Friendship Remedy (part 5)

Posted: February 4, 2011 in Friendship, Romance
Tags: , , , , , , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

 

“Seohyun. Dia….”

“Dia kenapa, oppa?” tanya Yoona tak sabar. “Cepat ke rumah sakit. Kkaja!” ajak Taeyeon tanpa menunggu penjelasan donghae.

Mereka berangkat ke rumah sakit dengan panik. “Sebenarnya apa yang dikatakan minho tadi, oppa?” tanya ssica. “Katanya keadaan Seohyun bertambah parah. Jantungnya semakin melemah.” jawab donghae sedih.

“Akhirnya kalian datang juga!” sambut Minho dengan wajah cemas. “Minho-ah, bagaimana keadaan seohyun?” tanya Sooyoung cemas.

“Kata dokter keadaannya semakin parah. Jantungnya semakin melemah.” jawab minho sedih. Matanya sembab dan bengkak karena habis menangis.

Tiba-tiba seorang dokter keluar dari kamar Seohyun, membuat mereka semua mengalihkan perhatian mereka ke dokter itu. “Seo Joohyun-ssi sudah sadar.” umum dokter itu disambut senyum sumringah dan kelegaan yang terpancar jelas di wajah ke-9 orang itu.

“Dia ingin bertemu dengan yang bernama Minho.” tambah dokter itu lagi. Mereka semua memandang Minho. “Eeh.. aku?” tanya Minho heran tapi dia segera bangun dari tempat duduknya untuk masuk ke kamar Seohyun.

Minho POV

Seohyun ingin bertemu denganku? Hanya denganku? Tapi, kenapa? Apa mungkin orang yang ingin dilihatnya pertama kali itu adalah aku?

Dengan penasaran, aku memasuki ruangan seohyun dan menyibak tirai yang menghalangiku masuk untuk menemuinya. Aku melihatnya terbaring lemah, dengan selang infus dan tabung oksigen yang banyak menjalari tubuhnya. Matanya sudah terbuka, seakan dia mengerahkan semua tenaganya hanya untuk membuka matanya itu.

“Seohyun-ah…” panggilku. Tak terasa, aku sudah tidak dapat membendung air mataku lagi, melihat kondisinya yang lemah begini.

Dia tersenyum. Terlihat jelas dari matanya. “Suster, boleh dicopot tabung oksigennya? Tampaknya dia ingin bicara.” kataku pada suster yang siap siaga di belakangku, kalau terjadi sesuatu.

Suster itu ragu sejenak, lalu akhirnya mengangguk dan mencopot tabung oksigen Seohyun. “Oppa…” panggil Seohyun lemah. Aku mendekatinya, berdiri di samping ranjangnya dan menggenggam tangannya. Dingin.

“Wae, seohyunnie?” tanyaku. “Oppa… sa..rang..hae..” katanya tersendat-sendat. Air mata semakin deras membanjiri pipiku. “Na do saranghae. Seohyun, na do saranghae.” kataku lalu menegecup keningnya dengan lembut.

Dia tersenyum dengan lemah, tapi sangat manis. “Oppa, aku senang… perasaanku… bisa tersampaikan.” katanya. Aku mengangguk dan tersenyum

“Aku lelah. Aku.. ingin… tidur…” katanya semakin lemah. “Nde. Tidurlah. Kau butuh banyak istirahat.” ucapku. Dia tersenyum sekali lagi dan akhirnya memejamkan matanya. Tangannya melemas dalam genggamanku.

Piiiiippppp…. bunyi detektor jantung itu mengagetkanku, menampilkan garis lurus yang panjang. Pertanda kalau…. kalau….

“Seohyun-ah!!” panggilku dan mengguncang-guncang tubuhnya. Suster itu segera keluar memanggil dokter.

Aku memeluk Seohyun, membelai rambutnya dengan lembut, lalu mengecup bibirnya pelan. Tuhan, tak bisakah kau memberinya waktu lebih lama? Aku sudah menunggunya untuk 1 bulan. Menunggunya agar aku bisa pergi berdua bersamanya, menghabiskan waktuku bersamanya.

Dokter yang datang menggeserku dengan pelan lalu memeriksa Seohyun. Dia menggeleng sedih, lalu mengambil sebuah alat yang sering kulihat di TV untuk menghidupkan kembali detak jantung seseorang.

Dokter itu mencoba untuk 3 kali, tapi hasilnya nihil. “Mianhamnida. Seo Joohyun-ssi sudah meninggal.” ucap dokter itu yang langsung menghancurkanku. Aku merasa seperti istana pasir di pantai yang hancur lebur oleh deburan ombak. Aku merasa tidak ada lagi yang bisa membangun kembali istana pasir yang sudah hancur itu.

Aku menangis, berteriak, meraung, mengeluarkan semua emosiku. “AAAARRRGGGHHHH” seruku sambil menangis dan berlutut. Tuhan, kenapa kau begitu kejam? Kenapa kau mengambilnya dari sisiku? Kenapa aku terlambat menyadari perasaanku??

Selama setengah jam, kondisiku terus bertahan seperti itu. Dokter dan suster yang berusaha menenangkanku tidak kuhiraukan. Aku terus menangis, mengguncang tubuh Seohyun yang sudah tidak bernyawa, berharap itu akan membuatnya bangun dan berkata kalau dia hanya berpua-pura.

Akhirnya, aku keluar untuk memberitahu yang lain. “Wae, minho-ah?” tanya Sooyoung noona tidak nyaman. Mungkin firasatnya sudah tidak enak melihat kondisiku yang sudah benar-benar parah. Mataku bengkak dan merah, rambutku sudah acak-acakan dan wajahku, aku yakin 100% pasti kelihatan seperti seorang ELF yang habis diludahi satu per satu oleh member super junior.

“Seohyun… Dia sudah… ” aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku, tetapi yang lainnya menatapku, memohon untuk melanjutkannya. Aku menarik napas dalam “dia sudah menjadi malaikat.” kataku akhirnya. Aku tidak sanggup berkata ‘meninggal’, ‘wafat’, atau ‘pergi ke surga’

“Loh… dia kan memang malaikat?” kata sooyoung polos. Tapi, tidak ada yang meresponnya. Noona yang satu ini jalan pikirnya memang lambat.

Taeyeon noona menangis. Begitu pula dengan yoona dan ssica noona. Kyuhyun membisikan sesuatu pada sooyoung noona, mungkin memberitahu arti dari ‘sudah menjadi malaikat’ karena seketika wajah sooyoung noona langsung sedih dan menangis.

Mereka semua masuk ke kamar Seohyun. Kecuali aku. Aku tidak sanggup lagi melihatnya. “Sabar, minho-ah.” kata yoona noona mencoba menghiburku, padahal dia sendiri juga butuh hiburan dilihat dari wajahnya yang sudah basah oleh air mata.

Author POV

Mereka ber-8 masuk ke kamar Seohyun, melihat sahabat maknae mereka itu sedang berbaring dengan tenang. Orang yang tidak tau mungkin menganggap dia tertidur, karena wajahnya begitu damai. Benar-benar seperti malaikat.

Mereka semua menangis. Termasuk kyuhyun, yang mungkin terakhir menangis saat umur 6 tahun. “Seohyun-ahh…” panggil Taeyeon lirih sambil menggenggam tangan Seohyun.

“Kalau saja aku tidak ceroboh waktu itu…” sesal Ssica sambil menangis. Sooyoung menenangkan ssica. “Seohyun-ah, istirahatlah yang tenang. saranghae…” ucap Yoona.

“Seohyun-ah, saranghae…” koor yang lain dengan sedih.

Nde. Seohyun-ah, saranghae. Jeongmal saranghae. Ada atau tidak ada, kau akan selalu tetap di hati kami sebagai seorang sahabat yang baik. Seorang dongsaeng terbaik yang pernah kami kenal. Yang baik hati, polos, dan tulus. Seobaby kami yang kami cintai.

Taeyeon langsung menelepon Leeteuk setelah dia sudah tidak menangis lagi. Dia dan Jessica menangis selama 4 jam tanpa henti.

“Yobeoseyo? Oppa? Aku… ada kabar buruk.” kata Taeyeon. “Ngg… Seohyun. Dia… sudah…” Taeyeon menarik napas lalu melanjutkan “pergi.” kata Taeyeon akhirnya, mencari kata-kata yang paling tepat. “Annio. Bukan pergi seperti itu. Dia sudah pergi. Meninggalkan kita semua. Meninggalkan dunia ini.” kata Taeyeon akhirnya dengan air mata yang mulai mengalir lagi.

Sooyoung menyodorkan tisu yang langsung disambar oleh Taeyeon. Setelah menceritakan kejadiannya pada Leeteuk, dia mematikan sambungan teleponnya.

“Leeteuk oppa sangat terkejut. Dia sangat syok” cerita Taeyeon mengenai respon Leeteuk. Mereka semua terdiam. Masih syok dan sedih dengan kejadian Seohyun tadi. Bahkan, Sooyoung dan Kyuhyun pun terdiam.

“Ahjussi…  ahjumma.. ngg, kami semua turut berduka cita.” kata Donghae mewakili teman-temannya mengucapkan bela sungkawa pada orangtua Seohyun keesokan harinya saat pemakamannya.

Agak aneh memang berkata seperti itu, mengingat mereka semualah, atau Minho lebih tepatnya yang menyaksikan detik-detik terakhir hidup Seohyun.

Mereka semua menangis sepanjang pemakaman Seohyun itu. “Ada yang ingin disampaikan dari orangtua Seo Joohyun?” tanya pendeta.

Omma-nya seohyun maju, dengan mata merah dan berkaca-kaca “Kami tidak sempat minta maaf padanya, karena tidak punya waktu untuknya. Untuk selamanya, dia akan menjadi anak kesayangan kami. Banyak yang ingin aku sampaikan. Tapi….” kata-katanya tidak dilanjutkan karena tangisannya meledak lagi.

“Dari kerabat dekat Seo Joohyun?” tanya pendeta lagi. Minho melangkah maju, membuat teman-temannya cukup terkejut.

“Seohyun… adalah sahabat yang paling baik yang pernah kutemui. Dia polos, tulus, dan baik hati. Dia benar-benar seperti malaikat. Kami beruntung, pernah mengenal orang sebaik dia.”

“Mungkin, semua ini salahku. Dia begini karena melindungiku. Mianhae, Seohyun. Tapi, kau harus tau. Kami semua sangat menyayangimu. Kau adalah dongsaeng terbaik. Saranghae, seororo.” ucap Minho diiringi derai air mata semua teman-temannya.

“Jadi kau! Kau penyebab kematian Seohyun! Enyah kau dari sini! Ini semua salahmu!” seru omma-nya seohyun sambil mendorong Minho. Plak! Tamparan keras dari appa-nya seohyun mendarat dengan mulus di pipi Minho.

“Kau… kau yang sudah menyebabkan ini semua! Seharusnya Joohyun masih hidup, masih bersama kami! Seharusnya kau yang mati!” seru appa-nya seohyun dengan geram.

“Jangan! ini bukan salah Minho. Ini salahku.” seru Jessica, berdiri di depan Minho. “Kalian semua! Kalian semua ini sama saja! Mengakunya sahabat? Cih! Padahal, gara-gara kalian lah Seohyun seperti ini!” seru omma-nya seohyun.

“Mianhae, ahjumma. Tapi, setau kami, kami ini sahabat yang cukup baik untuknya. Karena kami ada, saat dia membutuhkan kami. Kami selalu ada untuknya. Apa kalian begitu?” kata DOnghae dengan tenang.

“Kurang ajar sekali, kau! Pergi kalian dari sini!” usir appa-nya seohyun dengan kasar. “Annio. Aku masih ingin melihat seohyun.” rengek minho.

“Cih, kau tidak pantas tau! Sana, pergi!” ucap appa-nya seohyun sambil mendorong Minho yang membuatnya terjungkal ke belakang.

“Dasar ahjussi kolot” omel Taeyeon saat mereka berjalan dengan gontai pulang ke apartemen mereka. Mereka melewati kamar Seohyun yang sudh kosong sekarang, sekosong hati mereka melihat kamar itu.

4 bulan sudah berlalu sejak kejadian itu. Mereka semua sudah bisa merelakan Seohyun, yah… kecuali Minho.

Donghae POV

Aku dan Jessica sedang berjalan-jalan di sekitar apartemen kami, yang akhir-akhir ini sudah menjadi hobi aneh kami. Aku masih belum bisa menyayanginya setulus aku menyayangi sooyoung dulu, tapi aku berusaha.

“Oppa, chakkaman. Aku ke toilet dulu ya.” kata Jessica. Aku mengangguk dan dia langsung terburu-buru pergi ke toilet. Aku selalu heran, mengapa para wanita gemar sekali berlama-lama di tempat bau itu.

Aku melihat Sooyoung sedang duduk di bangku, hmm.. sebenarnya bukan bangku juga sih. Itu adalah pagar pembatas tanaman dari keramik yang bisa digunakan untuk duduk. Dia sedang mendengarkan musik dengan headphonenya sambil membaca buku.

Cantik. Aku sangat suka memandang wajahnya saat sedang serius. Benar-benar cantik. Tumben sekali dia tidak bersama Kyuhyun padahal hari ini hari Minggu. Mungkin Kyuhyun sedang ada job.

“Hei, Sooyoung,” panggilku sambil menghampirinya. “Eeh… oppa?” ucapnya terkejut melihatku yang ada di depannya tiba-tiba.

Aku mengambil tempat dan duduk di sebelahnya. “Kau baca apa?” tanyaku basa-basi, bingung harus berbicara tentang apa. Tapi, dia tidak menjawab dan hanya melongo menatapku. Harus kuakui, dia ini… kyeoptta xD

Aku melepaskan headphone-nya. “Kau baca apa?” ulangku lagi. “Eeh… mianhae,oppa. Aku lupa lagi pakai headphone. Hm, aku juga tidak mengerti sih. Judulnya ‘How a girl thought herself about loneliness’  Aku sedang berusaha mengerti. Soalnya ini dibelikan Kyu oppa.” jelasnya

Aku manggut-manggut. HYYUUUHH… angin berhembus dengan kencang. Pergantian musim dingin ke musim semi memang seringkali banyak angin.

Angin kencang itu mengacak-acak rambutku, dan membuat rambut Sooyoung juga berantakan. Entah kenapa, melihat rambutnya yang tertiup angin itu membuatnya.. mm, entahlah, tambah cantik.

“Aduh, mataku kelilipan…” keluh Sooyoung hendak mengucek matanya. “Eeh, jangan dikucek. Nanti justru iritasi ” kataku padanya.

“Habis gimana? Perih nih” keluhnya sambil memejamkan mata. “Yasuda, sini aku tiup saja.” kataku, lalu berdiri dan membungkuk agar posisi wajahku berhadapan dengan wajahnya.

“Cepat, oppa…” katanya. Wajah kami sangat berdekatan. Aku bahkan bisa merasakan napasnya yang hangat mengenai wajahku. Timbul hasrat untuk menempelkan bibirku ke bibirnya yang lembut. Tapi, hasrat itu kutahan.

“Oppa, cepatlah! Perih tau..” keluhnya, membuyarkan semua lamunanku. “Bagaimana bisa kalau kau memejamkan mata seperti itu? Babo!” kataku.

Perlahan, dia membuka matanya, dan cepat-cepat aku meniupnya. FUUUHH… “Nah, bagaimana?” tanyaku, langsung duduk kembali di sebelahnya, tidak mau terlalu lama melihat wajahnya dari dekat yang hanya membuatku semakin berdebar.

Dia mengerjap-ngerjapkan matanya. “Sudah… gomawo, oppa.” katanya sambil tersenyum. Ah, Choi Sooyoung… aku masih sangat menyukaimu, annio… mencintaimu. Bahkan walaupun ada Jessica, eh… mana Jessica? Kok tidak balik-balik dari WC? Apa dia ketiduran di WC?

Jessica POV

Aku buru-buru kembali dari WC ke tempat Donghae oppa, tidak mau dia menunggu lama. Tapi, aku tidak menemukannya ti tempat tadinya dia berdiri.

Aku melihat sekeliling dan melihatnya duduk di sebelah Sooyoung. Aku hendak menghampirinya tapi tiba-tiba, aku melihatnya membungkuk ke arah sooyoung dan… menciumnya!

Aku sedih. Sangat sedih. Hatiku hancur dan air mataku bercucuran. Aku memang bodoh, berpikir kalau donghae suatu saat akan mencintaiku, seperti yang dikatakannya. Padahal, tidak akan.

Yang sicintainya hanya sooyoung, dan aku tau itu. Bodohnya, aku masih saja mengejar-ngejarnya, padahal cintaku ini bertepuk sebelah tangan. Aku berlari pergi, tidak mau lagi melihat pemandangan yang menyakitkan hatiku itu.

Aku berlari sambil menangis, tanpa tau kemana arahku berlari. BRUK! Aku menabrak seseorang. PRAK! Bunyi sebuah benda jatuh “ssica-ah?” panggil orang yang kutabrak tadi sambil membungkuk mengambil benda, yang ternyata sebuah biola yang jatuh karena kutabrak.

“Eh.. mianhae, changmin-ah.” kataku sambil mengusap air mataku. Dia tertegun “kenapa kau menangis?” tanyanya. “Aku…” aku memutuskan untuk menceritakannya pada changmin. Menceritakan sesuatu membuatku merasa lebih tenang.

“Sudahlah, jangan menangis lagi. Aku akan menghiburmu” katanya sambil mengusap air mataku. Changmin memang benar-benar baik. “Aku sendiri pun, sedang ada masalah dengan yoona.” gumamnya pelan.

Dia memainkan biolanya. Melodi-melodi indah dimainkannya. Lagu ini sangat kukenal. Aku bernyanyi diiringi permainan biola changmin.

Orang-orang berdatangan menyaksikan kami. Aku terhanyut suasana, terus bernyanyi memperdengarkan suaraku yang merdu dipadu permainan biola changmin yang patut diancungi jempol.

Plok plok plok! Orang-orang itu bertepuk tangan setelah lagu ini selesai. Beberapa bahkan bersiul dan bahkan ada yang sampai memberi uang segala.

“Lagu ini, kupersembahkan untuk yeoja yang ada di sampingku ini, Jessica Jung!” umum Changmin, lalu memainkan nada-nada indah lewat gesekan biolanya. Musik memang ajaib. Tidak hanya menghiburku, tapi bahkan juga menghibur semua orang yang sedang memperhatikan kami.

Aku juga sangat mengenali lagu yang sedang dimainkan Changmin. Lagu romantis yang berkisah tentang seseorang yang sedang jatuh cinta. Lagu tentang indahnya cinta “saranghae, yoona-ah…” gumamnya pelan sambil memainkan biolanya. Aku tersenyum. Cintanya pada Yoona begitu besar sepertinya. Semoga saja masalahnya dan Yoona  cepat selesai.

Orang-orang kembali bertepuk tangan dengan riuh. “Cuit… cuit…” siul seseorang. Changmin melihat sekelilingnya. “Apa kau melihat Yoona?” tanyanya. Aku membantunya mencari yoona di antara kerumunan orang itu, tapi aku tidak melihatnya.

Tapi, ah itu dia! Dia sedang menghampiri kami. “Yoona-ah…” panggil changmin tapi.. PLAK! Dengan wajah merah karena marah dan mata yang berkaca-kaca, Yoona menampar changmin.

TBC

Kenapa Yoona menampar changmin?

Bagaimana dengan Donghae dan Jessica?

Tunggu lanjutannya di part 6~ kekeke

oh iya, reader… minta saran dong. Author lagi bikin project FF baru tentang cinta segiempat gitu. Ini berdasarkan mimpi author loh… tapi author bingung, cast-nya mau siapa. kalo ada yang mau request ato kasih saran, silahkan comment 🙂

Advertisements
Comments
  1. hyorim says:

    hooooaaaa
    seororo kug meninggal??
    kasihan minho g punya psangan sendiri..
    huhuhuhu *pelukminho*

    yoona mikir min lg nggoda sica kali..
    makanya d tampar..
    *peluk2min*

    lhaaa??
    kann??
    si donge dipikir lagi slingkuh ma sooyoung??
    kalo ada kyu2 bakal lebi seru!!!
    bisa ribet ntar masalahnya..
    hahahha

    lanjut author..
    saia suka ff ini..
    jadi jangan lama2 yeee..hehehhe

  2. youngstertastic says:

    eh thor .. *panggilan buat author* hmm .. si kyu mna ? ga seru klo gada dia .. wkwk .. si roro *pnggilan buat seohyun (tpi kok kyk nma roro jonggrang ? wkwk )* <– abaikan.. kok dia jadi malaikat sih ? knapa ga jadi keroro ? wkwkwk <– abaikan . kepp writing!! saya tunggu lnjuta ny .. kekeke ~

  3. olive says:

    gw pngen nangis bca ny .
    seohyun meninggal .
    jd angel T.T .
    seru neh haessica ny .
    yoona ny knapa tiba’ nampar changmin –” ?
    lanjut author !!
    kyu kmna ?
    o iya dy kn lg ama gw .
    WKWK .

  4. soolovers says:

    wah,,
    kasian seo..
    minho apalagi,,hehe

    lanjoot chingu..

  5. yuanitajanuari says:

    pasti yoona mikirnya minnie lagi selingkuh sama sica
    kok ga ada kyu sih, kan kalo kyu ngeliat soo lagi sama hae bisa ngebakar rumah warga deh dia kekeke ^^
    ternyata hae bener bener masih sayang sama soo

    buat project kamu, aku sih tetep maunya ada sooyoungnya, gimana kalo sooyoung siwon tiffany kyuhyun/changmin, soalnya jarang jarang ngeliat ff tiffany, tapi terserah author juga sih

  6. wellypombob says:

    kalo ada kyuhyun liad pasti seru tuh .
    wiih , si changmin d tbok sama Yoona .
    ih para ni si joice , bikin pnasaran aje .
    lnjut yee .
    gua ud komen sesuai janji guakan ? lnjutkan ye .
    seruuu 😀

  7. cubbiebie says:

    Castnya harus ada sooyoungnya yang pasti,tererah pairingnya sapa, yang penting ada sooyoung eonnie.
    Hahahahhhahaha
    *makasaaa…

    Waaa sebenarnya apa yang terjadi ma persahabatan mereka, semenjak seobaby pergi.
    Persahabatan mereka jadi kacau gitu sihhh..
    Kasihan bangett sampe saling sala sangka gitu.

    Lanjud ya author..
    Saiia menunggu kelanjudanya.hahahahah
    Hwaiitiingg.

    • thejoice says:

      hahaha ^^ of course dong… author kan juga sooyoungster 😀

      iya… jangan2 efek gra2 seohyun pergi? *lah kok author yg nnya ke reader*

      oke.. gomawo yah 🙂

  8. wellypombob says:

    joice : wkwkwk . cheonmaneyo dongsaeng . kekekekeke ~

  9. adu, kenapa jadi rebet. . .
    Oke, lanjut part 7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s