Melodies of Life (chapter 7)

Posted: March 24, 2011 in Romance
Tags: , , ,

Melodies of life chapter 7-My last chance


Seohyun POV

*flashback*

aku berjalan tak tentu arah. Tapi, akhirnya kakiku melangkah menuju ke sebuah rumah sakit, entah kenapa. Aku merasa, di rumah sakit inilah aku bisa menemukan petunjuk tentang diriku. Aku menyusuri koridor rumah sakit, sampai akhirnya menemukan figur yang familiar. Entahlah. Aku tidak mengenalnya. Tapi rasanya, dia itu sangatlah familiar.

Aku mengikuti namja itu, masuk ke dalam sebuah ruangan. Dia duduk di pinggir ranjang, tempat seseorang yang tidak dapat kulihat karena terhalan oleh tirai. Perlahan, dia mulai menangis. “Seohyun-ah… Aku masih disini. Aku menunggumu” katanya. Aku terkejut dan berjalan mendekatinya.

Di ranjang itu, aku melihat diriku, terbaring lemah. Kalau aku tidak melihat dadanya, emm… dadaku yang naik-turun, pertanda masih bernapas, aku pasti berpikir bahwa diriku itu sudah mati.

Aku menatap namja itu. “Seohyun-ah… Kuharap kau bisa mendengarku. Saranghae. Jeongmal saranghae. Karena itu, kau harus cepat sadar, agar kita bisa berjalan bersama lagi” dia berkata di sela-sela tangisannya. Aigoo… kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali? Siapapun namamu, aku yakin, kau pasti sangat mencintaiku. Karena itu, tunggulah aku. Tunggulah sebentar lagi. Kim Ki Bum. aku tersentak! Kim Ki bum? Itukah namanya? Tiba-tiba nama itu muncul dalam pikiranku. Nama… namja chinguku.

*end of flashback*

“Joohyun! Yah! Joohyun!” Kyuhyun memanggilku, membuyarkan lamunanku. “Hmm?” Aku menjawabnya. “Aku akan berangkat sekolah. Kkaja!” katanya. Aku menatapnya dan mendesah, lalu mengangguk. Sebentar lagi.. aku harus meninggalkanmu.

Kyuhyun POV

Aku berjalan keluar dari rumah. Ahh.. senangnya, akhir-akhir ini, aku jarang sekali terlambat. Sooyoung sudah mengerti cara mematikan alarm dan bangun, bukannya membanting alarm lalu kembali tidur rupanya.

Aku melihat yoona baru keluar dari rumahnya. Tampaknya dia juga melihatku. “Kyu oppa!” seru Yoona lalu berlari dan memelukku. “Pagi, chagiya” kataku padanya, sambil mengecup keningnya. Aigoo… hari ini dia cantik sekali. Aku menoleh untuk mencari Seohyun. Tapi, dia tidak ada dimanapun. Dimana dia?

“Mi..mianhae, aku harus pergi sebentar” kataku, meninggalkan yoona dan sooyoung yang menatapku kebingungan. Tapi, aku tidak peduli. Omona! Omona! Aku belum siap ditinggal oleh Seohyun.

Aku berlari dan terus berlari. Kakiku bergerak dengan kemauannya sendiri, sampai akhirnya aku berhenti di sebuah tanah lapang dan aku melihatnya disana.

“Joohyun!” panggilku. Dia menengok. “Apa kau… sudah akan meninggalkanku?” tanyaku sedikit merana padanya. Dia tersenyum.”tugasku sudah selesai. Senang mengenalmu, Cho Kyuhyun” ucapnya. Kulihat, dia menangis. “Andwae! Jangan tinggalkan aku!Aku… aku… aku mencintaimu” Akhirnya, aku mengatakannya. Kata-kata yang membuatku bingung. Sambil memeluknya, aku pun menangis.

“Kyu oppa? Kau sedang apa?” tanya yoona, yang tiba-tiba sudah di belakangku. “Yoo… yoona. aku…” Aku tidak bisa menjelaskannya. Aku tidak tau bagaimana menjelaskannya. “Kau… mecintai yeoja lain?” tanyanya tidak percaya. Air mata sudah mulai membasahi pipinya.

“Anni.. yoona!” Aku berseru memanggilnya. Dia berlari meninggalkanku. BRUMMM! Argh sial! Dia tidak melihat sekelilingnya saat berlari menyeberang. “Yoona!! Awas!!” seruku langsung, cemas dan takut saat sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya.

Aku bergerak lebih cepat dari yang aku bayangkan. BUG! Aku mendorong yoona lalu… gelap…

———–

Seohyun POV

“Tuhan…” panggilku. Aku sudah kembali ke surga. Dan bukan main terkejutnya aku, melihat sosok yang familiar, sedang terbaring damai di sebelah kaki Tuhan. Cho Kyuhyun.

“Tuhan, ijinkan dia hidup lagi” kataku memohon. “Tidak bisa, Seo joo hyun. Itu memang sudah takdirnya” kata Tuhan. “Kumohon, Tuhan. Dia belum merasakan kebahagiaan bersama-sama dengan Yoona. Biarlah aku saja yang menggantikan dia. Berikanlah hidupku untuknya.” ujarku sambil menangis. Apapun, supaya kyuhyun bahagia.

Tuhan tersenyum lembut. “Baiklah. Kuturuti permohonanmu. Memang belum saatnya kalian tinggal disini. Seo joo hyun, akan kutunggu, saat kau benar-benar tinggal disini” Lalu… SRIINGGG! Semuanya menghilang.

————

Key POV

Aku menatap seohyun. Mataku sudah bengkak. Entah sudah berapa lama aku menangis. Tapi, tiba-tiba, aku melihat tangannya bergerak. “Seohyun…” Aku memanggilnya. Perlahan, Seohyun membuka matanya. Dia melihat ke arahku. “O…oppa” katanya terbata-bata.

Perasaan senangku tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. “Seohyun! Akhirnya kau sadar” seruku ceria, lalu segera memanggil dokter. Dokter itu memeriksa seohyun sebentar lalu berpaling ke arahku. “Syukurlah, dia sudah sadar. Dia hanya perlu istirahat sebentar. Bahkan besok dia sudah bisa pulang” ucap dokter itu.

Sambil tersenyum, aku memeluknya. Aku bahkan meneteskan air mata lagi. Air mata bahagia. “Chagiya, bogosippeoyo” ucapku. “Ne, oppa. Apa ada sesuatu yang kulewatkan?” tanyanya. “Ada! kau tidak melihat kan betapa parah aku menangis, menunggumu setiap waktu? Tapi, aku senang. Sangat senang sekarang. Aigoo… welcome back, Seohyun. My seohyun” katanya sambil mencium kening seohyun dengan lembut.

———-

Yoona POV

Omona! Omona! Eotokke? Aku mondar-mandir, menunggu di luar ruang ICU. Sooyoung berusaha menenangkanku, tapi aku tidak mau. Bagaimana kalau orang yang kau cintai tertabrak mobil dan sedang berada di ruang ICU? Apa mungkin kau bisa tenang?

Lalu, dokternya akhirnya keluar. “Dokter… Eottoke?” tanyaku langsung sambil menggigit bibirku khawatir. “Cho Kyuhyun-ssi sudah sadar. Selain beberapa luka dan memar, dia tidak mengalami cidera yang parah” kata dokter itu yang langsung disambut senyum lega dariku dan seruan gembira dari sooyoung.

“Kyu…” aku langsung menghampirinya dan memeluknya. “Gwenchanayo?” tanyanya. “Pabo! Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu!” ujarku. “Kekeke. Aku tidak apa-apa, yoong…” kata kyuhyun. “Ckckck. Lagipula, kenapa kau tiba-tiba pergi berlari seperti itu sih?” tanya sooyoung.

“Karena… aku mendengar kyuhyun bilang kalau dia mencintai yeoja lain” ucapku sedih. “Mwo?? Aku tidak pernah mengatakannya! Aigoo Im yoona! Yang kucintai itu hanyalah kau” katanya. “Jinjja?” tanyaku ragu-ragu. “Tentu saja! Semua usahaku untuk mendekatimu… usahaku sendiri… apa tidak cukup untuk membuktikannya?” tanyanya. Aku tersenyum. “Cukup cukup pacarannya! Oppa, kau harus istirahat! Nanti malam kau sudah bisa pulang” sela sooyoung.

————

Author POV

2 hari kemudian….

“Yoona-ah! Saengil chukkaeyo!! Saranghae…” kata Kyuhyun sambil memeluk yeoja chingunya itu. “Nde. Gomawoyo, oppa” kata yoona. “Ini.. untukmu” kata kyuhyun lagi, memberikan kado berbungkus kertas biru, warna kesukaan yoona. “Ah… gomawo”

“Yoona!!” panggil seseorang. “Kibum oppa!!” balas yoona sambil berlari ke pelukan Key. “Yah!! Mau apa kau kesini!?” Tiba-tiba eomma-nya yoona berseru, menuding Key dan seorang ahjussi di sebelahnya. “Apa salahnya aku pergi ke ulang tahun anakku?” kata si ahjussi, yang ternyata appa-nya yoona itu dengan tenang.

“Kau….” “Sudahlah, eomma. Aku yang mengundang mereka. Apa salah kalau aku menginginkan keluargaku lengkap saat aku ulang tahun? Kumohon eomma… walaupun kalian sudah bercerai, setidaknya, untuk hari ini saja, berdamailah” mohon yoona. Kedua orangtuanya terdiam lalu mengangguk setuju.

“Eeh… jadi ini… kakakmu?” tanya kyuhyun tidak percaya. “Ne. Memangnya kau kira siapa?” tanya yoona balik. “Kukira dia… namja chingumu, atau yah… sejenisnya” kata kyuhyun malu-malu. “Kekeke. namja chinguku hanya satu dan namanya adalah Cho Kyuhyun” katanya.

“Oh iya… yoona, kenalkan, ini yeoja chinguku, Seo Joo Hyun” kata Key, menggadeng seohyun. “Annyeonghaseo, Seo Joo Hyun imnida” katanya sopan sambil membungkuk. “Annyeong. Im Yoona imnida” kata yoona sambil tersenyum. “Cho Kyuhyun imnida” kata Kyuhyun.

“Cho Kyuhyun?”ucap seohyun sedikit bingung. “Ye. Wae-yo?” tanya kyuhyun bingung. “Ah… annio. Aku hanya merasa… kita pernah bertemu… sebelumnya?” katanya ragu-ragu. “Molla. Tapi, aku juga merasa pernah mengenalmu” kata kyuhyun. Mereka saling bertatapan, lalu saling melihat ke arah pergelangan tangan mereka, tempat sebuah gelang dengan ukiran sayap malaikat menggantung. My… Angel….

The End~

wewww… akhirnya the end yah…

eottoke?eottoke??

Mianhae update-nya lama… kemaren charger laptop author emmm… meledak –a jadi gak bisa buka laptop sama sekali deh…

Oh iya, author abis ini mau bikin 3 atau 4 ff oneshoot dulu, baru abis itu ke project selanjutnya: A Cup With Love. Cast-nya? Ada deh~ Kekekeke :p

keep commenting yah~ 😀

 

 

Advertisements
Comments
  1. sari says:

    keren… keren author
    oh ntar aku jg mw jd malaikat y yah
    hehehe
    mank gk da d lanjutin gy?

  2. olive says:

    keren thor .
    mw gelang ny ~
    biar bisa samaan sama kyu .
    wkwkwk .

  3. 93fanny says:

    ah akhirnya sm yoona jg, cepet bget end nya — wkwk

  4. april says:

    ini blog u?
    kita bisa ikutin blog org ga c?

  5. galmaeggy says:

    mwo??!! ini the end?
    andwaeeee!!! buat squel gihhhh!
    hiks hiks hiks

  6. Wooaaaaahhh !! Kerreen authooorrr~ *sesuai janjii~ aku datang lagii untuk comment*

    Yayayyyy !! Gomawooo authooorr !! Udah masangin Kyuhyun Yoona !! *senang 1/2 hidup*

    mian author .. aku telat commenttt~ soalnya laptop ku rusak !! ><

    TAPI, AUTHOR DAEBAKKK !! HWAITINNGG ~~ ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s