Friendship Remedy (part 6)

Posted: February 5, 2011 in Friendship, Romance
Tags: , , , , , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

PLAK! Dengan wajah merah karena marah dan mata yang berkaca-kaca, Yoona menampar changmin. Jessica dan Changmin terkejut. Saking terkejutnya sampai mereka hanya diam membatu.

“Yoong, ke.. kenapa sih?” tanya changmin bingung. “Kau pembohong! Bodohnya aku mempercayaimu!” seru Yoona yang mulai menangis. Dia berlari pergi. “Yoona, chakkaman!” seru changmin sambil berlari menyusul Yoona.

Jessica berdiri di tengah kerumunan orang yang sudah mulai bubar. Dia melongo, bingung dengan penyebab Yoona menampar changmin tadi. Jangan-jangan, gara-gara dia?

Jessica POV

Aku akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemen. Dan, di depan kamarku, sudah ada donghae berdiri menungguku.

“Jessica…” panggilnya, tapi tidak kuhiraukan. “Kau tadi kemana sih? Kok tidak balik lagi?” tanyanya sambil menggenggam tanganku.

“Lepaskan.” kataku dingin sambil menyentakkan tangannya. Dia tampak terkejut dan melepaskan tanganku. “Kau kenapa sih?” tanyanya innocent.

Oke, aku tau memang dari awal kalau dia tidak pernah mencintaiku. Tapi, aku ini sudah berkorban untuknya, tak bisakah dia.. setidaknya mencoba untuk mencintaiku?

“Aku… kurasa hubungan kita tak perlu dilanjutkan.” kataku, berusaha keras membendung air mataku. Sial… kenapa aku begitu mencintai namja ini?

“Mwo?? Tapi… kenapa?” tanyanya, entahlah.. dia terlihat… terluka. “Ini semua tidak ada gunanya. Seberapa lamapun aku menunggu, tidak ada gunanya. perasaanmu itu hanya untuk sooyoung.” ucapku, hampir menjerit.

“Apa maksudmu?” tanyanya bingung. “Apa.. kau melihat tadi, aku dan sooyoung…”

“Nde. Aku melihatnya! Melihat semuanya! Mianhae, tapi seberapa sabar pun aku menunggumu, penantianku ini sia-sia. Aku juga punya perasaan tau!” seruku, kali ini benar-benar menjerit, mengeluarkan semua luapan emosiku.

Donghae hanya menunduk. Tapi, dia mencengkeram tanganku. “Lepaskan!” seruku, tapi dia tidak meresponnya. “Aku… mianhae.” katanya, masih menunduk. Aku terdiam, cengkramannya melemah dan aku langsung menyentakkan tanganku lalu pergi.

Kyuhyun POV

Ah, lelahnya. Hari minggu seperti ini, bukannya berduaan dengan sooyoung, malah harus pemotretan. Aku melangkah menuju kamar sooyoung, tapi langkahku terhenti melihat Jessica dan Donghae yang berduaan. Bukannya mau menguping, tidak kok. jeongmal! Tapi, percakapan mereka terdengar sangat jelas.

“Ini semua tidak ada gunanya. Seberapa lamapun aku menunggu, tidak ada gunanya. perasaanmu itu hanya untuk sooyoung.” ucap Jessica setengah menjerit.

Oke, ini tandanya aku harus mendengarkan, karena sooyoung dibawa-bawa dalam percakapan mereka. “Apa.. kau melihat tadi, aku dan sooyoung…” tanya donghae. Dia dan sooyoung? Ngapain??

“Nde. Aku melihatnya! Melihat semuanya! Mianhae, tapi seberapa sabar pun aku menunggumu, penantianku ini sia-sia. Aku juga punya perasaan tau!” seru Jessica.

Sebenarnya apa yang dilakukan sooyoung dan donghae sampai membuat jessica semarah itu? Yang pasti, sesuatu yang pasti akan membuatku panas juga!

Aku bahkan tidak sadar aku sudah mengepalkan tanganku. Rasanya, aku sedikit, ah annio… sangat kesal. Apa sih yang telah diperbuat sooyoung dengan donghae? Yaa… aku cemburu!

BRUK! Seseorang menabrakku. Aku menoleh dan melihat Yoona lah yang menabrakku. Dia sesenggukan dan matanya sembab, dua ciri-ciri yang membuktikan dia habis menangis.

“Yoona-ah, kau kenapa?” tanyaku, kekesalanku kutahan melihatnya menangis di depanku. Kelemahanku ini adalah melihat seorang yeoja menangis.

“Changmin oppa… dia…” dia menceritakan semuanya padaku. “Aku dan dia sedang ada masalah. Dia berkata akan melakukan apapun supaya aku memaafkannya. Dia bilang dia akan mempersembahkan sebuah lagu lewat permainan biolanya untukku”

“Tapi.. tadi kulihat, dia memainkan sebuah lagu yang sangat kusukai. Lagu tentang indahnya cinta, yang dia persembahkan bukan untukku.”

“Tapi, untuk Jessica onnie.” ucapnya, membuatku cukup terkejut. Dia mulai menangis lagi. Aku memeluknya, untuk menenangkannya. Sahabat yang paling dekat denganku, yah kecuali sooyoung, adalah yoona.

“Oppa…” panggilnya setelah 10 menit menangis dalam pelukanku. “Nde?” tanyaku, melepaskan pelukanku. “Maukah.. kau membantuku?” tanyanya setengah memohon.

Aku mengangkat alisku “membantu apa? Tentu aku mau!” ucapku. “Begini.. bagaimana kalau kita…” dia membisikan rencananya. Aku ragu sejenak, tapi kupikir rencananya juga bisa membantu masalahku. AKhirnya aku mengangguk “Arasso” jawabku sambil tersenyum.

Sooyoung POV

Aku keluar dari kamarku, hendak ke kamar Taeyeon onnie untuk memintanya memasak untukku. Aku melihat Jessica berlari melewatiku dan di belakangnya donghae berdiri sambil menunduk. Pasti mereka sedang ada masalah. Tebakku sok tau.

Aku melihat Kyuhyun oppa di seberang. Aku hendak menghampirinya, tapi, kulihat dari belakang Yoona datang dan menabraknya.

Mereka mengobrol sebentar, lalu kulihat… Kyuhyun memeluknya. Mendekapnya dengan erat selama kurang lebih 10 menit.

Hm, aku tau mereka memang cukup dekat. Yang kutau mereka hanya sebatas sahabat. Tapi, aku belum pernah melihat Kyuhyun oppa memeluk orang lain begitu eratnya. Seakan-akan tidak mau melepasnya dan ingin selalu menjaganya.

Sama seperti saat dia memelukku.

Apa ini? Rasanya aku kesal, marah. Apa aku cemburu? Sooyoung babo! Tentu saja aku cemburu, melihat pacarku memeluk yeoja lain!

“Sooyoung. Hei, sooyoung!” panggil donghae sambil menjetikan jarinya di depan wajahku. “Eeh?” jawabku, tapi tidak mengalihkan pandanganku dari Kyuhyun.

“Kau lihat apa sih? Bengong di tengah jalan seperti itu” kata donghae, mengikuti arah pandanganku. Dia mengangkat alisnya melihat pemandangan yang sama dengan yang kulihat itu.

“Kyu…hyun? Yoona?” ucapnya terkejut. Aku berusaha menyembunyikan rasa sedihku. Karena sepertinya, rasa sedih itu sudah berubah menjadi rasa marah.

Kyuhyun melihat ke arahku. Dia kelihatan terkejut. Aku membalas perbuatannya itu. Aku menarik donghae oppa dan menciumnya.

Tidak benar-benar menciumnya kok. Hanya mendekatkan wajah saja supaya ‘dikira’ aku menciumnya. Kyuhyun terlihat sangat terkejut. Terlihat dari wajahnya yang bengong dan mulutnya yang terbuka lebar. Ha! Rasakan, Cho Kyuhyun!

Changmin POV

Aku berlari mengejar Yoona yang masuk ke apartemen. Tapi, yang kulihat apa? Dia berpelukan dengan Kyuhyun. Aku jadi berpikir, mungkinkah dia tadi pura-pura marah? Seakan aku yang salah, jadi dia bisa bersama dengan Kyuhyun? Apa perasaannya padaku sudah berubah?

hikss… terdengar isak tangis. Aku menoleh dan melihat jessica sedang menangis. Aku mendekatinya. “Ada apa lagi?” tanyaku prihatin. Aku memang tidak sanggup melihat seorang yeoja menangis.

Dia tidak menjawab. Aku mengikuti arah pandangannya dan semakin terkejut. Kulihat Donghae dan Sooyoung sedang berciuman.

Ada apa ini sebenarnya? Sooyoung dan Donghae? Yoona dan Kyuhyun? Argh… aku bingung! Jessica masih sesenggukan. Aku merangkulnya untuk menenangkannya. Bahunya terguncang-guncang.

“Tenanglah… Semua ini pasti akan berakhir dengan bahagia. Pasti!” bisikku pada jessica, mencoba menyemangatinya dan menyemangati diriku sendiri.

Author POV

Dan itulah mereka, berdiri di 3 sudut apartemen yang berbeda, saling berseberangan, dan saling salah paham.

“Eeh… kita ke taman bermain yuk!” ajak Taeyeon semangat pada teman-temannya itu. Mereka hanya mengangguk. Mereka semua masih bingung dengan pemikiran masing-masing.

“Boleh. Kkaja.” ucap Minho, membuat semuanya menengok ke arahnya. “Mwo?” tanyanya bingung saat semua mata tertuju padanya

“Ya! Akhirnya kau semangat lagi!” seru Taeyeon girang. “Ini baru Choi Minho yang kukenal!” seru donghae sambil menepuk punggung Minho. Minho hanya tersenyum simpul

“Sudah saatnya aku bangkit. Seohyun pasti juga sedih melihatku begini.” katanya sambil nyengir. “Nde. bagus sekali” komentar yoona sambil memukul pelan pundak Minho.

Mereka pergi menuju ke taman bermain. Mereka semua, kecuali Taeyeon dan Minho berpura-pura bersenang-senang dan seolah tidak terjadi apa-apa.

“Hm, kok ada yang aneh ya?” tanya Taeyeon dengan tampang detektif. “Eh, aneh apa, onnie?” tanya sooyoung pura-pura tidak mengerti.

“Perasaan.. yang kutau itu, pasangannya adalah Kyuhyun-Sooyoung, Yoona-Changmin, dan Donghae-Ssica deh” kata Taeyeon lagi

Soalnya, Kyuhyun berjalan berdampingan dengan Yoona, Donghae berjalan bersama Sooyoung, sedangkan Changmin bersama Jessica.

“Eeh… ngg..” ucap Yoona gugup. “Hei, ada wahana baru yah! Main yuk, kkaja!” seru Kyuhyun menunjuk ke arah arung jeram, mencoba mengalihkan pembicaraan.

Minho memutar bola matanya “Itu bukan wahana baru, hyung. Itu kan sudah lamaaaa sekali” ucapnya yang dibalas cengiran evil Kyuhyun.

“Yoona-ah, jangan duduk disitu. Nanti kau basah kuyup kalau duduk disitu loh.” ucap Kyuhyun, menarik Yoona saat dia hendak duduk.

“Eeh… iya. Gomawo, kyuhyun oppa” ucap Yoona sambil tersenyum manis dan melirik ke changmin.

Akhirnya, mereka mulai bermain arung jeram. “Aaaaa” seru Sooyoung dengan suara cemprengnya saat tubuhnya basah terguyur air. Spontan, Kyuhyun mencondongkan badannya, mendengar seruan Sooyoung.

“Kekekeke” Donghae tertawa mengejek sooyoung. “Ih, oppa! Jahat sekali malah ditertawakan!” seru Sooyoung, menekuk bibirnya

“Mianhae, sooyoung-ah. Abis lucu sekali” kata Donghae masih cengengesan. Kyuhyun menatap tajam mereka berdua, sedangkan Jessica menatap mereka dengan tatapan sendu.

“Taeyeon noona…” bisik Minho memanggil Taeyeon, setelah mereka selesai bermain arung jeram. “Wae, minho-ah?” tanya Taeyeon, mendekat pada Minho.

“Kok.. mereka semua ini aneh ya?” tanya Minho curiga. Taeyeon mengangguk “Pasti ada yang salah. Kenapa pasangannya jadi tertukar begini yah?” ujar Taeyeon. Minho hanya mengangkat pundaknya, pertanda dia sendiri juga tidak mengerti.

“Nahhh, kita wajib naik yang satu ini” kata Changmin, menunjuk ke arah roller coaster. “eeh? Entahlah oppa. aku takut.” ujar Jessica. Donghae sudah membuka mulutnya untuk berbicara, tapi kemudian menutupnya lagi.

“Jangan takut. Kalau kau takut, pejamkan saja matamu dan peluk aku.” kata changmin sambil tersenyum. Senyum polos dan imut, mengeluarkan aegyo-nya.

Yoona mendengus kesal. “Wae, yoona-ah?” tanya Kyuhyun sambil berbisik. “Changmin oppa… mengatakan hal itu juga saat aku takut masuk rumah hantu bersamanya” jawab yoona yang juga berbisik. Kyuhyun mengangguk-angguk.

“Nah, tunggu apa lagi! Ayo main!” seru sooyoung bersemangat sambil berlari ke arah wahana roller coaster. Saking bersemangatnya, dia sampai tersandung.

“Aaaaa” serunya saat mulai kehilangan keseimbangan. “Awas!” seru Kyuhyun sambil menahan Sooyoung supaya dia tidak jatuh.

“eeh… gomawo” kata sooyoung malu-malu. Cepat-cepat Kyuhyun melepaskannya, yang membuat sooyoung sedikit kecewa.

“Hati-hati, dasar babo” ucap Kyuhyun tanpa melihat sooyoung. Biasanya, sooyoung pasti akan membalas dengan kata-kata yang jauh lebih kejam, tapi kali ini dia diam saja.

“Aduh, aku takut..” ujar jessica, menatap ngeri pada jalur kereta yang melingkar naik turun di depannya. “Tenang, jangan takut.” ucap Changmin, memberikan senyum termanisnya sambil melihat yoona yang duduk di depannya bersama kyuhyun.

“Yuuhuuu… ini pati seru!” ujar sooyoung merentangkan tangannya. Donghae yang duduk di sebelahnya hanya berdecak.

“Minho-ah, ini sungguh aneh!” bisik Taeyeon yang duduk paling belakang. Minho mengangguk, menyadari ada yang disembunyikan mereka semua.

“AAAAAA” “Yuhuuuu” “Wooooaaaa” “Kyaaaaa” “Wiiiiiiii” bermacam-macam bunyi teriakan terdengar saat kereta roller coaster mereka melaju kencang di atas rel.

Mulai dari Jessica dan Yoona yang berteriak histeris karena ketakutan, begitu juga dengan kyuhyun dan taeyeon. Sooyoung dan Changmin yang berteriak karena bersemangat dan menganggapnya seru, serta Minho yang tidak berteriak SAMA SEKALI.

“Aduh Tuhan aduh Tuhan aduh Tuhan” gumam Yoona, yang duduk paling depan berkali-kali, saat kereta melaju naik dan pada puncaknya akan melaju turun dengan kecepatan yang bisa membuat orang sakit jantung meninggal seketika (Ih author serem amat –a)

Yoona POV

“Aduh Tuhan aduh Tuhan aduh Tuhan” gumamku berkali-kali. Saat roller coaster, bagian inilah yang paling kubenci. Rasanya seakan-akan perutku teraduk-aduk, hendak mengeluarkan semangkuk bubur yang tadi pagi kumakan.

Dan.. jeng jeng… inilah puncak roller coaster itu, puncak ketakutanku. Aku sudah mengeluarkan keringat dingin. Lalu, tiba-tiba ada sepasang tangan yang menutup mataku. Tangan itu hangat, tangan itu juga mengusap kepalaku dengan lembut, membuat ketakutanku sedikit berkurang.

“Waaaaaaa” yang lainnya berteriak, yang termasuk juga aku saat kereta menukik turun dengan cepat. Tangan itu masih menutup mataku, menjadi sumber ketenanganku. Akhirnya, tangan itu melepaskanku. Kutengok Kyuhyun oppa, dia menutup mukanya sendiri dan tangannya gemetaran. Tak mungkin dia yang menutup mataku.

“Ahhh… akhirnya selesai juga” ucap Jessica onnie lemas saat akhirnya kami semua turun dari wahana menyeramkan itu.

“Eeh… ini ada foto-foto kita loh!” ucap Taeyeon onnie bersemangat. Kami semua langsung menghambur ke counter foto, memohon agar semua foto kami dicetak, geli sendiri membayangkan ekspresi aneh kami.

“Oke. Yang bagus ekspresinya hanya sooyoung, changmin, dan minho.” ucap donghae, mengernyit melihat tampangnya yang memejamkan mata, seperti anak TK yang takut pada badut.

Sooyoung, tertawa dengan gembira, Changmin, mulutnya terbuka lebar sambil tersenyum bahagia, sedangkan Minho, tampangnya tenang-tenang saja, cool sekali.

“Eeh… itu.. tangan changmin oppa?” tanyaku tertegun, melihat Changmin yang tertawa bahagia menutup mataku dengan kedua tangannya.

Changmin mengangguk dengan canggung. “Ngg… aku kan sudah terbiasa melakukan itu” katanya. Memang, saat aku takut memasuki rumah hantu, atau saat bermain wahana menyeramkan seperti ini, Changmin oppa selalu menutup mataku dan membisikkan “jangan takut, ada aku, peluk saja aku”

Tapi, masa di saat ada perselisihan seperti ini, dia masih saja….?

“Yoona, aku ingin bicara denganmu. Berdua saja” katanya sambil menarik tanganku dan membawaku pergi berpisah dari yang lainnya yang hanya menatap kami heran. Aku menengok ke arah Kyu oppa, tapi dia hanya mengangkat pundaknya.

“Awww… sakit, oppa. Lepaskan!” keluhku. Dia mencengkram tanganku terlalu kuat. “Mianhae” gumamnya, melemahkan cengkramannya.

“Kau mau bicara apa?” tanyaku dongin, padahal aku penasaran juga. Dia terdiam sejenak, mungkin mencoba merangkai kata-kata.

“Kau… apa hubunganmu dengan kyuhyun?” tanyanya serius. Aku mengangkat sebelah alisku “Memangnya kenapa?” tanyaku balik.

“Memangnya kenapa?!” serunya tak percaya. “Aku ini namja chingumu tau!” ucapnya. “Lalu?” tanyaku, mencoba mengujinya.

“Kau….” ucapnya, memberikan tatapan tidak percaya padaku. “Jadi, kau sudah tidak mecintaiku lagi? Rupanya Kyuhyun sudah menggantikan posisiku ya? Tak kusangka, kau mudah sekali berganti hati. Ternyata kau serendah itu” cibirnya.

Aku tak tahan mendengarnya, jadi.. PLAKK! Aku menamparnya. Sudah 2 kali aku menamparnya, dan dia tampak sangat terkejut.

“Kau sendiri?! Hanya membual dan memberikan janji kosong! Katanya mau mempersembahkan sebuah lagu untukku, sebagai permintaan maafmu! Tapi, apa? Kau justru mempersembahkan lagu itu untuk ssica onnie. Bahkan, kau berkata padanya untuk memelukmu saja kalau dia takut seperti…” seruku emosi

“Seperti… yang selalu kau katakan padaku.” tambahku dengan lirih. Dia benar-benar terkejut. Matanya membesar dan mulutnya melongo. Kalau tidak di saat seperti ini, aku pasti menganggapnya lucu.

“Kau ini bicara apa sih? Kau hanya salah paham tau” ucapnya, mencengkram bahuku pelan, memaksaku menghadap ke arahnya, menatap wajahnya yang mulus, senyumnya yang manis, matanya yang indah.

“Aku hanya menghibur ssica. Dia ada masalah dengan donghae. Dia menangis. Aku tak tega melihatnya. Kau tau kan, aku tak pernah tega melihat seorang yeoja menangis di depanku.” katanya cepat-cepat. Dia menelan ludahnya sebentar, lalu melanjutkan

“Jadi, aku memainkan biola untuknya. Baru setelah itu, aku akan memainkan yang lebih istimewa lagi. Untukmu. Makanya, aku mencarimu, memastikan kau ada untuk mendengarkanku. Tapi, saat aku menemukanmu, kau malah menamparku.” jelasnya sambil menunjuk pipinya yang merah

“Aku mengejarmu, dan malah menemukanmu memeluk kyuhyun. Aku juga melihat ssica di sebelahku, menangis melihat sooyoung dan donghae, yah… entah apa yang mereka lakukan.” ucap changmin mengakhiri penjelasannya.

Aku menunduk, malu pada kelakuanku sendiri. “Mianhae, oppa… Aku… cemburu.” kataku. Matanya menjadi berbinar. “Benarkah?” tanyanya. Aku mengangguk pelan sambil menunduk.

Dia memelukku “Gwenchana. Aku senang kalau kau cemburu. Itu tandanya kau sayang padaku.” katanya. “Kau juga cemburu kan?” tanyaku.

“Annio.” jawabnya mengelak. Aku menatapnya tajam “Eeh.. Ye. Sedikit” katanya. Aku masih menatapnya tajam. “Nde. Aku memang cemburu. Sangat cemburu! Saat yoona-ku dipeluk oleh namja lain” katanya akhirnya.

Aku tersenyum. “Ngomong-ngomong, soal Sooyoung-Kyuhyun, Jessica-Donghae bagaimana?” tanyaku berubah serius. Dia mengerutkan keningnya. “Molla. Aku hanya tau, Jessica sepertinya juga cemburu saat sooyoung dan donghae, entahlah… berciuman?”

Aku mengangguk “Aku dan Kyu oppa berpura-pura dekat. Ehm, sebenarnya sih untuk memanas-manasimu, dan juga memanas-manasi sooyoung onnie.” kataku, membuka kedokku dan Kyuhyun oppa.

“Kita harus meluruskan masalah ini” katanya serius. Aku mengangguk setuju. Keadaan seperti ini bisa membahayakan persahabatan kami.

“Begini saja, kau tetap dekati Kyuhyun, dan aku tetap bersama Jessica.” ucapnya. “Eeh? Wae-yo?” tanyaku bingung. “Hmm.. ini bagian dari rencana. Jadi begini….”

Dia menjelaskan rencananya padaku. Aku manggut-manggut mengerti. Rencananya cukup bagus. “Tapi, jangan terlalu dekat pada ssica onnie, arasso?” ucapku sambil menatapnya tajam.

Dia tersenyum geli. “Arasso. Kau juga. Kyuhyun itu kan playboy.” ucap Changmin oppa sambil mencubit pelan hidungku. Senangnya… Aku dan dia bisa berbaikan lagi. Rasanya hampa kalau aku tidak bersamanya. Rasanya ada bagian diriku yang hilang. Changmin oppa memang sudah menjadi bagian dari diriku sendiri.

“Nah, yoong-minnie hwaitting!” seru kami bersamaan. Yosh, misi baru dimulai! Untuk memperbaiki 2 hubungan yang rusak, supaya mereka bisa berpeluka bersama lagi, seperti kami.

Dukung kami ya, supaya keadaan kembali seperti semula. Penasaran apa rencana kami? Lihat saja di part 7… kekeke

TBC

Apa ya rencananya changmin?

Apa mereka akan berhasil?

Bagaimana dengan Haesica?

Wait in part 7 and.. don’t forget to comment.. soalnya author lanjutinnya kalo udah pada comment.. kekeke

Advertisements
Comments
  1. hyorim says:

    huahahahhahahahhahahha
    ribet dah
    smuanya pada ganti pasangan
    saia suka kalo smuanya jadi ribet begini
    ahahhahah

    mmm
    si yoong sama min mau ngapain bnernya??
    lanjut ASAP author
    pnsaran..hehehhe

  2. SNSDFanFic says:

    ^^ Ceritanya bagus banget..

    Aku suka semua pairing-nya.. 😀

  3. wellypombob says:

    wah author . jadi seru ni .
    kekeke ~
    lnjut yak , jngan ngaret . kekeke

  4. olive says:

    author pokok ny mesti lanjutin .
    jngan lama’ y !
    wkwk .

  5. wellypombob says:

    wkwkw . inget aje luu . kwkwkw .
    ah lnjutkan sajalah ,

  6. youngstertastic says:

    eh thor . jahat lu kga ksi tau gw ..
    hrus ny kan u ksi tau klo yg ke 6 udh keluar ..
    author ny gembel nihh .. wkwkwk
    lanjut yah .. GAPAKELAMA !

  7. yuanitajanuari says:

    loh kok jadi pada tukeran pasangan semua
    tapi kayaknya yang adem adem aja si soo sama hae deh, mereka cuek banget kekeke ^^ suka sama karakter mereka, mereka berdua malah nikmatin wahananya

    eh rencananya yoona sama minnie apa thor
    lanjuttt

  8. cubbiebie says:

    Yaaa… Saiia ketinggalannn.hahahah
    Jadi tukeran pasangan begitu.hahahah

    Penasaran rencananya changmin ma yoona ap.
    Lanjoood aahhh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s