Melodies of Life chapter 2

Posted: February 15, 2011 in Romance, sequel
Tags: , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

Di sebuah sekolah musik di Seoul, terjadi sebuah kisah cinta yang cukup menarik antara 4 orang yang awalnya tidak saling mengenal.

Melodies of Life chapter 2-Hidden charm

Key POV

Brrruumm!! Ckiit! Aku langsung mengerem motorku yang melaju kencang begitu seseorang melintas di depanku. Untung saja dia tidak tertabrak. Aku turun dari motorku.

“Mianhae. gwenchana yo?” tanyaku sambil melepas helmku. “Gwe.. gwenchana” katanya. Ah, ternyata dia seorang yeoja. Wah, wajahnya manis sekali. Seperti seorang malaikat!

“Ngg… mianhae, aku ada urusan. Aku permisi” katanya, setelah sekitar 5 menit kami diam dan aku hanya memandanginya. “Eeh… ye” kataku, tersadar dari pikiranku sendiri.

Setelah menatapnya pergi, aku kembali menaiki motorku dan mengendarainya menuju ke sekolah musikku. Aku memarkir motorku, dan beberapa anak sudah mengelilingiku.

“Pagi, Key!”

“Annyeong haseo, Kibum oppa!”

“Annyeong, Key-ssi!”

“Pagi” ucapku cuek lalu berjalan melewati yeoja-yeoja yang berteriak-teriak histeris di belakangku. Aku memang cukup populer di sekolah musikku ini. Bukannya sombong, tapi selain karena wajahku yang cute dan manis ini, juga karena suaraku yang bagus dan skill dance-ku yang patut diacungi jempol.

Aku melangkah masuk ke kelasku. Aku mengedarkan pandangan ke sekelilingku. Sial! Tempat duduk sudah penuh semua! Kami memang bebas memilih tempat duduk kami. Hmm, lain kali aku harus bangun lebih pagi.

Aha! Disitu ada tempat duduk kosong! “Hmm.. boleh aku duduk disini?” tanyaku pada seorang yeoja yang duduk di sebelahku. Dia menoleh dan mengangguk.

“Eeh… kau!” seruku. Dia tampak terkejut. Dia adalah yeoja yang tadi hampir kutabrak. Perlahan, kuulum senyumku. Aku langsung duduk di sebelahnya dan mengulurkan tanganku.

“Kim Ki Bum imnida. Kau boleh memanggilku Key” kataku, memberikan senyum terbaikku. “Seo Joo Hyun imnida. Panggil saja Seohyun” katanya, juga tersenyum.

Seohyun. Nama yang cantik. Secantik orangnya. Ingin aku mengatakannya padanya, tapi, aku terlalu malu untuk itu. Jadi, aku hanya tersenyum, merasakan tangannya yang mungil dan halus dalam genggaman tanganku.

Sepanjang pelajaran, tak bosan-bosan aku memandang wajahnya. Sungguh! Dia itu malaikat yang diturunkan ke bumi! Pasti! Aku yakin! pikirku polos. Pasalnya, wajahnya terlalu cantik untuk manusia.

Argh… apa aku jatuh cinta padanya? Pada pandangan pertama? Konyol!

Seohyun POV

Aku berjalan terburu-buru menuju ke mobil appa-ku yang sudah menunggu di seberang jalan. Bruuumm! Ckiit! tiba-tiba sebuah sepeda motor yang melaju kencang berhenti tepat di depanku.

Aku kaget dan terjatuh. Sepertinya, appa-ku tidak melihatku. “Mianhae, gwenchana yo?” tanya namja itu, turun dari motornya dan melepas helmnya.

“Gwe..gwenchana” kataku. Wah, wajahnya manis dan cute sekali. Dia terdiam dan hanya menatapku yang bangun untuk berdiri.

“Ngg… mianhae, aku ada urusan. Aku permisi” kataku, setelah 5 menit dia hanya terdiam. “Eeh.. ye” katanya, lalu aku cepat-cepat pergi ke seberang dan masuk ke mobil appa-ku.

“Mengapa lama sekali Seo?” tanya appa-ku, menyalakan mesin mobil dan mengendarainya. Kulihat di belakang namja itu sudah naik ke motornya dan menegndarainya ke arah yang sama denganku. Apa dia mengikutiku? Ah, jangan ge-er seohyun!

“Mianhae, appa” jawabku, tidak memberitahu kalau aku hampir tertabrak. Appa-ku ini sedikit over protektif. Aku tidak mau masalah sepele seperti ini dibesar-besarkan olehnya.

Aku sampai di sekolah musikku. Aku berjalan ke kelas baruku. Tadinya aku di kelas A, tapi pindah ke kelas D karena ngg… teman-temanku suka mem-bully-ku. Aku merahasiakan ini dari appa. Sudah kubilang, akan tambah runyam masalahnya kalau appa ikut campur.

Aku memang anak yang lemah dan pendiam. Karena itu, anak-anak kelas A yang memang kasar senang menyiksaku. Saat ujian, mereka memaksaku memberikan mereka jawaban, memaksaku menraktir mereka, dan lain-lain. Kalau aku tidak melakukan apa yang mereka inginkan, mereka akan menyiramku dengan air, mengaa-ngataiku, mencoret-coret mejaku, dan mempermalukanku. Aku tersiksa secara batin.

Aku mengambil tempat duduk di pojok kiri. Aku menatap sekitarku. Wajah mereka sepertinya cukup ramah. Walaupun, kelihatannya mereka pendiam-pendiam sepertiku karena suasana disini tidak terlalu ribut, padahal sonsaengnim belum datang, tidak seperti kelas A yang sangat ramai.

Lalu, aku melihat seseorang masuk. Semua mata tertuju padanya saat dia melangkah masuk, memandang berkeliling, sepertinya mencari tempat duduk yang kosong.

Tempat duduk di sebelahku kosong. Dan sepertinya satu-satunya yang kosong. Dia namja yang hampir menabrakku tadi! Aku mengalihkan pandanganku darinya, menyembunyikan wajahku yang berharap semoga dia duduk di sebelahku.

“Hmm.. boleh aku duduk disini?” tanyanya. Yes! Aku menatapnya dan mengangguk. “Eeh… kau!” serunya kaget, seakan aku ini alien bertangan 8.

Dia tersenyum dan duduk di sebelahku lalu mengulurkan tangannya. “Kim Ki Bum imnida. Kau boleh memanggilku Key.” katanya sambil tersenyum. Aigoo… manisnya!

“Seo Joo Hyun imnida. Panggil saja Seohyun” kataku, balas tersenyum padanya.

Selama pelajaran, aku bisa merasakan dia memperhatikanku terus. Aku merasa sedikit risih diperhatikan seperti itu. Tapi, aku tidak berani menatapnya balik. Entah kenapa, ada sesuatu yang membuat jantungku berdebar setiap kali menatap matanya.

Kriiing! Bel istirahat berbunyi. “Kau mau kemana, seohyunnie?” tanyanya saat aku beranjak pergi. Dia memanggilku Seohyunnie?

“Kantin.” jawabku. Singkat, padat, dan jelas. Aku memang bukan orang yang pintar berbasa-basi dan berbicara. Aku berjalan ke luar kelas. Key mengikutiku. Sengaja kupercepat langkahku, tapi dia ikut mempercepat langkahnya. Kekeke, lucu.

Brukk! Aku menabrak seseorang. “Mi… mianhae” kataku. Sial! Aku menabrak orang yang salah. “Seohyun!” seru Amber, orang yang kutabrak.

“Ah, ada seohyun! Kebetulan sekali!” seru Hyoyeon, teman Amber sambil tersenyum licik. “Belikan kami makanan!” seru Amber. Mereka adalah anak kelas A.

“Cepat! Jangan hanya diam! Kami sudah lapar!” bentak Hyoyeon. “Tapi… aku membawa uang pas-pasan” ucapku sambil menunduk.

“Kami tidak mau tau” ucap Amber mulai marah. Aduh, bagaimana nasibku? Hyoyeon mengambil tempat sampah kecil di dekat kami, hendak menuangkan seluruh sampah itu di atas kepalaku.

Grep! Sebuah tangan menarikku. Dan… sraaakkk! Sampah-sampah berjatuhan. Tapi, aku tidak merasakan 1 buahpun sampah yang mengenai tubuhku. Aku sangat terkejut.

Kulihat Key ada di depanku. Tangannya menggenggam tanganku dan dia menarikku ke belakang. Hyoyeon membeku dalam posisi keranjang sampah di tangannya dia arahkan dan dia tumpahkan ke atas kepala Key, membuat semua sampah itu berjatuhan mengotori badannya.

“K…key-ssi” ujar hyoyeon ketakutan. Amber yang melihat kejadian itu diam-diam berusaha untuk kabur. “Jangan kabur” ucap Key dingin membuat Amber membeku di tempatnya dan terdiam.

“Sekali lagi kulihat ada yang menyakiti Seohyun, tidak akan kuampuni. Dan, kau harus bertanggung jawab atas sampah-sampah yang sudah mengotoriku ini” ucap Key tegas dan galak.

“Tapi… urusan kami adalah dia.” ujar Hyoyeon membela diri. “Nde. Bukan salah kami kalau kau ikut campur” tambah Amber. Key memandang mereka tajam.

“Urusan Seohyun urusanku juga. Jangan harap hidup kalian tenang, kalau kalian menyakitinya. Dan, ini berlaku untuk semuanya disini. Arraso?” ucap Key tegas pada Hyoyeon, Amber, dan semua orang yang berkerumun menyaksikan kami.

Hyoyeon dan Amber, juga yang lainnya hanya menganggu kecil. “Kkaja, seo!” ucap Key, menarikku. “Kau… kenapa melakukan itu?” tanyaku pelan.

Dia mengangkat sebelah alisnya. “Aku mana bisa melihat temanku dibegitukan” ujarnya. “Teman?” tanyaku heran. “Nde. memangnya aku bukan temanmu?” tanyanya sambil memanyunkan bibirnya.

Tadinya sih, aku berharap lebih. “Ehh… nde. Sekarang, bersihkan dulu dirimu.” ujarku. Dia mengangguk lalu ke toilet. Teman ya? Ah, babo kau Seohyun! Mana pantas kau bersamanya! Berteman dengannya saja sudah syukur! batinku dalam hati.

Author POV

“Seohyun! Chakkaman!” seru Key, mengejarku yang sudah keluar dari sekolah untuk pulang. “Wae, Key-ssi?” tanya Seohyun, menghentikan langkahnya.

“Berhenti memanggilku Key-ssi, Seohyunnie. Panggil saja oppa. Arra?” ucapnya sambil tersenyum. “Arraso, oppa” kata Seohyun sedikit malu-malu. Key tersenyum. “Nah, begitu lebih baik.”

“Hmm, ada apa oppa?” tanya Seohyun. “Ngg… apa kau mau kuantar pulang? Ehh.. kalau kau tidak dijemput atau pulang bersama orang lain.” kata Key sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Eeh.. apa tidak merepotkan? Aku pulang sendiri. Appa tidak menjemput karena dia bekerja” kata Seohyun. “Nde. tentu tidak! Kemana arahmu pulang?” tanya Key. Seohyun menunjuk ke arah kiri. “Oke. kkaja!” ujar Key.

Mereka berjalan berdampingan di jalan. Kadang, diselingi bercanda dan mengobrol, untuk lebih mengenal satu sama lain.

“Seo… seohyunnie!!”

-TBC-

bagaimana kelanjutan kisah Key dan Seohyun?

Ngomong-ngomong, apa hubungan mereka dengan Kyuhyun dan Yoona? (secara gak mungkin author bikin 2 cerita terpisah)

wait in chapter 3 (The real start) and comment, okay??

Advertisements
Comments
  1. olive says:

    keren keren .
    key sama seohyun .
    cocok sih .
    lanjutkan thor ! hwaitting !

  2. wellypombob says:

    akhirnya lu buat key juga joice . sudah ku nantikan ! lnjut ye ! –a . keyy ><

  3. ky93fany says:

    author 😦 mana kyuyoon nya?
    huaaaaa !!!

  4. wellypombob says:

    ayoayo , cepetan . jngan ngarett >< wkwk . pissss 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s