Story at Seoul School – (You are my destiny)

Posted: January 23, 2011 in Romance, sequel
Tags: , , , , , , , , , , , ,

NO COPYCATER! BE CREATIVE!!

(MENGAMBIL KESELURUHAN CERITA, INTI CERITA, KALIMAT-KALIMAT DALAM CERITA)

main cast: Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Seo Joohyun, Lee Jinki (a.k.a onew)

Sooyoung POV

Inilah aku, choi sooyoung. Berdiri di depan sekolah tercintaku, Seoul School. Sekolah terbaik di Seoul.

Aku dan saudara-saudaraku menapaki kaki kami ke taman depan Seoul school.

“Annyeong haseo, sooyoung-ah.” sapa seseorang yang bahkan aku tidak kenal. “Annyeong haseo.” sapaku padanya.

“Pagi, Sooyoung onnie!”

“Annyeong haseo, soo-ah!”

“Annyeong haseo, sooyoung.”

sapa teman-teman dan adik kelasku. “annyeong haseo semuanya.” sapaku pada mereka. Aku memang termasuk siswa populer di sekolahku. Keluargaku adalah pendiri sekolah ini dan pengusaha kaya yang menjadi orang nomor 1 di Seoul. Tidak seperti kakakku, Choi Siwon yang sombongnya gak ketulungan, atau seperti adikku Choi Minho yang suka mem-bully dan merasa orang paling jago, aku, Choi Sooyoung adalah seorang yang pandai bergaul dan ramah. Walaupun, agak sedikit ‘berandal’

“Sooyoung! Akhirnya kau datang! Pinjam pe-er dong. Aku belum bikin.” panggilnya langsung setelah aku memasuki kelasku. “Aku saja belum bikin, cho kyuhyun!” kataku.

“Sooyoung-ah, ini salin saja pe-erku!”

“Ini, aku jamin jawabanku benar semua!”

“Tulisanku lebih rapi. Ambil saja punyaku.”

namja-namja di kelas berebutan meminjamkan pe-er mereka padaku. Aku asal ambil dari mereka. “Kamsahamnida.” kataku. Aku melemparkan salah satunya ke kyuhyun. Dia menatapku seakan aku ini makhluk ajaib atau peri atau apalah. “Woaa… gomawo soo.. kau memang teman terbaikku.” katanya sambil memelukku. “Sudah… bagaimana aku bisa membuat pe-er kalau kau memelukku seperti ini.” kataku. Dia hanya nyengir, menampilkan giginya yang putih rapih lalu melepas pelukannya.

Oh, apakah kalian Kyuyoung shipper? kekeke~ Sayangnya, kyuhyun bukanlah namja chinguku. Dia hanya sahabatku. Sahabat terdekatku. Jeongmal. Sungguh. Tidak lebih dari sahabat.

Aku dan Kyuhyun, adalah 2 murid termalas di kelas ini. Oh, kami tidak bodoh. Sungguh. Karena kelas ini, kelas A, adalah kelas dengan murid yang nilai rata-ratanya paling tinggi. Aku dan Kyuhyun menduduki peringkat terakhir. Kekeke

“Sooyoung, Kyuhyun, jangan lupa. Pulang sekolah ada rapat.” ucap Lee Jinki atau biasa dipanggil Onew, sang ketua OSIS. Walaupun dia seumuran dengan kami, tapi karena kemampuan otaknya, dia menjadi sunbae kami dan 1 tingkat di atas kami. “Seohyun, nanti bantu aku mengurus agenda rapat.” katanya pada Seohyun, sang wakil ketua OSIS.

Aku membalasnya dengan senyuman dan anggukan. Di OSIS, tugasku adalah sebagai sie. olahraga. Mungkin karena tubuhku yang atletis dan tinggi. Sedangkan Kyuhyun sebagai sie. kesenian. Seleranya pada seni memang tinggi.

“Bagaimana makhluk seperti kalian berdua bisa jadi pengurus OSIS sih?” tanya Hyoyeon. manusia yang satu ini memang sensi sekali padaku dan Kyuhyun. Entah kenapa.

“kenapa? kau sirik Kim Hyoyeon?” balas Kyuhyun. “Sirik? cih, untuk apa? Tapi, kalian berdua ini kan pemalas dan paboya. Entah apa yang dipikirkan Soo Man sonsaengnim hingga memilih kalian.” tambahnya.

“Sooyoung-ah bukan paboya!”

“Dia pintar! dia juara 2!”

“Sooyoung-ah memang cocok jadi pengurus OSIS!”

bela namja-namja di kelas ku. “woo… kenapa ya tidak ada yang membelaku?” gumam kyuhyun.

“Sooyoung dan Kyuhyun pantas jadi pengurus OSIS. mereka bertanggung jawab.”

perkataan dari Seohyun ini mengejutkan seisi kelas. Seohyun memang dikenal sangat pendiam dan tidak pernah ikut campur dalam urusan kelas yang dianggapnya tidak penting. Melihat Seohyun berbicara untuk membelaku dan Kyuhyun adalah sesuatu yang jarang.

Tapi, hal ini sukses membuat hyoyeon terdiam dan duduk di tempatnya. Aku menjulurkan lidah padanya yang membuatnya semakin geram. Heran deh, salah apa sih sebenarnya aku padanya?

Krystal, teman sekelasku memasuki kelas sambil menangis. “Ada apa krystal?” tanyaku prihatin. Dia menatapku dengan matanya yang merah dan bengkak. “Siwon oppa…” katanya sesenggukan. Sial, apa lagi sih yang diperbuat manusia itu? gerutuku.

“Apa yang dia lakukan padamu Krystal-ah?” tanyaku lagi. “Dia… menghinaku.. menghinaku di depan…” krystal tidak melanjutkan kata-katanya dan menangis. Krystal memang bukan dari keluarga kaya. Dia adalah murid beasiswa disini. Tapi, bukan berarti kakakku bisa seenaknya menghinanya. Krystal adalah yeoja yang baik hati.

“YA! Choi Siwon! Apa lagi sih yang kau lakukan!” seruku pada kakakku yang membuat satu kelasnya menengok ke arahku. “Choi Sooyoung! Hormati aku! Aku ini kakakmu tau!” hardiknya.

Aku tidak menghiraukannya. “Apa yang kau lakukan pada krystal-ah?” tanyaku. Dia tersenyum mengejek “Apa sih pedulimu pada cewek miskin itu?? Dia kan hanya cewek gembel.” katanya.

Kalau tidak ingat dia adalah kakakku, mungkin sudah kutampar mulutnya itu. Maklumlah, dia adalah ‘tuan muda’ Choi, pewaris perusahaan terbesar di Seoul.

“Kau ini…. jangan terlalu sombong begitu, oppa! Kalau kita nanti yang jadi gembel, baru kau tau rasa!” omelku. Seketika senyumnya hilang. “tak usah mengguruiku, sooyoung. Kita tidak akan mungkin menjadi gembel seperti cewek itu, adikku yang cantik.” katanya.

Ah, sampai mulutku berbusa pun, kakakku tidak akan merubah sifat sombongnya itu.

“Aaaa! a… ampun…” teriak seseorang. Aku, yang memang sifat dasarnya ingin tau, segera berlari ke sumber suara. Ternyata itu adalah Lee taemin, juniorku. Kulihat dia sedang berlutut pada…. yah… adikku, Choi minho.

Kulihat minho menendangnya dan memukulnya. Yang lain hanya diam saja melihatnya karena takut pada minho dan antek-anteknya, Key, Wooyoung, dan Chansung. Tapi, ada 1 orang yang minho takuti. Dan itu, aku.

“Choi minho.” panggilku dingin. “ehh… noona?” jawabnya. “Lepaskan taemin.” kataku dengan tenang. “hm, sebentar.” katanya sambil menendang taemin lagi. Aku mendekatinya. “LEPASKAN!” seruku yang membuat minho berhenti menendangi taemin. “pergi sana.” kata minho.

“eh.. kamsahamnida, noona.” kata taemin sambil membungkuk 90 derajat padaku. Aku membalasnya dengan senyuman.

“Choi minho…”panggilku. “Iya.. iya.. mianhamnida.” katanya. Entah apa yang membuat pembully seperti dia takut padaku. tapi setidaknya, hal itu bisa membuatku mengontrolnya.

Keluarga Choi memang tidak disukai disini. Pasti karena kelakuan Siwon oppa dan Minho. Tapi, semuanya menyukaiku -kecuali hyoyeon, kurasa.

-End of POV-

“Sooyoung! Cepatlah!” seru Kyuhyun. “Sabar! Aku ini pakai rok tau.” balas Sooyoung. Mereka berdua sedang memanjat pagar sekolah untuk bolos. Jangan tanya kenapa, ini sudah kebiasaan mereka untuk menghindari pelajaran matematika dan sosiologi (author ga tau pelajaran di korea apa aja, jadi disamain aja yah sama yang di indo) Sudah dibilang kan sebelumnya, Sooyoung itu anak yang sedikit ‘berandal’?

“EHEM.” tiba-tiba Onew datang memergoki mereka sedang kabur. “Onew..?” tanya sooyoung bingung. “wah, ketua OSIS SMA Seoul school juga mau kabur ternyata. Ayo, kubantu kau memanjat pagar.” kata kyuhyun.

“Siapa bilang aku juga mau kabur? Aku ini sedang ditugasi soo man sonsaengnim untuk menertibkan murid seperti kalian ini!” kata Onew.

“Ah, Jangan beritau soo man sonsaengnim please.” mohon Sooyoung. Walaupun mereka ketahuan kabur oleh BoA sonsaengnim, guru matematika dan Gahee sonsaengnim, guru sosio, dengan ‘tatapan-memelas-maut’ Sooyoung dan Kyuhyun, mereka tidak pernah dihukum.

“Hm, begini saja. Aku yang akan menghukum kalian.” ucap Onew. “mwo?? tapi…” ucap sooyoung. “atau kalian mau lee soo man sonsaengnim yang menghukum?” ucap Onew lagi yang membuat Kyuhyun dan Sooyoung cepat-cepat memanjat pagar lagi untuk kembali ke dalam sekolah.

“kekeke~ kalian ngapain memanjat begitu?” kata onew sambil tertawa memperlihatkan kunci gerbang sekolah yang ada di tangannya. Sooyoung membelalakan matanya “oppa! kenapa kau tidak bilang kau punya kuncinya!?” serunya. “kekeke” onew hanya tertawa.

“nah, lari keliling lapangan 10 kali.” ucap Onew. “mwo? se-se-sepuluh?” ucap Kyuhyun gagap. Dia memang paling payah dalam olahraga. Tidak seperti Sooyoung, yang langsung saja berlari dengan riang.

Onew POV

Tubuhnya atletis sekali. Tinggi, menawan, dan cantik. Ah, aku ini mikir apa sih? Tapi… aku… aku tidak bisa menyangkalnya. Keke~ Ketua OSIS Seoul School, menyukai ketua sie. olahraga.

“Sooyoung-ah ! Tungguin dong!” seru Kyuhyun yang mati-matian berusaha mengejar Sooyoung. Cho Kyuhyun. Orang yang benar-benar membuatku cemburu. Dia sangat dekat dengan Sooyoung. Aku tau mereka cuma sahabat. Tapi… ah, sudahlah. Biarkan aku menjaganya dari jauh saja tanpa dia perlu tau perasaanku.

“Onew-ssi. Sedang apa mereka?” tanya Seohyun yang tiba-tiba ada di sampingku. Aku terlonjak kaget karena dia tiba-tiba datang dan membuyarkan pikiranku tentang Sooyoung.

“Mereka kuhukum. Karena berusaha kabur dari sekolah.” jelasku.

“New scandal of Seoul School! Ketua OSIS dan wakilnya sedang pacaran!” seru Kyuhyun iseng. “Waaah… cukkhae Onew oppa, Seohyun-ah!” timpal Sooyoung.

“eeh? tidak! kami tidak pacaran!” kilah Onew. “Nde. Kami tidak pacaran.” ucap Seohyun. Tapi Kyuhyun dan Sooyoung hanya tertawa.

“Yang benar Seohyun-ah?” ledek kyuhyun. Wajah Seohyun bersemu merah. “Chinja. Tentu saja.” kata Seohyun. “Kalau begitu… kenapa wajahmu merah begitu?” goda Kyuhyun lagi. Seohyun tidak menjawab.

“Sooyoung-ah! Awas!” seruku. Sooyoung yang terlalu bersemangat berlari tidak melihat batu besar di depannya dan tersandung. “Adududuh~” ucapnya sambil mencoba mempertahankan keseimbangannya. Dengan cepat, aku menghampirinya sebelum keseimbangannya hilang.

Aku menangkap tubuhnya itu tepat saat dia terjatuh. Tubuhnya yang indah dan langsing itu ternyata sangat ringan. “Cieeee…” goda kyuhyun. Seohyun saja tersenyum-senyum melihat posisi kami yang seperti berpelukan itu.

Aku merasa wajahku panas. Aduh, pasti wajahku merah sekali. batinku. Tapi, kulihat, wajah sooyoung juga merah.

Sooyoung POV

“eeh… ngg, gomawo oppa.” kataku. Langsung saja, Onew melepaskanku darinya. “Ehh… iya.” jawabnya kikuk. Kenapa jadi canggung begini? Ah, padahal Kyuhyun sering memelukku. Tapi, rasanya biasa saja. Kenapa ya.. saat Onew oppa memelukku seperti itu rasanya… berbeda…

“Onew! masa kau mau sama berandal seperti dia ini sih?” ledek Kyuhyun lagi. Aku mendelik padanya, melemparkan tatapan diam-kau! padanya. Tapi, kurasa dia pasti sudah kebal dengan tatapanku itu.”Memangnya salah?” jawab Onew.

“Oh, jadi kau memang benar menyukainya?” tanya Kyuhyun. “Kenapa? Cemburu?” serang Onew.

“Annio. Untuk apa aku cemburu? Lebih baik aku bersamanya.” kata Kyuhyun sambil merangkul Seohyun. “Mwo?? Kalian sudah jadian dan bahkan tidak memberitahuku?” ucapku terkejut.

“Ah, annio… tidak kok.” jawab Kyuhyun dan melepaskan tangannya dari Seohyun. Kini, wajah mereka berdua yang memerah.

Seohyun POV

“heh? Kenapa Kyuhyun oppa bilang begitu? omo!” batinku dalam hati. Belum lagi, tangannya yang besar dan hangat merangkulku. Aku merasa wajahku memanas.

Saat pulang sekolah…

Aku berjalan menyusuri koridor sekolah menuju ruang OSIS. Hari ini kami akan ada rapat membahas Basketball Cup yang akan diselenggarakan si sekolah ini.

“pssstt… seohyun-ah.” panggil seseorang dengan bisikan. Aku menengok. ternyata Kyuhyun oppa. “Wae? Kenapa kau disini?” tanyaku padanya yang sedang berjongkok di koridor. Padahal, 15 menit yang lalu aku masih melihatnya di dalam kelas.

“Lee Soo Man sonsaengnim menghukumku. Gara-gara aku makan coklat saat pelajarannya. Padahal, Sooyoung makan 3 bungkus dan aku hanya 1. sialnya, aku yang kepergok.” gerutunya. Aku hanya tersenyum “Sudah tau, sonsaengnim seperti apa, kau masih nekat saja.” kataku.

Dia tersenyum “Kau… manis loh saat tersenyum.” Wajahku memerah lagi. “eeh?” hanya itu kata yang bisa keluar dari mulutku.

“Aku… sering melihatmu berdiam diri saja. Jarang sekali bicara dan tersenyum. Padahal, saat tersenyum kau itu manis loh.” katanya panjang lebar. Aku hanya diam membatu mendengarkannya. “Sering-sering tersenyum ya. Untukku.” tambahnya lagi.

Aigoo… Aku sangat senang mendengarnya. Ingin rasanya aku melompat-lompat sepanjang perjalanan ke ruang OSIS. “Ehh… gomawoyo.” kataku sambil tersenyum dengan sangat manis. Memang benar kata orang-orang. Tidak ada yang mengalahkan wajah cantik wanita saat dipuji lelaki yang disukai.. eh bukan, dicintainya.

Kulihat wajahnya memerah “I.. iya. Oh iya, kau mau kemana?” tanyanya mengalihkan pembicaraan. “Ruang OSIS.” jawabku. Dia langsung bangkit berdiri. “Oh… ngapain?” tanyanya lagi. “Mempersiapkan agenda rapat untuk nanti bersama Onew.” terangnya.

“Berdua saja?” tanyanya lagi seakan menginterograsiku. Aku mengangguk. “Enak sekali dia.” gumam Kyuhyun. “mwo?” tanyaku, memastikan kupingku tidak salah dengar. “eeh… gwenchana. Yasudah, sana.” katanya.

“Annyeong haseo, Onew-ssi.” sapaku pada Onew yang sudah ada di ruang OSIS. “Annyeong haseo. Seohyun-ah. Berhenti memanggilku seperti itu. Panggil saja oppa.” katanya. “eeh… arasso, onew oppa.” kataku.

“Hmm… oppa.” panggilku. “nde?” “Kau… menyukai Sooyoung ya?” tanyaku tanpa basa-basi.

“mwo??” tampaknya dia kaget. Aku sendiri bahkan kaget kenapa pertanyaan itu bisa terlontar dari mulutku. “Sudah terlihat dari dulu kalau kau menyukainya. Kenapa tidak kau nyatakan saja?” ucapku lagi.

“Aku… tidak berani.” katanya ย lirih. Aku menyentuh pundak onew. “Coba saja.” kataku.

“Kau sendiri?” tanya Onew. “Aku apa?” aku bertanya balik. “Kau dengan Kyuhyun… Kurasa dia juga menyukaimu.” katanya. Wajahku memerah untuk yang ketiga kalinya hari ini. “menurutmu begitu? Kurasa… mm.. tidak.” kataku. “percayalah pada ketua OSIS. keke~” katanya.

Aku tersenyum dan menggenggam tangannya. Aku sendiri heran, kenapa seberani ini. Mungkin, kata-kata Kyuhyun tadi memberiku kekuatan tersendiri. “Kita berjuang bersama..” kataku. “Untuk mendapakan cinta kita.” lanjut Onew.

Tiba-tiba, pintu ruang OSIS terbuka

-End of POV-

ternyata yang masuk adalah Sooyoung. “Ehh… maaf mengganggu.” katanya melihat Seohyun dan Onew yang saling berpegangan tangan dan berhadap-hadapan. Apa sih, Sooyoung? Kenapa rasanya sakit? batin Sooyoung dalam hati.

“Ehh… chakkaman. Kami, gak ngapa-ngapain kok.” kata Onew. Onew babo! Ngomong apaan sih? gerutunya dalam hati. “heeh… kalian mau ngapain kan bukan urusanku.” kata Sooyoung.

“Benarkah? Bagaimana kalau ini?” ucap Seohyun. Dia menarik Onew sehingga membelakangi sooyoung dan.. mencium Onew!

“Seo… seohyun?” kata Sooyoung tidak percaya pada temannya yang pendiam ini. Aduh, kenapa kau sedih choi sooyoung? Rasanya… aku.. ingin menangis.. batin Sooyoung.

“woo.. kenapa in…” kata-kata Kyuhyun tidak bisa dilanjutkan saat dia melihat Seohyun dan Onew. Sooyoung berlari keluar dari ruangan. Spontan, Onew langsung mengejarnya.

“wow.” komentar Kyuhyun sedih. “Aku… tidak menciumnya kok.” kata Seohyun. “oh ya?” tanya Kyuhyun lemas. “Tadi, aku hanya berpura-pura. Supaya Sooyoung mengakui perasaannya pada Onew oppa.” jelas Seohyun. “wah. Kau bahkan sekarang memanggilnya oppa.” kata Kyuhyun lagi. “Wae? Jealous?” tanya Seohyun.

“mwo?? a.. annio.” jawab Kyuhyun. “Aku tidak cemburu. untuk apa aku cemburu? Aku kan tidak punya hak untuk…” kata-katanya terpotong karena Seohyun memeluknya. Memeluknya dengan sangat erat. “eeh… Seohyun?” ucap Kyuhyun. Seohyun menatapnya dalam-dalam lalu berkata “oppa… saranghae.” katanya. Dia mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengatakannya.

“a..apa? Aku tidak dengar.” kata Kyuhyun. “Aku tau kau dengar.” kata Seohyun. “Sungguh. Aku tidak dengar.” kata Kyuhyun pura-pura polos.

“OPPA! SARANGHAE! apa masih tidak dengar juga?” teriak Seohyun. Kyuhyun tersenyum. merengkuh tubuh mungil Seohyun ke dalam pelukannya. “Na do saranghae.” jawab Kyuhyun.

back to Onew-Sooyoung

“Sooyoung-ah! Chakkaman!” panggil Onew. Sooyoung sudah tidak bisa membendung air matanya. “Kenapa… kau menangis?” tanya Onew sambil mengusap air mata Sooyoung yang terjatuh deras di pipinya. “Molla.” jawab Sooyoung.

“Tadi, Seohyun tidak menciumku. Dia hanya.. pura-pura.” kata Onew. “Lalu? Itu kan bukan urusanku.” ucap Sooyoung. “Choi Sooyoung…. jawab aku. Benarkah kau tidak peduli?” tanya Onew sambil menatap mata Sooyoung dalam-dalam.

Sooyoung menghindari tatapan matanya dan tidak menjawab. “Choi Sooyoung, jawab aku!” kata Onew lagi. Tangisan Sooyoung pecah “nde… iya! Aku peduli! karena aku cemburu.. Aku bahkan tidak menyadari bahwa aku cemburu. Aku.. aku…” Onew meletakkan telunjuknya di bibir Sooyoung.

“Choi Sooyoung, dengarkan ketua OSISmu ini. Ketua OSIS SMA Seoul School telah jatuh cinta pada ketua sie. olahraga. Sooyoung-ah, saranghae.” kata Onew, mengumpulkan semua keberaniannya.

Sooyoung terpana “Tapi.. kau dan Seohyun…” Onew memotongnya “kami tidak ada apa-apa. Kami hanya saling mendukung karena ingin menyatakan perasaan padamu dan Kyuhyun.” terangnya.

“nah, kau tidak menjawab perasaanku?” tanya Onew. Sooyoung tersenyum “Bukankah saat kubilang aku cemburu, kau sudah mengerti artinya?” Sooyoung bertanya balik.

Onew menarik Sooyoung ke dalam pelukannya dan memeluknya.

“you are my destiny.” kata Onew padanya.

“Wah, seleramu itu orang serendah ini yah, ketua?” kata Hyoyeon yang muncul tiba-tiba. “Hyoyeon-ah!” kata Onew terkejut.

“Melupakan rapat demi wanita pecicilan ini?” sindir Hyoyeon lagi.

“terserah kau mau bilang apa. Biar aku seorang ketua OSIS, dan Sooyoung adalah anak ‘pecicilan’ seperti yang kau bilang. Aku mencintainya. She’s my destiny.” kata Onew.

Hyoyeon cemberut mendengar pembelaan Onew “Jangan lupakan rapat.” ucapnya sebagai sie. sosial sebelum akhirnya pergi.

“Nah, ayo kita rapat.” kata Onew sambil menggandeng tangan Sooyoung menuju ruang OSIS. “Kenapa kau memilih bad girl sepertiku untuk menjadi yeoja yang kau cintai, oppa?” tanya Sooyoung polos.

“Dasar.” kata Onew sambil mencubit hidung Sooyoung lembut. “Bukankah tadi sudah 2 kali kubilang…

It’s because you are my destiny.

hwaa… senangnyaa bisa bkin OnSoo pairing… hehe..

gimana ceritanya?

Advertisements
Comments
  1. soolovers says:

    ini ff oneshot ya,,,
    klo dibikin sequel gmna..?hehe*reader banyak maunya
    bagus chingu..

  2. 93fanny says:

    bikin? wkwkkw, kocak kata-katanya !
    heheh, lumayan kok ff nya..

  3. yuanitajanuari says:

    wahhhh aku suka aku suka
    disini aku suka banget karakternya sooyoung dan evil kyu
    dan seo di sini diam diam menghanyutkan nih kekekeke ^^
    siwon sombong banget, minho juga jahat tapi dia langsung ciut sama noona nya ahahahaha
    chingu di bikin sequel nya dong, ceritanya siwon sama minho ga setuju gitu sama hubungan onew dan soo, kan kakaknya selalu ngerendahin orang di bawahnya dia, tapi disini onew termasuk atau orang berada atau engga chingu ?

    oh iya sekalian minta info dong sama chingu, kamu punya temen yang suka bikin ff juga ga, tapi ff yang ada sooyoung nya, punya ga ? aku minta link nya ya chingu, soalnya aku lagi nyari nyari sama temen aku ff nya sooyoung

  4. cubbiebie says:

    Onsoo…
    Bahagiiaaa…..
    *guling guling.hahaha

    Kog dibuat cuman 1 part ajja..
    Padahal aku pengenyaaaa banyak onsoo mommentnya…
    *maksaaa..

    hwaiiitinggg.
    Lanjudkan menulis ff tentang sooyoung onnie..hahaha

  5. thejoice says:

    @yuanita: gomawo udh mampir ๐Ÿ™‚
    hm… boleh.. gomawo sarannya ๐Ÿ˜€

    hmm.. kmu sooyounster yah? ^^ http://heelarissaadinda.wordpress.com/

    @fanny: cieee lao shi~ wkwkwkkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s