Friendship Remedy (part 8)

Posted: February 11, 2011 in Friendship, Romance
Tags: , , , , , , ,

mianhae reader.. updatenya lama >.<

Sama mau ngucapin Happy birthday buat ah ra onnie sma chansung oppa 😀

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

Author POV

“Apa kau yakin, changmin?” tanya Taeyeon sambil menggigit bibirnya khawatir. “Apa ini tidak terlalu beresiko?” tanya Minho.

“Hm, tapi aku yakin sekali dengan cara ini pasti berhasil!” ucap changmin. Dia, Yoona, Minho, dan Taeyeon sedang mendiskusikan plan B mereka, yang tampaknya rencana besar-besaran, seakan-akan ingin mendamaikan Korea Selatan dengan Korea Utara.

“Tapi, banyak cara lain kan? Kita bisa saja ajak mereka bicara baik-baik.” ucap Minho. “Negatif. Aku sudah bicara dengan Kyu oppa, dan dia hanya menjawab ‘hmm’ dan that’s it. Tak ada perubahan” kata Yoona.

“Tapi, apa kita bisa mempercayai mereka?” tanya Taeyeon. Changmin mengangguk pasti. “Aku yakin 100%, kalau begini mereka pasti berhasil. Kyuhyun dan Donghae pasti menyelamatkan yeoja chingu mereka” ucap changmin serius.

Yang lainnya mengangguk. “Tapi rencana ini freak banget deh” cetus Minho. “Nde. memang” jawab Yoona santai. Mereka memutuskan menjalankan plan B itu besok pagi.

Kyuhyun POV

Aku bangun cukup siang, mengingat hari ini tidak ada pemotertan. Jadi, hari ini aku free. Segera ke kamar Donghae. Itu pesan dari Yoona. Ke kamar donghae? Untuk apa?

Aku masuk ke kamar donghae dan kulihat yang lainnya sudah ada disana. Aku ambil tempat duduk di sebelah Yoona. “Ada apa?” tanyaku penasaran.

“Aku dan yoona ingin pergi ke suatu tempat 1 hari ini. Memperbaiki hubungan kita” jelas changmin. “Benarkah? Kalian sudah baikan? Syukurlah” seruku lega. Aku jadi tidak harus tak enak hati lagi.

“Belum. Makanya, kami ingin pergi berdua saja. Meluruskan semuanya” ucap Yoona. “Aku dan Minho juga ada sedikit urusan dengan keluarga Seohyun” ujar Taeyeon noona.

“jangan bilang… onnie melupakan leeteuk oppa dan berkencan dengan minho” ucap Sooyoung. “mana mungkin, babo!” seru taeyeon noona sambil menjitak sooyoung. “Hanya ada urusan sedikit kok dengan keluarganya Seohyun” ucap Minho.

“Jadi, hari ini kami ber-4 akan pergi seharian. Apa kalian ada rencana juga?” ucap Yoona. Bagus sekali! Aku, Sooyoung, Donghae, dan Jessica. Entah apa yang akan terjadi nanti.

Kami semua menggeleng serempak. “Membosankan pasti” cetus Minho. “Kenapa tidak pergi saja?” usul changmin. Pergi? Ide hebat! Pasti kami ber-4 akan sangat senang. Saking senangnya paling kami hanya akan diam semua.

“Nde. Ke pantai? Atau ke taman?” usul Taeyeon lagi. “Boleh juga” celetuk donghae. Membuatku, sooyoung, dan ssica spontan menengok ke arahnya. “Ayo, kita ke pantai!” ajak donghae. Ssica mengangguk ragu, “terserahlah” jawab sooyoung asal. Aku tidak mejawab.

“Ke pantai ya? Pantai mana?” tanya changmin. “Pantai An Chol aja   kataku. Pantai itu pantai yang indah dan sepi. Mereka kelihatannya setuju.

“Nah, kalau begitu kami berangkat dulu. Selamat bersenang-senang” kata yoona, lalu yoona, changmin, disusul Minho dan taeyeon yang keluar dari kamar donghae.

-end of POV-

“Oke. Kita jalankan rencana kita” kata yoona, setelah mereka sudah berada di luar jangkauan dengar teman-teman mereka yang lain. “Yosh! Yoong,minnie,taeng,minho hwaitting!” seru mereka.

—-

“Nah, jam 2 kita berangkat ya” kata donghae. Aku hanya mengangguk, lalu menuju ke komputer donghae untuk memainkan beberapa permainan. “Aku ambil baju dulu ya” kata ssica. “Aku juga” ucap sooyoung lalu menyusul ssica.

Suasana jadi hening. Hanya ada suara jari beradu dengan keyboard saat kyuhyun asik bermain game. “Kenapa semua jadi serumit ini ya?” ucap donghae pada dirinya sendiri sambil memijit-mijit kepalanya. Dia sadar, semua yang terjadi adalah tanggung jawabnya, seperti yang telah ditugaskan leeteuk padanya.

Kyuhyun tidak menjawab. Antara pura-pura tidak mendengar dan asik dengan game-nya atau memang tidak mau menjawab.

“Apa saja yang akan kita lakukan di pantai?” tanya sooyoung tiba-tiba. Dia dan ssica kembali lagi ke kamar donghae, membawa sebuah tas berisi pakaian, handphone, uang, dan tentu saja cemilan.

“Molla. Berenang? Bermain-main? Kita sangat butuh refreshing!” ucap donghae. “Kita lupakan saja semuanya. Anggap saja kita semua hanya sahabat. Tidak ada masalah. Tidak ada pertengkaran” ujar Ssica.

“Masalah percintaan itu berbahaya ya. Efeknya pada persahabatan kita terlalu parah” ucap Kyuhyun yang sudah me-shut down komputer donghae. Yang lainnya terdiam. Menyetujui di dalam hati.

“Nah, aku akan mengambil pakaian ganti dulu. Abis itu kita berangkat saja” kata kyuhyun, melangkah ke kamarnya. Donghae juga mengambil pakaiannya di dalam kamarnya.

Sesaat kemudian, Kyuhyun sudah kembali ke kamar donghae disusul donghae yang keluar. “Nah, kkaja! Kita berangkat sekarang” ajak Sooyoung.

Selama di jalan, mereka mengobrol seperti biasa, walaupun sedikit canggung. Kyuhyun menghindar berbicara dengan sooyoung. Sedangkan Ssica menghindar berbicara dengan donghae, walaupun donghae terus mengajaknya bicara.

“Wah, sepi sekali” ujar ssica. Jelas saja. Pantai disini memang jarang diminati, karena tidak ada wahana apapun disini. Walau begitu, pantai ini bersih dan indah. Dengan tidak adanya wahana apapun disini, membuat keindahan alami pantai ini semakin terlihat.

“Berenang! Berenang!” seru Kyuhyun, cepat melepas kaosnya. Dia sudah memakai celana renang dari rumah. Begitu juga dengan Donghae. Mereka langsung berhambur ke lautan biru jernih dengan ombak yang tenang dan segar.

“Ayo, soo. Kita ganti baju dulu” ajak ssica. Dia dan sooyoung menghilang ke toilet umum kecil di pojok pantai.

“Mana mereka?” ujar donghae melihat sooyoung dan ssica yang sudah tidak di tempat mereka. “Ganti baju mungkin” jawab kyuhyun. “Nah, itu mere…”

Kyuhyun POV

“Nah, itu mere…” kata-kataku terpotong melihat Sooyoung yang baru kekluar dari ruang ganti dan menghampiri kami. Dia… wow! Cantik! Cantik sekali! Rambutnya sudah bertambah panjang sepertinya. Dia ikat rambutnya, menampilkan tengkuknya. Dengan tanktop yang tidak menutupi perutnya, dan hotpants pendek yang membiarkan pahanya dan kakinya yang jenjang itu terlihat jelas.

Sooyoung benar-benar membuatku terpesona. Aku terus memandanginya seakan-akan memujanya. Ah, aku memang memujanya.

“Oppa, kenapa?” ucapnya, menjentikkan jarinya di depan wajahku. “Eh.. annio. Kau… cantik sekali” ucapku jujur. Habis, untuk apa berbohong? Kulihat wajahnya tersipu, membuatnya semakin manis. “Eeh… gomawoyo” katanya pelan.

Aku menariknya membuatnya tercebur juga ke laut yang dalamnya hanya selutut kami. “Wah, segar” gumamnya. Melihatnya manis seperti ini, emmbuatku luluh dan sejenak lupa akan kemarahanku padanya.

Donghae POV

“maaf menunggu lama” ujar jessica, yang baru keluar dari WC. “Gwencha…” aku tertegun. melongo dan terpesona melihatnya. Rambut pirang yang biasa dia gerai dia ikat ke samping. Dia hanya memakai bra dan hotpants, menampilkan lekuk tubuhnya yang indah. Aku melihantnya. Dari atas sampai bawah. Perfect. Tidak ada cela.

Aku bahkan mengalihkan pandanganku dari sooyoung, yang kuakui sangat cantik untuk bengon lenatap jessica. “Kau.. cantik sekali” ucapku masih terpesona. “Gomawoyo” katanya sambil tersipu. Aigoo… ingin sekali kupeluk tubuhnya itu!

Tapi tiba-tiba… segerombol, ehm tidak segerombol juga sih. Hanya 5. 5 namja dengan badan tinggi dan kekar mendatangi kami. Mereka ini sepertinya perampok. Cepat kutarik ssica mundur di belakangku dan kulihat Kyu juga sudah menarik sooyoung.

“Mau apa kalian?” seruku. Sebenarnya, aku takut juga sih dengan mereka ini. Tapi, demi apapun, akan kulindungi teman-temanku! Mereka diam, tidak menjawab.

Salah satu dari mereka mendorongku. Seperti kertas yang tertiup angin, aku langsung tumbang. Kekuatannya 10 x lipatku. Tapi, aku langsung bangkit melihatnya hendak menarik Jessica. “Lepaskan dia!” seruku. Kulirik sedikit dan Kyuhyun juga sedang mati-matian melindungi sooyoung.

“Berengsek!” seru Kyuhyun, menendang salah satu dari mereka. Tapi, kyuhyun jauh lebih lemah. Dengan cepat dia dibalas dan ditonjok. Ditendang dan dipukul hingga hidungnya mengeluarkan darah dan mulutnya memuntahkan segumpal gelap darah. “Oppa!!” seru sooyoung histeris.

Keadaanku pun tidak lebih bagus dari itu. Jessica ditahan oleh salah seorang dari mereka. Aku berusaha melepaskan diri dari cengkraman namja yang menahanku itu, tapi sia-sia. Dia sangat kuat. Alhasil, sementara aku tak bisa melawan, namja yang lain menonjok perutku, membuat segumpal darah kuludahi mengenainya.

“Sialan!” serunya mengutukiku, sambil menendangku dengan lututnya, menamparku dan akhirnya membanting tubuhku yang berlumuran darah ke pasir.

“Ayo, cepat!” seru si namja, membawa Sooyoung dan Ssica ke mobil jip mereka, lalu kabur.

Author POV

“Berengsek! @$#!*#&*!” seru Kyuhyun marah, bangkit dan mengejar-ngejar jip itu walaupun dengan kondisi yang sama parahnya dengan donghae. Tidak ada gunanya. Kyuhyun akhirnya terjatuh dengan langkah terseok-seok.

“Hyung, apa yang harus kita lakukan?” tanyanya dengan terengah-engah. “Molla” ucap donghae pasrah.

—–

Mereka berdiam merenung di kamar donghae. Donghae sudah melaporkan semuanya ke polisi dan jawaban polisi hanya “Masih dalam proses” sedangkan teman-teman mereka… tidak 1pun dari mereka mengangkat telfon yang membuat kyuhyun menyumpah-nyumpah.

Krrriiiiinngg! Telepon di kamar donghae berbunyi. “Yeoboseyo?” ucap donghae sambil mengangkat teleponnya. Wajahnya langsung berubah ke ekspresi ngeri. Kyuhyun penasaran dan mendekatkan telinganya, berharap dia bisa mendengar juga.

“…. tunggu di gedung tua dekat pantai. Jangan bawa polisi” hanya itu kata-kata yang bisa Kyuhyun dengar. “Wae, hyung?” tanya Kyuhyun.

“Mereka… menyuruh kita datang ke gedung tua di dekat pantai. Kita tidak boleh membawa polisi atau sooyoung dan ssica akan… entah apa yang akan mereka lakukan” kata donghae lelah. “kalau begitu, tunggu apa lagi!” seru kyuhyun.

“Jangan gegabah, cho kyuhyun! Keadaan kita masih begini. Ini sama saja bunuh diri” jelas donghae, menarik kyuhyun yang sudah hendak pergi. “Tapi.. sooyoung.. dan ssica?” seru kyuhyun. Dia menyentakkan tangannya dan pergi. “Kyu! Chakkaman! ah, dasar babo!” seru Donghae, mengejar temannya itu.

Donghae dan Kyuhyun berlari menuju gedung tua itu. Padahal, keadaan mereka masih babak belur begitu. “Dimana sih gedung tua itu?” ujar Kyuhyun, mencari-cari gedung yang dimaksud.

“Apa yang itu?” tunjuk donghae pada sebuah gedung yang dulunya bekas perkantoran yang sudah lumayan bobrok dan letaknya agak tersembunyi. Kyuhyun mengangguk setuju dan mereka berdua melangkah memasuki gedung tua itu.

Mereka mencari di sekeliling ruangan, dan akhirnya menemukan Sooyoung dan Ssica disekap di sebuah ruangan di lantai 3. “Sebentar, Kyu” tahan donghae. Dia mengambil sebatang kayu yang tersender di dinding. “Pakai ini saja” ucap Kyuhyun, mengambil pipa besi di sebelahnya.

Mereka mengendap-endap di belakang 5 namja itu lalu.. BRAKK! BRUKK! JEDUGG!! (?) mereka memukul kepala namja-namja itu dengan senjata ala kadar mereka. Alhasil, ke-5 namja itu pingsan.

“Sooyoung!” panggil kyuhyun, melepas ikatan sooyoung, sementara donghae melepas ikatan ssica. “Oppa!” ssica dan sooyoung memeluk pahlawan mereka masing-masing. “Ayo, pergi” ucap donghae.

Tapi, kaki ssica ditahan oleh seorang namja. “Jangan harap kau lolos begitu saja!” katanya lalu bangkit lagi. Salah satunya juga bangun lagi sambil menggosok-gosok kepalanya.

“Ssica, berdiri di belakangku!” seru donghae menarik ssica. “Soo…” tapi sooyoung sudah keburu maju. Naluri petarung (?) nya muncul. Dia mengambil pipa besi yang dipakai kyuhyun tadi. “rasakan ini, dasar makhluk jelek!” seru Sooyoung sambil memukul punggung namja itu dengan pipa besi dengan kekuatan penuh.

“Sooyoung, awas!” Kyuhyun menendang seorang namja yang berada di belakang sooyoung. Donghae juga membantu menonjok namja itu. Untung hanya 2 yang sadar dan yang lainnya masih pingsan.

Seorang namja hendak menyerang kyuhyun, tapi ditahan tangannya oleh sooyoung “Jangan-pernah-mencoba-menyakiti-namja-chinguku!” seru sooyoung murka sambil memelintir tangan namja itu menghasilkan bunyi KRAKK! tulang yang patah.

“Cih! Dasar bocah! Cinta monyet saja belagu!” seru salah satunya lagi yang baru saja sadar, bergabung dengan teman-temannya.

“ENAK SAJA! BUKAN CINTA MONYET TAU! AKU BENAR-BENAR MENCINTAINYA!!” seru Kyuhyun, Sooyoung, Donghae, dan Ssica BERSAMAAN! Sambil Kyu menunjuk Soo, Hae menunjuk Ssica dan Sica menunjuk Hae. Mereka tertegun sendiri melihat kejadian itu.

“Ah, yasudah. Tugas kami cukup sampai disini. Ini!” seru si namja yang baru sadar, memberikan segulung perban untuk donghae. “Cinta kalian kuat loh. Jangan disia-siakan hanya gara-gara salah paham. Nah, aku harus mengurusi mereka yang lain gara-gara kalian” ucapnya lagi, membuat yang lainnya melongo.

“Sana , pergi! Berkencan kek, apa kek. Tunggu apa lagi kau disini?” ujar namja itu melihat mereka ber-4 hanya diam mematung. “Ta,tapi…” “Kalian mau kami culik lagi?” uujar namja lainnya. Mereka ber-4 menggeleng cepat. “yasuda, sana pergi” usir namja itu.

Mereka ber-4 keluar dari gedung tua itu dengan bingung. “Apa maksud mereka sih?” tanya Sica. “Molla. Tapi, yasudahlah. Yang penting kita semua selamat” ujar Kyuhyun.

“Nde. Apa oppa tidak apa-apa?” tanya ssica,mengelus pipi donghae yang memar-memar. Donghae menggenggam tangan ssica. “Gwenchana. selama kau tidak apa-apa” kata donghae sambil tersenyum, yang membuat pipi sica bersemu merah.

“Kau keren tadi” ucap Kyuhyun pada sooyoung. “Oh ya? Aku pikir aku terlalu… ngg, arogan saat memukulnya” kata sooyoung. “Memang” ucap Kyuhyun dibalas delikan sooyoung

“Aku suka saat kau bilang aku ini namja chingumu.” kata Kyuhyun, sekarang dia menatap sooyoung. “Tapi, memang kan?” ucap sooyoung. “Nde. Soo.. ada yang ingin kutanyakan” kata Kyuhyun. “Tanyakan saja”

“Apa kau… dan donghae berciuman?” tanya Kyuhyun ragu. Dia mencertakan kejadian yang ssica ceritakan dan juga saat dia mencium donghae di depan Kyuhyun. Mata sooyoung membelalak. “Mwo?? Jadi kita semua begini karena kesalahpahaman itu?” seru sooyoung.

“dengar!” katanya, yang membuat donghae dan ssica juga ikut mendengarkan. “Saat di depan apartemen itu, dia tidak menciumku kok. Hal yang donghae oppa lakukan cuma meniupi mataku yang kelilipan. Lalu, yang di apartemen, aku hanya… pura-pua menciumnya, supaya yah… kau cemburu” terang sooyoung.

“Syukurlah” ujar Kyuhyun. “Karena yang boleh menciummu hanya aku” lanjut Kyuhyun sambil nyengir.

“Jadi, oppa tidak pernah mencium Sooyoung?” tanya Sica. Dengan mantap, Donghae mengangguk. “Mianhae, oppa” kata Sica. “Gwenchana, Sica-ah. Apa.. kau bisa menerimaku lagi?” tanya donghae penuh harap.

“Hm, kan oppa yang sudah berjanji, akan memohon sendiri padaku saat kau sudah siap” kata Sica. Donghae mengangguk. Dia berlutut di depan Sica “Sekarang aku yakin, aku sudah siap. Ssica. Jessica Jung, saranghae. Jeongmal. Bolehkah aku, menjadi namja chingumu?” tanya donghae.

Ssica tersenyum. Dia menarik donghae untuk berdiri. Dia mengangkat kepala donghae dengan meletakan tangannya di pipinya “Na do saranghae oppa” katanya sambil memeluk donghae.

“Ehem, aku tidak ingin mengganggu, tapi bagaimana dengan changmin dan yoona?” tanya sooyoung. “Aku YAKIN mereka pasti sudah tau masalah ini. Mereka pergi untuk menyelesaikan semuanya kan?” ujar donghae.

“Hei… apa mungkin mereka yang merencanakan penculikan ini?” cetus Kyuhyun. “Ah, tidak mungkin. Masa mereka menggunakan cara beresiko seperti ini?” ucap Jessica disambut anggukan yang lain.

Sementara itu…

“Yeah! Kita berhasil!” ucap Yoona. Dia,changmin, minho, dan taeyeon melakukan tos “Jjang!” ucap mereka. “Nah, kalau begini, semuanya kan sudah diluruskan” kata Taeyeon lega.

“Nde. Aku senang kita sudah tidak ada masalah lagi” ucap Changmin sambil tersenyum.

-TBC-

Apa benar yang dikatakan changmin, dengan selesainya masalah ini, sudah tidak akan ada masalah lagi?

Wait in part 9! 😀

Advertisements
Comments
  1. olive says:

    pendek bnget author –” .
    wkwk .
    kereeen cerita ny .
    lanjutkan thor ! author hwaitting (y) !

  2. 93fanny says:

    IH WOW *ikut gaya krystal onnie*
    wkwk
    gw kira apaan coba — tuh penculik bae amet ye
    wkwk, lanjut thhor !

  3. hyorim says:

    aish..
    saia telat rupana..
    finally! mreka ta lagi marahan..
    tapi jd pensaran bakal ada konflik apa selanjutnya..
    hahahha

    ngkak q baca nagian donge-kyu2 yang bayangin pasangan mreka masing2..
    dasar dua orang mesum..hhahah

    lanjut author..
    jagan lama2 kburu pnasaran..lol

  4. yuanitajanuari says:

    akhirnya selesai juga masalahanya
    dan ini masih TBC toh thor ?
    berarti masih ada konflik yang lain lagi dong
    seru seru

    tapi plan B nya bener bener, beresiko banget
    untung ga ada yang kenapa kenapa

    lanjut thor

  5. cubbiebie says:

    Ahahahhaha. Apa ya..
    Jangan jangan masalha lagii antara tae ma leeteuk apa minho yang tiba2 suka ma taeng.
    *ngarang.
    Reader sok tau.hahahahha

    Lucu part yang kyu ama donghe ngeliat soo aama sisca keluar dari ruang gantti.
    Untyung mikirnya g yadong.hahahah

    Lanjudddd

  6. cubbiebie says:

    ‎​Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡ beloom 17 ternyata..
    Baguss dunn, kreatip masi muda udaa pinter bikin ff yg menarik.
    Aku sudah tua baru bikin ff. (Memelaszz)
    Hahahhahahahah

    Okee lahhh^^

  7. wellypombob says:

    widii keren . wkwk
    pntai An Chol ? bersih ? wkwk .
    kalo bneran si amazing . wkwk .
    pntai An Chol mksa bnget thor . wkwkw .
    nica lahh ,

  8. wellypombob says:

    ie . bersih , sepi . wkwk .
    kalo ancol sepi sih amazing . wkwkwk .
    go go go , hwaiting ! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s