Taeyeon perlahan berbalik menatap Leeteuk. “Taeyeon.. apa yang terjadi?” tanya Leeteuk sedikit takut dan mendekati Taeyeon. “Taeyeo-archhhhh” Leeteuk berteriak kesakitan dan kaget saat Taeyeon tiba-tiba menyerangnya dengan mencakari wajahnya.

“Sejak kapan kau punya kuku dan cakar setajam itu?” protes Leeteuk. “Dan… sejak… kapan… matamu seluruhnya…pu..putih?” desisnya tidak percaya. Taeyeon menatapnya lurus. Matanya seluruhnya putih tanpa ada bola mata coklat atau hitam setitik pun di tengahnya. Taeyeon menatapnya tanpa ekspresi tapi kemudian menyeringai, menampakan taringnya yang tajam.

****************

Siwon, Yuri, Yoona, dan Kibum berjalan di lantai satu sekarang. “Kibum, apa yang kau lakukan?” tanya Siwon saat Kibum berjalan bergerak mendekati sekumpulan loker-loker.

Kibum mendekati sebuah loker lalu tanpa usaha yang berat berhasil membukanya. “Kenapa kau membuka loker itu?” tanya Yuri bingung. “Ada tulisan ‘Kim Ki Bum’ di pintu lokerya” ujar Kibum sama bingungnya.

Mereka melihat ke dalamnya dengan raut wajah penasaran. Tapi yang mereka temukan hanyalah secarik kertas yang sudah terkoyak namun masih bisa dibaca dengan cukup jelas. “Apa itu?” tanya Yoona heran. “Biar kulihat” ucap Yuri sambil mencoba mengambil kertas itu dari tangan Kibum. Tapi, kibum tidak membiarkannya “Aku yang akan membacanya” kata Kibum.

Pintu tak terlihat. Tidak di Utara, atau Selatan, tidak juga di Barat, atau Timur.

4 kunci yang tidak dapat ditebak.

Kematian sedang menunggu.

Mencari yang terakhir sampai sekarat.

Tapi aku masih mencari.

Kim Ki Bum.

Dia membacanya dengan keras dan hanya terdengar suaranya yang bergema di gedung kosong itu. “Kau menulisnya?” tanya Yuri bingung. “Tentu saja tidak! Bagaimana aku bisa?” ucap Kibum. “Mungkin Kibum yang lain. Ada berjuta-juta Kibum di Korea” ujar Yoona. Mereka menganggapnya sebagai jawaban yang paling masuk akal.

“Tapi apa artinya?” tanya Yuri bingung. “Mungkin… ini.. teka-teki?” tanya Kibum. “Ne! Mungkin ini teka-teki yang harus dipecahkan untuk keluar dari sini!” ujar Siwon semangat.

“Hmm… masuk akal. Soalnya itu membicarakan pintu. Dan kunci” ucap Yoona. “Tapi… bagaimana kita mencari pintu itu kalau pintu itu tidak terlihat?” tanya Yuri heran “Dan mengapa ada 4 kunci kalau pintunya hanya satu?” tambah Siwon.

Kibum mengangkat pundaknya pertanda dia juga tidak mengerti. “Kita harus mengikuti petunjuknya. Mungkin, hanya mungkin, ini satu-satunya cara supaya kita bisa keluar” kata Kibum dengan tenang. “Bagaimana kau masih bisa setenang itu oppa?” tanya Yoona kagum. “Aku tidak setenang itu. bagian ‘kematian sedang menunggu’ membuatku takut” Kibum mengakui. “Nde… tidak ada yang menyukai bagian itu” ucap Siwon.

Tiba-tiba, mereka mendengar suara tangisan. Mereka melihat satu sama lain, ragu akan apa yang seharusnya mereka lakukan. “Kita sia-sia saja kalau tidak tau apa yang terjadi dan diam disini” Siwon menyimpulkan. Yang lain mengangguk dan berbelok ke koridor kiri, dimana asal suara tangisan tersebut datang.

Suara itu berasal dari laboratorium IPA. Yoona menelan ludahnya. “Aku tidak pernah menyukai lab IPA” ujarnya takut. Kibum mengenggam tangannya untuk menenangkannya. Siwon memimpin jalan mereka, membuka pintu lab yang menghasilkan suara ‘krek’ pelan.

Lab itu cukup besar untuk menampung 50 orang dewasa di dalamnya. Ada 10 meja besar dengan sebuah mikroskop di atasnya , beberapa alat bedah, dan banyak tabung reaksi yang berisi cairan kuning, hijau, dan biru elektrik di dalamnya. Ada 2 prosesor, 5 akuarium yang berisi hewan-hewan langka yang diawetkan dan banyak hewan lainnya yang tidak mereka ketahui spesiesnya. Ada juga 4 tengkorak yang paling membuat mereka takut, dan banyak lagi alat peraga. (spesial thanks buat lab IPA sekolah gue, yang jadi patokan deskripsiinnya xD)

“Apa? Woa–” Mereka terkejut, melihat seorang anak perempuan kecil yang menangis. “Bagaimana bisa ada seorang anak perempuan disini?” desis Yuri sedikit takut kalau-kalau anak itu akan berubah menjadi hantu mengerikan. Anak perempuan itu cantik dan manis, dengan balutan gaun imut warna pink muda, dan rambut berwarna tembaga yang dikepang. “Annyeong~ Kau siapa?” tanya Yoona lembut.

“Aku tidak bisa pulang…” tangisnya. “Oppa ku meninggalkanku” tambahnya dengan puppy eyes-nya. “Ahh… mungkin nasibnya sama seperti kita” ujar Yoona luluh. Mereka mendekati gadis mungil itu.

“Jangan menangis, sweety… Ayo, pergi bersama unnie” ujar Yoona lembut. Gadis kecil itu mengangkat wajahnya melihat ke arah mereka dengan berbinar-binar. “Jinjja unnie?” tanyanya penuh harap. Mereka semua sudah luluh dengan kemanisan dan kepolosan gadis kecil ini. Mereka mengangguk mantap. “Siapa namamu?” tanya Yuri.

“Nama… ku?” ulang gadis kecil itu ragu-ragu. Mereka mengangguk penuh semangat. “Oppa bilang aku tidak boleh memberitahu namaku pada orang asing” kata si gadis polos. Mereka tertawa melihat kepolosannya. “Arra. Hm, Yoona imida. Ini kembaranku, Yuri, kakak iparku, Siwon, dan mm…. chingu-ku, Kibum” ujar Yoona.

“Yoona? Yu… yuri? Si… siwun? Kibum?” Gadis itu mencoba untuk mengingat nama mereka semua satu per satu. “Anniyo. Siwon! Si…won. Si-won” ujar Siwon membetulkan namanya. “Si…won?” ujar gadis kecil itu dengan lucu. “Nde! Benar, gadis pintar”kata Siwon sambil tersenyum, menampakkan lesung pipinya.

“Ayo pergi. Kita harus menemukan kunci-kunci itu dimanapun mereka” kata Kibum dan berjalan menuju pintu. “Sial!” seru Siwon kesal sambil menendangi pintu. “Terkunci” gumamnya. Mereka mendesah kesal. Mereksa sepertinya sudah terbiasa terkunci di ruangan. Lalu tiba-tiba, udara menjadi lebih dingin dan asap berwarna hijau pucat mengelilingi mereka entah darimana.

“Apa… apa ini…” ujar Yoona takut sambil mengenggap lengan Kibum dengan kencang. “Oppa-ku sudah datang!” seru gadis kecil itu senang. “Siapa… oppa-mu itu sebenarnya?” tanya Siwon curiga. “Itu dia!” tunjuk gadis itu. Mereka semua melihat ke arah yang dia tunjuk. “WOOAAA!!KYAAA!!” mereka berteriak ketakutan melihat’nya’ yang datang mendekat.

Advertisements
Comments
  1. Chacha says:

    ihh serem thor ==
    tpi seru wkwk
    lnjut yha πŸ™‚

  2. cubbiebie says:

    Chiggu.. Sapa ituuuu kakanya tu ana kecill.
    Trus taetuknya gimana itu? Apa mereka gak knapa2? Apa mereka kenapa napa??
    Sumpah seremmm..
    Kamu berhasil chingu^^

  3. sari says:

    jd horor nich ketemu anak kcil pas mlm’ gy nangis
    hehehe
    ati’ y author ntar tiba’ da d belakang y
    d tunggu y lanjutan y author

  4. olive says:

    woi thor ~
    mumpung libur jangan ngaret mulu .
    wakakakakk .
    lanjut ~

  5. Sooyoungster says:

    siapa kakaknya anak kecil itu???

  6. silvia says:

    seru thor crta a.
    lnjt trus ya..
    ga sbar nih nggu klnjutan a. πŸ™‚
    jngn lma” post a πŸ™‚

  7. Lanjut thor~! penasaran, hmmm~

  8. wellypombob says:

    akhirnya terbit juga thor . Eh serem sial thor wwkwkwk . Apalagi pas bagian taetuk . -,- awas luu apa apain suami gua #plak
    lnjut thor , daebak xD

  9. silvia says:

    enak aja
    bkin crta a ga usah d byngn dong, bkin aj dlu.
    hbs bkin bru d bc lg smbl d bayangin :p

  10. ky93fany says:

    sebenernya ini bukan serem, melainkan cerita monster wkwkk
    gw sering nonton ben10 jadi baca beginian seru thor awaw
    daebakk ! yoonbum?
    yaampun daebak !!
    ini sugen yaa?
    thor, kenapa gak setan aja? kok monster?
    si welly kan udah daftar jdi setannye wkwwkwkwk

    • thejoice says:

      ==a
      author takut woy klo bikin setan2an~ lagian…. author ga tau setan disono gmna. masa mau sbikin pcong sma kunti? huahaha
      kan genrenya adventure gitu deh~
      siapa bilang monster doang? ini kan baru part 4 :9 baru pemanasan itu~~ xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s