Melodies of Life chapter 6

Posted: March 19, 2011 in Romance
Tags: , , ,

Melodies of Life chapter 6 -The Only One

Author POV

Kyuhyun sudah berada di sekolah dan sedang mengobrol dengan Yoona. “Hey, kyu… coba ajak dia pergi hari ini” usul Seohyun. Kyuhyun menurutinya. “Yoona…” panggilnya. “Wae, oppa?” jawab yoona. “Engg… Apa kau sibuk hari ini?” tanya Kyuhyun lagi. Yoona menggeleng. “Apa kau mau pergi bersamaku?” tanya Kyuhyun malu-malu. “Eeh… kemana?” tanya Yoona bersemangat. Kyuhyun diam saja.

‘kemana ya?’ pikirnya dalam hati. “Ajak dia ke festival budaya” usul si malaikat. Dia memang selalu penuh dengan ide-ide brilian. “Sempurna! Ayo kita ke festival budaya!” ajak Kyuhyun sambil tersenyum. Yoona menatapnya bingung. “Baiklah” jawab yoona. “Aku akan menjemputmu nanti sore. Arasso?” ucap kyuhyun. “Nde” jawab Yoona, yang pipinya memerah, memikirkan dia akan berjalan berduaan dengan kyuhyun. Apa ini… kencan?

————

“Woaaa… kyuhyun! Kau sukses mengajaknya jalan!” seru Seohyun riang saat mereka sudah di rumah. Tapi, Kyuhyun tidak seriang itu. “Joohyun…” panggilnya lirih. “Apa yang terjadi kalau aku sudah mendapatkan yoona?” tanya kyuhyun. Seohyun duduk di samping kyuhyun dan terdiam sejenak. “Aku akan pergi. Karena, tugasku sudah selesai, kyu” ucapnya.

Kyuhyun mendesah. “Sudah kuduga. Aku tidak ingin kehilanganmu. Kau… teman yang berharga bagiku” ucap Kyuhyun. Dia menatap mata Seohyun dalam dan sejenak jantungnya berdegup lebih kencang. Hanya teman? Eeh… apa yang kau pikirkan Seo Joo Hyun!

“Ya! Sudahlah… kita nikmati saja dulu masa-masa ini. Dan kau harus menyiapkan kata-kata untuk yoona” ucap Seohyun, memecahkan keheningan yang kaku itu. “Hmm…” Kyuhyun berbalik sehingga kini dia berhadap-hadapan dengan Seohyun.

“Chagiya, saranghaeyo. Jeongmal saranghae. Maukah kau… menjadi yeoja chinguku?” tanya Kyuhyun sambil mengenggam tangan Seohyun. Wajah seohyun memerah semerah tomat. “Mwo??” “Oohtoke? Apa itu cukup untuk menyatakan perasaanku pada yoona?” tanya Kyuhyun sambil nyengir. Rupanya dia hanya latihan. Seohyun tercengang. “Ngg… kurang romantis” ujarnya akhirnya.

“Kyuhyun, hwaitting!” ujar seohyun menyemangati. “Ucapkan semuanya dari hatimu. Itu pasti akan meluluhkan yoona” tambahnya. “Memangnya… kau tidak ikut denganku?” tanya kyuhyun. Seohyun menggeleng. “Anni. Aku ingin mencari tahu tentang diriku. Hm, aku sedikit penasaran” ujarnya. “Nde. Hati-hati ya” ujar kyuhyun sambil tersenyum. Seohyun tertawa “Memangnya kau pikir apa yang akan terjadi pada seorang malaikat yang terlihat saja tidak? Kekeke” Kyuhyun hanya nyengir mendengarnya. Setelah itu, dia pergi ke rumah yoona.

Kyuhyun’s POV

Cause I can’t stop thinking ’bout you, girl… Hm, bunyi bel yang unik. Pikirku. Beberapa detik kemudian, Yoona sudah membukakan pintu untukku. “Annyeo…” kata-kataku tergantung, mulutku menganga lebar, terpesona melihatnya. Dia mengenakan dress yang sangat manis melekat di tubuhnya. Dress itu pendek, menampilkan kakinya yang indah *ohh stop being perverted kyu!!*

“Annyeong, Kyu” sapanya sambil tersenyum, membuatku tersadar dari pikiran pervert ku sendiri. “Annyeong, yoona. Aigoo.. kau cantik sekali. ” pujiku padanya yang sukses membuat pipinya bersemu merah dengan manis. “G-gomawo” katanya. Aku tersenyum. “Kkaja!”

Aku menggandeng tangannya sambil berjalan menuju ke festival budaya. Tangannya halus sekali. Aigo… aku jadi berdebar begini. “Yoo…yoona, awas!” seruku sambil menariknya yang nyaris terserempet motor (basi… udah biasa x_x)

Posisiku kini setengah memeluknya, menahan tubuhnya dengan lenganku. Kami dekat sekali. Omona omona omona! Wajahnya itu… argh… cantik sekali! Kami terdiam dengan posisi seperti itu selama beberapa detik, seakan tubuh kami menolak untuk merespon.

“Gwe.. gwenchanayo?” tanyaku akhirnya sambil melepasnya. “N-ne. Kamsa, oppa” katanya sambil berpaling dariku. Tapi, aku bisa melihat wajahnya yang memerah, seperti juga wajahku.

Perjalanan menjadi sedikit… mm.. kaku. Akhirnya kami sampai di festival budaya. Mataku langsung jeli menangkap sebuah cincin perak sederhana yang manis. “Yoona, chakkamanyo” kataku, lalu cepat-cepat membeli cincin itu tanpa sepengetahuan yoona.

“Oppa, aku mau itu” kata yoona sambil menunjuk ke sebuah boneka micky mouse. “Eh… itu kan terlalu kekanak-kanakan” ucapku. “Tapi aku mau itu” ucapnya lagi, mengeluarkan aegyo-nya. Haah… yoona, yoona… Siapa sih yang tak akan luluh melihat wajah imutmu itu? Akhirnya, aku membelikannya untuknya. “Gomawo, oppa. You’re the best” katanya, lalu, mencium pipiku yang membuatku membeku. Wooahh… kalau tau begini, aku akan membelikanmu seribu boneka micky mouse! kekeke

“Wah, pesta kembang api sebentar lagi akan dimulai! Kkaja, oppa!” serunya girang. Mwo?? Kenapa waktu berjalan cepat sekali? Sebentar lagi bahkan tengah malam. Aigoo… Yoona sudah berlari mendahuluiku, dan aku langsung mengejarnya.

“AAAA” Brukk! “Yoona!” Aku langsung berlari ke arah yoona yang terjatuh. “Gwenchana?” tanyaku sambil membantunya berdiri. “Awwww” serunya kesakitan lalu kembali jatuh terduduk. “Kakiku… terkilir. Sakit” serunya. Air matanya sudah menetes. Aku mengusap air matanya dengan jariku. “Tenanglah, yoong” ucapku halus, sambil menggendongnya.

“Aah… padahal aku ingin menonton kembang api” ujarnya sedih, sambil melihat ke arah kerumunan orang yang sangat mustahil ditembus. Aha! Aku punya ide! “Apapun yang kau mau, aku pasti akan mewujudkannya” ucapku sambil tersenyum. Sambil menggendongnya, aku berjalan ke arah wahana bianglala (yang bentuknya kayak roda, terus muter gitu, namanya bianglala kan yah? #authorbabo)

Aku membisikkan sesuatu ke petugasnya yang langsung dia jawab anggukan. “Kamsahamnida ahjussi” ujarku sambil membungkuk. “Yoona, kkaja” aku masuk ke wahana bianglala yang 100% kosong, karena semua orang tampaknya bersiap menonton pertunjukkan kembang api.

Aku dan yoona duduk berhadap-hadapan. DUARR!! Terdengar suara kembang api pertama, tepat saat kami sampai di puncak bianglala. TEK! Bianglala kami berhenti berputar dengan posisi kami di paling atas.

“Oppa, apa yang terjadi…” Ujar yoona takut sambil menggenggam tanganku. “Omona! Tolong!! Huaaa” seru yoona takut. “Tenang, yoona, tenang… Aku yang menyuruh petugasnya untuk mengentikan kita di puncak” ujarku. “Mwo? Wae?” tanyanya bingung, tapi sudah tidak takut lagi. “Lihatlah” ujarku.

Yoona melihat ke arah yang kutunjuk. “Wah…” Kembang apinya terlihat sangat jelas dari sini, begitu pula dengan pemandangan lampu-lampu warna-warni kota Seoul. DUARR!! DUARRR!! “Aigoo… cantik sekali” ujarnya sambil tersenyum, memandang ke arah kembang api. Ne, yoong… cantik sepertimu…

Aku mengeluarkan cincin yang kubeli tadi. “Yoona…” panggilku. “Hm? Wae-yo, oppa?” tanyanya, mengalihkan pandangannya ke arahku. “Kuharap aku bisa selalu melihat senyummu. Im yoona, saranghae. Bolehkah aku, menjadi namja yang selalu berada di sampingmu? Membuatmu tersenyum dan melindungimu?” ucapku.

Dia memandangku dengan mata yang berkaca-kaca. “Ne… na… na do saranghae, oppa” katanya. Aku tersenyum sambil memakaikan cincin itu ke jari manisnya. “Tunggulah, yoong… suatu saat, aku pasti akan memberikanmu cincin yang jauh lebih mahal, dan jauh lebih indah” ucapku. “Anni, oppa. Ini… ini cincin terindah yang pernah kulihat. Karena kau yang membelikannya untukku” ujarnya. Aku menggenggam tangannya dan mencium keningnya.

—————–

Aku pulang ke rumah dengan perasaan bahagia walaupun lelah. Tapi, ada sesuatu yang janggal dengan perasaanku. Aku… tidak sepenuhnya bahagia.

“Joohyun-ah… kau darimana?” tanyaku padanya. Matanya sembab dan bengkak, habis mennagis. “Aku… tadi habis ke rumah sakit” jawabnya. “Wae-yo? Ada apa?” tanyaku khawatir. “Aku melihat ngg… tubuhku tadi. Dan seorang namja yang memeluk tubuhku. Kurasa, dia namja chinguku. Entahlah. Aku sedih, kenapa aku tidak bisa mengingatnya?” ujarnya sambil mendesah kecewa.

“Tenanglah… suatu saat kau pasti akan bersamanya lagi” kataku sambil mengusap kepalanya. Aku selalu menyukai sensasi saat menyentuhnya. Menenangkan dan lembut. Aku mendesah. Jadi, dia sudah punya namja chingu? Eeh… tunggu! Kenapa.. aku kecewa? Aku sendiri kan… sudah memiliki yoona… Apa… aku.. menyukai Seohyun? Tapi…

“Oh iya, bagaimana dengan yoona? Oohtoke? Oohtoke?” tanyanya. Aku tersenyum simpul. “Champion!!” seruku sambil ber-highfive dengannya. “Yeay! Kau hebat, kyu!” serunya. “Ne, aku tau” ucapku sambil tertawa.

“Nah, kurasa aku akan ke…” “Chakkaman!” seruku sambil menarik pergelangan tangan Seohyun. Rupanya, aku menarik terlalu kuat. Sampai-sampai kami berdua jatuh ke lantai,dengan posisi aku berada di atasnya.

Omona! Dia… cantik sekali. Wajahnya mulus, tanpa cela. Matanya, hidungnya, pipinya, bibirnya. Bibirnya… Aigoo… apa yang kau pikirkan cho kyuhyun! Tapi, bibir itu.. Aku ingin sekali menciumnya. Tanpa sadar, aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Dan… aku, sekali lagi di bawah kesadaranku menempelkan bibirku ke bibirnya.

Dia terkejut, lalu mendorongku. Aku sendiri pun juga terkejut dengan apa yang barusan kulakukan. “Aku… aku…mianhae” kataku akhirnya. Dia terdiam sebentar. “Ne. Itu hanya kecelakaan” Itu bukan kecelakaan. Aku sengaja melakukannya.

Aku… sebenarnya bagaimana dengan perasaanku? “Kyuhyun! Ada apa?” tanya seohyun. “Gwenchana. Bisa tolong tinggalkan aku sebentar? Aku sedang ingin sendiri” gumamku padanya. Dia terlihat bingung, tapi menuruti perkataanku dan pergi keluar. Aku berbaring di ranjangku. Argh… aku bingung!

“Oppa, kenapa? Kok kau pulang larut sekali?” tanya sooyoung, yang masuk ke kamarku tiba-tiba. “Kau tidak bisa mengetuk ya?” ujarku. Dia hanya nyengir dan duduk di ranjangku.

“Sooyoung… pernahkah kau merasa, kalau kau mencintai seseorang, tapi, hatimu juga berdebar tiap melihat seseorang yang lain?” tanyaku melantur. Sooyoung terdiam. “Itu tandanya… kau harus memilih, oppa. Siapa yang benar-benar ada di hatimu. Pasti hanya ada 1 orang” ucapnya bijak. heran, sejak kapan adikku jadi bijak begitu? Tapi, aku memikirkan perkataannya. 1 orang…. yang benar-benar di hatiku?

—————

-TBC-

Siapa yang akan Kyuhyun pilih?

Seohyun, malaikat baik hati yang selalu membantunya?

Atau, Yoona, yeoja cantik yang sudah menerimanya?

Will be revealed in chapter 7!!

Aigoo… author kangen banget loh sama kalian! Akhirnya, exam finish!! Dan author bisa leluasa deh lanjutin ff lagi. Apa ada yang kangen dengan author? Ah, ga usah bohong. Pasti pada kangen kan? Iya kan? #pedenajis. kekeke. Mianhae kalau author update-nya bakal agak lama disini, soalnya author lagi sibuk bikin ff di Asianfanfics. Hehehe. Tapi, tenang. Author bakal update disini juga, kok. Soalnya, author ada project baru nih x_x hehehe. Keep commenting, okay? ^^

Advertisements
Comments
  1. olive says:

    i want more i want more .
    jngan ngaret ya thor .
    wkwk .

  2. seokykyu says:

    aku pengen seokyu…
    mudah2an seokyu..
    seo khan masi koma, beum meninggal, jd masih ada harapan..
    bisa aja kalau bibir seo di tubuh nya yg masih koma dicium ama kyu, seo nya jd bangun..
    kyk putri tidur gt..
    *ngarep.com*
    SEOKYU JJANG…!!!

  3. bella says:

    chingu lanjut yah
    kyu harus sama seo! Seokyu!
    jgn lama2 ya 🙂

  4. hwaaa~ Kyuhyun sma Yoona ajaa authoorr~ Aku paling suka KyuYoon couple~~
    Klo KyuYoon aku psti comment deh authooorr~ ^^

  5. YOONAAAAAAA~~~ HWAITING KYUYOON !!!! >3<
    AUTHOORR~ KYUYOON AJJAA YAAA~ AKU JANJI PASTI COMMENT SELALU DEH !! DAN KALAU BISA AKU LIKE !! PLIIIIISSS AUTHOORR~ *hug author*

  6. asdf says:

    sama yoona aja, kasian yoona nya -_-

  7. galmaeggy says:

    wahhh untung dapet ni fanfic.. bgus euy critanya
    SEOKYU JJANG!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s