Friendship Remedy (part 11)

Posted: February 22, 2011 in Friendship, Romance
Tags: , , , , , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

Author POV

Donghae melongo, melihat sosok yang berdiri di depannya saat dia membuka pintu kamar Minho. Begitu juga dengan Jessica, dan Sooyoung. Iya, sooyoung. Sosok yang berdiri di depan Donghae itu menatap kedua pasangan itu terkejut.

“Sooyoung?” ujar Donghae bingung. “Sooyoung!” panggil Jessica girang sambil memeluk sahabatnya itu. “Eeh? Bukannya ini kamar Minho?” ujar donghae bingung, tapi sekaligus senang, melihat sahabat yang sudah lama tidak dilihatnya ini.

“Siapa itu? Ah, Minho-ah!! Ada… Donghae dan Jessica!” seru Kyuhyun yang memeriksa keluar, tak kalah terkejutnya melihat pasangan itu. Minho langsung menuju ke luar diikuti oleh Krystal di sampingnya. “Kyungsan-ah!” seru Jessica dan Donghae gemas sambil menggendong bocah kecil yang tersenyum itu.

“Krystal-ah?!” seru Jessica tidak percaya. Terlihat bahwa Krystal belum memberitahu onnie-nya tentang hubungannya dan Minho. “Onnie?” tanya Krystal, tak kalah heran.

“Ada apa kalian kesini?” tanya Kyuhyun, menyalami Donghae dan Jessica. “Kami pindah rumah di dekat sini, dan memutuskan untuk melihat-lihat sebentar disini” jelas Donghae. “Bagaimana dengan kalian? Kok bisa berkumpul seperti ini? Dan… Krystal?” sembur Jessica dengan berbagai pertanyaan.

“Kami tadi bertemu di pemakaman Seohyun.” kata Sooyoung. “Lalu mereka memutuskan untuk ke apartemenku, karena kangen” sambung Minho. “Sedangkan aku dan Minho oppa sebenarnya berpacaran, onnie” tambah Krystal.

“Mwo?? Kau tidak memberitahu onnie-mu ini, Krystal? Aissh…” ujar Jessica mendramatisir. “Minho-ah! Kita akan jadi saudara!” seru Donghae sambil merangkul Minho. “Yah.. aku harap sih bisa secepatnya seperti itu” kata Minho mengedip ke arah Krystal yang membuat yeoja cantik itu memerah pipinya.

“Huaaa… senangnya kita bisa bersama seperti ini” ujar Sooyoung. “Nde. Sayang sekali tidak ada Changmin dan Yoona yang sedang di Amerika, dan Leeteuk yang sudah ke Jepang, juga… Taeyeon…” Jessica tidak melanjutkan kata-katanya.

BRUAKK! Ada suara ribut dari luar. “Yoona-ah! Kau tidak apa-apa?” terdengar teriakan teredam. Mereka memandang satu sama lain. Suara itu sangat familiar. Dan lagi, Yoona? Spontan, mereka melihat keluar.

BRUAKK! Yoona terjatuh dengan keras, membuat kotak-kotak yang dibawanya terjatuh. “Yoona-ah! Kau tidak apa-apa?” seru changmin cemas, membantu Yoona berdiri. “Sudah kubilang, biar aku saja yang membawanya” kata changmin lembut.

“Changmin….” “Yoona…”Changmin dan Yoona menoleh ke asal suara yang memanggil mereka dan seketika terkejut. “Sooyoung? Kyuhyun? Minho?” ujar Yoona terkejut. “Donghae? Jessica?” tambah changmin yang juga melongo.

“Changmin! Yoona!” seru Sooyoung histeris memeluk kedua sahabatnya itu. “Bagaimana kalian bisa ada disini?” tanya Minho bingung. “Nde. Harusnya kan kalian di Amerika” kata Kyuhyun.

Changmin dan Yoona berdiri, lalu, changmin menceritakan semuanya yang telah terjadi pada sahabat-sahabatnya itu.

“Mwoo? Kalian… kalian… kabur dari Amerika dan ke Korea, tanpa membawa harta apapun?” tanya Jessica histeris. “Kalian ini nekat sekali sih!” gerutu Donghae.

“Aku tidak terima! Yang kuinginkan adalah bersama Yoona” jawab changmin. Yoona mengangguk. “Kalian ini… Bagaimana kalian bisa hidup nanti?” tanya Kyuhyun sambil menghela nafas, memikirkan kebodohan sahabatnya.

“Itu… belum kami pikirkan” jawan changmin sambil nyengir. “Kenapa tidak salah satu dari kalian memberikan pekerjaan untuk mereka?” usul Krystal yang tiba-tiba berbicara, sambil menggendong Kyungsan.

Mereka semua menatapnya. “Eeh… itu bukan ide yang bagus yah?” tanya Krystal salah tingkah. “itu brulian!” ujar Kyuhyun. “jenius” komentar Sooyoung. “Kenapa kita tidak memikirkannya yah?” ucap Donghae. “Dongsaengku memang pintar. Seperti onnie-nya” pede Jessica. “Anni. Seperti namja chingunya” kata Minho.

“Hmm, kau siapa?” tanya Yoona. “Krystal imnida. Aku dongsaengnya Jessica onnie, dan yeoja chingunya minho oppa” jawab Krystal sambil tersenyum dan menjabat tangan Yoona dan Minho.

“Daaaan… ini pasti uri Kyungsan!” ujar yoona, mengelus pipi Kyungsan. “Aiih… aegyooo” seru changmin sambil mencubit pipinya kyungsan. “ya! Shim changmin!” omel sooyoung. “Kekeke. mianhae, omma” sindir changmin sambil memeletkan lidahnya.

“Ahhh… aku merindukan kalian semua! Jeongmal boghosippeo yo!” seru Sooyoung, memeluk semua sahabatnya. “Nde. Rasanya sudah lama sekali, tidak melihat dan bercanda dengan kalian seperti ini” ucap Yoona terharu.

—-

“Changmin-ah! Jangan terlambat. Ini hari pertamamu bekerja loh” ucap Minho, mengingatkan temannya itu. “Nde. Tentu saja. Nah, yoong, aku berangkat dulu ya” kata changmin sambil mengecup kening yoona. “Ckckck. sudah seperti suami-istri saja” komentar Minho.

Changmin bekerja sebagai manajer di perusahaan Kyuhyun. Sedangkan Yoona bekerja sebagai pegawai di restoran milik Jessica. Kyuhyun sudah tidak bekerja sebagai model dan mulai bergerak di bidang pengusaha, sedangkan changmin yang kemampuannya mengelola perusahaan memang sangat bagus, padahal impiannya adalah bermian biola. Sooyoung sebagai ibu rumah tangga sedangkan Jessica masih mengelola restorannya yang semakin hari semakin berkembang, sedangkan Minho menjadi pemain basket dan Donghae masih menjadi programmer.

Changmin, Minho, dan Yoona keluar dari apartmen mereka. Tiba-tiba, changmin langsung berlari. Karena bingung, Yoona dan Minho ikut-ikutan berlari mengejar changmin, diikuti oleh 3 orang di belakang mereka yang berbadan besar dan tegap.

“Oppa, ada apa?” tanya Yoona sambil berlari. Changmin diam, lalu kemudian menjawab “mereka… suruhan appa-ku.” kata changmin.

BRUKK! Mereka menabrak seseorang. “Changmin! Yoona! Minho! Ada apa?” tanya Donghae, yang ternyata orang yang mereka tabrak. “Hyung… ada yang mengejar kami. Tolong” kata Minho panik. Donghae ikut-ikutan panik, tapi kemudian memutuskan menyembunyikan mereka sementara di rumah barunya.

“Ada apa sebenarnya?” tanya donghae bingung. Changmin menatap dengan cemas orang-orang yang semakin mendekat itu. “Mereka… suruhan appa-ku. Mereka pasti mencariku. Dan…” kata-kata changmin terputus, melihat ada seorang namja lain yang mendekat. Namja itu mengenakan jas abu-abu dan perawakannya tegas. Namja itu tak lain adalah appa-nya changmin.

“Changmin… keluarlah” kata appa-nya changmin. Mereka semua terdiam, tidak ada yang berbicara maupun bergerak. “Max, aku tidak mau menggunakan kekerasan. Keluarlah sekarang” kata Mr. Shim sekali lagi. Setelah ragu sejenak, changmin akhirnya keluar.

“Apa maumu?” tanya appa-nya changmin, to the point. “Biarkan aku bebas. Memilih wanita yang memang kucintai.” kata changmin tak kalah dingin.

Mr. Shim menghela napas. “Baiklah. Tapi dengan 1 syarat” kata appa-nya changmin. Changmin menaikkan salah satu alisnya. “Apa?” tanya changmin.

“Buktikan… kalau kau bisa membangun sebuah perusahaan. Yang bisa menyaingi Shim Enterprise. Saat itulah, akan kuberikan semua restuku untukmu. Oohtoke?” tanya Mr. Shim, mengulurkan tangannya. Dengan mantap, changmin menyambut tangan itu “Baiklah. Tunggulah, saat itu pasti akan cepat tiba” ucap changmin dengan penuh percaya diri.

Setelah itu, Mr. Shim dan suruhan-suruhannya keluar, kembali ke dalam mobil lalu akhirnya pergi dan dengan cepat menghilang.

“Changmin oppa?” tanya Yoona cemas. “Gwenchana, yoong. Aku yakin, dengan bantuan Kyuhyun hyung, kami pasti bisa menyaingi shim enterprise. Jangan ragukan kemampuanku. kekeke” kata changmin sambil mengacak-acak rambut yoona.

“Maaf mengganggu, teman. Tapi, bagaimana kau bisa melakukannya… kalau kau terlambat di hari pertamamu bekerja?” tanya donghae, menunjuk ke arah jamnya. “Aigoo… baiklah. Aku pergi sekarang. Annyeong, semuanya” kata changmin, buru-buru keluar dan berlari.

Minho POV

Yoona noona juga langsung pergi ke restoran Jessica noona. Aku juga sudah akan bersiap pergi ke stadion tempatku latihan basket. “Minho, chakkaman!” seru donghae hyung, menghentikan langkahku.

“Wae-yo, hyung?” tanyaku. Dia terdiam sebentar. “Gwenchana. Ini adalah hari yang baru untuk kita” renungnya. Aku tersenyum “Anni, hyung. Ini bukan hari yang baru. Ini hanya kesempatan. Kesempatan dari hari-hari kita yang lama. Hari-hari lama, dulu, saat kita bersama-sama. Seperti sekarang. Kesempatan untuk memperbaiki semuanya, dengan kita bersama-sama. Kekuatan dari sebuah persahabatan yang tulus itu… lebih kuat, bahkan dari yang sanggup kita kira”

Donghae terdiam mendengar perkataanku “Entah sudah berapa lama kita berpisah, sampai-sampai uri Minho sudah menjadi sebijak ini.” ujarnya.

Aku tersenyum, memikirkan hari-hari depan, kesempatan-kesempatan berikutnya, yang diselingi canda dan tawa kami. Walaupun kami berpisah, kekuatan dari persahabatan kami, membuat sebuah kebetulan akan waktu dan ruang itu mungkin. Membuat pertemuan kami kembali itu semudah membalikkan telapak tangan.

Masih sangat banyak yang terjadi di antara kita semua. Masih banyak yang sangat ingin kuceritakan kepada kalian semua. Bahkan aku belum menceritakan kan, bagaimana Jessica noona melahirkan seorang bocah perempuan yang sangat lucu, yang diberi nama Soohee. Bagaimana aku dan Krystal menikah, dirayakan besar-besaran. Bahkan Leeteuk hyung pun datang ke pesta pernikahanku! Lalu… bagaimana, kami semua berdiri dengan bangga, berfoto di depan gedung sebuah perusahaan nomor 1 di Asia, saingan perusahaan Shim Enterprise. Bagaimana aku menghabiskan masa tuaku, masih tetap bersama-sama dengan mereka! Bagaimana Yoona melahirkan seorang anak, bagaimana Kyungsan dan Soohee menikah. Dan, akhirnya… bagaimana kami semua benar-benar terpisah. Selamanya. Karena sebuah keabadian bernama maut. Tapi, aku percaya, di surga nanti, kami semua pasti akan bercanda dan tertawa bersama lagi.

Aku tidak bisa menceritakan semuanya pada kalian. Karena kalau itu terjadi, author-ku yang sudah lelah mengetik ini mungkin akan mengetik sepanjang sisa hidupnya untuk menyelesaikan FF-nya. kekekeke. Jadi, kalau kalian mau tau lebih lanjut, cobalan datang ke pinggiran kota Seoul, Korea Selatan dan cari sebuah apartemen sederhana. Cerita persahabatan kami sudah melegenda menjadi bagian dari apartemen itu sendiri. Kenangan kami disana melebur, bersama dengan digusurnya bangunan tua itu. Tapi, ada 1 yang tidak akan pernah hilang. Persahabatan. Pershabatan kami, yang kami bangun kokoh, sekokoh batu karang. Nah, annyeong semuanya. ^^

salam,

 

Choi Minho

Author POV

Aku membaca lagi tulisan terakhir dari Minho, lalu menghela nafas. Kisah persahabatan mereka, adalah kisah persahabatan yang didambakan semua orang. Persahabatan yang kekal. Tapi, akhirnya…. cerita mereka hanya sampai sini kubuat, walaupun, seperti yang dibilang Minho, akan ada masih banyak sekali.

Kuharap, kalian berkenan untuk meninggalkan komentar kalian disini, sementara aku akan membuat cerita tersendiri tentang Taeyeon dan Leeteuk, yang tidak dibahas disini. See you in the next fanfic ^^

Advertisements
Comments
  1. olive says:

    keren author .
    masih mau baca lagi .
    hiks hiks .
    terharu baca ny .
    persahabatan yg sangat diinginkan setiap org .
    wkwkwk .

  2. youngstertastic says:

    jdi crita ny akhir nya mreka itu bershabat slmanya ..
    trus mninggal thor ?

  3. yuanitajanuari says:

    wah bener bener persahabatan yang tiada akhir
    jadi mau punya sahabat kayak mereka, susah senang sama sama

    dan itu sampe kyungsang nikahnya sama soohee, berarti sooyoung-kyuhyun bersaudara sama minstal dan haesica, huaa bener bener tali persabahatan yang ga bakal putus

    good job author, ceritanya bagus
    thumbs up

  4. cubbiebie says:

    Yeyeyeyey. Aku menungu nunggu kisah leeteuk ama taeng lo.
    Jangan lama lama yaa…
    Hihihihih
    *teteppp.

    Embb. Mbayangin persahabatan kayak gtu beener2 solid banget.
    Sampe anak anak mereka ikutan nikah juga. Seruuuu…

    Tapi ternyata perkiraaan ku salah. Ternyata jessica ama donghae kaget liat sooyoung.
    Hahahahhahahaha.

  5. kwon_kimkie says:

    annye0ng…
    aq suka deh ama kata2 trakhr dri minho..Bikin qt trharu haru ajah…
    Chingu,ini part trakhr yaa??,,,
    wah,,aq bakalan kangen tuh ama crita2 dri minho cs…

    nice ff..

  6. cubbiebie says:

    Sipppp saii tertawa bahagia.
    *guling guliing jingkrak jingkrak.
    Hahahhahahha
    Pokoknya saiia selalu menunggu postingan kamu.
    Xixixixiix

  7. cubbiebie says:

    Iya sama sama.
    Sini aku lap.in
    Akuu juga ikut terharu (˘̩̩̩.˘̩ƪ)

  8. Chacha says:

    kren bnget+terharu :’)

  9. cornissone says:

    huaaa…
    ternyata sudah berakhirrr….
    kereennn….

    authorr…
    ff selanjutnya fighting yaaa…
    🙂

  10. ALFYA CASSIE says:

    keren bgdddddddd………………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s