[Sequel] Sister Complex

Posted: February 2, 2011 in Romance, sequel
Tags: , , , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

ini sequel-nya story at seoul school (you are my destiny) berhubung banyak yang minta sequelnya, jadi author bikin deh. hehe happy reading ^^

Onew POV

“Onew oppa!” panggil seseorang di belakangku. Aku menoleh, melihat sosoknya dari kejauhan yang berlari menghampiriku sambil melambaikan tangan.

“Sooyoung-ah” sapaku padanya. “Ah, oppa… kok tidak memelukku atau apa kek.” katanya sambil memasang tampang cemberut. “Ehh? Memelukmu? Untuk apa?” tanyaku bingung.

Dia menghela napas “seperti di film-film dong. Pagi-pagi si cewek berlari menghampiri cowoknya yang disambut pelukan hangat dari si cowok.” jelas Sooyoung.

Aku hanya mengacak-acak rambutnya. Terkadang aku tertawa sendiri melihat tingkahnya yang lucu dan kekanak-kanakan. Dia ini, Choi Sooyoung adalah yeoja chinguku.

Ada sedikit keributan di depan. Aku dan Sooyoung melangkah masuk dan melihat seorang namja yang merupakan juniorku sedang memalak temannya.

“Mana?? Berikan uangmu!” seru si namja dengan galak. Temannya hanya menunduk “tapi kau kan sudah kaya… kenapa meminta uangku” katanya dengan takut-takut.

“Ooh.. kau berani melawan ya! Rasakan ini!” namja pemalak itu hendak menonjok temannya yang sudah memejamkan matanya karena takut.

“YA! CHOI MINHO!” seru Sooyoung, membuat adiknya melepaskan cengkraman pada temannya itu. “Sudah kubilang berapa kali…” omelan Sooyoung terputus dengan jawaban minho “nde, mianhae noona-ah.” jawabnya. Tapi tetap saja, dia akan terus mengulangi perbuatannya itu.

“Jangan pernah mengulanginya.” tegasku padanya. Hei… bukan maksudnya kepo (emang di korea ngerti kepo?) tapi, sebagai ketua OSIS, iya, aku memang ketua OSIS disini dan aku wajib memperingatkan siswa-siswa bandel yah, seperti adiknya pacarku ini.

“Cih, cerewet kau! Mau kutonjok juga?!” ancamnya dengan tangan mengepal. Dia cukup menakutkan karena dia lebih tinggi dariku dengan sorot mata tajam dan postur tubuh tegap.

“Minhooo” ucap sooyoung memperingati adiknya itu. Minho menurunkan tangannya dan pergi ke kelasnya. Entah apa sih yang membuat orang itu begitu menurut pada noona-nya yang hanya mengucapkan namanya daripada aku, ketua OSIS yang bisa saja membuatnya keluar dari sekolah.

Aku masuk ke kelasku. Suasananya cukup aman dan tertib, yah… kecuali si Siwon yang terus berkoar-koar tentang kekayaannya atau apalah. Ada saja setiap hari yang dia sombongkan. Dan selalu ada saja yang tidak punya kerjaan lain dan akhirnya mendengarkannya.

Sialnya, Siwon ini adalah kakak Sooyoung. Yah.. aku juga bingung bagaimana dia bisa memiliki saudara-saudara yang menyebalkan seperti itu.

“Hei, ssica-ah! Kau punya uang darimana tuh membeli jaket sebagus itu?” tanya siwon meremehkan. Selain berkoar tidak jelas tentang kekayaannya, dia juga selalu mempunyai bahan untuk diejek. Salah satunya Jessica, teman sekelasku.

“Ini diberikan jaebum kok.” jawab jessica tenang-tenang saja. Sepertinya kupingnya sudah kebal mendengar hinaan Siwon. “Oh, jadi kau pacaran dengannya hanya untuk memelorotinya ya? Jaebum! Putuskan saja dia!” ejek Siwon lagi.

BYUURRR 1 botol air sukses mengguyur Siwon. Dengan wajah merah karena marah, Jessica menuangkan air minumnya. “Jaga mulutmu, dasar sombong! Aku ini tidak seperti itu tau!” seru jessica marah.

“Cewek sialan! Sudah miskin, belagu pula!” seru Siwon marah. Sangat marah. Dia hendak menampar Jessica. Tangannya ditahan oleh Jaebum “jaga tindakanmu itu, Choi Siwon!” ucapnya dingin. Sangat sangat dingin. Sepertinya, tanda-tanda perkelahian akan dimulai.

“Sudah! sudah! Kembali ke tempat kalian semua. Pelajaran sudah mau dimulai. Dan, Choi Siwon. Benar kata Jaebum. Jaga omonganmu itu.” ucapku, berhasil menetralkan suasana.

Kulihat Siwon keluar dari kelas. Mungkin untuk mengeringkan dirinya sambil menatap tajam ke arahku. Wow, hebat sekali kau Onew! Kau sukses tidak mendapat restu dari adik dan kakaknya pacarmu.

-End of POV-

Author POV

“Sooyoung-ah, mau kuantar?” tawarku saat pulang sekolah. “Hmm… boleh oppa.” katanya sambil merangkul lengan Onew dengan manja. Onew mencubit hidungnya dengan pelan.

“Sooyoung-ah… apa yang kau lakukan dengannya?” tanya Siwon yang tiba-tiba muncul seperti hantu bersama adiknya, Minho.

“Eeh? Memangnya kenapa?” Sooyoung balik bertanya. “Memangnya kenapa?” kata Minho membeo “Ngapain noona merangkul tangannya ini?” tambah Minho.

“Apa salahnya? Dia kan pacarku” jawab Sooyoung santai. Oke, pasti akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. batin Onew.

“MWO???” seru Minho dan Siwon bengong dan terperangah seakan-akan melihat SNSD konser lagu Ring ding dong di depan mereka sambit striptease.

“Tapi tapi tapi….” “Kok noona mau sih sama dia?” kata Minho sambil menunjuk Onew seakan-akan Onew-lah yang telah merencanakan konser SNSD itu (author lagi stress lalalala)

“Apaan sih? Kalian kok terkejut begitu? Seakan-akan aku ikut trainee SM terus jadi member SNSD aja!” protes Sooyoung melihat kedua saudaranya itu menatapnya dengan tatapan aku-tidak-percaya

“Apa aku seburuk itu?” tanya Onew polos. “Annio oppa. Kau yang terbaik kok.” kata Sooyoung sambil mencium pipi Onew, yang tentu saja membuat kedua saudaranya menganga semakin lebar.

“Aku tidak setuju!” seru Siwon dan Minho bersamaan. “Memangnya ada yang minta kalian setuju?” cibir Sooyoung sambil memeletkan lidahnya.

“Nanti kubilang pada appa kalau adikku yang cantik ini sudah pacaran loh.” ancam Siwon. “eeh… jangan oppa!” ucap sooyoung cepat-cepat. Appa-nya itu memang paling tidak suka kalau salah satu anaknya berpacaran entah kenapa.

“Makanya, jangan berpacaran dengannya!” timpal Minho. “Memangnya kenapa sih?” tanya Onew bingung. Tapi, tidak ada yang menghiraukannya seakan dia tidak ada.

“Memangnya kenapa?” tanya Sooyoung. “Karena… dia tidak pantas untukmu!” seru Siwon sambil menunjuk Onew. “Nde. Aku tidak rela noona-ku tersayang diambil olehnya.” rengek Minho manja.

Benar-benar berbeda kelakuan minho dan siwon pada teman-temannya dan pada saudara perempuannya itu. Berbeda 180 derajat. “Sister Complex~” komentar Onew.

Spontan mereka menengok ke arah Onew. “Apa kau bilang?” tanya Minho. “sister complex. si…ster… com…plex…” ulang Onew dengan slowmotion seperti mengajari anak TK

Siwon dan Minho saling berpandangan. “Apa itu?” tanya Siwon polos. Onew menepuk jidatnya. “Sudahlah, lupakan.” ucap Onew.

“Pokoknya, kau tidak boleh berpacaran dengannya ya Sooyoung-ah…” kata Siwon sedikit memohon. “Shireo! Oppa jahat! Kau juga dongsaeng.” kata Sooyoung lalu menggandeng tangan Onew dan pulang meninggalkan minho dan siwon yang meneriakan namanya di belakang.

“Ah, lupakan saja siwon oppa dan minho. Mereka memang aneh.” kata Sooyoung sambil memakan Biskuit yang terletak di dashboard mobil Onew.

“Kekeke. Mereka memang aneh. Tapi, yang lebih aneh adalah kau.” kata Onew, sambil terus berkonsentrasi menyetir. “Mwo? Kok aku yang aneh?” protes sooyoung.

“Mereka itu sangat sombong dan sangat kasar. Benar-benar dibenci seantero sekolah. Tapi kau, membuat mereka kelihatan lemah dan bodoh begitu. Aku heran, apa sih yang kau lakukan pada mereka sehingga kau bisa jadi pawang mereka?” jelas Onew.

Sooyoung menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Entahlah. Molla. Tapi, yang kutau. Walaupun mereka itu sombong dan sok jagoan, mereka sangat sayang padaku.” jelas Sooyoung.

“Mereka dekat denganku dan selalu manja padaku. Mungkin karena hanya aku saudara perempuan mereka. Di rumah, mereka anak baik kok. Entah di sekolah berubah jadi monster seperti itu.” jawab sooyoung, melahap biskuit terakhirnya.

Onew mengangguk-angguk mengerti. “Hei, apa boleh aku ke rumahmu?” tanya Onew tiba-tiba. “Mwo? Untuk apa?” tanya Sooyoung terkejut.

Onew mengangkat bahunya “hanya penasaran dengan tempat yeoja chinguku meghabiskan waktu selain di sekolah.” jawab Onew.

“Arasso. Tapi, jangan pernah mengaku sebagai pacarku. Atau… yah, kau tidak akan mau melihat appa marah. Saat dia marah, bisa saja dia membubarkan Super Junior tau! arasso?” ucap Sooyoung.

Onew bergidik ngeri dan mengangguk, membayangkan apakah appa-nya Sooyoung seseram itu. Atau, jangan-jangan appa-nya sooyoung Lee Soo Man? Eh, tidak mungkin. Marganya saja sudah beda (Onew..onew.. mikir apaan sih?)

“Arasso. Besok aku akan ke rumahmu.” kata Onew. “Kenapa tidak hari ini?” tanya sooyoung.

“Kekeke. Aku kan ingin menyiapkan mental dan segala sesuatunya untuk bertemu calon mertua dan saudara iparku.” kata Onew. “Calon mertua? Saudara ipar?” goda Sooyoung.

“Oh, memangnya kau tidak mau menikah denganku?” goda Onew. “Ah, oppa… Tentu saja aku mau!” seru Sooyoung sambil mencium pipi Onew.

“Annyeong, Soo-ah!” kata Onew sambil melambaikan tangannya pada sooyoung yang hendak masuk ke rumahnya. “Annyeong, oppa! Gomawo sudah mengantarku” balas sooyoung sambil berteriak.

Esok harinya…

Siwon POV

Aku melangkah memasuki kelasku dengan tampang yang kubuat se-belagu mungkin, membuktikan aku ini yang paling berkuasa disini.

Tapi, wajah yang sudah kubuat sedemikian rupa itu luntur seketika melihat adik tersayangku ada di kelasku. Heran deh, bagaimana dia bisa secepat itu sampai padahal kami ber-3 dengan minho berangkat bersama. Tapi, dia sedang bercanda dengan Onew dan Onew merangkul pinggangnya.

“Sooyoung-ah…” panggilku. Dia menoleh dan tersenyum “Wae-yo, oppa?” tanyanya. “Kok kau mau sih dirangkul-rangkul dia?” tanyaku sambil cemberut. Beberapa anak ada yang cekikikan langsung saja aku menatap mereka “Kenapa kalian tertawa begitu? Dasar, gembel!” seruku yang berhasil membuat mereka diam.

“Memangnya kenapa? Kan kemarin sudah kubilang. Onew ini, pacarku. pa-car-ku.” jelas Sooyoung. “Apa bagusnya dia sih? Kupikir kau sama si Kyuhyun itu. Aku lebih setuju kau bersamanya daripada si cerewet yang sok suci ini.” kataku gusar.

“Kau tidak berhak mengatur hidupku, oppa.” kata sooyoung yang sepertinya sudah mulai kesal. “Tentu aku berhak. Aku ini kakakmu. Aku tidak mau adikku berpacaran dengan orang seperti dia.” kataku ngotot.

“Mwo? Annio. Kau tidak berhak! Aku yang memutuskan untuk memilih. Kenapa kau jadi kolot begini sih?” katanya dengan marah. “Kan karena aku sayang padamu” jawabku tak kalah kesal.

Sooyoung dengan kesal meninggalkan kelasku. Wow, hebat sekali ketua OSIS ini. Berhasil membuat adikku marah padaku.

“Ini gara-garamu, Lee Jin Ki!” seruku marah padanya. “Eeh? Ini salahku? Ini kan salahmu yang over protektif pada sooyoung.” ujarnya.

“Kau ini! Sadar dong! Kau ini tidak pantas untuknya. Kau terlalu baik hati dan lemah. Berkebalikan dengan sifat sooyoung. Bukankah nanti dia akan merasa terkekang kalau bersamamu?”

“Nanti dia tidak bisa mengekspresikan dirinya! Nanti dia tidak akan jadi dirinya sendiri! Kenapa? Karena kau adalah anak baik kesayangan guru, dan dia anak yang nakal dan manis.”

“Banyak namja yang menyukainya. Dan mereka tidak akan mengekang Sooyoung seperti yang kau lakukan. Jangan egois.” ucapku panjang lebar.

Sebenarnya, bukan itu juga pemikiranku. Aku hanya tidak rela adikku berpacaran dengannya. Mungkin benar, aku dan Minho ini sister complex yang setelah kucari artinya lewat google translate.

Tapi, mau sister complex, mau sister apalah… pokoknya aku dan Minho tidak akan membiarkan adik perempuanku berpacaran dengannya yang sok selalu benar ini!

-End of POV-

Minho POV

Aku memasuki kelasku dengan tampang yang kubuat sesangar mungkin, membuktikan aku yang paling berkuasa disini.

“Sooyoung noona, chakkaman!” seru seseorang di belakangku. Mendengar nama noona kesayanganku itu desebut, aku langsung menengok.

Rupanya itu anak seangkatanku yang beda kelas denganku dan sedang mengejar sooyoung noona. Dia tampak membawa coklat dan bunga untuk diberikan padanya.

“Apa yang mau kau lakukan pada noonaku?” tanyaku sambil neghadang jalannya. “Eeh.. aku hanya mau memberikan ini untuknya.” katanya takut-takut.

“Cih! Mana pantas kau! Terlalu jelek dan pendek! Buang saja.” kataku hendak membuang coklat dan bunga itu. “Chakkaman” kata sooyoung noona tiba-tiba lalu mengambil coklat dan bunga itu.

“Kamsahamnida. Coklatnya sepertinya enak.” kata sooyoung noona sambil tersenyum. Namja itu seakan meleleh dan langsung mengangguk dan pergi, mungkin takut dengan nasibnya di tanganku.

“Minho! Apa sih yang kau lakukan?” kata sooyoung noona, mungkin sudah lelah dengan semua hal yang sudah kuperbuat.

“Onew oppa!” panggil sooyoung noona tiba-tiba melihat Onew hyung yang sedang berjalan melewati kami. “eeh.. sooyoung?” responnya.

“Ah, mianhae tadi aku langsung pergi. Habis aku kesal sekali dengan Siwon oppa.” kata sooyoung noona sambil menyenderkan kepala di bahu Onew dengan manja.

“Iih… noona! Ngapain kau menyender begitu sih?” protesku. “Memangnya kenapa? Kau jangan jadi menyebalkan juga ya seperti Siwon oppa.” kata sooyoung noona. Aku jadi penasaran, apa yang telah diperbuat siwon hyung.

“tapi, Onew hyung memang tidak pantas untuku noona.” kataku sedikit merengek. Kurasa, aku dan Siwon hyung memang sister complex yang kemarin kami cari artinya lewat google translate.

“Kenapa sih kalian berdua ini?! Tidak mau melihat aku bahagia ya?” kata Sooyoung kesal lalu pergi.

“Ini gara-garamu! Sooyoung noona sampai marah padaku!” seruku pada Onew dan hendak menonjoknya. Tapi, dia dengan 1 tangan menahan tanganku yang terkepal “Diam! Aku ini sedang bingung tau!” teriaknya marah.

Aku melongo dan terkejut. Dia cukup kuat juga. batinku dalam hati.

Onew POV

Apa benar apa yang dikatakan Siwon? Apa aku ini hanya pengekang bagi sooyoung? Karena sifatku yang terlalu baik ini, jadi mengekang sifat kekanak-kanakan dan kenakalan sooyoung?

Tapi, aku tidak mau kehilangan sooyoung. Aku akan membuktikan, bahwa aku ini adalah pendamping yang pantas untuknya.

Aku merapikan dandananku sekali lagi. Kulihat diriku di cermin sebelum berangkat ke rumah sooyoung. Benar-benar seperti bukan aku. Kukenakan jaket kulit hitam, dan memakai kacamata hitam. Rambutku kupakaikan gel dan kubuat jabrik seperti naruto. The real bad boy.

Berbeda dengan sebelumnya, aku selalu mengenakan kaos biasa atau kemeja. Aku tidak pernah menggunakan gel, membiarkan rambut hitamku turun begitu saja. The real good boy.

Aku menyetir menuju rumahnya. Sesampainya disana, langsung kutekan belnya. Ringdingdong ringdingdong. Bunyi bel yang cukup unik. pikirku.

Perlahan, pintu itu dibuka. It’s show time! Ternyata, Sooyoung yang membukakannya. “Cari siapa?” tanyanya bingung. “Sooyoung-ah! Ini aku!” kataku sambil memeluknya.

“Mwo? Onew oppa?” tanyanya terkejut melihat penampilanku. “Ehm, kok penampilanmu begini?” tanyanya bingung.

“Siapa disa… oh, siapa kau?” tanya Minho yang ikut-ikutan nimbrung. “Sepertinya wajahnya aku kenal.” kata Siwon sambil memperhatikanku dari ujung rambut hingga ujung kuku jari kakiku.

“Aku Onew.” kataku sambil memutar bola mataku. Masa tidak ada yang mengenaliku sih?

“Mwo? Lee Jin Ki?” ucap Siwon terkejut. “Kau ini konyol sekali tau! berdandan seperti itu! bwahahahah” ejek Minho. Aku cuek saja. Tapi, Sooyoung tidak.

“Kalian ini! Hentikan! Dan, Siwon oppa! Aku tau apa yang kaukatakan pada Onew oppa tadi pagi. Jessica onnie memberitahuku. Kau ini jahat sekali sih. Kalian tidak mau aku bahagia ya?” seru Sooyoung marah lalu menggandengku pergi.

Kami pergi tanpa arah. “Sooyoung-ie, apa aku salah melakukan ini?” tanyaku. “Annio, oppa. Tapi, masa kau lebih percaya Siwon oppa sih? Aku ini mencintaimu. Apa adanya. Aku tidak pernah merasa kau mengekangku atau apalah.” katanya sambil menatapku.

“Nde. Mianhae. Aku hanya takut, aku ini hanya menjadi pengekangmu dan membuatmu tidak bebas. Aku melakukannya karena… saranghae, Sooyoung-ah.” kataku sambil tersenyum.

Aku memeluknya dengan erat dan mengecup keningnya. Siwon dan Minho tampaknya mengejar dan mengikuti kami.

“Awas, noonaaa!” seru Minho, melihat sebuah pot bunga terjatuh dari beranda rumah di atas kami. Spontan, aku langsung mendekap sooyoung dan membalikkan badan untuk melindunginya. Pot itu jatuh mengenai kepalaku.

Rasanya pusing~ Eeh, ada member F(x) berputar-putar di kepalaku. Mereka sedang menari Nu Abo bersama dengan Britney Spears. kekeke.

“oppa… kau tidak apa-apa?” tanya Sooyoung cemas yang menyadarkanku. Aku merasa bibirku panas dan menjilatnya, merasakan rasa pahit darah di lidahku.

Aku meraba hidungku dan mendapatinya berdarah. Kepalaku serasa akan pecah dan lagu Nu Abo masih terngiang-ngiang. Untung saja sepertinya tengkorak kepalaku tidak sampai pecah mengeluarkan isi kepala dan otakku.

“Gwen.. gwenchana.” kataku berusaha bangkit. Aku memegangi kepalaku yang seakan-akan dipukul-pukul oleh Minho dengan menggunakan high heels yang SNSD pakai di Gee tapi, lagu Nu Abo sudah tidak terdengar lagi.

Sooyoung mengusap-usap kepalaku dengan lembut, memberikan kesembuhan tersendiri. “Siwon, Minho-ah. Apa dengan ini aku bisa membuktikan, kalau aku ini cukup kuat untuk melindungi saudara perempuan kalian ini?” ucapku.

Mereka berdua terperangah. “aku…” “Arasso, Onew. Tapi, bukan berarti kami merestui. Kami hanya memberi ijin sementara.” kata Siwon.

Aku mengangkat sebelah alisku. Orang yang aneh, pikirku. “Pokoknya, jangan sampai kau membuat Sooyoung noona terluka atau menangis SEDIKITPUN, atau kubuat kau kesakitan sampai lagu Nu Abo terngiang-ngiang di kepalamu selamanya!” ucap Minho sinis.

Aku mengangkat alisku lebih tinggi. Hei, bagaimana dia tau tentang lagu Nu Abo itu? batinku.

“Tidak akan. Aku berjanji.” kataku sambil memberi gesture peace dengan jariku, pertanda aku berjanji dan merangkul Sooyoung. Aah… akan ada banyak lagu Nu Abo.. ah annio. Maksudku, akan ada banyak rintangan dalam kisah cintaku dan Sooyoung tapi, cinta kami itu kuat. Aku yakin itu. Buktinya, masalah Sister Complex ini bisa terselesaikan! keke~

Advertisements
Comments
  1. hyorim says:

    huakakakkaka
    bisa2nya ada lagu nu abo segala..
    hahahahhahaha

    aih2..
    senangnya kalo misalnya punya dua brother yang sister complex bgitu..kkk

    nice ff^^

  2. olive says:

    wew kren ten jadi ny .
    untung gw always update di blog lu .
    wkwk .

  3. soolovers says:

    haha..
    lucu deh pairing onsoo,,
    aku suka,,,
    lanjoot

  4. yuanitajanuari says:

    sebelumnya gomawo buat author yang mau bikinin sekuelnya ^^

    jadi mau kayak sooyoung, di sayang sama oppa dan donsaeng ganteng ganteng
    dan di akhir lucu, jadi bawa bawa nu abo
    ini udah tamat ya
    bagus ff nya

  5. cubbiebie says:

    Lucu lucu… Terniang niang lagu nu abo.
    Hahahahahhaha

    Bikin sequelnya ya….
    Semangattt..
    Saiia selalu menunggu.^^

  6. wellypombob says:

    ini satu part doang joice ? woww 😮
    bgus kok . lucu . wkwkwk .
    ampe lg nuabo , pke heels di gee . wkwkwkw .
    nice 😀

  7. wellypombob says:

    sequel apaan sii ? wkwk .
    kekeke . okehokeh . tar kalo niat gua baca dari awal yg friendship remedy + komenn 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s